NovelToon NovelToon
Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

Di Benua Langit Sembilan, Xiao Yuan adalah jenius tak tertandingi yang memegang Sumsum Naga Suci. Namun, di malam pernikahannya, ia dikhianati oleh tunangannya, Ling’er, yang meracuninya dan membedah tulang naganya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya. Xiao Yuan dibuang ke Jurang Keputusasaan dalam kondisi cacat.
Namun, takdir tidak berhenti. Roh Naga Kuno yang tertidur di dasar jurang menyatu dengan jiwanya yang hancur. Dengan bantuan Yun’er, gadis misterius dari klan terbuang, Xiao Yuan merangkak naik dari neraka. Kali ini, ia tidak akan menjadi pelindung dunia, melainkan Dewa Naga yang akan menghancurkan siapa pun yang pernah menginjaknya. "Jika langit menghalangi jalanku, aku akan merobek langit!".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 5: Pembantaian di Puncak Jurang

Angin di puncak Jurang Keputusasaan melolong seperti tangisan roh-roh penasaran. Kabut abu-abu yang dingin menyapu permukaan tanah, menyembunyikan tebing curam yang telah menelan ribuan nyawa. Namun, pagi itu, kesunyian di tepi tebing terusik oleh suara tawa dan denting logam.

Sekelompok murid dari Sekte Awan Langit sedang melakukan patroli rutin. Mereka adalah murid-murid kelas bawah yang dipimpin oleh seorang murid senior bernama Zhang Hu, pria bertubuh gempal dengan wajah yang penuh kesombongan.

"Cuih! Membosankan sekali menjaga lubang sampah ini," keluh salah satu murid sambil meludah ke arah jurang. "Siapa juga yang cukup gila untuk mencoba merangkak naik dari sana?"

Zhang Hu tertawa kasar, tangannya mengusap pedang di pinggangnya. "Kau benar. Sejak zaman leluhur, tidak ada yang pernah kembali dari sana. Bahkan si jenius cacat Xiao Yuan itu pasti sudah menjadi kotoran monster di bawah sana. Mengingat bagaimana Kakak Senior Lu Chen mencabut tulang naganya hidup-hidup... ah, aku masih merinding membayangkan teriakannya."

"Haha, benar! Sekarang Kakak Senior Lu Chen sudah menjadi Murid Utama. Dan Ling’er? Dia sekarang adalah dewi di sekte kita. Hanya orang bodoh seperti Xiao Yuan yang mau dikhianati seperti itu," timpal murid lainnya.

Namun, tawa mereka mendadak terhenti.

Sebuah getaran aneh muncul dari balik kabut jurang. Suara hembusan napas yang berat, disertai dengan hawa dingin yang menusuk tulang, membuat bulu kuduk Zhang Hu berdiri.

"Apa itu?" Zhang Hu menghunus pedangnya, matanya menatap tajam ke arah bibir tebing.

Tiba-tiba, sebuah tangan pucat dengan kuku-kuku yang tajam mencengkeram pinggiran tebing. Tak lama kemudian, sesosok bayangan melompat naik dengan gerakan yang sangat cepat, mendarat dengan tenang di atas tanah berbatu.

Itu adalah seorang pemuda berambut putih panjang yang berkibar tertiup angin. Pakaiannya compang-camping, namun aura yang terpancar dari tubuhnya begitu menekan hingga para murid itu merasa sulit bernapas. Di punggungnya, ia menggendong seorang gadis cantik, dan di balik bahunya, hulu pedang hitam legam tampak mengintip dengan haus darah.

Mata pemuda itu yang tadinya hitam kini memiliki kilatan ungu yang dingin saat menatap kerumunan murid tersebut.

"Xiao... Xiao Yuan?!" teriak Zhang Hu dengan suara bergetar. Wajahnya berubah pucat seperti kertas. "Tidak mungkin! Kau sudah mati! Aku sendiri yang melihatmu dilempar ke bawah!"

Xiao Yuan menurunkan Yun’er dengan perlahan. Ia mengusap kepala gadis itu lembut. "Tunggulah di balik pohon itu, Yun’er. Tutup matamu. Jangan melihat apa yang akan terjadi."

Yun’er mengangguk patuh, meski matanya menyiratkan kekhawatiran. Ia tahu, pria yang ada di depannya bukan lagi Xiao Yuan yang lemah lembut.

Xiao Yuan berbalik, menatap Zhang Hu dan kawan-kawannya. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman yang sangat mengerikan senyum seorang pemangsa. "Zhang Hu, sudah lama tidak bertemu. Aku mendengar kau baru saja membicarakan tentang bagaimana tulang nagaku dicabut?"

"K-kau... kau hanya sampah yang beruntung selamat!" Zhang Hu mencoba menguatkan nyalinya. "Hei, kalian semua! Dia hanya sendiri dan sudah cacat! Bunuh dia dan bawa kepalanya ke Sekte, kita pasti akan mendapat hadiah besar dari Kakak Senior Lu Chen!"

Tergiur oleh imbalan, lima murid lainnya berteriak dan menyerbu ke arah Xiao Yuan dengan pedang terhunus.

Xiao Yuan tidak bergerak. Ia bahkan tidak menyentuh pedang hitam di punggungnya. Saat pedang pertama hampir mengenai lehernya, tubuhnya tiba-tiba menghilang dalam kepulan asap hitam.

Wush!

"Langkah Bayangan Naga," bisik suara dingin tepat di telinga murid yang menyerang.

