Follow IG : othor_barbar
Siapa yang tak terluka jika kita menikah dengan orang yang tak pernah menganggap kita ada.
Hari-hari disuguhkan dengan pemandangan yang membuat hati kita terhempas dan jatuh berkeping-keping, akankah kita bisa bertahan dengan rumah tangga yang dijalani penuh dengan kepalsuan semata?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tufa_hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan halangi hubungan kita
Anton ingin melayangkan tamparannya pada Maudy agar gadis itu sadar. Namun, tindakannya terhenti saat ada seseorang yang mencegahnya dan menghempaskan tangan Anton Kasar.
"Kau tidak berhak menyentuhnya!" ucap Brian menatap Anton tajam.
Maudy langsung mendekat dan memeluk Brian dengan wajah teraniaya. Gadis itu mengeluarkan air mata palsunya di depan Brian.
"Cih! kalian terlihat begitu serasi, satunya penghianat satunya lagi tidak tau diri," ucap Anton tersenyum sinis.
"Aku tidak memintamu untuk bicara. Cepat pergi dari sini atau aku akan mencoreng namamu sebagai seorang dokter!" ancam Brian.
"Aku baru faham, ternyata persahabatan kita tidak berarti bagimu, kau lebih memilih gadis penjilat ini." Anton menunjuk Maudy dengan jari telunjuknya.
Anton hendak pergi dari tempat itu. Namun, langkahnya terhenti saat mendengar teriakan seseorang.
"Tunggu!"
Gracia menyaksikan perdebatan itu. Namun, ia tak dapat melihat gadis yang sekarang memeluk suaminya, karena gadis tersebut memunggungi Gracia dan langsung membenamkan wajahnya pada dada bidang Brian.
Anton menatap langkah Gracia yang berjalan menuju mereka bertiga. Sedangkan Maudy masih pura-pura menangis di pelukan Brian.
"Siapa dia?" tanya Gracia. Gadis itu menatap Brian dingin.
"Orang yang aku cintai," ucap Brian singkat.
Kenapa suaranya nggak asing ya? Kayak suara... Maudy membatin lalu langsung melepaskan pelukannya dan menatap orang yang bicara dengan kekasihnya.
Baik Gracia maupun Maudy, mereka sama-sama terkejut.
"Gracia..."
"Maudy..."
Ucap Garacia dan Maudy bersamaan.
"Kalian saling kenal?" ucap Brian dan Anton bersamaan juga.
"Ngapain kau di sini Cia? Dimana suamimu? Aku belum pernah berjumpa dengannya, kau pasti di undang sama James juga 'kan?" tanya Maudy tersenyum.
"Suamiku adalah orang yang kau peluk," ucap Gracia dingin, yang membuat gadis itu terkejut dan tidak percaya bahwa kekasihnya adalah suami dari sahabatnya.
"Tidak, ini tidak mungkin. Kau bercanda Kan Ci? Jawab aku Cia jangan diam saja!" Maudy mendekat lalu mengguncang tubuh Garacia.
"Aku tidak bercanda Dy? Memang inilah kenyataannya. Ternyata dania begitu sempit hingga orang yang dicintai suamiku adalah sahabatku sendiri," ucap Gracia menatap Brian datar.
"Ci, aku tau kalian menikah karena dijodohkan. Jadi aku mohon padamu Ci, jangan pernah halangi hubunganku dengan Mas Brian," ucap Maudy.
"Aku tidak pernah menghalangi hubungan kalian, jadi terserah kalian mau melakukan apapun," ucap Gracia dingin.
"Tapi Ci...!" ucapan Maudy terhenti saat Gracia mengangkat tangannya, tanda tidak mau mendengar ucapan Maudy kembali.
"Aku kesini bukan untuk menghalangi hubungan kalian, tetapi aku mau Mas Brian mencabut ucapannya pada Dokter Anton!" ucap Gracia.
"Apa hakmu memerintah ku?" tanya Anton. Pria itu menatap istrinya tajam.
"Ini rumah tangga kita, aku nggak mau melibatkan orang lain dalam masalah ini." Gracia menatap Brian tak kalah tajamnya.
"Kau tidak perlu mengemis padanya Salju! Walaupun aku tidak menjadi dokter, aku bisa menjadi seorang CEO, hanya saja selama ini aku tidak mau meneruskan usaha orang tuaku di Paris karena cita-citaku," ucap Anton.
"Tidak dokter, aku akan terus merasa bersalah jika ada korban dari akibat ke egoisan suamiku yang selalu memandang ku hina," ucap Gracia.
"Baiklah, aku tidak akan menyangkut pautkan masalah pribadi dengan kerjaan, tetapi sebagai hukumannya kau dipecat menjadi Dokter pribadi karena selama ini kau terlalu ikut campur dalam urusan pribadiku." Brian menatap Anton tajam.
"Terserah, aku tidak peduli." Anton memutar bola matanya malas.
"Jika masalah ini udah kelar, aku pulang duluan." Gracia melangkah meninggalkan tiga orang tersebut.
"Salju tunggu! Biarkan aku yang mengantar mu." Anton mengejar langkah Gracia.
"Salju? Lancang sekali dia memanggil istriku dengan sebutan lain." Brian mengepalkan tangannya.
Sebenarnya dari tadi Brian tidak terima istrinya lebih memilih membela orang lain dari pada dirinya. Hanya saja Brian diam karena takut dikira cemburu.
Brian dan Maudy menatap punggung Gracia yang melangkah menjauh. Ada rasa tak nyaman di hati keduanya karena telah menyakiti Gracia.
Maafkan aku Ci, tetapi maaf juga, aku tidak bisa mengalah padamu, aku yang lebih dulu mengenal Mas Brian, jadi aku yang ber hak memilikinya bukan kamu. Maudy membatin.
...💋💋💋💋💋...
...TBC...
Othor update lagi nih,
Jangan lupa dukungannya untuk Othor
Thank you 😍
Mmmuaaacchhh 😘