NovelToon NovelToon
The Future With My Grumpy Neighbor

The Future With My Grumpy Neighbor

Status: sedang berlangsung
Genre:Sci-Fi / Time Travel / Menikah dengan Musuhku / Enemy to Lovers / Slice of Life
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Jangan dekat-dekat cowok lain, Cebol. Kau itu tanggung jawabku!"
Bagi Anvaya Dinakara, Narev Elvaro adalah tetangga raksasa setinggi 192 cm yang paling menyebalkan. Narev selalu mengawasi Vaya, melarangnya berteman dengan pria lain dengan alasan "menjaga titipan orang tua".
Namun, satu insiden di malam kelulusan melempar mereka sepuluh tahun ke masa depan. Vaya terbangun bukan di kamarnya, melainkan di pelukan Narev dewasa yang sangat memujanya. Lebih gila lagi, ada seorang bayi cantik bernama Miciella Aracelli yang memanggil mereka "Mama" dan "Papa".
Terjebak dalam pernikahan masa depan yang manis, mampukah mereka kembali ke masa lalu saat status mereka masih "musuh bebuyutan"? Atau justru Narev akan melakukan segala cara agar masa depan itu menjadi nyata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Rahasia di Balik Ruang Kerja

[POV: Vaya]

Setelah Mama Dewi pulang dan Miciella sudah tidur siang di kamarnya yang penuh dengan mainan mewah, suasana apartemen menjadi sunyi. Narev sedang berada di kamar mandi, dan aku menggunakan kesempatan ini untuk menjelajahi sudut rumah yang sedari tadi membuatku penasaran: Ruang Kerja Narev.

Pintu kayunya yang berat terasa dingin saat kusentuh. Dengan jantung berdebar, aku memutar knop pintu. Cklek. Ruangan itu beraroma maskulin, perpaduan kayu cendana dan kertas baru. Di dindingnya terdapat rak buku yang menjulang tinggi, namun mataku tertuju pada sebuah brankas kecil yang pintunya sedikit terbuka—seolah pemiliknya terburu-buru hingga lupa menguncinya.

"Narev nggak biasanya seceroboh ini," gumamku.

Aku mendekat dan menarik laci di dalam brankas itu. Isinya bukan tumpukan uang atau emas, melainkan sebuah kotak kayu tua yang sangat familiar. Itu adalah kotak tempatku menyimpan surat-surat dan barang kenangan saat SMA.

"Kenapa ini ada di dia?"

Aku membukanya. Di dalamnya terdapat tumpukan foto. Jantungku serasa berhenti berdetak saat melihat isi foto-foto itu. Bukan foto pernikahan kami, melainkan foto-fotonya yang diambil secara diam-diam.

Ada foto saat aku sedang makan bakso di kantin, foto saat aku tertidur di perpustakaan, bahkan foto saat aku sedang menangis di belakang sekolah karena nilai matematikaku jelek. Di balik setiap foto, ada tulisan tangan Narev yang rapi namun tajam:

’Milikku. Jangan sampai ada yang menyentuhnya.’

’12 April: Dia tersenyum pada si bodoh Rian. Harus kupastikan itu tidak terjadi lagi.’

"Ini... ini gila," bisikku, tanganku gemetar hebat.

Aku menggali lebih dalam dan menemukan sebuah buku agenda tebal berwarna hitam. Saat aku membukanya, aku menemukan daftar panjang. Nama-nama pria yang pernah dekat denganku di masa sekolah hingga kuliah. Di samping nama mereka, ada catatan kecil seperti: ’Sudah diurus’, ‘Pindah sekolah’, ‘Beasiswa dibatalkan’.

"Vaya."

Aku terlonjak hingga buku itu terjatuh ke lantai. Narev berdiri di ambang pintu. Dia hanya mengenakan celana panjang hitam dan kaos oblong putih yang pas di tubuhnya. Rambutnya masih sedikit basah, tapi tatapan matanya... tatapan itu bukan milik Narev yang menyebalkan di SMA. Itu adalah tatapan seorang pria yang baru saja tertangkap basah menyimpan obsesi gelap.

"Narev... apa-apaan ini?" aku menunjuk tumpukan foto dan buku agenda itu. "Kenapa kamu punya foto-foto rahasiaku? Dan catatan ini... apa maksudnya 'sudah diurus'?"

Narev melangkah masuk, menutup pintu di belakangnya dengan suara klik yang mengintimidasi. Dia berjalan mendekat, setiap langkahnya membuatku merasa semakin kecil. Dia tidak tampak menyesal. Malah, dia memungut buku agenda itu dengan tenang.

"Kamu seharusnya tidak masuk ke sini tanpa izin, Sayang," ucapnya, suaranya rendah dan serak.

"Jangan panggil aku sayang! Kamu... kamu memata-matai aku selama sepuluh tahun ini? Kamu mengatur siapa saja yang boleh berteman denganku?!" suaraku meninggi, bercampur antara takut dan marah.

Narev meletakkan buku itu di meja, lalu dia tiba-tiba mencengkeram kedua bahuku, mendorongku pelan hingga aku terdesak ke meja kerjanya. Dia menunduk, wajahnya sangat dekat hingga aku bisa merasakan deru napasnya yang memburu.