Sebelum murid itu sempat menoleh, tangan Xiao Yuan yang dialiri energi naga hitam sudah menembus dadanya. Tanpa belas kasihan, Xiao Yuan menarik tangannya kembali, membiarkan jantung yang masih berdetak jatuh ke tanah.

"Satu," ucap Xiao Yuan datar.

Empat murid lainnya membeku. Kecepatan itu... itu bukan kecepatan seorang manusia! Namun, Xiao Yuan tidak memberi mereka waktu untuk berpikir. Ia bergerak seperti kilat hitam di antara mereka.

Krak! Brak! Argh!

Hanya dalam tiga detik, empat tubuh ambruk dengan leher patah atau dada yang hancur. Darah segar menyemprot, membasahi wajah putih Xiao Yuan, membuatnya tampak seperti iblis yang merangkak keluar dari neraka.

Kini hanya tersisa Zhang Hu. Pria itu menjatuhkan pedangnya, lututnya lemas hingga ia jatuh terduduk. Celananya basah karena ketakutan yang luar biasa.

"Tolong... Xiao Yuan... Kakak Senior Xiao! Kita pernah berlatih bersama! Ini bukan kemauanku, ini perintah Sekte!" ratap Zhang Hu sambil bersujud berkali-kali.

Xiao Yuan berjalan mendekat, setiap langkah kakinya terasa seperti dentuman lonceng kematian di telinga Zhang Hu. Ia mencengkeram rambut Zhang Hu dan memaksanya mendongak.

"Di mana Lu Chen dan Ling’er sekarang?" tanya Xiao Yuan dengan nada yang sangat tenang, namun penuh tekanan.

"M-mereka... mereka sedang menuju Kota Bulan Sabit... ada pelelangan besar... Lu Chen ingin membeli Pil Pemurni Jiwa untuk memperkuat tulang nagamu yang baru ditanamkan..." jawab Zhang Hu terbata-bata.

"Begitu ya? Dia ingin memperkuat barang curiannya?" Xiao Yuan tertawa sinis. Matanya berkilat marah. "Terima kasih atas informasinya, Zhang Hu. Sebagai hadiahnya, aku akan mengirimmu menemui leluhurmu lebih cepat."

"Tidakk!"

Crat!

Dengan satu gerakan tangan, Xiao Yuan memenggal kepala Zhang Hu. Darah membasahi tanah kering di puncak jurang. Xiao Yuan berdiri di tengah mayat-mayat itu, napasnya teratur, seolah-olah membantai enam orang bukanlah apa-apa baginya.

Ia mengambil jubah bersih dari salah satu mayat untuk menutupi pakaiannya yang compang-camping, lalu menghampiri Yun’er.

"Sudah selesai. Kita pergi sekarang," ucap Xiao Yuan, suaranya kembali lembut seolah-olah ia tidak baru saja melakukan pembantaian.

Yun’er menatap darah yang mengalir di tangan Xiao Yuan, lalu menatap matanya. "Yuan... apakah kau akan terus melakukan ini?"

Xiao Yuan menatap langit ke arah Kota Bulan Sabit. "Dunia ini hanya mengenal kekuatan, Yun’er. Mereka menghancurkanku saat aku baik, maka aku akan membuat mereka memohon saat aku menjadi jahat. Ayo, tujuan kita berikutnya adalah Kota Bulan Sabit."

Di Kota Bulan Sabit, Lu Chen dan Ling’er sedang duduk di ruang VIP pelelangan, dikelilingi oleh kemewahan, tidak menyadari bahwa maut sedang berjalan ke arah mereka. Sementara itu, Xiao Yuan menyadari bahwa untuk masuk ke pelelangan, ia membutuhkan identitas baru dan uang yang banyak. Sebuah rencana licik mulai terbentuk di kepalanya saat ia melihat kereta kuda milik seorang bangsawan sombong lewat di jalanan. Apa yang akan dilakukan Xiao Yuan untuk mengacaukan pesta musuhnya?

Xiao Yuan berdiri di tepi tebing, membiarkan angin kencang membersihkan sisa bau amis darah dari wajahnya. Ia mengeluarkan sebuah lencana perak dari saku Zhang Hu simbol murid dalam Sekte Awan Langit dan meremukkannya hingga menjadi debu di telapak tangannya. Matanya menatap jauh ke cakrawala, ke arah di mana kemewahan Kota Bulan Sabit berada. Di sana, orang-orang yang telah menghancurkan hidupnya sedang tertawa di atas penderitaannya, berpesta di atas tulang naga yang mereka curi darinya.

Namun, Xiao Yuan tahu bahwa kemarahan buta hanya akan membawanya pada kekalahan. Ia harus menjadi seperti naga yang bersembunyi di balik awan; tenang namun mematikan saat menyerang. Dengan sisa tenaga yang mulai pulih, ia menggandeng tangan Yun’er dengan erat. "Dunia ini berhutang padaku, Yun'er. Dan hari ini, aku akan mulai menagih bunganya," bisiknya. Langkah kakinya meninggalkan puncak jurang, meninggalkan tumpukan mayat yang menjadi saksi bisu bahwa sang Naga Suci tidak lagi tidur. Kini, ia telah bangkit dengan dendam yang lebih panas dari api neraka manapun, siap membakar siapapun yang menghalangi jalannya menuju puncak kekuasaan kembali.

Bersambung......

1
Rebeka Saja
keren ka...
christian Defit Karamoy: trimakasih🙏
total 1 replies
Nur Aini
lanjut terus Thor
christian Defit Karamoy: siap kak 🙏
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku surgaku😍
christian Defit Karamoy
mantap
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku Surgaku😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!