Insiden Pertemuan Absurd
------------------IPA---------------------
Peristiwa konyol menjadi sebuah awal pertemuan kedua insan sejoli yang sama-sama saling dilanda kesialan saat itu.
Kesialan yang menjadi sebuah hal yang sangat memalukan dan mencemoohkan. Membuat salah satu seorang dari sejoli itu menjadi bahan perbincangan dan kelucuan oleh orang-orang yang belum mereka kenal.
Perdebatan? Tentu saja. Selalu. Dimanapun dan kapanpun mereka bertemu.
Mereka sama-sama ingin saling menjatuhkan. Namun takdir mempersulit mereka.
Akhirnya, mereka sama-sama jatuh. Namun jatuh dalam sebuah cinta yang tumbuh, bukan jatuh dalam sebuah jurang kesengsaraan seperti yang mereka inginkan.
Tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah.
Mereka sama-sama jatuh.
Apa mereka akan bangkit bersama?
Atau mereka bangkit bersama orang yang sudah ditakdirkan bersama mereka dan bangkit bersama jodoh mereka masing-masing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NindyCF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
IPA--28
Rizki membuka pintu ruangan Keisha dengan perlahan. Berjalan masuk sambil tersenyum kecil menatap Keisha yang masih tertidur pulas.
"Tante," sapa Rizki sembari mencium tangan Yanti yang sedang membereskan beberapa baju Keisha.
"Eh? Iki?" balas Yanti ramah.
"Udah siang, Kenapa dia masih tidur?" tanya Rizki sambil menatap Keisha yang terlihat tidak terganggu sedikitpun.
"Tadi pagi udah bangun. Tapi kayaknya gak ada kerjaan jadi tidur lagi," ucap Yanti seraya terkekeh menatap Keisha.
Rizki menganggukkan kepalanya. Menatap Keisha dan sesekali melirik ke arah Silmi, Nurul, dan Jera yang sedang asik memainkan ponselnya masing-masing disofa.
"Tante titip Keisha dulu ya, mau ngurus administrasi," ucap Yanti kepada Rizki dan ketiga gadis itu.
"Iya tante," jawab mereka serempak.
Rizki berjalan menghampiri Keisha saat Yanti sudah melangkah keluar. Lelaki itu duduk disamping Keisha sambil memperhatikan wajah damai gadis itu.
"Lo bawa mobil, Ki?" tanya Jera tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.
"Bawa punya Bang Roy. Kenapa?" tanya Rizki balik.
"Gak apa-apa. Ya bagus deh, nanti gw sama Silmi ikut di mobil Nurul soalnya dia bawa mobil. Jadi Si Eca sama tante Yanti di mobil lo," jawab Jera.
"Eh Si Mpit dirumah lo ya?" tanya Silmi kepo.
"Hm," balas Rizki singkat.
"Ngapain dia? Ngebucin?" sambung Nurul ikut kepo.
"Dia nemenin Bang Roy jagain rumah, nyokap sama bokap gw lagi pergi. Jadi gak kesini, katanya mereka nunggu Keisha disana."
"Mereka berduaan dong disana?" tanya Silmi sewot.
"Iya. Jangan nething kali, kalian tau sendiri kan mereka kayak gimana. Otaknya pada dewasa," ucap Rizki terkekeh.
Sementara ketiga gadis itu hanya menanggapi dengan tawa.
"Mau pulang jamberapa sih? Kok dia masih tidur?" tanya Nurul heran.
Rizki hanya menggerakan bahu tak acuh. Namun dia mengulurkan tangannya untuk mengusap kepala Keisha lembut.
"Bangun Keisha..." bisik Rizki pelan.
"Romantis banget banguninnya oh my god," gumam Jera alay.
"Gw kira mau dibangunin pake water cannon," sambung Nurul guyon.
"Eh kok gw yang baper sih," celetuk Silmi sambil menatap Rizki dengan kesal.
"Berisik nyamuk," tegur Rizki menyindir.
Silmi langsung mendelik dan membuang muka. Merasa kesal atas sindiran yang tadi Rizki lontarkan.
"BERISIK WOY GW LAGI BOBO CANTIK," kesal Keisha berteriak. Sementara matanya masih setia tertutup dan dia segera menutup seluruh badannya dengan selimut.
Pletak
Rizki menjitak kepala Keisha, setelah bersusah payah menarik dan membuka selimut itu.
"Iki!" teriak Jera. Rizki menatap Jera bingung. Dirinya menjitak kepala Keisha, kenapa Jera yang berteriak?
"Apaan?" tanya Rizki heran.
"Jangan gitu, nanti benjol. Kan jidat dia sensitif, kadang baperan juga tuh jidat! Sentil dikit tumbuh benjol," ujar Jera serius.
"Bodoamat. Kalo perlu gw kempesin tuh sama badannya," jawab Rizki enteng.
Rizki menatap Keisha. Ternyata gadis itu sedang menatapnya juga, dengan datar namun mampu menggambarkan bahwa gadis itu sedang sangat menahan amarahnya.