"Memangnya kamu pikir kenapa tidak ada satu pun cowok yang berani menembakmu setelah lulus SMA, Anvaya?" tanyanya dengan nada dingin yang membuatku merinding. "Kamu pikir itu karena mereka tidak tertarik? Tidak. Itu karena aku memastikan mereka semua tahu bahwa menyentuhmu berarti berurusan dengan neraka."

"Kamu psikopat, Narev!" air mata mulai menggenang di mataku. "Kita menikah karena kamu menjebakku? Kamu memanipulasi hidupku?!"

Narev tertawa kecil, tawa yang terdengar getir. "Aku mencintaimu, Vaya. Dengan cara yang tidak akan pernah bisa dipahami oleh otak kecilmu itu. Aku menjagamu dari dunia yang kotor. Aku memberimu segalanya—rumah ini, Mici, kenyamanan. Apa itu belum cukup?"

"Ini bukan cinta! Ini obsesi!" aku mencoba mendorongnya, tapi dia justru menangkap kedua pergelangan tanganku dan menguncinya di atas meja.

"Sebut sesukamu," bisik Narev tepat di depan bibirku. "Tapi kenyataannya sekarang kita di sini. Kamu adalah Nyonya Elvaro. Ibu dari Miciella. Dan aku tidak akan pernah membiarkanmu kembali ke masa lalu hanya untuk menghapus apa yang sudah susah payah aku bangun."

"Narev, lepasin! Mici bisa bangun kalau dengar kita berantem!"

Mendengar nama anaknya, Narev sedikit melunakkan cengkeramannya, tapi dia tidak melepaskanku. Dia membenamkan wajahnya di ceruk leherku, menghirup aromaku dalam-dalam.

"Mici butuh Papanya. Dan aku butuh Mamanya," gumamnya parau. "Jangan mencoba mencari jalan pulang, Vaya. Karena di masa lalu pun, aku tetap akan melakukan hal yang sama untuk memilikimu. Kamu tidak punya pilihan selain tetap di sini. Bersamaku."

Aku terisak pelan. Di satu sisi, aku sangat takut pada pria dewasa yang ada di depanku ini. Tapi di sisi lain, ada bagian dari diriku yang merasa... terlindungi dengan cara yang salah.

"Pa... Papa? Mama?"

Suara mungil itu terdengar dari arah pintu yang sedikit terbuka. Miciella berdiri di sana sambil memeluk boneka kelincinya, matanya yang bulat tampak mengantuk.

Seketika, aura gelap Narev menghilang. Dia melepaskan tanganku dan segera menghampiri Mici, menggendongnya dengan gerakan yang sangat lembut—seolah dia bukan pria yang baru saja mengancamku.

"Eh, anak Papa sudah bangun? Sini sayang," Narev mencium pipi Mici, lalu menoleh padaku dengan tatapan yang kembali tenang, namun penuh peringatan. "Ayo Mama, kita temani Mici main di taman bawah. Jangan bahas hal-hal membosankan di ruang kerja lagi, ya?"

Aku berdiri mematung di tengah ruangan. Aku menatap punggung Narev yang menggendong Mici keluar. Pria itu adalah raksasa yang sama, tapi kini dia memiliki penjara emas yang sangat indah untuk mengurungku.

...****************...

1
Lis Lis
labil ......
G konsisten sma omongannya si vaya
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭 mungkin vaya galau kak...
total 1 replies
Lis Lis
AQ jga G tau spa yg harus aku prcya vaya😭😭😭
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak sudah mampir 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Sulas Lis
huaaaaa huaaa 😭😭😭
ko pendek kali babnya panjangin dikit dong kaaaa
Ariska Kamisa: terimakasih kak udah mampir... 🙏🙏🙏 terimakasih atas sarannya... 🙏🙏🙏
total 1 replies
Ridwani
👍👍👍👍
awesome moment
bingung mo.kasih comment. tll sedikit dan...agak lama. smp hmp lupa. maapkeun
awesome moment
vaya sgt memuakkan. oon g abis2. wanita tu mending dicintai. aman. ogeb dipiara. ragu digedhein. vaya EGOIS!!!
Ariska Kamisa: sabar kak... kita doakan naren bisa meluluhkan Vaya yaa
total 1 replies
awesome moment
vaya n g slese2 ragunya. jd pengin getok palanya
Nadira ST
Kamu seharusnya bersyukur dicintai naren secara ugal2an diluaran Sana banyak istri tidak seberuntung dirimu vaya,ak aja sebagai perempuan sampai iri ,cinta naren kepadamu
Ariska Kamisa: semoga vaya segera dapat hidayah yaa 🤭
terimakasih sudah mampir kK🙏
total 1 replies
awesome moment
di cerita kakak tu, woman leadnya dicintai ugal2an sm man leadnya. 😉👍
Ariska Kamisa: karena itu adalah impian semua wanita ga sih...🤭
total 1 replies
awesome moment
malah terhura dgn cibat narev yg sedunia raya buat vaya. pegang kuat cinta narev, vaya..jgn smp lepas. tar nyesel smp pindah alam lho
Ariska Kamisa: terimakasih kakak🙏🙏
total 1 replies
awesome moment
vaya, syukuri dan terima..dicintai dijadikan pusat dunia tu aman lho.
awesome moment
smg vaya membalas cinta nares dgn sm besar
Ariska Kamisa: Terimakasih kak 🙏
total 1 replies
Nadira ST
lanjut thor💪💪💪💪💪💪
Ariska Kamisa: Terimakasih kak 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!