“Damian, ah, jangan...”
"Itu geli, jangan seperti itu."
Arissa berdiri di depan ruangan kantor direktur Miracle group, dia mendengar suara Damian suaminya yang sedang bermesraan dengan wanita lain di dalam ruangan itu, suara manja wanita yang tengah bersama dengan suaminya itu seperti belati tajam yang menghujam jantungnya.
“Nyonya, direktur sekarang sedang sibuk, nanti akan saya sampaikan jika nyonya datang mengunjunginya...” Asisten pribadi Damian, Remi dengan wajah canggung dan penuh simpati menatap Arissa.
"Damian apa yang kamu...." Belum sempat Arissa menyelesaikan ucapannya, mulutnya sudah di bekap oleh bibir Damian.
Ciuman Damian kali ini lebih kasar dari sebelumnya. Seperti hendak menelan Arissa bulat-bulat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EP: 15
Nada dering ponselnya yang terus berbunyi membangun Arissa dari tidurnya yang begitu nyenyak.
Siapa sih yang nelpon sepagi ini?
Arissa mengambil ponselnya yang ada di atas meja kamar.
Mengusap-usap matanya yang masih terasa berat.
Dengan pandangan yang masih sedikit buram, Arissa melihat layar ponselnya, dan mendapati jika panggilan yang masuk adalah nomor baru.
Tapi, karena takut itu panggilan penting, mungkin saja Brian yang menghubungi dengan nomor yang tak di kenal.
"Halo.." Arissa menjawab panggilan masuk itu.
"Ternyata tidurmu sangat nyenyak ya, rubah kecil?" Suara Damian terdengar dari seberang sana. Suara berat dan dalam.
Rubah kecil?
Kamu yang rubah, rubah jantan yang menyebalkan!!! Geram Arissa dalam hati.
"Darimana kamu mendapatkan nomorku?" Tanya Arissa, karena seingatnya, dia tidak pernah memberikan nomor ponselnya pada pria itu.
"Mendapatkan nomor ponselmu, itu hanya hal yang mudah bagiku Arissa." Jawab Damian membanggakan diri tentang kuasanya.
Ya, Arissa lupa, Damian adalah direktur yang berkuasa yang bisa melakukan dan mendapatkan apapun keinginannya.
"Ada apa? Pak direktur Damian? Anda tidak mungkin menghubungi saya hanya untuk menanyakan apakah saya semalam tidur dengan nyenyak kan?" Arissa kembali berbicara dengan formal pada Damian.
"Tentu saja tidak, aku ingin mengundangmu menonton pertunjukan." Kata Damian.
“Aku tidak punya waktu.” Arissa langsung menolaknya.
"Kamu mau datang sendiri atau mau aku datang menjemputmu?" Di sana mata Damian menyipit. Nada suaranya terdengar rendah.
"Aku tidak mau pergi, aku tidak mau menonton pertunjukan apapun itu!" Ujar Arissa dengan emosi.
Damian memang adalah orang yang sangat pintar merusak moodnya di pagi hari.
"Arissa, aku memberimu satu kesempatan lagi, kamu mau datang sendiri atau aku akan menyuruh orang untuk membawamu kesini?" Pertanyaan itu terdengar seperti ancaman bagi Arissa, meskipun suara Damian tidak terdengar mengintimidasi.
Damian! Arissa geram menahan emosi dengan sikap bossy Damian yang seenak jidat padanya.
Arissa seperti tidak punya hak untuk menolak.
Damian, kamu sungguh pria yang busuk dan angkuh!
"Aku akan datang." Arissa mengigit bibir bawahnya kesal lalu langsung menutup panggilan Damian tanpa memberi pria itu kesempatan untuk bicara lagi.
......................
Jalanan ibu kota yang macet membuat Arissa terlambat satu jam sampai ke alamat yang di berikan oleh Damian.
"Naik." Kata Damian memerintah Arissa saat dia melihatnya sampai, dia bahkan tidak menanyakan kenapa Arissa terlambat.
Arissa tidak berani menantang, dia takut jika pria itu hilang kesabarannya lagi, Arissa dengan patuh masuk ke dalam mobil meskipun sebenarnya dia sangat ingin memaki pria itu, kalau ingin naik mobil kenapa tidak menjemputnya saja tadi, harusnya, pria itu tetap memaksa menjemputnya meskipun dia menolak!
Arissa duduk dengan menjaga jarak duduknya dengan Damian. Kali ini keduanya duduk di kursi penumpang dengan supir yang membawa mobil itu.
"Kenapa naik taksi? Bukankah semalam kamu membawa mobilku?" Tanya Damian.
Mobil? Astaga! Bagaimana bisa dia lupa!
Dasar! Kenapa kamu tidak mengingatkanku tadi?!
"Aku tidak ingat." Jawab Arissa.
Mendengar jawaban Arissa membuat Damian mendengus dengan kaki yang di silangkan dan tangan memencet pelipisnya.
Dia tidak menyangka jika perempuan yang di sukanya itu se-pelupa itu.
