NovelToon NovelToon
TEROR DI ALAS PURWO

TEROR DI ALAS PURWO

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Iblis / Kutukan / Hari Kiamat / Evolusi dan Mutasi / Pusaka Ajaib
Popularitas:20.3k
Nilai: 5
Nama Author: Siti H

Kisah sepuluh orang pecinta alam yang sedang melakukan wisata alam disebuah hutan untuk mengunjungi situs peninggalan purbakala di Goa Istana Alas Purwo yang dianggap sangat menantang.

Hutan Alas Purwo adalah salah satu hutan terangker di Indonesia, dimana dinyatakan sebagai salah satu gerbang menuju alam ghaib.

Akan tetapi, petualangan itu membawa mereka pada sebuah masalah, dimana tanpa sengaja, salah satu diantaranya mengambil sebuah benda purbakala dan kitab kuno yang membuat mereka harus mengalami hal mengerikan. Hal itu membuat mereka mengalami mutasi dan menjadi petaka yang mencekam.

Apakah mereka dapat terbebas dari semua itu? ikuti kisah selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kael-1

Sena menatap sosok sang raja dari dunia ghaib itu dengan tatapan sulit diartikan.

Ada sesuatu dalam matanya yang membuat sang gadis merasa yakin, perasaannya bukan sekadar hal biasa atau amarah sejenak pada selirnya.

Apakah ini kesempatan? Bisakah ia memanfaatkannya untuk membuka jalan keluar dari kutukan ini? Sena  harus menemukan cara agar mereka  bisa kembali ke dunia nyata, bebas dari belenggu yang menjerat. Tapi, bagaimana caranya? Pikiran ini terus berputar, berharap bahwa rasa suka yang dimiliki oleh sang Raja Kala Gemet terhadapnya yang ia sendiri tak tahu—entah apa namanya—bisa menjadi kunci pembebasan mereka kembali pulang.

Kala Gemet menoleh pelan ke arah sang gadis, senyumnya berbeda dari biasanya—seperti menyembunyikan sesuatu yang sulit diungkapkan. "Aku ingin kau segera mandi di sendang Srengenge. Bersihkan dirimu, dan aku menunggumu di kamar yang sudah kuhiasi dengan kelopak mawar merah," ucapnya singkat lalu berbalik, meninggalkan sang gadis bersama para dayang yang sedari tadi menemaninya.

Sena menatap punggung sang Raja yang mulai menjauh, hatinya terasa campur aduk. "Apa maksudnya dengan sendang Srengenge? Aku tahu legenda tentang air tersebut—konon siapa yang mencuci muka akan awet muda dan kecantikannya semakin terpancar. Tapi, apakah benar tempat itu sesuci itu, sampai sang Raja sendiri yang memintaku ke sana?" Sena terlihat sedang berfikir.

"Apakah aku harus percaya pada ceirta kemasyurannya? Tetapj aku memang butuh membersihkan diri, dan  sebaiknya aku harus segera ke sana" pikirnya dengan tanpa ragu.

Sena merasa jika suara hatinya  berkata jika ia harus pergi sana. Mungkin ini kesempatan untuk membuat  segala kotoran yang selama ini melekat, bukan hanya di tubuh, tapi juga di dalam jiwanya dapat dihilangkan.

Dengan langkah tanpa ragu, Sena pun berbalik meninggalkan ruangan tersebut, sementara bayangan kelopak mawar merah yang dikatakan oleh Raja Kala Gemet terbayang di pikirannya.

Sementara itu, Nathan menyelinap diantara rimbunan rumpun bambu, mengikuti langkah Kael yang saat ini sedang membawa pasokan makanan ke Goa Istana  untuk makan malam sang Raja.

Saat roda pedati berputar diantara gelapnya malam, Nathan menyusup masuk dan berada diantarawadah makanan yang berukuran cukup besar.

Sebuah kendi berisi minuman secang yang menyegarkan dan terbuat dari secang, jahe dan juga sereh yang akan dibawa ke pada raja masih terasa panas.

