NovelToon NovelToon
JANJI PERNIKAHAN TUAN AROGAN

JANJI PERNIKAHAN TUAN AROGAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: La Rumi

Zenna Amalia bukanlah perempuan suci. Ia memiliki masa lalu yang kelam, pernah menjadi simpanan pewaris kaya bernama Rendy Wangsa demi membiayai pengobatan ibunya yang sakit kanker.

"Di luar sana, mana ada laki-laki yang sudi bersamamu, apalagi kalau mereka tahu, kamu bukan lagi perempuan yang punya kesucian dan kehormatan?" kata Rendy keji, sebelum mencampakkan Zenna.

Setelah kehilangan segalanya, Zenna berusaha kembali ke jalan yang benar, rela menebus dosa dengan menikahi seorang lelaki arogan bernama Bram Atmaja.

Bram tahu semua masa lalu Zenna, bersedia menikahinya, demi memenuhi wasiat mendiang ayah tirinya, yang juga merupakan ayah kandung Zenna. Meski dari awal, ia juga sudah memperingatkan Zenna bahwa dirinya adalah pria kasar dan arogan, dan barangkali tak akan pernah mencintai Zenna seumur hidupnya.

Pernikahan yang berlangsung dengan itikad penebusan dosa, tanpa cinta pada awalnya, dan dikejar bayang-bayang gelap masa silam, akankah berujung bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La Rumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji Pernikahan Tuan Arogan - Bab 7

Hujan kembali luruh.

Awalnya berupa rintik lembut yang menjelma titik-titik serupa manik di muka segala benda dan kehidupan yang berdenyut.

Lambat laun, ia seperti luapan rindu langit yang bergegas merengkuh bumi, lincah menari bersama pendar lampu kota dan angin tanpa henti.

Zenna berjalan tanpa menghitung langkah, apalagi arah. Raganya kembali kuyup. Nyala dalam jiwanya kian redup.

Ia telah kehilangan ibunya--satu-satunya orang yang paling dicintainya di seluruh dunia. Sosok berharga yang entah bagaimana ditakdirkan meniti hidup dengan tubuh merapuh, hingga Zenna rela melakukan apa saja agar ibunya tetap bernapas--termasuk menyerahkan diri dalam lubang hitam yang awalnya menyamar angin surga, tetapi ternyata berujung neraka.

Di antara rinai hujan yang menciptakan ilusi cahaya retak, ingatan lama Zenna perlahan kembali menyibak benak.

Tiga tahun lalu, Zenna lulus SMA, tetapi ia tak melanjutkan kuliah karena keterbatasan biaya, dan ibunya divonis kanker kelenjar getah bening stadium dua.

Zenna pun mengajukan lamaran ke mana-mana dengan harapan lekas mendapat pekerjaan agar bisa mengambil alih beban tulang punggung keluarga dari ibunya, dan juga membiayai pengobatannya yang tidak murah.

Pertama kali, Zenna mendapat pekerjaan sebagai kasir minimarket. Tetapi karena upahnya kecil dan sering dipotong untuk mengganti barang yang hilang, Zenna pun memutuskan mencari pekerjaan lain, sampai ia diterima sebagai resepsionis di sebuah hotel bintang lima di ibukota dengan bayaran dan tip yang cukup membuatnya hidup layak.

Namun bekerja di hotel tak seindah yang dibayangkan. Selain harus tahan dengan shift panjang terutama di momen peak season, ia juga harus tahan dengan kelakuan beberapa tamu yang ingin menggodanya--bahkan melecehkannya.

Ketika Zenna mengadu pada manajernya, ia justru menerima jawaban tak terduga.

"Itu sudah resiko pekerjaan, Zenna! Menurutmu kenapa kamu diterima bekerja di sini padahal kamu cuma lulusan SMA dan tak punya skill apa-apa? Itu karena kamu cantik dan menarik, dan itulah privilege yang bisa kamu manfaatkan untuk mendapatkan uang! Kamu butuh uang untuk menghidupi dan mengobati ibumu, kan? Jadi terima saja! Kalau kamu mau melayani mereka di ranjang juga lebih bagus lagi--yang penting hotel ini jangan sampai kehilangan tamu!"

Hati Zenna bagai tersayat belati saat mendengarnya. Tetapi ia tak bisa membantah karena tak ingin dipecat. Ia tulang punggung yang harus bisa mendapat uang sekarang. Tak ada jalan mundur.

Zenna terpaksa bertahan di tempat itu, sebisa mungkin tetap melayani tamu dengan baik tanpa harus menyerahkan keperawanannya. Diam-diam ia juga berusaha mendapatkan pekerjaan lain agar bisa keluar dari tempat yang ingin menjadikannya sebagai pelacur terselubung.

