NovelToon NovelToon
Cinta Dalam Taubat

Cinta Dalam Taubat

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: Syifa Sifana

Sedang REVISI

Info novel 👉🏻 ig @syifa_sifana

Dendam sang anak yang membuatnya terjerumus pergaulan bebas.

Hidayah datang membuatnya kembali dan bertaubat kepada Allah.

Dalam Taubatnya ia menemukan Cinta yang sekian lama hatinya tertutup karena masa lalu nya yang suram.

Balasan Allah kepada hamba-Nya yang bertaubat.

Kisah Cinta yang Romantis dan perjalan Cinta yang Menguras Air Mata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syifa Sifana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EP 28 : KEMBALI

Salman berusaha keras mengatasi permasalahan yang terjadi di kantor cabangnya hingga selesai.

//Alhamdulillah, semuanya telah terselesaikan dengan baik// Gumam Salman sambil menyapu wajah dengan kedua tangannya.

Sontak teringat Asyi dan langsung membuka hpnya.

//Kemana ya dia ? Kok gak dibalas// Gumam Salam bingung.

//Apa dia sibuk ya ?// Salman menyerigai

//Ya udahlah biar aku telpon dia deh//

//Kenapa diluar jangkauan ?// Apa hp nya habis batre ya ?// Gumam Salman menyerigai

//Udah deh, biar Saya ke mall aja untuk mencari oleh-oleh untuk mereka// Gumam Salman beranjak pergi.

Sesampainya di Mall, Salman melihat beberapa barang dan dia menemukan sebuah gelang yang bagus banget dan sangat cocok untuk Asyi.

Salman membelikannya gelang dan beberapa barang lain untuk keluarganya.

Mengingat hari sudah sore, Salman kembali ke hotel dan mengemaskan barang-barangnya.

Dia kembali melihat hpnya dan tidak ada satu pesanpun dari Asyi.

//Kemana dia sebenarnya ?// Gumam Salman bingung

Salman meletakkan kembali hpnya dan membersihkan dirinya kemudian besiap-siap untuk pulang ke Jakarta.

Rindu Salman dan rasa gelisahnya terhadap Asyi membuatnya memutuskan segera pulang ke Jakarta. Meskipun Jadwal pulangnya besok, tapi Salman tak ingin menunggu lebih lama lagi.

Di dalam private jet Salman terus memandang kalung yang ingin di berikan ke Asyi dengan senyum bahagia di wajahnya.

Tiba-tiba kalungnya terjatuh dari tangan Salman.

//Astagfirullah, kenap tiba-tiba bisa jatuh begini// Guman Salman mengambil kembali kalungnya.

Hati Salman menjadi gelisah tak menentu, namun dia tetap berusaha menenangkan hatinya dengan zikir-zikir yang dibacakannya.

Sesampainya di bandara Salman langsung dijemput oleh supir kantor dan diantarkan ke rumahnya.

Tok..tok..tok..

//Bi tolong bukakan pintu// Pinta Mama

//Baik Bu// jawab Bibi dan beranjak membukakan pintu.

Mama melanjutkan makan malamnya.

Krek..

//Assalamualaikum Bi//

//Wa'alaikumussalam warahmatullah// jawab bibi terkejut

//e..eh Den sudah pulang// tutur Bibi terbata-bata.

//Iya bi, jangan terkejut gitu loh, gak senang ya liat Salman pulang ke rumah// goda Salman

//Se..senang lah Den// ucap bibi terbata-bata

//Bi.. Mama, Papa sama Asyi dimana ?// tanya Salman melirik ke seluruh ruangan.

//Ibu sama Bapak lagi makan malam sama ta..// ucapan Bibi terputus

Belum habis Bibi jelaskan, Salman segera berjalan ke ruang makan meninggalkan Bibi di Pintu dengan semua barangnya.