Di perjalanan keduanya hanya diam membisu, kali ini Damian tidak bicara atau menuntut apapun. Jadi, dengan senang hati, Arissa juga ikut diam sambil membuang pandangannya keluar jendela mobil.
Supir menghentikan mobil di satu vila di pinggiran kota. Sepertinya sudah sampai di tempat yang di tuju.
Arissa menatap Damian, Apa tujuannya membawanya tempat ini?
Damian yang turun terlebih dulu, membukakan pintu mobil untuk Arissa.
"Kenapa membawaku kesini?" Hanya Arissa was-was. Takut jika pria itu berbuat sesuatu yang tidak di inginkan padanya.
Damian langsing masuk ke dalam vila tanpa menjawab Arissa.
Arissa mendecak pelan, dia tidak bertanya lagi, lalu mengikuti langkah Damian.
Sampai di dalam vila, Damian memasuki ruang bawa tanah yang ada di vila. Arissa yang sudah resah hanya bisa ikut dengan takut-takut.
Alangkah terkejutnya Arissa saat sampai di ruang bawah tanah itu. Jantungnya seperti akan lepas bersama dengan nafasnya yang terhenti sebentar melihat sesuatu yang mengagetkan.
Wajahnya langsung menjadi pucat pasi, matanya yang ketakutan menatap Damian. Rasanya saat ini dia ingin segera melarikan diri dari tempat itu.
Damian yang melihat Arissa seperti akan jadi langsung mengulurkan tangannya menarik pinggang Arissa.
Di sana seorang wanita sedang digantung, di sekujur tubuhnya penuh luka, dari sela-sela bibirnya, ada noda darah di sana.
"Apa yang kamu lakukan! Kenapa membawaku ke tempat ini?!" Arissa gemetaran.
"Perempuan ini awalnya adalah sekretaris ku, dan dia adalah orang yang memasukkan obat ke dalam minumanku." Ujar Damian menatap perempuan yang digantung itu.
"Lalu? Apa hubungannya denganku?" Arissa tidak mengerti kenapa Damian membawanya ketempat itu dan membuatnya melihat hal itu.
Atau apa Damian sengaja agar dia jadi lebih patuh lagi?
"Nanti kamu akan tahu." Ujar Damian tidak menjelaskan kenapa dia membawa Arissa dan membuat Arissa melihat penyiksaan yang dia lakukan pada mantan sekretarisnya itu.
Arissa kini diam, dia sudah tidak bisa berkata-kata lagi.
Arissa membuang pandangannya dari perempuan itu, dia sangat takut dan tidak tega melihat perempuan itu.
Damian begitu puas melihat respon Arissa. senyum mengambang di wajahnya.
"Arissa, kamu sebaiknya jangan pernah membohongiku, karena kalau sampai kamu membohongiku, semua yang terjadi pada perempuan itu, itu akan terjadi juga padamu."
Arissa bergidik ngeri mendengar penuturan menyeramkan itu dari mulut Damian.
Apakah mungkin nasibnya akan sama dengan perempuan itu jika Damian tahu kebenarannya? Kebenaran jika dia adalah istri yang sangat di benci?
Atau? Apa mungkin Damian sudah tahu sesuatu tentang dirinya, karena itu, pria itu membawanya ke tempat itu dan melihat perempuan yang di siksa itu?
Semua pertanyaan itu terus terputar di otak Arissa. Dan, itu membuatnya semakin ketakutan.
Arissa tidak berani memikirkan lebih jauh lagi tentang apa yang akan Damian lakukan jika mengetahui identitasnya.
Dan di saat yang genting itu, di saat Arissa berkecamuk dengan pemikirannya...
Ponsel Arissa tiba-tiba berdering, reflek Arissa mengeluarkan ponselnya dengan cepat karena takut Damian terganggu oleh suara deringan ponselnya.
Arissa menatap layar ponselnya, dan seketika matanya membulat.
Matilah dia, ternyata itu telepon dari papa Richard!!
Bagaimana ini?
Angkat atau tidak? Bingung Arissa.
"Siapa?" Suara Damian bertanya.
Mendapatkan pertanyaan dari Damian membuat Arissa terkejut hingga tangannya menjadi gemetar dan membuat ponselnya terjatuh lepas dari tangannya.
Damian yang melihat ekspresi ketakutan Arissa menjadi curiga.
Dia bersiap akan mengambil ponsel dari Arissa.
Melihat itu, Arissa begitu ketakutan, takut jika Damian melihat nama penelpon yang tertera di layar ponselnya.
Jika Damian sampai melihatnya, tamat sudah riwayatnya. Identitasnya pasti akan terbongkar
...****************...
Selamat membaca untuk kalian. Jangan lupa support author dengan like, komen dan vote ya, dan tolong berikan bintang 5. Terima kasih semuanya.
kita ikuti
ceritanya thor
apakah dirimu lagi sibuk?
semoga author sehat " ya
🙏🙏🙏
di tunggu up nya...
bersatu lagi thor
bikin sebucin bucinnya
mereka ber 2
lanjut thor ceritanya
semoga iya biar terkejut