NovelToon NovelToon
Dikira Satpam Ternyata Sultan

Dikira Satpam Ternyata Sultan

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahkontrak / Perjodohan / Nikah Kontrak / Konglomerat berpura-pura miskin / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 5
Nama Author: rini sya

Coretan ini berisi kekocakan hakiki😍😍Penuh perjuangan dan air mata😌😌😌 Diharapkan bijak dalam memberi komentar😉 Karya ini saya tulis sesuai apa yang ada di pikiran saya☺☺ No plagiat😉

Jangan lupa like komen dan Vote kalian😍😍😍
Follow IG Author: rini_nanay
Thank you😍😍😍

***

Diskripsi novel...

Atas permintaan sang nenek, Nadin terpaksa membuat perjanjian gila dengan seorang pria yang bermasalah dengannya.

Perjanjian gila yang berisi kesepakatan pernikahan itu, mengantarkan seorang Nadin pada masalah besar. Nyatanya, pria yang diketahui hanya bekerja sebagai satpam itu malah membuat hatinya tak berkutik. Bukan hanya itu, rahasia yang dimiliki sang satpam tampan juga sanggup membuat seorang Nadin tercengang.

Dikira Satpam Ternyata Sultan, karya terbaru dari saya☺Semoga kalian suka🥰🥰🥰







Sayangnya, pria tersebut hanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sikap Aneh

"Brengsek! Mereka ngikutin kita!" ucap Rasyid

Tak ingin tertangkap oleh kawanan preman yang mengejar mereka, Rasyid dan Nadin pun mempercepat langkahnya. Hingga sampailah mereka di depan gang. Tepat di mana Yoga menunggu sesuai perintah Rasyid.

"Ayo, Nad, cepat naik!" seruh Rasyid sambil membukakan pintu mobil untuk gadis itu. Ia pun ikut naik ke dalam.

"Makasih, Ga. Sudah mau berbaik hati menolong kami!" ucap Rasyid.

"Santai, Syid," jawab Yoga sembari tersenyum. Tak menunggu persetujuan dari Rasyid, Yoga pun langsung mengajak pedal gasnya dan melaju meninggalkan kawasan berbahaya ini.

Di dalam mobil, Nadin tidak banyak berbicara. Tak banyak bertanya. Hanya mendengarkan dua obrolan pria itu.

"Sekali lagi terima kasih, Ga. Kamu udah mau bantu kami!" ucap Rasyid sembari memberi kode pada Yoga. Agar Sang asisten tidak keceplosan akan identasnya.

"Santai Syid. Kayak sama siapa aja!" jawab Yoga sembari tersenyum menahan tawa.

"Oke!" Rasyid juga tersenyum, meski batinnya ingin memukul kepala pria yang sudah lama bekerja padanya ini.

"Kita ke mana, Syid?" tanya Yoga.

"Tolong antar kita ke rumah cewek ini. Alamatnya udah aku share barusan," jawab Rasyid, tenang.

"Oke, laksanakan!" jawab Yoga, masih dengan senyuman menahan tawa.

Tak ada lagi perbincangan di antara mereka. Yoga fokus pada jalanan yang ada di depannya. Sedangkan Rasyid terus mencuri pandang pada gadis yang saat ini ada di sampingnya.

Yoga tersenyum gemas melihat tingkah aneh Sang big bos. Bagaimana tidak? ini adalah sikap bucin pertama yang Yoga lihat selama lima tahun terakhir ini.

Ya sejak Anisa pergi, inilah pertama kalinya ia melihat sinar mata Rasyid menunjukkan cinta. Cinta yang mungkin berbeda dengan cinta yang pernah pria itu rasakan pada wanita lain. Mungkin sekarang, Cinta ini adalah cinta dewasa. Sebab Rasyid terlihat lebih menjaga. Tidak melulu n*fsu seperti ketika dia masih muda.

Tak ingin salah menilai, Yoga pun memeriksa sinar mata itu lagi melalui spion tengah. Dan benar saja, Rasyid kembali melirik gadis di sampingnya dengan penuh cinta. Yoga bisa merasakan adanya cinta itu. Yoga bisa merasakan kehangatan tatapan itu. Yoga tersenyum.

"Jangan takut, aku nggak bakalan nganterin kamu sampai rumah!" ucap Rasyid.

"Terima kasih, anda baik sekali," jawab Nadin sambil fokus pada ponsel yang kini ada di tangannya.

"Kenapa? ada apa? sepertinya kamu mengkhawatirkan sesuatu?" tanya Rasyid, terkesan peduli.

"Oma masuk rumah sakit lagi," jawab Nadin, gugup.

Rasyid tercengang.

Pantas saja Nadin terdiam. Ternyata dia ada masalah.

"Kenapa nggak bilang dari tadi? Kita ke rumah sakit aja, Ga!" ucap Rasyid, sedikit kesal.

Yoga langsung balik arah. Melajukan kendaraan yang menuju rumah sakit milik Rasyid.

"Pesannya baru sampai, aku nggak tau," jawab Nadin, pelan. Seperti takut. Seperti tertekan.

Nadin diam. Gemetar.

Rasyid melirik Nadin. Khawatir.

"Sudah jangan sedih, omamu pasti baik-baik saja," ucap Rasyid.

