NovelToon NovelToon
Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Tamat / System / Militer
Popularitas:5.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Dyoka

Seno adalah seorang anak petani yang berkuliah di Kota. Ketika sudah di semester akhir, ia menerima kabar buruk. Kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan bus.

Sebagai satu-satunya laki-laki di keluarganya, Seno lebih memilih menghentikan pendidikannya untuk mencari nafkah. Ia masih memiliki dua orang adik yang bersekolah dan membutuhkan biaya banyak.

Karena dirinya tidak memiliki ijasah, Seno tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi. Mengandalkan ijasah SMA-nya pun tidak jauh berbeda. Maka dari itu, Seno lebih memilih mengelola lahan yang ditinggalkan mendiang kedua orang tuanya.

Ketika Seno mulai menggarap ladang mereka, sebuah kejutan menantinya.

----

“Apa ini satu buah wortel dihargai tujuh puluh ribu.” Ucap seorang warganet.

“Mahal sekali, melon saja harga lima puluh ribu per gramnya. Ini bukan niat jualan namanya tapi merampok.” Ucap warganet yang lainnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyoka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PH 27 Manfaat Brokoli (Revisi)

“Din maaf ya aku udah ngomong kek gitu tadi. Aku nggak suka aja ada cowok yang maksa cewek buat jalan dengan cara kek gitu. Apalagi dia pake bawa-bawa kekayaan keluarga. Risih saja aku tuh. Duit juga bukan duitnya tapi sombongnya kek gitu.”

“Lalu, aku juga minta maaf soal ucapanku yang bilang akan menjadikan Kamu sebagai pacar dalam waktu dekat ini. Aku keceplosan aja. Mungkin Kamu risih dengarnya, karena Kamu mungkin nggak memilki pikiran ke arah sana denganku.” Jelas Seno ketika mereka baru saja duduk di salah satu kafe.

Dina sedikit kecewa mendengar ucapan Seno barusan. Ia kira Seno memiliki perasaan suka kepadanya. Ternyata ia hanya keceplosan bicara seperti itu.

“Ah nggak masalah aku tahu Kamu bicara seperti itu buat bantu aku lepas dari Irfan. Aku ngerti kok. Tapi makasih ya udah bantuin aku. Meski aku bisa mengatasi dia tanpa bantuanmu, tetapi Kamu mau membantuku.” Jelas Dina.

Seno lalu menghembuskan nafas panjang lalu memandang lekat ke arah mata Dina. Ia lalu berbicara cukup serius kepada Dina. Seno harus memberikan penjelasan ini agar Dina tidak salah paham denannya. Bisa jadi perempuan itu salah dalam mengartikan ucapannya barusan.

“Kalo boleh jujur Din, sekarang memang aku nggak ada rasa apa pun kepada Kamu. Tetapi, aku mencoba mendekatimu dan lebih mengenal siapa Kamu sebenarnya. Mungkin kita memang sudah saling mengenal cukup lama. Tetapi kita hanya saling kenal sebatas teman.”

“Jika memang pada akhirnya Kamu memang orang yang tepat untukku, maka aku akan menjadikan kamu pacarku. Tetapi tidak sekarang.

“Lalu, jika Kamu tidak suka dengan apa yang aku lakukan ini, Kamu tinggal bilang padaku maka aku akan mundur. Mungkin Kamu risih dengan apa yang aku lakukan atau kamu sudah mempunyai orang lain yang kamu sukai.” Jelas Seno.

Seno berniat melakukan hal ini karena ia tidak mau langsung berpacaran dengan Dina meskipun ia tertarik kepada perempuan itu. Hal itu karena Seno tidak mau mengulangi kesalahan yang sama.

Sebelumnya, dirinya tertarik dengan seorang perempuan dan langsung memacarainya. Memang makin lama perasaan tumbuh di antara keduanya. Tetapi, Seno belum benar-benar mengenal siapa Raisa sebenarnya. Jika ia tahu, pasti Seno tidak akan memacari perempuan itu.

Maka dari itu, sekarang Seno ingin mengenal lebih dekat dulu siapa sebenarnya Dina. Jika Dina sesuai dengan kriteria perempuan pilihannya, maka tidak masalah bagi Seno memulai hubungan dengan perempuan itu.

Sebelum orang tuanya meninggal, Seno memiliki pemikiran untuk menikah setelah berusia dua puluh lima tahun. Ketika orang tuanya meninggal, Seno berniat mengurungkan rencananya itu. Itu karena Seno tidak yakin bahwa dirinya bisa menafkahi kedua adik dan juga istrinya kelak.

