Wanita lemah yang menjadi bidadari dihatiku.. aku mencintaimu dengan caraku sendiri..
menceritakan kisah seorang wanita yang terpaksa menikah dengan seorang pria kaya yang arogant.
(Musim Pertama, Musim Kedua, dan Musim Ketiga Novel Terpaksa Menikah hanya disini)
salam hangat dari
Adel 💘 Satya
Sasha 💘 Dave
Kyara 💘 Rey
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Kireina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TM 28
Satya sedang menghabiskan makan malamnya bersama Cecilia di sebuah
restauran favorit mereka berdua.
Hp Satya bergetar, pesan masuk dari Ken.
Cecilia yang merasa di acuhkan segera meraih punggung tangan Satya lalu
mengelusnya, "Sayang? Ada apa, kau terlihat tidak nyaman!"
Satya menarik tangannya kembali, ‘Sial! Kenapa aku malah memikirkan dia?
Bukankah seharusnya aku tenang bersama Cecilia di sini? Biarkan saja di rumah
orang tuanya, dia yang menginginkan perpisahan!’
"Sayang?" seru Cecilia. sambil mengguncang lengan kekarnya, dia
bisa melihat wajah kesal Satya.
Makin lama pikiran Satya semakin di ganggu oleh sosok Adelia, kini, apapun
yang ia lihat hanya ada wajah itu.
“Sayang?” sekali lagi wanita itu memanggilnya sambil mengguncang lengan kekarnya,
dia bisa melihat wajah kesal Satya.
"Hm?" Satya diam sejenak, "Aku masih ada urusan lain, akan
ku suruh Ken mengantarmu pulang!"
Tanpa menunggu jawaban dari Cecilia segera Satya melenggang pergi
meninggalkan restauran.
Satya melajukan mobilnya menuju kediaman keluarga Winata.
***
Hp Adelia berdering, telefon masuk dari Satya.
Malas menjawabnya, ia biarkan saja hp itu berdering sesukanya.
"Kenapa tidak menjawab telefon ku?" geram Satya memukul kemudi
setir mobilnya.
Setibanya di rumah Winata, "Adelia!"
Suara yang tak asing menggema, Adelia membuka jendela kamarnya.
‘Kenapa dia disini? Dia sendiri yang menyuruhku
pulang, kan?’
"Adelia!" Teriak Satya memanggil namanya.
‘Apa!’ Menjawab
lewat sorot matanya, setengah melotot menahan kesal.
Winata dan istrinya segera membuka pintu saat mendengar seseorang berteriak
di luar sana.
"Tuan muda, selamat datang." Gugup, sedikit gemetar.
Adelia juga ikut keluar sekedar menyambut suaminya.
"Ayo kita pulang!" tegas Satya lalu menarik angan istrinya.
"Pulang? Tapi kenapa? Aku masih rindu pada mereka!" Menolak
tegas.
"Aaa, Adel sayang ada apa ini? Kau mau pulang ke mana?" seru
Winata, dia mencium bau kehidupan mahal dari Satya.
Adelia begitu geram, "Lepaskan , dan menjauh lah! Aku
membencimu!"
Sekali lagi saat Satya hampir meraih tangan istrinya, dengan cepat Adelia
menepisnya, "Jangan sentuh aku! Kau menjijikan!" Teriaknya histeris
mendorong kuat tubuh Satya lalu pergi begitu saja.
"Adel!" Teriak mereka bersama.
"Tuan sebenarnya ada apa ini?” tanya ibu Adelia yang di angguki oleh
Winata.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jakarta adalah tempat yang luas, kemana Satya harus mencarinya?
Hujan deras mengguyur kota Jakarta, Adelia berteduh di halte bus. Air
matanya mengalir deras.
Seorang pria mendekatinya, duduk tepat di sisi Adelia dan memberikannya
sapu tangan.
"Siapa?" Adelia menoleh kesisinya, terkejut melihat Ardian.
Ardian tersenyum, menutup payung dan meletakannya disudut kursi.
"Maaf, jika saja aku tahu kau menikahinya demi membayar hutang
orangtuamu." Ardian diam sejenak, menyiapkan kata-kata manisnya,
"Sampai saat ini aku masih mencintaimu, kembalilah padaku Adelia?"
Adelia terkesiap mendengarkannya, Ardian mengusap air matanya. Memberikannya
sanggahan ternyaman yaitu pundak kekarnya.
"Mau pulang? Aku akan mengantarkan mu." Ardian menatap
langit-langit halte bus.
"Antarkan aku kerumah Vivi."
"Baiklah, ayo."
Usai berbincang mereka berdua masuk kedalam mobil, mobil melaju memecah
derasnya hujan.
***
Di kediaman Satya...
Tak berhasil membawanya pulang, Satya memanggil Ken, dia kesal sekali
dengan sikap sang istri.
Ken yang melihatnya pun mencoba untuk menenangkannya, juga mulai
menceritakan sebuah kisah yang tak kalah membutanya terguncang.
Satya masih terguncang dengan penjelasan Ken, saat menjemput Adelia pulang
sempat terlontar dari mulutnya untuk memiliki pacar agar bisa tidur bersamanya.
Cerita itu mengingatkannya akan percintaan dirinya dengan Cecilia.
Termasuk siapa yang mengantarkan berkas ke kantor, Ken juga turut
menceritakannya.
Menyambut dirinya pulang ditengah malam, senyumannya, ekspresinya itu semua
palsu.
"Jadi dia bersandiwara seolah tak mengetahui apapun?" Dadanya
terasa sesak.
Pantas saja Adelia menggambarkan pola hati yang retak di dada Satya.
Adelia yang sudah kehilangan kepercayaannya terhadap suaminya sendiri,
pasti akan sulit untuk membawanya kembali.
Satya kembali mengingat pertemuannya dengan Cecilia dan juga kedatangan
Adelia yang secara tiba-tiba.
Memasang wajah polos sesempurna itu, membuat Satya ingin tertawa.
Menertawai dirinya yang sebodoh itu.
Dirinya terjebak oleh masalah yang diperbuatnya sendiri.
Mungkin akan terlambat, cinta pertama Adelia telah kembali masihkah ada
peluang untuk Satya mendapatkannya kembali?
Mungkin juga Satya akan mengancamnya dengan menggunakan surat perjanjian
pernikahan mereka.
Keegoisan yang mendarah daging akan sulit dihilangkan.
maaf krang tertarik🙏🙏
bab selanjutx bersama lgi tpi gak ada rujuk