NovelToon NovelToon
Cinta Tak Perna Salah (Kisah Cinta Jeanne Dan Jeremy )

Cinta Tak Perna Salah (Kisah Cinta Jeanne Dan Jeremy )

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Seri pertama Cinta Tak Perna Salah mengangkat
Kisah Cinta antara Jeanne dan Jeremy yang berawal cinta itu tumbuh saat mereka usia remaja di sebuah asrama tentara. Kedua orang ini adalah anak tentara ini, Jeanne dan Jeremy sama - sama didik dalam tradisi dan kebiasaan orangtua mereka agar anak - anak ini kuat. Ketika mereka dewasa perpisah terjadi karena tugas dari orangtua mereka. Namun perasaan cinta itu sudah semakin tumbuh. Namun terhalang Karena keakraban orangtua, ditambah orangtua Jeremy menjadikan Jeanne seperti anak perempuan mereka.
Namun takdir berkata lain Jeremy Alexander Purba ditugaskan di Papua, tepatnya di kesatuan yang dulu ditumbuh dan dibesarkan. Dan mereka bertemu kembali setelah Jeanne sudah menjadi dokter, perasaan yang lama tersimpan, kembali bersemi.
Bagaimana kisah cinta Jeanne dan Jeremy ini???
Apakah salah Jeremy mencintai Jeanne yang sudah dia anggap seperti saudaranya sendiri???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengandung

Ternyata pulangq

bulan madu dari Bonaire Karibia, Jean mengalami keterlambatan dalam periode datang bulannya. Tespack yang dia siapkan di rumah digunakan olehnya. Dan ternyata memang benar tiga minggu keterlambatan ini, ada tanda garis dua pada hasil tespack tersebut.

Sebagai dokter kandungan, Jean mulai sadar bahwa ada janin yang tumbuh dalam rahimnya. Namun dia tidak merasakan perubahan pada tubuhnya. Hasil tespack dilakukan pagi tadi setelah dia berdoa subuh jam lima pagi.

"Abang, adek telat datang bulannya sudah tiga minggu." Jean menunjukan hasil tespack, Jemy sudah tersenyum. Namun dia melihat istrinya tidak bahagia.

"Kamu tidak bahagia sayang???"

"Abang, adek tidak merasa perubahan dalam tubuh adek. Adek takut janin kita bermasalah sayang."

Jemmy memeluk istrinya sangat erat dan menciumnya. Memberi dukungan kepadanya.

"Sebentar kita periksa ya. Abang temani. Adek daftar buat berobat, selesai apel pagi abang langsung ke rumah sakit. Ingat tunggu abang baru kita periksa sama - sama."

Jean hanya mengangguk. Dan sesuai janji Jemy pukul delapan lewat lima belas menit, dia sudah berada di rumah sakit. Dia sudah menghubungi istrinya lewat telepon. Jean pun menghampiri suaminya dilobi dan mengarahkan ke poli klinik kandungan. Sesuai antrian, Jean dan suami menunggu. Semua mata tertuju mereka. Jemy dengan seragam lapangannya dan Jean dengan baju rumah sakit. Begitu nama pasien dipanggil Nyonya Jeremy Purba disebut Jean dan suami pun masuk. Ners yang menemani dokter Widya kaget, ternyata pasien mereka adalah dokter Jeanne Sipora.

"Dokter??? Aku kira siapa??"

"Itu nama suamiku."

Jean langsung diperiksa, ada nyawa kecil yang terbentuk, meskipun masih janin, namun bunyi detak jantungnya sudah terdengar. Dokter Widya tersenyum kearah mereka berdua. Dokter pun menyampaikan bahwa Janin dan kondisi kandungan Jean yang sangat lemah. Namun jiwa yang baru sedang dibentuk didalam rahimnya.