Nathan memanfaatkan wadah-wadah berukuran besar tersebut untuk menyembunyikan dirinya.

Dengan gerakan yang perlahan, ia menuju kearah kusir, dan disana Kael sedang mengatur tiga ekor sapi untuk berjalan sesuai arahannya.

Nathan menahan nafasnya. Ia tahu jika Kael tidak sebanding kekuatan dengannya. Sebab pemuda itu bukan lagi manusia yang utuh, tetapi setengah jiwanya sudah dikuasai oleh sosok lain.

Saat ia berhasil mendekat, Nathan menyergap dengan menggunakan lengannya, dan Kael yang menyadari sedang diserang melakukan perlawanan.

Nathan mencekik leher Kael, tetapi tenaga sosok itu jaih lebih kuat, mereka terlibat perkelahian dan baku hantam, hingga membuat keduanya terlempar dari atas gerobak pedati.

Braaaaak

Keduanya masih bergumul meskipun sudah berada diatas tanah, lalu melanjutkan pertikaiannya.

Kael berhasil membuat Nathan berada diposisi bawah, hingga membuat ia dengan mudah mencekik lawannya.

Hal itu semakin memperburuk keadaan Nathan, dan nafasnya terasa hampir terputus, dadanya terasa sesak, hingga tanpa sengaja, Nathan menemukan sebongkah batu berwarna hitam, lalu meraihnya, dan memukulnya dengan keras dibagian kepala Kael.

Taaaak

Benturan yang sangat kuat itu menimbulkan asap berwarna putih, lalu menyelimuti Kael yang saat ini sedang kesakitan.

Perlahan selarik cahaya berwarna hitam melesat keluar dari ujung kepalanya, dan menghilang.

Saat bersamaan, Kael tercengang, tetapi kondisi fisiknya masih seperti semula, setengah Siluman Kerbau.

"Nathan?" ucapnya dengan bingung.

"Sssst, diamlah. Dengarkan aku, kita harus keluar dari sini, kau harus membantuku untuk mematahkan mantranya, agar fisikmu kembali normal," bisiknya pada pemuda tersebut.

Kael menatap sayu. Ia menganggukkan kepalanya, lalu beranjak dari atas tubuh Nathan, dan membantu pemuda itu untuk bangkit dengan mengulurkan tangannya.

"Bagaimana caranya?" tanyanya, sembari menarik tubuh pemuda tersebut.

Keduanya tampak berdiskusi, lalu bersepakat.

*****

Dug dug dug dug

Suara derap langkah kaki kerbau yang dipacu cukup kencang melewati jalanan yang berdebu dan cukup gelap.

Langkahnya terhenti didepan sebuah bangunan istana yang terbuat dari bilah papan dan juga batu andesit sebagai penyanggahnya.

Tak hanya itu, terlihat beberapa pilar batu andesit yang dipahat dengan ukiran dan symbol-symbol kerajaan yang membuat kesan semakin kuat.

"Stop!" teriak salah satu penjaga yang menghadang gerobak pedati saat akan memasuki gerbang istana.

Kael menghentikan pedatinya. Lalu memperlihatkan kepada penjaga tentang siapa dirinya, yang mana merupakan salah satu anggota pengawal kerajaan yang dipercaya membawa makanan.

"Apa yang dibawa?" tanya seorang penjaga dalam rupa seekor biawak raksasa bertubuh manusia.

"Air secang, dan nasi rawon pesanan Raja," ia menjelaskan apa yang dibawanya.

Penjaga ingin memeriksanya, tetapi terdengar suara panggilan dari arah pintu gerbang. "Raja ingin segera makan malamnya dihantarkan." suara seseorang terdengar lantang, dan itu berasal dari Jhony yang sedang bertugas mengawal Raja.

Mendengar teriakan tersebut, membuat pengawal mengurungkan niatnya untuk memeriksa, lalu membiarkan Kael untuk melewati pos jaga.

Saat tiba didepan istana, Kael mengangkut kendi dan juga mangkuk dalam ukuran yang cukup besar masuk ke istana.

