NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Razia Pak Polisi

Terjerat Cinta Razia Pak Polisi

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Romansa / Tamat
Popularitas:824.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: ¶`(₡ ฿úñgšù)ᵛⁱᵛⁱ•_•`FIIII

Seasons 1:

Gara-gara kesalahannya yang tidak membawa helm saat berkendara. Ceisya, harus terjebak jaring razia yang membuatnya berpikir keras. Di satu sisi Ceisya tidak keberatan kalau mendapat hukuman. Tapi, di sisi lain dia tidak mau berhadapan dengan Dosen killernya yang terkenal seantero kampus. Berkat usahanya yang keras akhirnya dia bisa lari dari hukumannya.

Bagaimana kah kelanjutan kisah mereka?


Seasons
2 (kisah tentang anak Ceisya & Zafran) :


Judul Novel: (Melody) Terjerat Pesona Dokter Tampan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ¶`(₡ ฿úñgšù)ᵛⁱᵛⁱ•_•`FIIII, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 28

Malamnya mereka benar-benar pergi ke pasar malam. Zafran menjemput Ceisya tepat pada pukul setengah delapan.

Baju kaos putih polos yang dilapisi dengan jas hitam melekat di tubuh kekarnya. Entah kenapa Zafran begitu suka memakai jas ataupun kemeja polos. Dia terlihat begitu tampan dan berwibawa jika mengenakannya.

Ceisya keluar dari dalam kosannya saat mendengar suara ketukan pintu. Sudah dipastikan itu adalah Zafran yang menjemputnya.

"Hai, Om." sapa Ceisya melihat Zafran yang hanya diam mematung melihatnya begitu intens.

Ceisya melirik lagi penampilannya saat ini. Apakah ada yang salah atau make upnya jelek. Ah, tapi ngomong-ngomong Ceisya tidak memakai make up.

Ceisya melambaikan tangannya tepat di depan wajah Zafran hingga membuat pria itu tersentak kaget. Dia gelagapan melihat Ceisya yang menatapnya aneh bin tajam.

"Ya?"

"Kenapa melamun, Om?" selidik Ceisya.

"Ah, ya! T-tidak!" jawab Zafran sedikit gugup.

Ceisya memicingkan sebelah matanya. Dia menatap ragu atas jawaban yang diberikan pria itu. "Heummm.. baiklah." Ceisya sedikit ragu.

"Eh, ayo! Sudah siap?" tanya Zafran mengalihkan topik pembicaraan mereka.

Lagi-lagi Ceisya menatap Zafran intens. "Menurut Om?" alih-alih menjawab, Ceisya malah bertanya balik.

"A-ayok! Kita berangkat sekarang."

Zafran membalikkan badannya duluan. Tidak sanggup berada di posisinya saat ini. Begitu gugup dan sedikit gerogi. Entah apa yang membuatnya begitu nekat mengajak Ceisya pergi ke pasar malam.

Ceisya hanya melihat Zafran dengan heran. Dia menyusul Zafran yang sudah berada di depan mobilnya.

Ceisya berhenti saat ada yang memanggil namanya. Terdengar begitu jelas di telinga.

"Sya, hati-hati! Kak Zafran, tolong jaga sahabatku itu!"

Blammm

Pintu kosan di samping kosannya tertutup begitu saja saat Reva selesai memperingatinya. Sore tadi tepat selepas Zafran pulang, Ceisya menceritakan itu semua dengan sahabatnya. Reva begitu antusias saat mendengar cerita dari Ceisya.

Ceisya tersenyum kikuk ke arah Zafran yang hanya diam tanpa ekspresi. Eh! Sejak kapan pria itu sudah merubah ekspresi di wajahnya itu?

Saat Ceisya telah sampai di depan mobil Zafran, dengan sigap Zafran membukakan pintu mobil untuk Ceisya. Perlakuan itu membuat Ceisya tersipu malu. Beruntung dia sudah berada di dalam mobil. Kalau sampai Zafran melihat itu pasti sudah gawat.

"Terima kasih, Om." ujar Ceisya.

"Sama-sama." Zafran berlari menuju pintu sebelahnya dan membukanya.

"Sudah siap?" tanya Zafran memastikan.

Ceisya hanya mengangguk iya. Perlahan mobil hitam itu bergerak melesat melewati jalanan malam.

Hening. Itulah suasana di dalam perjalanan. Ceisya lebih memilih menyibukkan dirinya dengan memainkan ponselnya. Sesekali Ceisya tersenyum saat berbalas pesan dengan Reva sahabatnya itu.