"Dokter Jean, sebagai calon mami dan dokter pasti merasakan, dan saya tidak bisa berbohong, dokter tahu semuanya. Kandungan dokter lemah, dan sepertinya ada virus yang mengganggu."

Jean sudah menangis. Jemy memeluk dan mencium istrinya. Sampai ners yang bertugas terharu.

"Its oke sayang, its oke. Kamu tidak sendiri. Kita sama - sama lalui ini."

"Janin di kandungan istri bapak sedang bertumbuh bertarung dengan virus yang juga ada di dalamnya."

"Kemungkinan dia bertahan dokter???" Jean sudah menangis. Dokter Widya sudah tidak tahan menahan tangisnya melihat Jean juniornya.

"Sangat minim, namun percaya bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan."

Jemy sudah memutuskan untuk mempertahankan janin itu. Jean juga tidak tega buat di kuret. Karena di usia ini dia sedang bertumbuh. Sekarang mereka sedang di kantin, tugas terberat Jemy adalah memberi kekuatan buat istrinya tercinta.

Dua bulan ini, Jean mulai terbiasa dengan janinnya, calon anaknya bersama Jemy dikandungan yang sudah berusia enam bulan. Dia tahu bahwa ibu hamil yang kasus kandungan sepertinya sangat susah untuk janinnya bertubuh sehat.

Seperti hari ini. Dia harus mengeluarkan janin yang sudah berusia tiga bulan, karena bersaing tumbuh bersama virus. Dia melihat bagaimana ibu tersebut. Dia menangis sangat sedih. Karena ini kali yang kelima di usia perkawinan mereka lima tahun, semua janin dalam kandungannya tidak bertahan. Dan ini rumah sakit kelima yang mereka datangi.

Jean menangis sejadi - jadinya di ruang tunggu dokter. Dokter Vincent yang melihat keadaan dokter Jean langsung menghampiri.

"Dokter are you oke??"

"Eh... Dokter. Iya aku baik - baik saja."

Dokter Vincent memberi minuman coklat panas buat Jean.

"Semoga bisa membantu."

"Terima kasih dokter."

Peristiwa tadi di rumah sakit membuat Jean bersedih, dia berusaha mengatur dirinya agar tidak bersedih di depan pasiennya. Namun ketika dirumah dia tidak bisa menahan kesedihan itu. Membayangkan nasib dirinya yang sama dengan ibu tadi. Jemy pulang kerja, dia tidak menjumpai istrinya yang biasa akan menyambut dirinya didepan rumah. Namun ketika dicari istrinya sedang berlutut di samping tempat tidur.

"Sayang??? "

Jemy kaget melihat istrinya seperti tak berdaya. Dia langsung mengendong istrinya dan membawanya ke dalam pelukannya. Mereka bedua duduk bersama di kursi yang ada di kamar.

"Sayang??? Kenapa???"

Jemy mencium istrinya. Jean langsung menceritakan semua yang dia alami tadi di rumah sakit. Jemy mengerti apa yang Jean istrinya rasakan.

"Sayang, abang tidak perna memaksa kamu untuk segera punya anak. Kalau secara kedokteran janin kita ini dia layak bertumbuh dan hidup abang akan ikuti. Yang penting kamu harus sehat sayang."

"Adek ngak mau membunuh abang. Ade mau biar Tuhan yang atur sampai sejauh mana Tuhan mengijinkannya ada di perut adek."

"Abang mendukung keputusanmu sayang. Asalkan kamu harus sehat."

Malam ini, Jemy membawa istrinya jalan - jalan ke mall. Setelah mereka makan malam bersama, karena Jean masa kehamilannya dia tidak mau makan di luar. Dia selalu menyiapkan makan buat dia dan suami sendiri. Akhirnya Jemy memanjakan istrinya dengan membeli tas dan sepatu juga baju.

"Abang baju dan tas adek juga sepatu masih ada."

"Pilih model yang tidak ada atau warna yang belum punya. Abang mau ade beli."

"Abang......"