Bibi menghela nafas dan menggeleng kepala kemudian mengambil barang-barang Salman dan meletakkannya di kamar Salman.

Salman tiba di ruang makan terkejut melihat orang yang sedang duduk di meja makan.

Salman memperhatikan satu persatu dari mereka dan tidak didapati istrinya.

Mama tak sengaja menatap ke depan ternyata Salman sedang berdiri di hadapannya.

//E..eh, Salman sudah pulang ?// Tanya Mama terkejut.

//Iya, Ma. Salman baru saja tiba// ucap Salman mendekati Mamanya

Salman mencium punggung tangan Mama dan Papanya juga Papanya Intan, dan tersenyum sambil mengangguk kepala kepada Intan dan Mamanya.

//Ma, Asyi dimana ?// Tanya Salman bingung.

//Ayo kamu duduk disini dulu kita makan bersama, lagian kamu pasti capek dan laparkan ?// tutur Mama mengalihkan pembicaraan.

//Gak deh Ma, Mama lanjut aja, Salman ke atas dulu mau liat Asyi// Tutur Salman beranjak pergi.

Semuanya menoleh ke Salman. Papa merasa bersalah dengan Salman dan hendak pergi, namun ditahan Mama.

//Pa disini aja, biarkan saja Salman mencari istrinya// bisik Mama menoleh ke Papa

Papa hanya terdiam dan melanjutkan makan.

//Ayo semuanya tambah lagi// pinta Mama menoleh ke semuanya.

Semuanya mengangguk kepala.

-----

Salman mencari Asyi ke semua sudut kamarnya dan tidak menemukan Asyi.

Salman mencoba menghubungi Asyi beberapa kali dan akhirnya diangkat juga.

//Alhamdulillah akhirnya kamu angkat juga// Gumam Salman menghela nafas

//Assalamualaikum sayang lagi dimana ? Mas sudah mencari sayang ke seluruh rumah tapi kok sayang gak ada ?// tanya Salman panik

Asyi mendengar suara Salman membuatnya rapuh.

//Wa'alaikumussalam warahmatullah// jawab Asyi meneteskan air mata.

*hening

//Sayang lagi dimana ?// tanya Salman bingung

Asyi menarik nafas dan mencoba tenang.

//Mas, Asyi lagi di pesantren, kebetulan Asyi rindu Abi, Aina dan Ummi. Maaf ya baru sempat bilang dan Asyi gak minta izin dulu// tutur Asyi lembut menutup kesedihannya.

//Maaf Mas, Maafkan Asyi yang telah membohongi Mas berulang kali. Ya Allah, semoga engkau mengampuni hambamu ini// Gumam hati Asyi menahan isak tangis.

//Alhamdulillah, Mas lega jadinya. Dari tadi Mas sibuk hubungi Sayang dan sampai Mas di rumahpun Mas nyari nyari Sayang dan Alhamdulillah sayang angkat, ini lebih dari cukup dan membuat hati Mas lega, gak khawatir lagi dengan sayang// jelas Salman senyum bahagia.

//Iya Mas, oh ya.. Abi manggil Asyi ni, udah dulu ya. Assalamualaikum Mas, jaga diri baik-baik ya// Ucap Asyi dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.

//Iya sayang, sayang jaga diri baik-baik ya disana. Mas mau istirahat dulu. Assalamualaikum sayang, muahh// tutur Salman tersenyum bahagia.

Tut..tut..tut..

Asyi kembali menangis memikirkan suaminya.

//Ya Allah bagaimana ini ? Suami hamba sudah sampai di Jakarta dan sibuk mencari hamba di rumah// Gumam hati Asyi gelisah.

Salman dengan hatinya yang lega dan senang setelah mendengar suara istrinya, kini beranjak ke kamar mandi.

Setelah mandi, Salman hendak mengambil bajunya di lemari.

Krek..

Salman terkejut melihat. //Kenapa Asyi membawa begitu banyak baju ?// Gumam Salman.

