NovelToon NovelToon
DUDA PEMILIK MALAMKU

DUDA PEMILIK MALAMKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / CEO / One Night Stand / Ibu Pengganti
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ditaa

"Saya menikahimu karena saya bertanggung jawab telah menidurimu, kamu jangan berharap apapun dalam pernikahan ini." ~Reno Mahesa.
-
-
Deana benci saat Reno memaksanya untuk menikah dengannya. Bukan karena cinta, tapi karena Reno takut Deana mengandung benihnya dan meruntuhkan karirnya saat anaknya lahir nanti.
-
-
Bagaimana kelanjutan kisah mereka? ayo klik tanda baca dan ikuti alur ceritanya✨️‼️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ditaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 06: Calon Istri

Sudah hampir malam, Reno belum juga datang. Fiona merasa kesal dibuatnya. Padahal sebelum ke sini, Fiona sudah menyempatkan diri untuk pergi ke salon, merapihkan potongan rambutnya dan treatment wajahnya agar terlihat lebih glowing.

"Apa Kak Reno masih lama datangnya?" tanya Fiona menatap wajah Nyonya Ellen dan Tuan Samuel bergantian.

Mereka sedang menikmati malam malam bersama di atas meja makan.

Tuan Samuel menghela napasnya panjang, daritadi dirinya juga sudah menunggu kepulangan putranya, tapi sampai saat ini belum juga sampai.

"Om belum tahu, Fiona. Sebentar lagi pasti datang, kita tunggu saja... kamu sudah tidak sabar bertemu dengan Reno ya." Tuan Samuel tersenyum. Memang sangat pas jika mereka dijodohkan karena Fiona murni mencintai Reno.

Nyonya Silve menggelengkan kepalanya pelan, "Fiona... jangan berbicara, kita sedang makan." tegurnya pada sang putri.

"Maaf Mom." Fiona mengangguk paham.

"Tidak apa-apa, wajar jika Fiona menanyakan Reno. Reno memang terkadang pulang larut malam untuk mengurusi kerjaannya. Jika Fio sudah jadi istri Reno, Fio harus sabar menghadapi Reno jika Reno sudah berurusan dengan pekerjaannya." sahut Nyonya Ellan terkekeh pelan, "Ayo disambung makannya."

Fiona menganggukkan kepalanya sambil tersenyum, "Iya Tante." bagaikan mendapat lampu hijau untuknya. Ia senang sekali.

Pukul 20.00 malam, keluarga Bertram pamit untuk pulang. Dan sampai saat ini juga Reno belum menampakkan dirinya pulang.

Kepulangan tamu dari keluarga Bertram membuat rumah mewah milik Tuan Samuel itu terasa sangat sepi.

***

Reno baru saja sampai di rumah pukul dua belas malam. Ia melangkah gontai. Hari ini ia memiliki banyak agenda pekerjaan, salah satunya menanti bertemu dengan Deana dan akan membicarakan pernikahannya. Mau tidak maunya Deana, Reno akan tetap menikahi Deana.

"Daddy belum tidur." ucap Reno tergelak melihat Daddynya masih duduk di sofa tamu dan belum beristirahat, walaupun malam sudah mulai larut.

"Dari mana saja kamu Reno? Sudah Daddy katakan padamu agar kamu pulang cepat untuk menemui keluarga Bertram yang berkunjung ke rumah kita." desis Tuan Samuel mengintimidasi putranya. Rasanya ia malu sekali pada Tuan Juna karena sudah mengatakan akan mempertemukan Fiona dengan putranya tapi nyatanya tidak.

Reno terdiam, ia mengangguk, "Maaf Dad. Reno sedang banyak urusan hari ini."

Tuan Samuel menatap mata Reno, "Padahal Daddy sudah meminta Jordi untuk menggantikanmu bekerja dari sore sampai malam, dan dia sudah mengiyakannya."

Lagi-lagi, Reno menganggukkan kepalanya, "Jordi sudah mengatakan itu padaku Dad, tapi memang tidak bisa... lagi pula, aku datang untuk apa? bukankah Daddy dan Mommy ingin mengenalkanku pada Fiona?" ucap Reno.