"Heemmm," jawab Nadin singkat. Sebab ia gak tahu harus menjawab apa. Hatinya berkecamuk tak karuan. Ia ketakutan. Takut jika omanya tidak sanggup bertahan. Bagaimana dengan dirinya jika kondisinya menjadi demikian. Sungguh, saat ini Nadin tak tahu harus berbuat apa.

Di hati Rasyid juga tak kalah takut. Andai saat ini tidak ada Nadin di sampingnya, ia pasti sudah menghubungi dokter jantung terbaik untuk memeriksa nenek dari gadis incarannya ini.

"Astaga, apa yang harus aku lakukan," gumam Rasyid, berpikir keras untuk menghubungi dokter kenalannya. Tanpa sepengetahuan Nadin.

***

Di rumah sakit, Violeta mondar mandir menunggu kedatangan nona mudanya. Berkali-kali ia tidak bisa menghubungi Nadin. Bukan hanya Nadin, ia juga tidak bisa menghubungi orang-orang yang ia tugaskan untuk menjaga gadis itu.

Pikirannya bertambah semrawut mengingat kabar terakhir yang ia terima perihal Nadin.

Berberapa jam yang lalu, sebelum Zarin pingsan. Beliau sempat mendengar bahwa Nadin dalam bahaya.

Gadis itu sedang dikejar oleh Emelda dan juga pria yang kini sedang tergila-gila dengan dengan Nadin. Seorang pria yang dikenak sangat keji dalam dunianya. Dan dia adalah salah satu langganan Emelda di club miliknya.

"Ayo nona, angkat telponnya," ucap Violeta terus berusaha menghubungi Nadin. Namun hasilnya nihil.

Ponsel milik Nadin berada diluar jangkauan. Membuat Violeta semakin ketakutan.

Violeta lelah, ia pun memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan majikannya dan

"Nyonya, please... bertahanlah. Saya mohon, Nyonya! Saya berjanji akan ungkap semua yang saya ketahui. Asalkan nyonya mau membuka mata nyonya, sekali saja. Demi nona muda, Nyonya. Ayolah bangun," ucap Violeta sembari terus mencium tangan wanita yang ia kasihi ini.

Zarin sebenarnya bisa mendengar apa yang diucapkan oleh asistennya itu. Tetapi raganya tak mau di ajak kompromi.

Netraya ingin terbuka, tetapi tidak bisa.

Zarin hanya mampu mengeluarkan air mata. Seolah mengisyaratkan ada ketidakrelaan di dalam hatinya ketika harus pergi sekarang. Mungkin dia belum tega meninggalkan Nadin sendirian di dunia ini. Apa lagi mengingat, ayah gadis itu sudah tidak mau peduli lagi padanya.

Di samping ranjang Zarin, Violeta terus menijat kaki wanita itu. Berharap Zarin merasakan sentuhannya dan bersemangat untuk bangun.

Sedangkan di dalam hati Zarin, wanita itu terus bertanya-tanya, apa sebenarnya yang disembunyikan oleh asistennya itu.

Zarin penasaran dalam tidurnya.

Bersambung...

1
Salma Suku
Baru mampir thor
Alamsyah Ujang
alangkah banyaknya promo dan terlalu panjang abstarknya
Alamsyah Ujang
author, kenapa banyak di penggal dengan cerita yang lain tuch, jadi dak ngeh, cukup iklan saja dak apa
Cici Mamatoni: iya nih...jadi bikin bingung yg baca cerita
total 1 replies
Alamsyah Ujang
sudah mulai ada tanda2x......
Alamsyah Ujang
wkwkwkwk
Alamsyah Ujang
jodoh tak kemana
Alamsyah Ujang
cewek sombong harus dilawan tuch, mentang2x berduit
Mazree Gati
iklan mulu
Mazree Gati
mati aja nadin,,,biar tamat sampai di sini ceritanya
Mia
karya emak mahh udah khatam semua...
lanjut karya emak yg ini....

moga aja Nadin bisa berubah dan mau ngikutin kemauannya Oma zarin, demi kebaikan semuanyaa... Oma bertahan yaaa... Krn babang Rasyid siap bantuin
Mia
ayooo Oma zarin bertahan dahulu sampai Nadin aman dari ibu tirinyaa.... Rasyid bantu Nadin yaa....
Mia
wahhh cara Omanya cerdik biar PD gak kaburrr y OMA, semangat sembuhhh Oma zarin...
Sri Khodarwati
ceritanya bagus
ImNick
wahhh... mulai tercium penghianatan ini si Yoga
Qorie Izraini
mak lampir mulai ber aksi.
dasar siluman rubah, kok gak punya malu y...
dia yg ninggalin dia pulak yg ngerusuhin pengen ngerebut
Qorie Izraini
cemburuuuu...
blg Bos 😀😀😀
Qorie Izraini
apa di antara mereka pernah terjadi cinta segitga y ...???
Qorie Izraini
balasan yg setimpal utk seorang pengkhianat
mari ny begitu tragis di tangan orang yg di perjuangkan ny.
sehingga tega menyakiti hati dan perasaan orang lain yg tlh lama bersama ny
Qorie Izraini
maka ny .
klu ada rasa bioang Neng..
kan gak uringan2 an kek giru 😀😀😀
Qorie Izraini
dasar si Oma keterlaluan...mudah x termakan hasutan si uoar berbisa yg udah tau kelucikan ny
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!