Bagaimana jika Sang tuan putri harus berhadapan dengan Bodyguard dingin yang menyebalkan?
Yang juga merupakan kakak angkat nya, anak laki-laki yang di ambil oleh Daddy dan Mommy nya di masa kanak-kanak mereka.
Hubungan buruk yang berkembang hingga dewasa hingga kebersamaan setelah laki-laki itu dipilih Daddy nya untuk menjadi sekretaris sekaligus bodyguard pribadi nya.
Rupanya ada cinta yang terselip dimasing-masing hati tanpa disadari, hingga akhirnya hubungan itu mendapatkan pertentangan dari sisi kiri dan kanan mereka.
Bagaimana perjuangan mereka untuk menyakinkan semua orang jika mereka pantas bersama.
Kisah Cinderella abad ini, dimana cinta Mereka butuh perjuangan panjang untuk mendapatkan restu dari banyak orang
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hye seung "eva", isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak mungkin salah lihat
Melihat sang kekasih menyeruak masuk ke ruangan ujung dimana tempat itu adalah dokter kandungan, seketika Gadis itu meletakkan buburnya, kaki Freya secepat kilat mencoba melangkah dari sana menuju ke ujung sana.
"Frey?"
Zoe refleks terkejut, mencoba berjalan mengikuti langkah Freya.
"Bukankah itu praktek dokter kandungan?"
Tanya Freya tanpa membuang pandangannya dari depan sana.
Gadis itu mencoba mempercepat langkah nya, dia takut jika-jika dia terlambat untuk menghampiri laki-laki itu.
Tapi saat kaki nya melangkah mendekati ruangan tersebut tiba-tiba seseorang menghentikan langkahnya.
"Frey?'
Suara tersebut terdengar tidak asing dibalik telinga nya, bergerak menarik tangan nya, buru-buru Freya menoleh kearah belakang nya.
Sejenak lagi-lagi Freya mengerutkan keningnya.
"Kamu kenapa ada disini, Sila?"
Tanya Freya cepat.
Seorang perempuan Tampak mengembang kan senyuman nya ke arah Freya, itu adalah teman baiknya dan sang kekasih.
Alih-alih menjawab pertanyaan Freya, perempuan itu malah balik bertanya.
"Kamu kenapa ada disini?"
Tanya perempuan itu cepat kearah dirinya.
"Ada sedikit insiden hingga membuat kakak ku harus dirawat di rumah sakit"
jawab gadis itu cepat.
"Itu kamu Zoe?"
Perempuan itu bertanya sambil melirik ke arah Zoe.
Seperti biasa Zoe tidak tertarik untuk membalas ucapan orang lain, dia hanya menatap tajam bola mata perempuan dihadapan nya itu kemudian membuang pandangannya.
"Bukan dia, tapi kak Gao"
Jawab Freya cepat.
"Kamu belum menjawab pertanyaan ku, kenapa kamu disini? apa kamu pergi bersama Alvin?"
Barisan pertanyaan yang dilontarkan Freya tampak terdengar begitu galau, seolah-olah gadis itu masih memikirkan soal....
Dokter kandungan.
Buru-buru Freya menoleh kembali kebelakang, kali ini dia kembali bergerak mengejak langkah, karena mengamini Sila dia lupa pada niat awalnya.
Melihat Freya bergerak melaju kedepan, dua orang tersebut mengikuti nya.
"Frey kita tidak bisa sembarangan ingin masuk kesana"
Ucap Zoe cepat.
Sila terlihat tidak banyak bicara, dia diam sambil mengerutkan keningnya, mencoba meraih tangan Zoe sambil bertanya.
"Ada apa kak?"
"Bukan masalah"
Zoe menjawab tanpa berniat menatap kearah sila.
Saat tiba di pintu khusus praktek dokter kandungan, Freya buru-buru mengetuk pintu nya, dia terlihat begitu tidak sabaran.
Seketika ruangan tersebut terbuka, seorang gadis manis berusia sekitar 23 tahunan tampak mengerutkan keningnya.
"Nanti akan kita panggil sesuai nomor antrian mbak"
Ucap gadis itu pelan.
"Ini seharusnya antrian kita"
Sepasang suami-istri bicara cepat dari sisi kanan Freya.
Gadis itu sempat mengintip Sedikit kedalam.
Tidak ada siapa-siapa, kecuali seorang Dokter perempuan berusia sekitar 45 tahunan.
"Maafkan aku"
Ucap Freya sambil menundukkan sedikit kepalanya.
Dia fikir dia jelas tidak salah lihat, itu adalah kekasihnya, laki-laki itu membawa seorang perempuan muda yang usianya mungkin sedikit lebih tua dari dirinya, masuk kedalam ruangan tersebut.
Matanya sejauh ini tidak memiliki masalah.
Zoe tampak gelisah, bola mata laki-laki itu mencoba menyusuri seluruh ruangan rumah sakit, cukup lama dia mencoba terus menyusuri tiap sudut ruangan, bahkan bola matanya menyusuri tangga hingga ke lantai atas sana.
Hingga pada akhirnya bola matanya tertuju pada satu sudut dimana dia menangkap dua sosok manusi tengah berjalan menjauh melewati pintu kaca menuju ke arah jalan keluar lainnya dengan keadaan tergesa-gesa.
Shi .t.
Sesuai dugaan nya, laki-laki breng.. sek itu lagi-lagi berbuat masalah.
ngakak thor...
tapi benernya rada kurang seru kalo g ada misteri ato teka-tekinya mak..
gak mak Eva banget gitu.. hehe😁😁😁🤭🤭
sejauh ini, novel ter the best ya kisahnya Gao-Ayana, tiap babnya selalu ada hal yg bikin hati bergejolak, entah seneng, sedih, haru, tegang, marah, wes pokoknya campur aduk.. banyak bab yg bikin termehek-mehek pokoknya, banyak pelajaran jg yg bisa diambil, baik agama maupun pengetahuan umum..
disusul sama trilogi Eden-Ramira.. misterinya pecah banget.. bener2 dibuat g nyangka sama endingnya..
tapi yg penting aku suka semua mak..
sedikit saran, kalo ada novel yg harus hiatus ato bahkan pindah ke lapak lain, tolong kasih keterangan ya mak..
jangan ditinggal gitu aja.. bingung kitanya mak..
harus nunggu ato kemana gitu..
karena ada beberapa yg g ada keterangan apapun..
oke deh mak, semoga sehat selalu..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu..😘🥰😍🤩💪🏻💪🏻💪🏻
sukses selalu.😌
favorit
👍❤