NovelToon NovelToon
Cinta Ribuan Duri

Cinta Ribuan Duri

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Duda / CEO
Popularitas:463
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

“Alasan untuk mencintaimu hanyalah soal sosial.”

Kalimat itu menghantam hatiku seperti ribuan duri. Aku terdiam, seakan waktu menarikku kembali ke masa lalu.Andai saja saat itu aku tidak menuruti egonya.
Andai saja aku lebih berani mengikuti kata hatiku… untuk menolak perjodohan itu. Mungkin sekarang, hatiku tidak akan dipenuhi luka.

— Cinta Ribuan Duri —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 – Pengumuman Anak Hilang

Malam semakin larut, tetapi rumah besar keluarga Areksa masih terang benderang. Tidak ada satu pun orang di rumah itu yang benar-benar bisa tenang.

Di ruang kerja Areksa, lampu masih menyala. Berkas-berkas berserakan di atas meja. Ponsel milik Areksa terus berada di tangannya sejak beberapa jam yang lalu.

Namun layar itu tetap sunyi.

Tidak ada kabar.

Tidak ada telepon dari polisi.

Tidak ada laporan dari siapa pun yang melihat Resa.

Areksa berdiri di dekat jendela besar yang menghadap ke jalan kota. Matanya terlihat lelah, tetapi ia masih memaksakan diri untuk tetap berpikir.

Sejak Resa menghilang di pom bensin, hampir seluruh waktunya dihabiskan untuk mencari anak itu.

Ia sudah menghubungi banyak orang.

Mulai dari kenalan bisnis.

Orang-orang yang memiliki jaringan luas.

Bahkan beberapa petugas kepolisian yang pernah bekerja sama dengannya.

Namun sampai malam itu… hasilnya tetap sama.

Nihil.

Ponsel di tangannya akhirnya berdering.

Areksa langsung mengangkatnya.

“Ya?”

Suara di seberang adalah salah satu polisi yang ia hubungi sebelumnya.

“Maaf, Pak Areksa. Kami sudah menyisir area sekitar pom bensin dan beberapa jalan di sekitarnya.”

Areksa menahan napas.

“Dan?”

Namun jawaban yang ia dapatkan membuat wajahnya semakin tegang.

“Belum ada tanda-tanda anak itu.”

Areksa memejamkan mata beberapa detik.

“Kalau ada laporan anak kecil ditemukan, hubungi saya.”

“Tentu, Pak.”

Telepon itu terputus.

Ruangan itu kembali sunyi.

Areksa menurunkan ponselnya perlahan.

Tangannya mengepal.

Di luar ruang kerja, Mama Areksa berjalan mondar-mandir di ruang tamu dengan wajah yang jelas penuh kecemasan.

Sejak tadi ia tidak bisa duduk diam.

Setiap beberapa menit ia menoleh ke arah tangga, berharap Areksa turun dengan kabar baik.

Namun waktu terus berjalan.

Dan tidak ada kabar apa pun.

Ketika Areksa akhirnya keluar dari ruang kerjanya, Mama Areksa langsung berdiri.

“Bagaimana?”

Suara wanita itu terdengar penuh harapan.

Namun ekspresi wajah Areksa sudah menjawab semuanya.

Mama Areksa langsung menggeleng.

“Masih belum?”

Areksa menjawab pelan.

“Belum ada laporan.”

Mama Areksa langsung memegang dadanya.

“Ya Tuhan…”

Ia berjalan beberapa langkah dengan wajah yang semakin pucat.

“Ini semua salahmu.”

Areksa terdiam.

Mama Areksa menatapnya dengan mata yang penuh emosi.

“Kamu terlalu ceroboh!”

Suara wanita itu meninggi.

“Bagaimana bisa kamu kehilangan anak kecil di pom bensin?”

Areksa tidak membalas.

Ia hanya berdiri diam mendengarkan.

Mama Areksa terus berbicara dengan nada penuh kesedihan.