Salman menutup lemarinya dan mengenakan pakaiannya kemudian Shalat.

Shalatpun telah dilaksanakan Salman merebahkan tubuhnya ke kasur dan mencium bantal Asyi.

//Sayang, Mas sangat merindukanmu// Gumam Salman sembari mencium dan memeluk bantal istrinya.

//Tunggu Mas ya, besok Mas ke pesantren jemput sayang// tutur Salman penuh kerinduan.

Kini Salman terlelap tidur.

Di bawah Mama dan Papa berbincang-bincang dengan Intan dan kedua orangtuanya (Pak Bahri dan Ibu Susi)

//Mas kami pamit dulu ya// Ucap Pak Bari sambil berdiri

//Loh kenapa cepat sekali, setelah sekian lama baru kali ini kita bertemu// Ucap Papa berdiri

//Ini sudah larut malam, besok kami kesini lagi ya// Tutur Pak Bahri melihat ke arah jam tangannya.

//Baiklah. Terimakasih ya sudah memenuhi undangan kami// tutur Papa

//Seharusnya kami yang berterima kasih karena sudah diundang makan di rumahnya Mas// Pak Bahri tersenyum

Papa mengangguk kepala.

//Mas, kami pamit ya. Salam untuk Salam// tutur Pak Bahri menepuk pundak Papa

//Iya hati-hati di jalan ya// ucap Papa

Pak Bahri mengangguk kepala

//Assalamualaikum// Ucap Pak Bahri dan keluarganya sambil meninggalkan kediaman Papa.

//Wa'alaikumussalam warahmatullah// Ucap Papa dan Mama tersenyum.

Mobil Pak Bahri beserta keluarga melaju meninggalkan kediaman Papa.

//Ma, Papa ke atas dulu ya// Ucap Papa beranjak pergi.

Mama mengangguk kepala dan menutup pintunya kemudian mengikuti Papa.

Papa yang duluan tiba di depan kamar Salman membuka pintu dan melihat Salman sudah terlelap tidur. Tak ingin membangunkannya, Papa kembali menutup pintunya.

//Pa.. ngapain disini ?// tanya Mama mendekat

//Papa ingin ngobrol sama Salman, tp Salman udah tidur// jelas Papa

Mama mengangguk kepala.

//Kita tidur yok Pa// Ucap Mama memegang lengan Papa.

Papa mengangguk kepala dan berjalan ke kamar.

1
rey_ya
ya Allah aku terharu
Yoel's Yuliana
bagus
Muhamad Taufikurrohman
alur ceritanya keren thor, saling menjaga perasaan mamanya dan istri tanpa harus menyakiti.
Selmawati Selma
h
Nonong Erawati
dpat diambil contoh setelah baca novel ini untuk kehidupan kita dlm berrumah tangga mksih untukpenulid👍
Erna Yunita
Bismillahirrahmanirrahim
Noviyanti Hendrata
l"l""""l"lll"l"
Novi Insani
lirikan menodai mata 🙈🙊
~¥^D^~
bagus bisa lanjut nih
Salma Alfian Otolomo
uuupp
Syamsurya
ceritax bagus thor,aku suka semngat dan sehat selalu
Siti Nurhana51a
intan kerjasama sama dr mantan nya arsy
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
Siti Nurhana51a
kasian arsy....terlalu.sabaaar
Siti Nurhana51a
Kasian.arsy
Siti Nurhana51a
nyesek baca nya
Nazhila Baidha Rahma
assalamualaikum mampir
deewaaaaa
kak kenapa gak lanjutin cinta dalam taubat?ngegantung banget
Syifa Sifana: di kbm kk
total 1 replies
Sukmawati Wong
Gemes
Sukmawati Wong
Semangat yah
Yuli S
jadi ikutan tersayat" nangis mewek ....di kirain kenapa ma suami ....karna ikutañ haru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!