"Eh Eca udah bangun ternyata. Ganti baju gih, sekalian bersih-bersih terus beresin barang lo udah itu kita cus pulang," ujar Rizki alay sambil cengengesan.
"Bodo! Gw marah," ucap Keisha ketus.
"Pinter! Gw ramah," balas Rizki dengan watados.
***
"Tante, tasnya biar Iki yang bawa," pinta Rizki sambil berusaha meraih tas dan barang-barang Keisha.
"Gak usah biar tante aja. Yaudah yuk masuk," tolak Yanti lalu berjalan masuk ke dalam rumahnya.
"Ayo," ajak Rizki kepada Keisha.
Gadis itu menatap Rizki dengan datar. Lalu berjalan masuk tanpa menghiraukan Rizki yang menunggunya.
"Kenapa tuh muka?" tanya Safitri saat Keisha baru saja masuk ke dalam rumah.
Keisha menatap Safitri sebentar, lalu membuang muka dan melangkah ke arah kamarnya.
"Dek, kenapa?" teriak Roy. Keisha tetap tak menjawab dan masuk ke dalam kamarnya.
"Kenapa sih?" tanya Safitri kepada Rizki dan yang lainnya.
Silmi, Nurul, dan Jera hanya mengangkat bahu tak acuh. Sementara Rizki sibuk menatap Keisha yang sedang berjalan menaiki tangga.
"Ki, kenapa?" tanya Roy sambil menepuk bahu Rizki yang masih terus melamun.
"Gak apa-apa. Gw nyusul dia ke atas dulu ya bang," jawabnya.
Rizki berjalan perlahan, membuntuti Keisha yang sedang berjalan menuju kamarnya.
"Keisha," panggil Rizki dari ambang pintu.
Keisha yang sedang memainkan ponselnya diatas kasur itu hanya membalas dengan deheman tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.
"Kenapa sih lo?" tanya Rizki heran.
"Gak apa-apa," jawab Keisha datar tanpa menoleh ke arah Rizki.
"Terus? Kenapa lo disini?"
"Pengen aja."
"Lo gak ngehargain temen-temen lo dibawah? Mereka sengaja mau nganterin lo pulang dari rumah sakit. Tapi sekarang lo malah nyuekin mereka dan ngebiarin mereka. Lo tau sopan santun gak?" ucap Rizki panjang lebar. Sepertinya laki-laki itu sudah jengah dengan sikap Keisha yang seperti ini.
"Tau ah, gw badmood gara-gara lo," jawab Keisha kesal.
Rizki mengernyitkan keningnya bingung. "Oh, jadi lo badmood gara-gara gw? Yaudah, gw balik."
Laki-laki itu membalikkan badannya. Baru saja ingin mengangkat kakinya dari situ, tapi Keisha memanggilnya.
"Ih Iki," rengek Keisha manja.
Rizki tak bergeming. Laki-laki itu hanya diam tanpa memutar lagi tubuhnya.
"Cewek lagi badmood itu bujuk kek, hibur kek, apa kek. Gak peka banget!" ucap Keisha kesal.
Rizki memutar tubuhnya dan kembali menatap Keisha. "Gw bilang apa, gw susah buat ngerti kode cewek."
"Ya, tapi kan namanya juga cewek!" ketus Keisha.
Rizki menghela nafasnya pelan, lalu menatap Keisha sambil tersenyum tak ikhlas. "Terus sekarang lo mau apa?" tanya Rizki selembut mungkin.
"Gak tau," jawab Keisha cepat.
"Terserah," ucap Rizki kesal lalu berjalan cepat ke lantai bawah. Meninggalkan Keisha sendirian dikamar dengan keadaan kesal.
"Kenapa dia?" tanya Roy saat Rizki duduk disampingnya setelah menghampiri Keisha dikamarnya.
"Gak tau," jawab Rizki cuek.
Baru saja Rizki akan menyenderkan punggungnya di sofa, suara teriakan Keisha membuat dia terlonjak kaget dan menghampiri Keisha dengan panik.
"IKIIIIIII," teriak Keisha dari kamar.
Rizki berlari ke arah kamar Keisha. Panik akan terjadi sesuatu kepada Keisha dan melangkah dengam tergesa-gesa menghampiri gadis itu di kamarnya.
"Kenapa?" tanya Rizki panik diambang pintu.
"Gendong ke bawah," rengek Keisha manja.
Rizki mengubah raut wajah paniknya menjadi datar. Menatap Keisha dengan seksama dan mengontrol emosi serta capek yang menyeruak di dalam dirinya.
Rizki memejamkan matanya sebentar seraya menghela nafas berat, lalu menghampiri Keisha dan menggendong gadis itu turun ke bawah bergabung dengan yang lainnya di ruang tengah.
Ini dia pengen dapet perhatian dari gw atau mau ngerjain dan bikin gw capek doang sih?! Batin Rizki menggerutu.
skolah ap suka bully siswa siswi
Ini masih up kan thor???