"Kamu itu berarti bagi abang. Adek tahukan???"

"Terima kasih abang."

Jean langsung memeluk dan mencium suaminya dibalas dengan ciuman yang lebih mesra

"Abang tidak mau kamu bersedih sayang."

Trimester kedua dilalui oleh Jean. Hasil USG, pertumbuhan janin Jean bagus. Namun virus masih ada. Dan Jean masih mengkonsumsi obat virus yang mahal harganya. Dan suaminya selalu membeli berapa pun harganya. Hari ini Jean masih ditemani oleh suaminya untuk pemeriksaan kandungan istrinya. Selesai pemeriksaan dia harus menolong pasiennya lewat operasi pengangkatan kista.

Raut wajah Jean membaik. Setidaknya sang anak bisa bertahan sampai melewati trimester kedua. Seperti saat ini, Jean akan menolong pasien seorang gadis yang mempunyai kista yang ada di saluran rahimnya. Dia mengajak janinnya berbicara.

"Sayang, jagoan mami. Mohon kerja sama ya sayang mami mau menolong kakak cantik. Mami harus mengangkat penyakit di saluran menuju ke rahim.mami mohon baik - baik ya di perut mami."

Satu jam lebih Jean bersama tim melakukan operasi. Setelah semua kista di angkat, Jean memberi tanggung jawab kepada dokter residennya yaitu dokter Vincent untuk menyelesaikan operasi ini. Sambil tetap di pantau. Kondisi pasien sudah stabil, dia sudah didorong kembali ke ruang rawatnya. Jean membersihkan dirinya di ruangannya setelah melepas perlengkapan operasi yang digunakan.

"Terima kasih jagoan mami, sudah mengerti mami."

Tiba - tiba Jean merasakan ada pergerakan dalam perut Jean. Dia bersukacita sampai menangis. Dokter Widya yang datang membawa obat vitamin dan anti virusnya. Merasakan bahagia yang Jean rasakan.

"Dokter aku akan menjadi mami??"

"Kamu hebat sayang, kamu sabar dan Tuhan sangat menyayangi kamu dan suamimu."

Berita ini disampaikan kepada Jemy suaminya. Tentu Jemy merasa bahagia. Karena ada respon dari janin mereka bertanda baik. Namun dia juga merasa sedih karena harus meninggalkan istrinya sendiri. Jemy sudah menghubungi mami di Jogja untuk datang menemani Jean. Namun bukan hanya mami, papi yang sudah masuk masa purna tugasnya juga mau menemani anak mantunya. Joan adek Jemy yang mengijinkan.

Di rumah sakit Jean melihat bahwa di Papua ada aksi penembakan dan penyerangan dari kelompok yang tidak bertanggung jawab. Ada sedikit kuatir di hati Jean, dia sudah menebak bahwa pasti suaminya akan ditugaskan kesana.

Jean melihat suaminya tersenyum dari lobi rumah sakit, berjalan kearahnya. Ketika mendekati Jean dia langsung memeluk ibu hamil ini. Aksi mereka dilihat oleh semua orang yang ada di rumah sakit. Perut Jean mulai terlihat membesar. Karena sudah masuk usia kandungan tujuh bulan atau setara tiga puluh satu minggu.

Selesai makan malam, Jemy mengajak Jean untuk menjemput mami dan papi di stasiun pasar senin. Jemy belum memberitahukan rencana keberangkatannya. Karena mereka rencana berangkat subuh dan lansung menjalankan serangan fajar.

"Boru... Papi." Itulah papi Boris tidak perna melupakan kebiasaan memanggil Jean selalu sama dari kecil sampai mau menjadi mami bagi cucunya.

"Papi...." Jean langsung dipeluk oleh papi begitu juga dengan maminya. Kemudian mami mencium kandungan Jean.

