Shen Kuo Yu, bilioner wanita yang tewas di puncak kejayaannya karena kebocoran jantung, ia terbangun di tubuh Liu Xiao Xiao- gadis malang yang disiksa oleh keluarga angkatnya. Takdir pahit menantinya. Ia dipaksa menggantikan saudari tiri nya untuk menjadi pengantin pengganti dan menikahi Pangeran Keempat yang konon buruk rupa dan berhati kejam.
Shen Kuo Yu akan menaklukan Pangeran itu dan menjadikan nya bidak untuk membalas dendam pada Keluarga Liu yang memperlakukan nya seperti binatang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33 : Kedatangan Liu Xiu
Langkah kaki Xiao Xiao terasa ringan namun pasti saat menapaki lantai marmer aula samping menuju ruang audiensi. Di sampingnya, Zhi Chen berjalan dengan wibawa yang tak tergoyahkan. Meskipun suasana di sekitar mereka mencekam, tangan Zhi Chen tetap menggenggam tangan Xiao Xiao, sebuah isyarat perlindungan yang tak perlu diucapkan.
Saat pintu aula terbuka, pemandangan di dalamnya membuat Mao yang berjalan di belakang mereka hampir kehilangan napas. Di sana, duduk dengan angkuh, seorang wanita paruh baya dengan riasan tebal—Liu Yu—dan seorang gadis muda yang wajahnya memiliki kemiripan dengan Jenderal Liu namun terpancar aura kemanjaan yang kental. Itulah Liu Xiu yang asli.
"Berhenti di situ, penipu!" Liu Yu langsung berdiri dan menunjuk Xiao Xiao dengan kipas sutranya. "Beraninya kau masih mengenakan pakaian sutra itu setelah mencuri identitas putriku!"
Xiao Xiao tidak membalas teriakan itu. Ia justru membungkuk dengan sangat anggun, melakukan penghormatan yang jauh lebih sempurna daripada yang pernah dipelajari Liu Xiu asli di desanya.
"Hamba memberi hormat kepada Ibu Liu Yu," ujar Xiao Xiao dengan suara tenang dan jernih. "Senang melihat Anda dalam keadaan sehat meskipun Ayah sedang dalam kesulitan."
Liu Xiu yang asli mendengus, matanya menatap Xiao Xiao dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan penuh kedengkian. "Jangan memanggil ibuku dengan sebutan itu! Kau hanyalah anak angkat yang seharusnya menjadi pelayanku. Kau beruntung aku tidak sudi menikahi Pangeran yang... yang..." Liu Xiu melirik Zhi Chen dan tiba-tiba terdiam.
Ia tertegun. Pangeran Zhi Chen yang ia lihat sekarang tidak terlihat seperti monster buruk rupa dalam rumor yang ia dengar. Meskipun bertopeng, postur tubuhnya yang gagah dan aura kepemimpinannya justru membuatnya terlihat jauh lebih menarik daripada para pemuda bangsawan yang pernah ia temui.
Pangeran Mahkota Wang Han, yang duduk di kursi kehormatan, berdehem memecah suasana. "Zhi Chen, kau dengar sendiri? Wanita di sampingmu ini adalah palsu. Menurut hukum kekaisaran, penipuan terhadap keluarga kerajaan adalah hukuman mati."
Zhi Chen menatap Wang Han dengan datar. "Identitas bisa dipalsukan, tapi kemampuan dan kesetiaan tidak bisa. Wanita ini telah mendampingiku melewati masa-masa tersulit, termasuk saat ibumu mencoba menghancurkan paviliunku."
"Itu karena dia licik!" potong Liu Yu. "Baginda Kaisar sedang menuju ke sini. Kami akan menuntut agar putriku Liu Xiu dikembalikan ke posisinya yang sah sebagai istri Pangeran Keempat, dan wanita rendahan ini diserahkan kepada algojo."
Xiao Xiao perlahan melepaskan tangannya dari genggaman Zhi Chen. Ia melangkah maju dua tindak, berdiri tepat di hadapan Liu Xiu yang asli. Tidak ada rasa takut di matanya, hanya tatapan menyelidik yang membuat Liu Xiu asli merasa tidak nyaman.
"Nona Liu Xiu," panggil Xiao Xiao dengan nada bicara yang sangat sopan, hampir seperti sedang berbicara dengan seorang teman lama. "Anda ingin menempati posisi saya kembali? Di Paviliun Utama yang penuh dengan tanggung jawab berat ini?"
Liu Xiu asli mengangkat dagunya. "Tentu saja! Itu adalah hakku!"
Xiao Xiao tersenyum tipis, sebuah senyuman yang terlihat lembut namun mengandung peringatan tersembunyi. "Apakah Anda sudah siap memimpin dapur istana untuk memastikan tidak ada satu butir pun gandum yang diracuni oleh musuh pangeran keempat? Setiap pagi, saya harus memastikan teh yang diminum Pangeran telah melalui pengujian perak, karena ada banyak orang yang ingin beliau tidak bangun keesokan harinya."
Wajah Liu Xiu asli sedikit memucat. "Apa maksudmu?"
"Dan apakah Anda sanggup duduk berjam-jam memeriksa buku kas wilayah Barat yang penuh dengan jebakan angka?" lanjut Xiao Xiao tanpa memberi kesempatan lawan bicaranya bernapas. "Atau mungkin menghadapi utusan dari wilayah utara yang kasar dan hanya menghormati kekuatan? Menjadi istri Pangeran Zhi Chen bukan tentang memakai sutra indah ini, Nona. Ini tentang menjadi perisainya di tempat di mana musuh bersembunyi di balik senyuman setiap orang yang Anda temui di koridor istana."
Liu Xiu asli menelan ludah, ia melirik ke arah ibunya dengan ragu. Kemewahan yang ia bayangkan tiba-tiba terasa seperti penjara yang penuh dengan pisau tersembunyi.
Wang Han mengepalkan tangannya di bawah meja. Ia menyadari bahwa Xiao Xiao sedang melakukan serangan mental yang sangat halus.
"Cukup omong kosong ini!" bentak Wang Han. "Kaisar datang! Bersiaplah untuk menerima hukumanmu!"
Pintu aula utama kembali terbuka, dan suara kasim menggelegar mengumumkan kedatangan sang penguasa tertinggi.
***
Happy Reading❤️
Mohon Dukungan
● Like
● Komen
● Subscribe
● Ikuti Penulis
Terimakasih ^_^ ❤️