NovelToon NovelToon
Pewaris Kekuatan Dewa Api

Pewaris Kekuatan Dewa Api

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Harem / Tamat
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Wang Qiu'er

Di benua Xuanyuan yang luas, di mana kekuatan kultivasi menentukan segalanya, keluarga besar Lin menguasai wilayah Selatan dengan gemilang. Lin Feng, putra sulung dari garis keturunan utama, seharusnya menjadi harapan masa depan keluarga. Namun, saat upacara pembukaan dantian di usia 12 tahun, kebenaran kejam terungkap: dantiannya rusak parah sejak lahir, meridiannya tersumbat, dan qi langit & bumi tak mampu mengalir masuk.

Sejak saat itu, julukan "Tuan Muda Sampah" melekat padanya. Saudara-saudara tiri yang iri, tetua keluarga yang kecewa, serta para pelayan yang dulu merendah kini berani menghinanya secara terang-terangan. Tunangannya yang cantik dari sekte terkemuka membatalkan pertunangan dengan alasan "tak layak", dan ayahnya sendiri, Patriark Lin, hanya bisa menghela nafas sambil menatap sedih anaknya.

Namun, takdirnya mulai berubah ketika Lin Feng mewarisi kekuatan Dewa Api.
Bagaimana kisah Lin Feng? Yuk, ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wang Qiu'er, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Huo Yan Mie berdiri di puncak menara hitam yang retak-retak, jubahnya yang compang-camping berkibar ditiup hembusan lava panas dari bawah lembah. Tubuhnya setengah gosong—kulit di lengan dan wajahnya hitam legam seperti arang, urat-urat merah menyala seperti sungai magma di bawah kulit. Di tangan kanannya, Guci Api Jiwa hitam berukir rune kuno berdenyut pelan, seolah ada ratusan jiwa yang berteriak di dalamnya.

“Lin Feng…” suaranya serak seperti angin melewati bara. “Kau benar-benar datang. Pewaris Api Abadi yang katanya bisa menelan segala nyala… mari kita lihat apakah kau bisa menelan api kutukan yang membunuh dewa sekalipun.”

Lin Feng melangkah maju, api keemasan meledak dari seluruh tubuhnya. Tubuh Api Tak Hancur tahap menengah membuatnya tampak seperti sosok dewa api yang turun ke neraka. Di belakangnya, Ye Qingyu berdiri dengan bayangan gelap melingkari tubuhnya seperti pelindung hidup, matanya penuh tekad.

“Serahkan guci itu,” kata Lin Feng dingin. “Adik Qingyu ada di dalamnya. Dan kau… akan jadi abu terakhir yang kubakar hari ini.”

Huo Yan Mie tertawa keras hingga suaranya menggema di lembah.

“Adiknya? Oh, dia masih hidup… tapi sudah jadi bagian dari api kutukanku. Jiwa bayangan murni seperti dia sangat langka—sempurna untuk melengkapi kutukan ini. Kalau kau ingin ambil, ambillah dari tanganku!”

Ia mengangkat guci. Api Kutukan Jiwa, Ledakan Seribu Jiwa.

Guci itu terbuka. Ribuan jiwa hitam berbentuk asap berteriak keluar, membentuk badai jiwa yang melingkari lembah. Setiap jiwa membawa api hitam yang bisa membakar dantian dan jiwa sekaligus. Badai itu meluncur ke arah Lin Feng seperti tsunami kegelapan.

Lin Feng tidak mundur. Ia mengulurkan kedua tangan.

Napas Api Jiwa, Serap Penuh Tahap Empat.

Api keemasan meledak dari mulut dan telapak tangannya seperti naga raksasa. Badai jiwa itu menyentuh api Lin Feng… lalu mulai tersedot masuk. Jiwa-jiwa yang berteriak kesakitan berubah menjadi energi murni, diserap ke Tungku Api Abadi. Huo Yan Mie membelalak, kekuatannya yang selama ini tak terkalahkan mulai goyah.

“Mustahil… api kutukanku… diserap?!”

Lin Feng melompat ke atas. **Langkah Api Bayangan – Seribu Bayangan Api.**

Tubuhnya berubah menjadi ratusan bayangan api keemasan yang bergerak cepat di antara sungai lava. Bayangan asli muncul tepat di depan Huo Yan Mie.

Telapak Api Menghancurkan Tulang – Bentuk Akhir: Bakar Jiwa Abadi.

Satu telapak tangan menyambar dada Huo Yan Mie. Api keemasan menyusup masuk melalui pori-pori, langsung menuju dantian yang sudah rusak karena kutukan. Huo Yan Mie berteriak, tubuhnya bergetar hebat. Kulit hitamnya retak-retak, darah api hitam menyembur dari mulutnya.