Tetapi, setelah mendapatkan sistem, Seno kembali pada pemikiran sebelumnya. Dengan pendapatannya yang sekarang, jelas Seno mampu memafkahi kedua adiknya beserta istrinya.

Seno memiliki target menikah di umur itu karena ia tidak mau memiliki jarak terlampau jauh dengan anak-anaknya nanti. Seno masih ingin bisa berlari bersama dengan anak laki-lakinya tanpa merasa cepat lelah. Masih ingin bisa mengangkat putri mereka tanpa perlu merasakan sakit dipunggungnya.

Maka dari itu, ketika memilih pacar sekarang ini, Seno memikirkan apakah ia mau menjadikan perempuan tersebut sebagai istrinya atau tidak. Ia tidak waktunya ia habiskan dengan mencoba memacari satu perempuan lalu pindah ke perempuan lain.

….

Mendengar penjelasan Seno, Dina sedikit tertegun. Ternyata dia salah mengartikan ucapan Seno barusan.

“Aku tidak sedang menyukai seseorang, dan aku juga tidak mempunyai pacar. Aku rasa tidak masalah jika Kamu ingin mulai mengenalku lebih jauh lagi, aku akan memberimu kesempatan untuk melakukannya. Aku tidak akan merasa risih jadi Kamu tenang aja.”

Dina rasa Seno adalah tipenya. Laki-laki ini pekerja keras dan tidak menyerah. Orang seperti Seno adalah laki-laki yang tahan banting dengan masalah yang ada. Seno juga merupakan orang yang bertanggung jawab di mata Dina.

“Makasih udah kasih aku kesempatan buat mengenal kamu lebih dekat lagi. Setelah ini, ikut aku ke toko parfum. Aku akan membelikanmu hadiah karena Kamu sudah membantuku mendapatkan booth dengan lokasi strategis.”

“Eh nggak usah. Nggak masalah buatku bantuin Kamu kayak gitu. Lagian, Kamu juga bayar sendiri bukan booth tersebut. Jadi, Kamu nggak perlu kasih aku apa-apa. Itu semua karena kerja kerasmu sendiri.” Jelas Dina.

“Tetap aja aku akan beliin kamu parfum sebagai rasa terima kasihku. Jadi Kamu nggak perlu menolaknya lagi.”

Setelah dari makan siang bersama di kafe tersebut, Seno memaksa membelikan parfum untuk Dina. Meski masih tetap menolak, pada akhirnya Seno membelikan perempuan tersebut sebuah parfum dengan harga lima ratus ribu itu.

Dengan berat hati Dina menerima pemberian Seno itu. Perempuan itu lalu bertekad untuk membelikan Seno sebuah hadiah dengan harga yang setara atau melebihi yang Seno berikan.

Jika Dina tidak salah ingat, tiga bulan lagi Seno berulang tahun. Jadi, itu adalah saat yang tepat untuk mengembalikan pemberian Seno ini dalam bentuk lainnya.

*****

Seharian kemarin Seno menghabiskan waktunya bersama dengan Dina. Kini laki-laki itu harus kembali kepada aktifitas rutinnya di rumah. Sebelum matahari muncul Seno sudah melatih fisiknya. Sekarang ia merasa jauh lebih bugar daripada sebelumnya.

Setelah berolahraga, Seno kemudian membuat sarapan. Kali ini ia memakai brokoli yang hanya tersisa satu buah saja. Ketika mengiris sayuran miliknya, tanpa sengaja jari tangan Seno terkena pisau.

Seno sudah siap melihat tangannya berdarah karena hal itu. Tetapi, ia sama sekali tidak melihat satu tetes pun darah yang keluar dari jari tangannya tersebut. Yang Seno lihat hanyalah sebuah garis tipis berwarna merah. Itu adalah tempat di mana pisau yang ia pakai menggores jarinya.

“Eh tidak berdarah? Padahal pisau ini cukup tajam. Katika aku pakai berjualan kentang saja pisau ini sudah melukaiku. Bagaimana mungkin sekarang ini hanya ada goresan merah di jariku?” Tanya Seno pada dirinya sendiri.

Laki-laki itu cukup heran dengan temuannya ini. Lalu, tiba-tiba saja Seno teringat brokoli yang ia makan kemarin. Ketika memanen brokoli itu, Seno ingat bahwa brokoli ini membantu meningkatkan kekebalan tubuh.

Awalnya Seno mengira kata-kata itu merujuk pada kekebalan tubuh agar manusia bisa tahan terhadap penyakit dan virus. Ternyata pemikiran Seno itu salah. Kekebalan tubuh yang dimaksud dalam hal ini adalah tubuh yang kebal terhadap benda tajam.