Begitu banyak Reva mengirim pesan yang seketika membuat otaknya lemot. Reva berpesan kepadanya agar Ceisya membuang segala pemikiran lemotnya itu ketika saat bersama Zafran.

Zafran melirik Ceisya yang malah asik dengan dunianya sendiri. Alih-alih mengobrol bersamanya.

"Sa."

Ceisya hanya meliriknya sekilas lalu mengalihkannya lagi.

"Sasa."

Ceisya hanya mengangguk sebagai respon. Jari-jari lentiknya masih bergerak cepat seiring dengan papan ketik yang dia ketik.

"Sayang."

Uhukk

Brukkk

Ponsel yang dia mainkan jatuh begitu saja tepat di bawah kakinya. Entahlah. Saat mendengar panggilan sayang seketika membuatnya refleks menjatuhkan ponselnya. Sayang, pembahasan sama yang mereka bahas di dalam aplikasi berwarna hijau itu. Reva begitu antusias mengetikkan beberapa pesan singkat namun berjejer hingga ke bawah.

Zafran menepikan mobilnya di tempat yang lumayan sepi dari pengendara.

"Haaa?? K-kau, kau bicara apa tadi, O-om???"

"Oh, tidak. Bukan apa-apa. Mungkin kau salah dengar." jawab Zafran pura-pura lupa.

"Benarkah?" Zafran menganggukkan kepalanya. "Apa telingaku sudah rusak ya?" gumam Ceisya lirih tapi masih terdengar di telinga tajam Zafran.

"Astaga!"

Ceisya baru ingat dengan ponselnya yang masih berada di bawah. Dia menunduk untuk mengambil ponselnya itu.

"Huftt...!!!" Ceisya bernafas lega saat ponselnya masih hidup. Dia masih telihat mengecek keadaan ponselnya itu.

"Apakah baik-baik saja?" tanya Zafran.

"Beruntung, Om. Dia begitu tau kondisi pemiliknya." ujar Ceisya lega.

"Baiklah, kalau begitu."

Zafran kembali menjalankan mobilnya menuju pasar malam yang sudah lumayan dekat.

"Apa masih jauh, Om?" tanya Ceisya yang terlihat tidak sabaran.

"Tidak. Ini sudah dekat." jawab Zafran begitu senang atas respon Ceisya.

Benar saja, tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya mereka telah sampai di pasar malam itu. Banyak orang berbondong-bondong mendatangi tempat itu baik anak-anak, remaja, dewasa, bahkan orang tua.

Banyak lampu berwarna warni yang menghiasi pasar malam tersebut. Sangat ramai tapi bisa membuat mood bertambah baik.

Zafran mengajak Ceisya masuk setelah membeli tiket untuk dua orang.

Terlihat wajah berbinar di wajah Ceisya. Dia memutar badannya untuk melihat banyaknya wahana permainan.

"Mau naik itu!" tunjuk Ceisya ke arah wahana komedi putar kuda yang banyak dinaiki oleh anak-anak.

Zafran menggaruk kepalanya tidak gatal. Dia terlihat meringis pelan. "Itu hanya untuk anak-anak, Sa." ujar Zafran menunjukkan wahana itu yang dipenuhi oleh anak-anak.

"Tapi, Om. Aku pingin naik itu." Ceisya murung. Dia menatap wajah Zafran memelas.

Tidak tega melihat wajah Ceisya yang memelas, akhirnya Zafran mengiyakan. "Baiklah. Aku akan menunggumu." ujar Zafran akhirnya.

Seulas senyum terbit di bibir Zafran kala melihat wajah Ceisya kembali ceria. Namun, senyuman itu hanya sesaat.

"Kau harus ikut naik, Om! Ya ya ya ya ya?"

"Tapi..."

"Ayo lah, Om. Cepat pesan tiketnya sekarang!" pinta Ceisya tanpa bantahan. Zafran hanya pasrah, dia menuruti permintaan Ceisya untuk kali ini. Mungkin?

Setelah mendapatkan tiket, akhirnya mereka berdua sudah duduk di atas kuda yang berputar dan bergerak turun naik.

Sepanjang permainan, Ceisya terus tertawa riang. Sesekali dia tertawa bersama anak kecil di dekatnya.

Diam-diam Zafran memotret Ceisya yang tertawa riang. Jika ditanya bagaimana reaksi dari Ceisya saat Zafran memotretnya. Dia begitu antusiasnya bergaya ke arah kamera.

"Suka?"