Tetapi sayangnya, ia belum beruntung.

Malah nasibnya semakin buntung.

Suatu malam, saat ia sedang bertugas, ada panggilan dari salah satu kamar suite, yang butuh bantuan mengambil barang berharganya yang jatuh ke celah sempit antara dinding dan tempat tidur yang berat. Saat itu, tak ada karyawan lain yang bisa segera membantu, karena masih mengerjakan tugas masing-masing di tempat berbeda.

Tamu kamar suite adalah prioritas. Maka Zenna meluncur ke kamar itu untuk membantu dengan kedua tangannya sendiri, meski perasaannya mendadak tak enak.

Benar saja--ternyata itu adalah jebakan. Tamu kamar itu adalah lelaki hidung belang yang belakangan sering datang dan merayu Zenna di meja resepsionis, tetapi Zenna selalu tegas menolaknya.

Ketika Zenna memasuki kamar itu, lelaki itu mengunci pintu dan kembali merayunya. Zenna berusaha mengendalikan rasa panik dan menolaknya mentah-mentah.

"Saya datang ke sini untuk membantu Anda mengambil cincin kawin Anda yang jatuh itu, Tuan, tolong jangan--"

"Aku bohong. Tak ada cincin kawin yang jatuh. Aku mau kamu, Zenna Sayang..."

Lelaki itu sudah memeluk erat Zenna, menarik lepas kancing blusnya dan nyaris menciumnya.

Spontan Zenna menjerit dan melawan sekuat tenaga.

"Tidak--lepaskan!"

Zenna meronta dan menginjak kaki telanjang lelaki itu dengan hak sepatunya. Lelaki itu meraung dan membungkuk kesakitan.

"Tunggu--kurang ajar kamu!"

Zenna mencoba melarikan diri, tetapi lelaki itu seperti kerasukan setan. Ia berhasil mengejar dan menyergap Zenna, tepat saat Zenna berhasil membuka pintu dengan kunci cadangan yang selalu ada di sakunya.

"Tidak--tolooong!" jerit Zenna ketakutan saat lelaki itu mengunci tubuhnya dan menyeretnya masuk kembali dengan tenaga monster.

"Hei, jangan kurang ajar kamu ya!"

BUGH!

Seseorang tiba-tiba muncul dan berkali meninju penyerang Zenna. Lelaki hidung belang itu tergeletak dan merintih di atas karpet mewah, sebelum akhirnya kehilangan kesadaran.

"Kamu baik-baik saja, Nona?"

Zenna memandang sosok penyelamatnya dengan berurai air mata dan tubuh gemetar.

Lelaki itu berperawakan sedang namun sangat tampan. Wajahnya runcing berbingkai rambut hitam yang dipangkas pendek dan rapi. Matanya lentik, hidungnya lurus, kulitnya halus dan pucat seperti cahaya bulan.

"Ya... aku... tidak apa-apa," Zenna menelan ludah dengan susah payah, suaranya pecah. "Te-terima kasih..."

Lelaki itu melirik si hidung belang yang pingsan, lalu menghela napas panjang.

"Mungkin dia akan menuntut karena sudah kutinju, tapi tak masalah. Hukum akan berpihak padaku. Lagipula, aku melakukannya untuk menolong gadis yang hampir diperkosa," lelaki itu bermonolog kalem. "Kamu pegawai hotel ini, ya? Sepertinya aku melihatmu di meja resepsionis tadi..."

Zenna mengangguk lemah. Ia akhirnya ingat siapa lelaki itu. Rendy Wangsa, CEO Wangsa Group yang check-in satu jam lalu dan Zenna sendiri yang menginput dan memverifikasi data lelaki itu dalam sistem komputer hotel, serta menyerahkan kunci padanya.

"Laporkan kejadian ini pada security dan manajermu," terdengar nada tegas dan dominan bagai raja ketika Rendy melontar kata. "Aku akan mendukungmu sebagai saksi atas apa yang sudah terjadi. Lekas hubungi mereka."

Sisa malam itu berlangsung tegang dan absurd. Lelaki hidung belang itu kembali sadar dan tidak terima atas apa yang terjadi, bahkan sempat membuat keributan. Tetapi nyalinya langsung ciut saat tahu yang menghajarnya adalah pemimpin perusahaan besar dan ternama, yang juga memiliki koneksi dekat dengan para politikus papan atas.

"Maaf... saya tidak tahu kalau Anda... maaf..."

"Sekali lagi kamu kurang ajar, akan kupastikan kamu membusuk di penjara tanpa bisa membela diri--paham?" ancam Rendy.

Lelaki itu membungkukkan badannya berkali dengan penuh penyesalan, lantas bergegas meninggalkan hotel seperti pecundang kalah perang.