[Selamat Host sudah mengetahui manfaat sebenarnya dari brokoli ini]

[Brokoli ini memang bisa membantu Host memiliki tubuh kebal terhadap senjata tajam]

“Benarkah hal itu sistem? Seberapa jauh kekebalan yang aku terima?” Tanya Seno sembari menatap jarinya yang masih menunjukkan garis merah.

Jika satu buah brokoli bisa membuat tubuhnya kebal seperti ini, berarti jika Seno memakan brokoli dalam jumlah banyak maka bisa saja dirinya tetap hidup ketika ada orang yang mencoba menusuk dirinya. Ini adalah sebuah mekanisme perlindungan diri yang cukup hebat.

[Itu tergantung dengan jumlah brokoli yang Host konsumsi]

[Semakin banyak brokoli yang Host makan, semakin tinggi pula kekebalan tubuh milik Host]

“Apakah itu juga termasuk dengan peluru dari senjata api? Bisakah tubuhku nanti kebal juga dari senjata api?” Tanya Seno penasaran.

[Tentu saja Host]

[Tetapi, untuk bisa kebal dari senjata api, Host perlu memakan dalam jumlah banyak]

[Sedikitnya seribu buah brokoli untuk bisa mulai mendapatkan tubuh yang kebal dari peluru senjata api]

Penjelasan sistem tersebut cukup mengejutkan bagi Seno. Jika memang manusia bisa memiliki tubuh yang kebal dari peluru senjata api, otomatis seseorang bisa melakukan apa pun yang ia mau. Ia tidak akan takut ditembak oleh pihak berwajib.

Lalu, jika ini dikonsumsi oleh sebuah pasukan khusus, maka mereka bisa memiliki tubuh kebal yang tidak takut peluru dalam peperangan. Ini berarti, jumlah korban yang berguguran dalam peperangan akan berkurang derastis.

Seno yang awalnya senang dengan hal ini, tiba-tiba saja berkeringat dingin. Hal ini karena sayurannya ini bukan hanya menjadi sayuran yang menyehatkan tubuh saja, tetapi sudah berubah menjadi senjata militer.

Seno tidak masalah menyerahkan beberapa sayuran kepada tentara negaranya, tetapi jika ada pihak lain yang mengetahuinya, itu malah akan membahayakan dirinya dan keluarganya.

Apalagi, dunia ini tidak seaman itu. Masih banyak peperangan di batas-batas negara. Belum lagi adanya kelompok ******* yang ingin menggulingkan sebuah kekuasaan negara dan menggantinya dengan kekuasaan baru.

“Sepertinya, aku tidak bisa seenaknya menjual sayur khusus ini begitu saja. Meskipun aku bisa mendapatkan uang banyak dengan menjual sayur-sayur khusus itu, tetapi jika itu membahayakan nyawa keluargaku, aku tidak akan melakukannya.” Gumam Seno dalam hati.

1
Eda Eda
👍
Sampah Satu
semangaaat
Anonymous
Cerita konyolnya ini…mana ada dizaman hukum sudah berjalan orang bisa berbuat seenaknya….dasar author kotor otaknya….
Anonymous
Author begho taiklah….bikin cerita kok kek gini dasar
Sampah Satu: bagus kok ceritanya. ada bagian realistisnya
total 1 replies
acid
lagi dan lagi.. kalimat yang paling kubenci...
Go Anang
Luar biasa
Khasna
sayangnya cuma Seno yang bisa mengalahkan inti dimensi itu.....🤭🤭
Pi Man
alah rj banyak bacot
Pi Man
alah bacot kau yuce
Pi Man
author peak atau gimana sih , ya kali kekuatan segitu gitu aja , padahal udh beberapa kali dapat poin kekuatan
Pi Man
jual lah brokoli ke militer
Pi Man
kalah sama kangkung wkwkwk
Khasna
siap² aja jadi tawanan 🤣🤣
Khasna
🤣🤣🤣 kecebong yang meresahkan...
Khasna
perjuangan Seno untuk calon keluarga SenDiRa (Seno Dina miRanda) 💪💪🥰🥰
S.NK.W❇️
bukannya kebun sama lebahnya level 7??....
Travel Diaryska
udah bagus2 cewe nya 1 dina aja, malah ditambahin mira hadehh
Elok Fauziah
Aduh ceroboh seno
Elok Fauziah
sebesar kalkun mungkin atau bahkan sebesar burung unta
Jai Nuri
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!