Ceisya menganggukkan kepalanya iya. Seusai bermain wahana komedi putar kuda, mereka duduk di sebuah kursi kayu sambil menikmati minuman yang telah Zafran beli tadi.

"Om, mau naik itu!" Ceisya menunjuk bianglala yang masih bergerak.

"Kau tidak capek?" tanya Zafran menatap wajah Ceisya yang semangat empat lima.

"Tidak!" jawab Ceisya. Dia menarik tangan Zafran saking kepengennya menaiki bianglala. "Ayok ih, Om!" Ceisya menyeret Zafran.

"Sabar, sabar. Tiketnya belum ada." ujar Zafran dengan sabar.

"Makanya cepetan beli!" Ceisya merengut sambil memajukan bibirnya cemberut.

Zafran mencubit kedua pipi Ceisya yang chubby saking gemasnya. "Iya, ini mau dibeli. Sabar dong." Zafran tersenyum melihat Ceisya yang hanya terbengong karena perbuatannya.

Mereka duduk berhadapan ditemani lampu-lampu yang berwarna warni. Ceisya begitu antusias saat berada di dalam kabin bianglala tersebut. Matanya terus berbinar.

"Sa, lihat sini!" pinta Zafran yang mengarahkan kamera ponselnya.

Sontak Ceisya melihat ke arah Zafran yang memegang ponsel canggihnya. Dia bergaya sedemikian rupa membuat Zafran gemas dibuatnya.

"Om,ikutan foto dong?!" protes Ceisya yang sedari tadi menyadari hanya dirinya lah yang berfoto ria. Sedangkan Zafran hanya sebagai photographernya saja.

"Biar kau saja."

Ceisya merebut ponsel dari tangan Zafran lalu dia berpindah tempat, duduk di samping Zafran.

"Eh!" Zafran tersentak kaget.

"Sini Om, lihat!"

Terpaksa Zafran berfoto bersama Ceisya. Dia begitu kaku karena jarang berfoto.

Setelah mendapatkan banyak foto, mereka melihatnya bersama-sama. Tertawa karena melihat hasil foto tadi saat mereka berpose jelek.

Tanpa sadar jarak mereka sangat dekat karena memandangi layar ponsel yang sama, berbagi.

Seakan tersadar, mereka berhenti tertawa. Memandang satu sama lain dengan dalam. Seakan-akan tidak ingin memutuskan kontak mata antara keduanya.

Ceisya memejamkan keduanya matanya perlahan saat pria itu mengikis jarak. Dan...

yg minta visualnya maaf aku blm bisa ngasih sekarang 😥soalnya masih nyari visual si ceisya 🤣

makasih yg udh mau nungguin cerita ini 🤗🤗🤗

lope lope sekebon buat kalian 😘😘😘

otor senang sekali kalau ada yg mau mengoreksi segala typo 😁kasih saran dan kritikannya yah 😘

1
Nhierwana Bundanya Al
bab ini q ngerasa baca di ulang2
Dewi Kasinji
ijin baca kak
JANE ARDIANA
Luar biasa
JANE ARDIANA
Lumayan
Zahra Nadira
aku ktwa dibagian ini ,🤣🤣🤣🙏
Dilalisa Lisa
Biasa
Dilalisa Lisa
Kecewa
Dela Sapitri
Masya Allah👍
ᶜᵃˡˡ ᴹᵉ ᴶⁱⁿᵍᵍᵃ😜
pedagang berkaki lima,,maksudnya pedagang kaki lima ya kak??😂
ᶜᵃˡˡ ᴹᵉ ᴶⁱⁿᵍᵍᵃ😜: ampun dah 😂
ok lanjut baca
total 2 replies
Trisna Savitri
babag tamvan 🥰🥰🥰🥰
Santy Susanti
bari berapa ban udah suka sama alurnya semngat i
yustina arie
Luar biasa
Irfan Nona Vanessa
menarik😍😍😍
Bungsu_Fii: makasih udh mampir kak🤗 semoga suka 🥰
total 1 replies
Eka Kurniawati
😘😘😘
Eka Kurniawati
🤣🤣🤣🤣
Eka Kurniawati
🤣🤣🤣
Eka Kurniawati
🤣🤣🤣🤣
Tri Susanti
wkwkwkw.... kapan thor disatuin mereka udah gak sabar
Tri Susanti
lanjut thor
Lena Kasenda
thoor masa selama Ceisya di rawat sampai sdh pesantren pacarnya yg polisi tdk ada kabar
Bungsu_Fii: hehe, itu ceritanya om polisi lagi nugas kak dan waktunya cukup lama 🙏🏼
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!