Kelahirannya menciptakan badai dahsyat. Di saat yang sama, klan Erlang kalah telak. Kekalahan itu membuatnya dicap sebagai anak pembawa sial. Bukan hanya hampir menghilang dari alam langit, klan Erlang juga harus membayar pajak ke klan Liu setiap. tahunnya.
*******
Erlang Xuan, nama yang sama dengan Leluhur klan, tapi nasib mereka berbeda. Jika Leluhur terlahir dengan kekuatan tak terbatas, maka dia terlahir dengan tubuh cacat. Selama belasan tahun, ia disiksa dan direndahkan. Bahkan, karena masalah sepele, ayahnya menghukumnya.
Karena tak punya dantian dan meridian, Erlang Xuan tak bisa berkultivasi. Sampah pembawa sial, itulah julukannya. Tak ada yang tahu bahwa dibalik tubuh cacat itu tersembunyi sesuatu yang akan mengguncang alam semesta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 13 Erlang Hehua
Saat melihat gadis kecil itu, air matanya menetes. Dulu, ia menyalahkan adiknya tanpa mengetahui kebenarannya. Sekarang, kebenarannya sudah terungkap, dan itu membuatnya sangat sedih.
"Ra–racun jiwa matahari!" Erlang Xuan terkejut. Pantas saja ia merasa aneh dengan kondisi fisik adiknya yang tidak pernah berubah. Seharusnya, si kecil He Hua berusia 12 tahun, tapi racun jiwa matahari menghentikan pertumbuhannya. Fisiknya sama seperti anak kecil berusia 3 atau 4 tahun.
"Hehua, aku akan mengakhiri penderitaanmu!"
Erlang Xuan membawa adiknya ke sebuah penginapan. pengasuh yang merawat adiknya ditinggalkan, karena wanita itulah yang memberi adiknya racun.
"Meskipun terlambat, anggap saja ini sebagai permintaan maafku!" Pemuda itu menghela napas panjang. Ia mengeluarkan dua butir pil, yaitu pil matahari dan pil teratai jiwa. Kedua pil itu dilebur dan diubah menjadi cairan yang sesuai dengan lidah adiknya.
"Minumlah!"
Gadis kecil itu menurut. Ia meminum cairan pil yang diberikan oleh Erlang Xuan. Di saat yang bersamaan, seseorang mengetuk pintu kamar. Saat pintu dibuka, seorang pelayan langsung menyerahkan pakaian.
"Terima kasih!"
Erlang Xuan menutup pintu. Sebelum racun di tubuh adiknya benar-benar menghilang, ia memakaikan pakaian itu. Tak beberapa lama, cahaya menyilaukan menyelimuti Hehua.
"Huft, untungnya mata jiwaku bukan mata tembus pandang," gumamnya.
mata jiwa, meski mata itu bisa melihat apa yang ada dibalik dinding, dan juga niat, dan sifat asli orang lain, tetap saja mata tersebut punya batasan. Batasannya sudah jelas, tidak dapat menembus pakaian seseorang.
Wuuuussss
Cahaya menghilang, dan Hehua kecil menjelma menjadi gadis cantik. Gadis itu melihat sekitarnya dengan bingung. Bertahun-tahun terjebak di tubuh anak kecil membatasi pergerakan dan pengetahuannya. Selama hampir setengah jam, ia mencerna apa yang terjadi dengannya.
"Ka–kak, aku a–da di ma–mana?" tanya dengan terbata-bata.
"Kamu ada di penginapan. Jadi, jangan khawatir!" Erlang Xuan menghampiri adiknya dan menyentuh kening gadis itu. Dalam hitungan detik, berbagai pengetahuan memenuhi kepala gadis itu, termasuk teknik kultivasi dan teknik lainnya.
"Jadi, ibu sudah menyiapkan teknik kultivasi untuk Hehua?" Ia tersenyum, meski air matanya terus berjatuhan.
"Setidaknya, adikku tidak seperti mereka!" katanya dalam hati.
"Kakak kenapa?" tanya Hehua.
"Tidak apa-apa!" jawabnya. Tak bisa dipungkiri, gadis itu sama persis dengan ibunya. Yang berbeda hanya warna matanya. Warna matanya dan mata ibunya adalah hijau kebiruan, sementara Hehua memiliki bola mata abu-abu.
"Kakak pakai topeng, ya?" tanya Hehua.
"Kamu tahu darimana?"
"Hanya menebak!"
Erlang Xuan tersenyum. Ia melepas topengnya dan memperlihatkan matanya yang buta. Meski buta, tapi mata jiwa ga memberinya penglihatan yang lebih baik.
"Siapa yang melakukannya, Kak?" tanya Hehua.
"Kamu perlu mengetahuinya!" Topeng itu kembali dipakainya. Kenyataan bahwa matanya tidak bisa disembuhkan memang menyakitkan, tapi kebenaran dibalik semua itu jauh lebih menyakitkan.
"Oh, iya!" Erlang Xuan mengeluarkan cincin ruang. Cincin itu diisi dengan koin emas, pil, dan sumber daya yang dapat digunakan oleh adiknya untuk berlatih.
"Oh, iya, kamu harus berlatih. Jangan sampai karena kultivasi rendah, orang-orang menindasmu!"