“Tunggu… tunggu! Aku bisa beri kau kekuatan! Kutukan ini bisa jadi milikmu!” jeritnya panik.

Lin Feng tidak menjawab. Ia menekan lebih dalam. Api keemasan membakar dantian Huo Yan Mie dari dalam—proses lambat dan menyiksa. Tulang-tulangnya mulai meleleh, urat-urat merahnya padam satu per satu. Huo Yan Mie jatuh berlutut, guci di tangannya jatuh ke tanah.

Ye Qingyu berlari maju, bayangan gelapnya melingkari guci. Ia menyentuh permukaannya—jiwa di dalam bergetar, salah satunya bersinar samar seperti cahaya bulan.

“Itu… adikku!” serunya, air mata mengalir.

Lin Feng melepaskan Huo Yan Mie yang sudah setengah mati, tubuhnya menyusut menjadi arang hitam yang masih berasap. Ia berlutut di samping Ye Qingyu, tangannya menyentuh guci. Api keemasan mengalir masuk, memecah kutukan dari dalam.

Guci itu retak. Cahaya bulan keluar, membentuk sosok gadis kecil berusia sekitar 14 tahun—rambut hitam panjang seperti kakaknya, wajah pucat tapi hidup kembali. Ia terjatuh ke pelukan Ye Qingyu, napasnya lemah tapi stabil.

“Kak… kakak Qingyu…?” bisik gadis itu.

Ye Qingyu menangis tersedu, memeluk adiknya erat. “Xiao Yu… kakak di sini… kakak sudah datang…”

Lin Feng berdiri, menatap tubuh Huo Yan Mie yang sudah jadi abu hitam. Ia mengulurkan tangan—sisa api kutukan terakhir tersedot masuk ke Tungku Api Abadi-nya. Tubuhnya bergetar hebat. Kristal Api Primordial yang tersisa di dalam dadanya meledak energi terakhir.

Terobosan!**

Tungku Api Abadi naik ke tahap akhir. Api keemasan berubah menjadi api putih murni yang tak terbakar apa pun kecuali yang ia inginkan. Tubuhnya kini benar-benar tak tersentuh, bahkan lava di lembah mundur darinya.

Ye Qingyu mengangkat kepala, memandang Lin Feng dengan mata berkaca-kaca. Ia meletakkan adiknya pelan di tanah yang aman, lalu berlari ke pelukan Lin Feng.

“Terima kasih… kau selamatkan dia… kau selamatkan kami…”

Lin Feng memeluknya erat, tangannya membelai punggung gadis itu. “Kau dan adikmu sekarang aman. Huo Yan Mie sudah lenyap. Kutukan itu… sudah jadi bagian dari apiku.”

Ye Qingyu mengangkat wajah, mencium Lin Feng dengan penuh rasa syukur dan hasrat. Ciuman itu dalam, panas, penuh emosi. Saat mereka berpisah, Ye Qingyu berbisik di telinganya.

“Malam ini… di penginapan terdekat… aku ingin kau ambil aku lagi. Buat aku merayakan kemenangan ini… dengan tubuhku yang sepenuhnya milikmu.”

Lin Feng tersenyum, api putih di matanya berkilat. “Janji. Tapi sekarang… mari kita bawa adikmu pulang.”

Mereka bertiga berjalan keluar lembah—Lin Feng di depan, api putihnya membuka jalan; Ye Qingyu memapah adiknya yang masih lemah. Lembah Api Terlarang kini sunyi, hanya ditinggalkan abu dan sungai lava yang mulai tenang.

Tapi di kejauhan, di Kota Kekaisaran, Huo Ling’er menatap ke utara dengan mata penuh api cemburu dan tekad baru.

“Lin Feng… kau semakin kuat. Tapi aku belum menyerah.”

Kisah Api Abadi… masih jauh dari akhir.

1
Dian Pravita Sari
gak gaya tamat Curtis ngambang srmua
Dian Pravita Sari
dlogok jarang gak teks aku pules kau smbil. links. gak tanggung jawab jgn hynkejst kontrak yo. lejat reputasi fukl th mana bagian boro konsumen mau aku protes biar do blek. list kmli
Lekat Wahyudi
😍👍👍
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Ceritanya menarik untuk dibaca 👍
Wang Chen: semoga terhibur ya kak
total 1 replies
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Awal cerita sudah bagus 👍
Wang Chen: terimakasih, kak.
total 1 replies
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
mantap
Wang Chen: terimakasih kak
total 1 replies
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
ok
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
Mulai baca
Wang Chen: selamat membaca kak
total 1 replies
Wang Chen
Jika suka dengan karya ini, jangan lupa kasih like, comment, share, subscribe, dan follow ya hehe
Wang Chen
bantu likom ya gess
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!