Kamu punya segalanya dalam dirimu. Kamu punya hal paling mulia, yaitu "Perasaan Bahagia". Tak usah berharap pada seorang laki-laki untuk membuat hidupmu bahagia. Karena itu banyak wanita melakukan kesalahan. Temukanlah kebahagiaan pada dirimu sendiri #A.C
"Sekarang yang paling Aku benci adalah diriku sendiri. Terhadap pria sepertimu, Kenapa Aku menyerahkan seluruh hati dan jiwaku hanya untuk dipermainkan berkali-kali. Padahal sepatah katapun, Aku tidak pernah mendengar Kau berkata mencintaiku" (Fani, 21 Tahun, mahasiswa tingkat akhir)
"Dasar, Bodoh ! Kau selalu bilang pada siapapun kalau Aku tidak mencintaimu ya ? Bagaimana bisa, setiap orang mengetahui kalau Aku mencintaimu, tetapi Kau sendiri tidak menyadarinya" (Rendi, 29 Tahun, Presiden Direktur)
Disini ada dua cerita. Jadi, kalau enggak suka season 1 boleh langsung loncat baca ke season 2.
Novel begenre romantis komedi ini, mengangkat kisah tentang dua insan yang saling membenci, seiring berjalannya waktu mereka saling memberi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Citoz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Diterima Kerja
Salah satu direksi yang duduk dihadapannya bertanya kepada fani.
"Kenapa anda memakai sandal jepit saat wawancara ? bukankah itu tidak sopan? dimana sepatumu? " tanyanya.
"Maaf pak, tadi saya datang kesini memakai sepatu. Karena ada alasan mendesak saya terpaksa memakai sandal ini" ucap fani.
"Alasan mendesak apa ? bisa kau jelaskan detailnya ?" tanya bapak itu lagi.
Fani terdiam sebentar.
"Maaf pak alasan pribadi, aku tidak bisa menjelaskannya" ucap fani.
Ya, semenjak mengenal rendi. Dia belajar banyak dari rendi bahwa memberi seseorang itu harus dilakukan tanpa pamrih. Tanpa ada orang yang tahu kebaikan yang telah kita beri. Tanpa perlu mengumbarnya ke sana kemari.
Vino menatapnya. Dia tiba - tiba teringat sesuatu.
Oh.. jadi sepatu yang dipakai nenek itu adalah sepatu gadis ini ! Dan dia bersikeras tidak mau menceritakannya.. lumayan menarik !
"Kau tidak lihat sainganmu diluar ? mereka yang diwawancara sebelum kamu sangat memperhatikan penampilan. Mereka mengenakan sepatu sebagaimana mestinya" ucap wanita yang duduk dikursi paling ujung dihadapannya.
Vino yang tau betul alasan fani memakai sandal tiba - tiba buka suara.
"Sudah ! cukup ! hanya masalah sandal kan? tidak perlu dibahas lagi. Sekarang mari kita lihat kemampuannya. Bagaimana dia menjawab pertanyaan mengenai pekerjaan sekretaris ini !" ucap vino.
Semua direksi penguji diam seketika. Mereka sangat heran kepada presdir mereka yang biasanya sangat mengutamakan kerapian dalam penampilan karyawannya malah memberi kelonggaran pada gadis dihadapan mereka ini.
Akhirnya mau tak mau mereka harus mengikuti perintah atasan mereka. Mereka mulai mengajukan pertanyaan satu persatu mengenai pekerjaan sekretaris mulai dari bagaimana cara mengatasi kendala - kendala yang akan dialami beserta tugas - tugas pokoknya. Vino hanya diam mengamati fani yang menjawab semua pertanyaan dengan cekatan.
"Baik nona fani. Silahkan tunggu diluar bersama yang lain untuk menunggu hasil keputusannya" ucap salah satu direksi.
"Baik pak. Terima kasih !" ucap fani yang melangkah keluar.
Setelah menunggu sekitar 20 menit, akhirnya Semua para peserta wawancara dipersilahkan masuk kembali ke ruangan wawancara. Salah satu direksi akan mengumumkan yang terpilih sebagai sekretaris presdir.