“Resa itu baru satu tahun!”

“Dia bahkan belum bisa bicara dengan jelas!”

Air mata mulai jatuh dari mata wanita itu.

“Kalau terjadi sesuatu padanya… bagaimana kita bisa memaafkan diri kita sendiri?”

Areksa menunduk sedikit.

Rasa bersalah itu semakin menekan dadanya.

“Aku sedang mencarinya.”

Mama Areksa langsung menjawab dengan tajam.

“Seharusnya kamu menjaganya!”

Areksa menutup matanya sejenak.

Ia tahu ibunya benar. Namun ia tidak punya waktu untuk terus menyalahkan dirinya sendiri. Ia harus menemukan Resa.

Areksa kembali masuk ke ruang kerjanya. Di sana sudah ada seseorang yang menunggunya. Asisten pribadinya.

Pria itu berdiri dengan beberapa berkas di tangan. “Pak.”

Areksa langsung berkata, “Apa sudah kamu hubungi semua orang?”

Asisten itu mengangguk.

“Sudah, Pak.”

“Termasuk jaringan keamanan kota?”

“Sudah.”

“Rumah sakit?”

“Sudah juga.”

Areksa berjalan mendekati meja.

“Perluas lagi.”

Asisten itu terlihat sedikit ragu.

“Perluas?”

Areksa menatapnya dengan serius.

“Hubungi siapa saja.”

“Siapa saja yang bisa membantu menemukan Resa.”

Asisten itu langsung mengangguk.

“Baik, Pak.”

Namun Areksa belum selesai.

“Ada satu hal lagi.”

Asisten itu menunggu. Areksa berkata dengan nada tegas, “Kita buat pengumuman anak hilang.”

Asisten itu sedikit terkejut.

“Pengumuman?”

“Iya.”

Areksa menatap layar komputernya.

“Pasang di mana saja.”

“Media sosial.”

“Portal berita.”

“Televisi.”

Asisten itu mengangguk cepat sambil mencatat.

Namun Areksa kembali berkata,

“Bukan hanya itu.”

Asisten itu mengangkat kepala.

“Maksud Bapak?”

Areksa menatapnya dengan mata tajam.

“Pasang billboard.”

Asisten itu terdiam beberapa detik.

“Billboard?”

“Iya.”

“Di jalan-jalan utama kota.”

Areksa mengambil foto Resa dari ponselnya lalu menunjukkannya.

“Gunakan foto ini.”

Asisten itu melihat foto anak kecil itu.

“Baik, Pak.”

Areksa kemudian berkata lagi,

“Tambahkan pengumuman.”

“Apa yang harus ditulis, Pak?”

Areksa menarik napas panjang.

“Anak hilang.”

“Nama Resa.”

“Usia satu tahun.”

Asisten itu menulis cepat.

Namun kemudian Areksa menambahkan satu kalimat lagi.

“Tambahkan hadiah.”

Asisten itu menatapnya.

“Hadiah?”

Areksa mengangguk.

“Siapa pun yang menemukan Resa…”

Ia berhenti sebentar.

Kemudian berkata dengan suara tegas,

“akan mendapatkan imbalan besar.”

Asisten itu terlihat ragu.

“Berapa, Pak?”

Areksa menatap lurus ke arahnya.

“Tidak perlu kecil.” Ia melanjutkan perkataan nya “Pasang angka yang tinggi.”

Asisten itu mengangguk.

“Baik, Pak.”

Areksa menatap kembali foto Resa di ponselnya. Anak kecil itu tersenyum di foto itu. Seolah tidak tahu bahwa sekarang seluruh kota sedang mencarinya.

Areksa menahan napas. a tidak peduli berapa banyak uang yang harus ia keluarkan. Ia tidak peduli apa yang harus ia lakukan.

Yang ia tahu hanya satu hal. Ia harus menemukan Resa.Apa pun caranya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!