Hehua mengangguk. Cincin itu diambil lalu diperiksa. Pil pertama yang dikeluarkan adalah pil giok suci. Selain meningkatkan kultivasi, pil itu juga bisa membangkitkan elemen yang dimilikinya.
Wuuuussss
Api berkobar dan membentuk phoenix. Hampir saja, api itu menghancurkan penginapan. Untungnya, Erlang Xuan memasang pelindung berlapis di tempat itu.
"Reinkarnasi phoenix!" Erlang Xuan tersenyum. Meskipun ingatan masa lalu adiknya tidak bisa dikembalikan, tapi sifatnya tidak akan berubah.
"Cukuplah tiga orang itu yang harus kubunuh!" gumamnya.
Antares beranjak dan meninggalkan kamar itu. Kalau dia tetap di kamar itu, bisa dipastikan pakaiannya akan terbakar. Kamar itu disegel agar tidak ada yang bisa masuk.
"Berkat ibu, aku menjadi ahli formasi dan segel tanpa berlatih!" Ia menengok ke atas agar air mata tidak jatuh. Meski matanya buta, air matanya tidak kering sama sekali.
"Mungkinkah mataku bisa disembuhkan?" tanyanya.
Erlang Xuan ke kamar lain, tepat di sebelah kamar adiknya. Di sana, ia duduk bersila dan memasuki lautan jiwanya. Di sana, tidak ada apa pun selain lautan jiwa yang luas, dan tentunya sesuatu tersegel.
"Apa ini?" Karena penasaran, ia menyentuh segel itu. Segel tersebut bersinar, dan sepasang bola mata berwarna hijau kebiruan melayang di hadapannya.
"Mata?" Erlang Xuan sangat senang. Itu artinya matanya bisa disembuhkan, tidak buta selamanya.
Wuuuussss
Bola mata itu menghilang. Di saat yang sama, ia kembali ke tubuhnya dan mendapati kedua bola mata itu melayang di depannya. Bola mata teras bersinar lalu menyatu dengan bola matanya yang sudah memutih.
"Akkkh!" Erlang Xuan berteriak kesakitan. Sakit itu hanya berlangsung beberapa saat, lalu dilanjutkan dengan sensasi terbakar yang sangat menyiksa.
"Sial, sakit sekali!" ucapnya.
Rasa sakit dan sensasi terbakar itu menghilang. Meski matanya akan kembali, tapi itu butuh waktu. Selama beberapa waktu, matanya tetap buta. Setelah itu, matanya yang memutih akan kembali normal.
"Bertepatan dengan turnamen, ya!" Erlang Xuan tersenyum. Meskipun matanya akan sembuh, tetap saja ia tidak ingin membuang topengnya.
"Aku akan melihat Hehua dulu!" Ia keluar dari kamarnya. Sekilas, bayangan seseorang yang begitu familiar meninggalkan kamar adiknya. Mata jiwanya tidak bisa melihat wajah sosok itu, seolah ada sesuatu yang sengaja menyembunyikan identitasnya.
"Jianxue, apakah itu kau?" tanyanya.
Pintu terbuka dan gelombang hampir menerbangkannya. Dengan sekali jalan, Hehua berhasil menerobos ranah emas tahap 1. Selain karena pil, peningkatan itu didukung oleh tubuh phoenix suci yang sangat istimewa.
"Kakak, aku berhasil!" Hehua melompat kegirangan.
"Hua'er, ini baru permulaan. Jadi, teruslah berlatih!" Erlang Xuan menasehati.
"Jangan lupa istirahat!" Erlang Xuan meninggalkan kamar adiknya. Ia masih penasaran dengan sosok yang dilihatnya tadi. Entah kenapa sosok itu mirip dengan adiknya, Jianxue.
"Aku senang karena kau masih hidup, adikku!" katanya.
Di sisi lain, Jianxue hanya bisa melihat kakaknya dari kejauhan. Hanya dengan cara itu, ia bisa menyelesaikan perjanjiannya dengan Leluhur sekte. Jika dilanggar, maka sekte awan biru akan menjadi tempat tinggalnya selamanya.
"Kak, maafkan aku! Setelah waktunya berakhir, kita akan bertemu!" Gadis itu memakai melesat meninggalkan penginapan itu. Ia pergi ke penginapan khusus untuk murid-murid sekte.
"Kamu dari mana?" tanya seorang pemuda.
"Bukan urusanmu!" jawabnya.
"Aku ingin kamu memuaskanku satu malam saja, tapi kau menolaknya!" Pemuda itu menatap tajam gadis di depannya.
"Jianxue, menurutlah! Satu kali saja!" Pemuda itu menjilat bibirnya dan mendekati Jianxue. Saat jarak mereka semakin dekat, kekuatan misterius menghempaskan pemuda itu.
"Jalang sialan!" Pemuda itu kesal. Ia mengeluarkan serbuk aneh. Tujuannya agar Jianxue tak bisa melawan. Sayangnya, gadis itu dilindungi oleh kekuatan misterius.
"Kekuatan jiwa?" Gadis itu bingung. Selama bertahun-tahun, ia tidak pernah melatih kekuatan jiwa, tapi kekuatan itu melindunginya dari Long Jiang, Tuan Muda sekte awan biru.