"Aku tidak mau dengan Fiona. Daddy tidak tahu saja Fiona itu orangnya seperti apa." sambung Reno lalu meninggalkan Daddynya seorang diri yang masih duduk di sana.

"Reno!" seru Tuan Samuel.

Langkah Reno terhenti, ia menoleh ke arah Tuan Samuel, "Dad, tolong mengerti perasaanku. Aku juga sudah memiliki Deana." tegasnya.

Kening Tuan Samuel mengernyit pelan, "Deana? siapa dia?" tanyanya penasaran.

"Calon istriku." balas Reno.

Tuan Samuel semakin mengernyit, "Calon istri?"

"Iya." balas Reno lagi lalu berjalan menuju kamarnya.

"Deana." gumam Tuan Samuel. Bagaimana bisa seorang Deana membuka hati putranya. Ia penasaran dengan seorang yang bernama Deana seperti apa.

Tuan Samuel bernapas lega, ternyata diam-diam putranya sudah memiliki seseorang yang baru di hidupnya. Tidak mau-tidak mau di awal mungkin itu hanya tidak ingin diganggu. Pikir Tuan Samuel.

***

Pagi ini, di meja makan sudah sangat heboh dengan gosip terbarunya yaitu Deana.

Reno yang akan sarapan jadi malas karena Mommynya memberikan banyak sekali pertanyaan yang ia bingung menjawabnya.

"Apa dia anak rekan bisnismu, Ren?" tanya Nyonya Ellen.

"Sepertinya iya." balas Tuan Samuel.

Reno hanya menikmati sarapannya saja sambil mendengarkan obrolan kedua orang tuanya.

"Daddy, hari ini Len mau les membaca dengan Miss Bila." ucap Vellena memberitahu. Putri kecil tuan muda itu sedang sarapan dengan Suster Ina.

Reno tersenyum manis, ia tidak pernah sekalipun menunjukkan rasa kesal, marah dan lelah pada putrinya, "Oh ya? apa Len sudah lebih baik tubuhnya?" tanya Reno.

"Kata Sus Ina, Len sudah sehat, Dad." serunya senang.

Reno senang lihatnya. Anaknya sudah kembali aktif dan sehat, jadi ia tidak terlalu kepikiran dengan kondisi putrinya.

"Ren, Mommy ingin bertemu dengan Deana." desak Nyonya Ellen. Bagaimanapun, ia ingin mengetahui calon menantu barunya seperti apa.

"Minggu depan, Reno langsung menikahinya." ucap Reno.

Nyonya Ellen yang mendengarnya langsung tersedak dengan makanan yang sedang dikunyahnya.

"Uhukk... Uhuk...!!" Nyonya Ellen mengambil gelas yang berisi air putih mineral itu dan meneguknya.

"Apa?!" Tuan Samuel menatap bingung wajah Reno.

"Itu yang kalian inginkan, kan?" ucap Reno, "Sudah menjadi keputusanku."

"Jangan bilang kalau kau menghamili Deana, Reno." ujar Nyonya Ellen.

Reno menghela napasnya berat, "Daddy dan Mommy menginginkan yang bagaimana? katanya Reno harus menikah, ini Reno ingin menikah tapi selalu dicari kesalahannya." ucapnya.

"Iya-iya, maafkan Mommy. Maksud Mommy, bagaimana mungkin menikah di waktu dekat. Mommy dan Daddy kan belum mempersiapkan semuanya dan...."

"Reno dan Deana ingin menikah sederhana dan dihadiri oleh keluarga dekat saja." potong Reno.

"Ini seperti mimpi, Ren." ucap Nyonya Ellen. Hatinya berbunga-bunga.

Reno segera menyelesaikan sarapan paginya, sudah pukul 07.00 pagi dan ia harus cepat berangkat ke kantor.

Reno mengecup pipi putri kecilnya dan memeluknya dengan sayang, "Daddy berangkat kerja dulu, Len hati-hati di rumah."

"Iya Daddy. Bye... Bye... Daddy!" Vellena melambaikan satu tangannya ke atas, sementara tangan satunya memegang boneka kelinci yang berwarna pink itu.

Reno memasuki mobil mewahnya dan menjalankannya menuju perusahaannya.

1
Herlina Susanty
lanjut thor smgt 😍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!