seorang gadis cantik bernama Aom Shusar Manaying adalah seorang agen kepercayaan pemerintah di negara ini... kemampuannya sudah tidak perlu diragukan lagi...
tapi kali ini ia benar-benar mendapatkan suatu misi yang sangat berat... misi untuk melumpuhkan mafia terkuat di negaranya itu...
***
seorang pemuda gagah berani yang tengah berdiri di sebuah dermaga tersenyum penuh arti setelah mendengar laporan dari anak buahnya
"Semua informasi telah saya sampaikan bos.. selanjutnya bagaimana bos?" tanyanya serius kepada laki-laki tampan yang ia panggil bos itu
"biarkan saja mereka mencobanya..." sahutnya dengan seringaian tajam yang terlukis di wajah tampannya itu...
Ya... dia adalah sang pimpinan mafia yang terkenal sangat kejam dan dingin kepada siapapun orang di dekatnya...
Lalu mampukah sang agen menaklukkannya? atau malah sebaliknya dia yang akan ditaklukkan oleh sang raja kegelapan ini?
jangan lupa stay tune guys...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tuina 24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keterbukaan Darinya...
"Selamat malam tuan... Semua hidangan sudah kami siapkan, sebentar lagi kami akan membawakannya ke dalam kamar anda.." ujar koki yang tadi di telpon oleh Kim dan beberapa pelayan lain yang ikut membantu penyajian makanannya
"Oke, aku tunggu di kamar" ujar Kim lalu berjalan menuju kamarnya, tapi setelah beberapa langkah ia sadar Aom tidak menuju kamar yang sama, saat Aom hendak masuk ke kamar yang sebelumnya pernah sekali ia tempati Kim menarik lembut tangannya,
"Mau kemana? Itu bukan kamar kita.." ucap Kim lalu menarik tangan mungil Aom menuju kamarnya
"Tapi ini kan kamarmu Kim.. seperti yang kamu bilang padaku waktu itu" ujar Aom dengan polosnya
"Ini kamar kita... Kamu istriku Aom, tidak mungkin aku melarangmu masuk ke dalam kamarku, ini kamar kita berdua" ujar Kim tersenyum dan membuka knop pintunya....
Saat masuk kedalam kamar Kim Aom melihat seluruh ruangan itu, baginya ini bukan sebuah kamar, terlalu luas disebut sebuah kamar...
Berbeda dengan kamar sebelahnya yang pernah ia tempati, kamar Kim memiliki sebuah balkon yang indah, dinding kaca tebal itu membuat siapapun yang berada di dalam kamar akan bisa menikmati indahnya pemandangan gemerlap lampu kota di malam hari...
Kim langsung melepaskan jasnya dan meletakkan jas itu di sandaran sofa kamarnya, ia melihat Aom yang sedang asik berdiri diluar menikmati pemandangan malam itu...
Ia mengambil lagi jasnya dan keluar menghampiri Aom lalu membalut tubuh Aom dengan jas itu agar tak terkena angin malam...
"Bukankah pemandangannya begitu menenangkan Aom? Aku sangat menyukainya..." Ucapnya sambil menarik Aom kedalam dekapannya
"Iya Kim... Aku sangat suka, apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?" Tanya Aom sambil bersandar di bahu Kim
"Tentu saja... Aom, kamu istriku.. jadi tidak ada yang bisa melarangmu sekarang" sahut Kim sambil mengusap pelan bahu Aom,
"apa ada sesuatu yang tidak pernah bisa kamu miliki selama ini Kim? Karena aku lihat selama ini seakan hidupmu selalu saja bisa mendapatkan apapun" tanya Aom sambil menikmati pemandangan malam hari yang begitu indah malam ini...
"Hmmmm...."
"Sebenarnya ada 2 hal yang tidak bisa aku miliki selama ini... Yang pertama kasih sayang dan cinta ibuku, yang kedua gadis yang menjadi cinta pertamaku..." Sahut Kim
Aom mendongakkan kepalanya melihat Kim dengan tatapan seakan penuh tanya, Kim tersenyum
"kenapa melihatku begitu huum?" tanya Kim lembut
"Kenapa bisa kamu tidak memiliki kasih sayang dan cinta ibumu sendiri Kim?" Tanya Aom, dari jarak sedekat ini Aom bisa melihat sedikit perubahan ekspresi Kim, yang tadinya tersenyum manis menjadi sedikit sayu
"maafkan aku jika aku menanyakan hal yang membuatmu tak nyaman Kim.." sesal Aom dan saat ia akan menjauhkan dirinya dari Kim, Kim kembali menariknya kedalam dekapannya
"tidak apa... Kamu berhak tau tentang apapun mengenai aku Aom.." Kim berdehem sebentar untuk menetralkan suaranya
"aku tidak pernah tau bagaimana sebenarnya wajah ibuku karena aku tidak pernah melihatnya secara langsung... Ibuku meninggal setelah ia melahirkanku dulu... aku tau ceritanya setelah ayah dan kakak menceritakannya saat aku sudah tumbuh dewasa.... Katanya ibu sangat menyayangiku sampai-sampai ia menangis bahagia saat melihatku lahir, tapi karena kondisi tubuhnya sangat lemah saat itu ia drop dan harus dirawat intensif di ICU dan akhirnya meninggal pada pagi hari berikutnyanya .. " ucap Kim lirih dan tersenyum kepada Aom,
Aom bisa melihat kesedihan yang tergambar jelas di wajah Kim malam ini, satu hal lagi yang membuatnya terkejut, karena di depan orang lain ia tidak pernah menunjukkan apapun isi hatinya...
"Dunianya pasti sangat berat.." batin Aom
"lalu bagaimana bisa kamu tidak bisa memiliki gadis yang menjadi cinta pertamamu Kim? Apa dia menolakmu?" Tanya Aom lagi, berusaha sedikit menghibur Kim agar tidak merasa sedih karena ia mengungkit tentang ibunya...
"Hmmm... Bukan seperti itu, jika aku mau mungkin aku sudah bisa membuatnya jatuh cinta padaku... tapi aku tidak pernah mendekatinya demi masa depannya..." Sahut Kim tertawa kecil
"hoiih sombongnya..." Ujar Aom memukul pelan lengan Kim.
"Tapi aku jujur... Aku tidak mendekatinya karena ia ingin menjadi seorang penegak keadilan ya... Polisi atau tentara begitu gitu... Nah sedangkan aku sudah pasti akan mewarisi ayahku, takdirku sudah pasti menjadi mafia dan selamanya menjalani jalan hidupku di dunia seperti ini..." sahut Kim
"Apa kamu takut nanti ia tidak akan menerimamu atau dia akan menjadi musuhmu kelak?" Goda Aom
"Aku tidak pernah takut akan hal-hal seperti itu... Aku hanya takut merusak masa depan yang ia impikan jika ia bersamaku, bukankah cinta tidak selalu harus memiliki Aom? Lebih indah melihat orang yang kita cintai bahagia daripada memaksanya menjadi milik kita" ungkap Kim
"Benarkah? Lalu siapa..."
Tok! tok! tok!
____________
jangan lupa tinggalkan like dan komennya guys...
karena like, kritik dan saran kalian sangat berarti untuk pembelajaran bagi author kedepannya...
lanjuuttttt..
jangan lama2 ya...
sukses sllu thoorrr.
lanjut trus ya sampe tamat
trus lanjut jg cerita ART di novel yg satunya 🥰🥰