Jean sudah menyiapkan makan malam buat orangtua mereka. Jemy membantu istrinya. Selesai makan mereka bercerita tentang perkembangan rumah yang dibeli oleh Jean dan Jemy untuk ditempati oleh mama dan papa. Halamannya di jadi satu dikelilingi oleh pagar. Rumahnya sementara direhab. Rumah itu akan ditempati Jean dan Jemy bersama mama dan papa. Tahun depan papa sudah pensiun. Sedangkan papi masih satu tahun lagi.

"Mami membanyangkan cucu mami bermain di halaman dijaga oleh kedua oma dan opanya."

"Amin. Mami dan papi harus mendoakan calon cucu yang ada di kandunganku ya."

"Iya sayang."

Perut Jean kembali ditendang oleh anaknya. Dilihat oleh oma,opa dan papinya.

"Hallo sayang, opa dan oma ada disini menjaga adek dan mami. Sehat - sehat ya kesayangannya kami." Pembicaraan papi alias opa direspon dengan tendangan lagi di perut maminya. Jean langsung mengelus perut itu.

1
Lisa
Bahagia selalu y utk Jean & Jemy..moga adik si kembar segera launching 😊
Lisa
Sukses y utk Jemy..
Lisa: Sama² Kak Ceisye..semangat y Kak 👍
total 2 replies
Lisa
Bahagia selalu y Jean sekeluarga..
Lisa
Puji Tuhan twins baby udh lahir..sehat selalu ya..puji Tuhan juga Jemy udh sadar..sehat² selalu y utk kalian sekeluarga..
Lisa
Puji Tuhan Jean mengandung anak kembar..jaga kesehatan y Jean,debaynya jg sehat sampai HPL nya nanti..
Lisa
Wah ada pengganggu lg nih 🤭
Lisa
Tuhan memberkati kandunganmu y Jean..tetap berharap pada'Nya ya..
Lisa: Sama² Kak Ceisye
total 2 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Ceisye: terima kasih 🙏🙏🙏
total 1 replies
Lisa
Yg sabar & kuat ya Jean..Tuhan pasti memberikan yg kamu harapkan tepat pada waktunya..Amin..
Lisa
Amin..sehat selalu y Jean & debaynya
Ceisye: terima kasih sarannya 🙏🙏🙏😊😊😊
total 1 replies
netha@🏡s⃝ᴿ℘ℯ𝓃𝓪 ♬⃝❤
semoga debay ny sehat dan tdk kekurangan suatu apa pun
netha@🏡s⃝ᴿ℘ℯ𝓃𝓪 ♬⃝❤: sama2 kak
total 2 replies
Lisa
Aku mampir Kak
Lisa: Sama² Kak Ceisye..
total 2 replies
netha@🏡s⃝ᴿ℘ℯ𝓃𝓪 ♬⃝❤
lg🤭🤭🤭🤭
netha@🏡s⃝ᴿ℘ℯ𝓃𝓪 ♬⃝❤
ganas ah abg purba nixh 🤣🤣
Ceisye: terima kasih, masih terus mendukung karyaku.👍👍👍❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
netha@🏡s⃝ᴿ℘ℯ𝓃𝓪 ♬⃝❤
so sweet ito purba meleleh au mah ito
Ceisye: 😊😊😊😊😊😊😊😊
total 1 replies
netha@🏡s⃝ᴿ℘ℯ𝓃𝓪 ♬⃝❤
cieee dpt vitamin
Ceisye: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
netha@🏡s⃝ᴿ℘ℯ𝓃𝓪 ♬⃝❤
kasihan ga jd belah duren 🤣🤣🤣
Ceisye: 😊😊😊😊 nanti usaha lagi
total 1 replies
netha@🏡s⃝ᴿ℘ℯ𝓃𝓪 ♬⃝❤
tanggung
netha@🏡s⃝ᴿ℘ℯ𝓃𝓪 ♬⃝❤
asekkk pelantikan sudah selanjut ny ldr 🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!