"Ayo." ajak Kael pada Nathan yang saat ini sedang menyamar menjadi salah satu dari pegawai istana.

Keduanya mengangkat kendi yang berisi air secang dan berguna untuk menghangatkan tubuh sang Raja.

"Ya," jawab Nathan, lalu mengangkat kendi itu bersama.

Saat mereka melintasi lorong, Nathan memperhatikan setiap detailnya. Ia harus menemukan lorong yang gelap, tanpa pencahayaan obor ataupun pelita.

Keduanya berjalan menyusuri lorong. Terlihat sebuah ruangan tempat tawanan para janda muda yang dihuni cukup banyak orang.

Terdengar suara isak tangisan dari mereka yang tak sudi untuk melayani sang Raja, sebab merasa diperbudak.

Sedangkan ruang disebelahnya, terdapat tawanan para gadis, dan disana ada juga para remaja.

Nathan masih memperhatikan setiap dindingnya untuk mencari petunjuk, dan mereka tiba didepan ruang kamar sang Raja, tetapi ia belum juga menemukan lorong yang gelap tersebut.

Saat bersamaan, pintu terbuka, dan seorang gadis berdiri diambang pintu.

"Nathan?" ucap sang gadis, yang tak lain adalah Naura, nadanya sangat lirih, seolah tak ingin didengar oleh sang Raja yang saat ini sedang menanti kehadiran Sena.

"Sssstttss..." Nathan meletakkan jemari telunjuknya di depan bibir, dengan isyarat agar gadis itu diam.

Gadis itu mengangguk patuh, lalu beranjak keluar.

Saat mereka berpapasan, Nathan menyelipkan selembar daun pisang dalam ukuran kecil yang sudah ia persiapkan sebelumnya.

Sebenarnya itu akan ia berikan kepada Sena, tetapi karena Naura yang ia jumpai, maka ia memberikannya pada gadis itu.

1
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
lah kk siti knp di gantung ya ahhh g rela dehh
V3
hahaha ..... si Gemet kta nya punya tongkat gak seberapa besar tp dh lelaguan ja gila wadonan 🤣🤣
V3
bujug busrak ..... dh telentang ja tuh si Gemet ,,, mna tuh tongkat nya dh berdiri 🤣🤣🤣
neni nuraeni
jreng... jreng... aku Yo deg... deg.. ser,,, ikutan cpe aku bcanya,, lnjut thor
renjani
hebat thor👍 bisa membawaku seakan ikut war didlm y 👍👍 sampai menahan sesak ingin cepat sampai kebatu besar...semangat thor💪 jaga kesehatan👍
Desyi Alawiyah
Ah, berhasil ngga yah Alessa menemukan kitab itu? Semoga saja berhasil...

Lanjut kak Author, semangat... 💪💪
Arinda Fira
akhirnya dunia nyata muncul
Arinda Fira
memannya bisa dipertanggung jwbkan
Arinda Fira
semudah itu terbukanya?
Arinda Fira
baguslah sang raja tertidur
Arinda Fira
kepala adalah kelemahan para mutasi.
Desyi Alawiyah
Wah, udah sebulan lamanya mereka hilang, dan sekarang belum ketemu juga..

Semoga kitab kuno segera ditemukan, jadi Sena dan yang lain bisa pulang dengan selamat ke rumah mereka masing-masing... 😙
🌹Widian,🧕🧕🌹
deg-degan nih bacanya 😬
Arinda Fira
hah raja bisa terkecoh🤣
Arinda Fira
Aduh
Ayuk Witanto
tinggal nyari tulisan kunonya
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
kira2 bisa nemu g ya
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎: hiiiiii ulooooo
total 2 replies
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
wuuuhh ekor nya lgsg di patahkanndan di hujam belati pas jantung nya ya 🤔
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎: sukses nya belakangan mbk ning
nnti adain syukuran deh
total 4 replies
neni nuraeni
weeeh seruuu lah lnjuut
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
aq wis deg deg an eee
untung wae lagsg crassss tesss tess tess ehh darah nya bukan merah ges apa mgkin darah nya biru 🙈🙈🙈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!