"Masalah selesai," Rendy menghembuskan napas panjang dan menatap Zenna dengan senyum terkembang. "Jangan khawatir. Kamu aman dan baik-baik saja sekarang."

Ekspresi Rendy tampak hangat dan berseri saat Zenna tak henti mengucapkan terima kasih. Ia melambai dan pergi meninggalkan hotel menjelang pagi.

Zenna pun mengemasi barangnya dan melakukan absen sidik jari begitu jam kerjanya usai. Ia bersyukur malam buruk itu berakhir, meski batinnya perih dicengkeram trauma dan kengerian akibat dilecehkan--entah sampai kapan.

Tiba-tiba manajernya muncul dan menatapnya dingin.

"Kekacauan semalam terjadi gara-gara kamu, Zenna. Mulai besok, kamu tak boleh bekerja di hotel ini lagi. Kamu dipecat!"

***

1
sryharty
💪💪💪 zenna
nabung bab dulu aja kali yah
nunggu zenna dan Bram bahagia dari konflik,,bawaan nya ikut emosi aku
sryharty
astogeeeeeee konfliknya masih berat juga kaaa🤭🤭
Shamira Zee
Aura pengusaha sekaligus penguasa bram dan zenna menyala sekaliii /Determined/ jodoh emang mereka ya /Proud/ darwin tuh orang-orangnya di mana-mana, banyak amat dah
Shamira Zee
zenna ini kelihatan lembut dan rapuh tapi diam-diam bisa melawan balik... yuk bisa yuk sama bram matahin semua rencana jahat musuh /Determined/
Shamira Zee
panass sekalii drama rebutan harta warisan ini /Awkward/
La Rumi: padahal duid gak dibawa mati /Skull/
total 1 replies
Shamira Zee
Sadiss plot twist kali ini thor... macam manalah ternyata kakeknya zenna yang bikin ortunya bram gak ada /Cry/
La Rumi: /Cry//Cry//Cry//Cry/
total 1 replies
Shamira Zee
kalau zenna jadi saksi, bakalan dar der dor banget gak tuh suasana sidangnya 😅
La Rumi: ada di bab nanti... tunggu yaa /Grin/
total 1 replies
Shamira Zee
hueee konflik baru lagii /CoolGuy/ masalah holang kaya banyak amat yak
La Rumi: makin banyak duid makin problematik kak, percaya deh /Skull/
total 1 replies
Shamira Zee
Bram keren ih ❤️ Nyari suami satu kayak Bram di mana ya thor? /Tongue/
La Rumi: Di mana ya...? Author juga mau satuu /Shy/
total 1 replies
Shamira Zee
Yak Bram dan zenna uhuuy lagi /Heart/ tapi kalila kok bisa tahu...? wahh
La Rumi: hobi baru ze-bra tuh kak /Grin/ plot twist kalila ada di bab-bab nanti... tunggu yaa, makin lama bakal makin seruuu /Proud/
total 1 replies
Shamira Zee
Yeee akhirnya /Kiss/ Tapi serius ini adegannya ditulis indah banget, manis banget, romantis banget... kayaknya baru kali ini deh aku baca adegan intim seindah ini... kereeen thoor /Heart/
La Rumi: makaciiih kakak ❤️
total 1 replies
Shamira Zee
Kasihan Bram... tapi untunglah Zenna makin sehat dan kuat... sehat dan langgeng terus ya kalian /Kiss/
La Rumi: aamiin
total 1 replies
Shamira Zee
kok gini thor... sedih banget masa lalu bram /Sob//Sob//Sob/
La Rumi: /Sob//Sob//Sob//Sob/
total 1 replies
Shamira Zee
ya ampun serem banget sih bram masa lalu kamu /Frown/
La Rumi: horor ya kak 😅
total 1 replies
sryharty
thooor konfliknya jangan berat2 duuh
cukup berat badan ku saja yg udah berat thoorrr 🤣🤣
La Rumi: yaah soalnya rebutan duid trilyunan sama cewek cantik kak... jadinya berat /Scowl/
total 1 replies
sryharty
akhirnya bran dan zenna menyatu juga
La Rumi: wayahe, wayahee /Proud/
total 1 replies
sryharty
untung aja Bram sempet ninu ninu sama Aurel,,
La Rumi: jadinya ninu-ninu dijemput ambulans 😅
total 2 replies
Shamira Zee
Yaa kirain bakal langsung gas malam pertama... tahunya ngobrol dulu /Facepalm/ Tapi seperti apa masa lalu Bram? Ikut penasaran /Slight/
Shamira Zee
cieee akhirnya minta ditemenin bobo bareng /Drool/
La Rumi: aseeek ❤️
total 1 replies
sryharty
gasss duo K di persatukan
La Rumi: yuk panggil KUA /Proud/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!