"Baiklah, untuk ini kami akan mengumumkan siapa yang akan terpilih menjadi sekretaris presdir. Disini sekretaris presdir ada tiga. yaitu dua sekretaris perempuan yang akan menghandle pekerjaan kantor. Satu sekretaris pribadi pak vino yaitu pak jay yang baru saja izin untuk cuti menikah. Jadi kalian akan menemani dan membantu nona Zia sebagai sekretaris pak vino. Mohon maaf bagi peserta interview yang belum memenuhi kriteria perusahaan kami dan selamat untuk yang terpilih selamat bergabung di Samudra group nona Fania Rafiqah" ucap petugas interview.
"Terima kasih semuanya !" ucap fani dengan mata berbinar.
Alhamdulillah !
********
Flashback On*
Setelah fani keluar ruangan. Seluruh direksi dan presdir samudra group menyeleksi pegawai yang akan diterima sebagai sekretaris baru.
"Kalau menurut nilai hasil wawancara sih yang paling tinggi memang nona fania rafiqah, tetapi untuk penampilan dia kurang menunjang dan terlihat biasa saja. Banyak peserta lainnya yang lebih cantik darinya. Bagaimana kalau kita ambil nilai tertinggi kedua yang terpilih sebagai sekretaris baru ?" ucap salah satu direksi.
"Ya, aku setuju" ucap direksi yang lainnya.
"Tetapi keputusan tetap ada pada pak vino. Bagaimana pak menurut anda ? Apakah setuju kita memilih nona pramitha sebagai peraih nilai tertinggi kedua yang akan menjadi sekretaris baru anda ?" tanya salah satu direksi.
Vino merenung terdiam sebentar. Dia kelihatan sedang berfikir serius.
"Pilih Fania Rafiqah sebagai sekretaris baruku. Tidak ada tawar menawar lagi !" ucap vino tegas.
*********
Mentari pagi mulai menampakkan sinarnya kembali. Fani bangun pagi dengan penuh semangat. Dia langsung mandi dan berpakaian yang rapi. Ini awal baru baginya menjadi seorang karyawan perusahaan. Dia tidak menyangka akan mendapat pekerjaan secepat itu. Maka dari itu dia bertekad tidak akan memberikan kesan pertama yang buruk di hari pertamanya bekerja dengan cara tidak datang terlambat.
"Yapp, sudah beres semua !" katanya berbicara sendiri memandang cermin sambil merapikan bajunya.
"Fani ayo sarapan dulu sekarang" teriak nenek di meja makan.
"Ok nek !" fani datang menghampiri meja makan. Dia mencomot donat buatan neneknya dan kue - kue yang ada diatas meja satu - persatu.
Selesai meminum teh hangat, fani sudah bersiap - siap mengangkat box - box plastik kue yang digunakan untuk menitipkan kue di toko langganan mereka. Tapi nenek menghentikannya.
"Mulai sekarang jangan mengantar kue lagi. Kamu kan sudah mulai kerja. Takut tidak keburu ntar. Jadi nenek sudah menitipkan ini sama pak udin tetangga kita. Dia yang akan mengantar box - box ini karena memang kerjaannya mengojek " ucap nenek
"Nenek fani ga keberatan kok. Fani masih bisa mengantar kue - kue ini " ucap fani.
"Sudah jangan membantah kata orang tua. Sekarang kamu siap - siap ngantor sana. Sudah sarapan kan ?" tanya nenek.
"Sudah nek. Baiklah kalau begitu fani berangkat dulu ya nek " ucap fani sambil menyalami nenek.
"Hati - hati dijalan sayang" ucap nenek.
**********
Sementara di perusahaan Mandala Group. Nisa sedang sibuk berkutat dengan laptop dihadapannya. Dia sedang sibuk membuat laporan perencanaan untuk proyek baru. Nisa memang lebih dulu mulai bekerja daripada fani. Dia sudah 3hari ini bekerja diperusahaan mandala group.
Ah, akhirnya selesai juga diketik. Tinggal minta tanda tangan pak presdir saja
"Mbak susi, pak rendi sudah pulang belum ya dari australia. Soalnya mau minta tanda tangannya buat laporan ini" ucap nisa.
"Belum kayaknya nis. Tadi pak robi ke ruangannya mau minta tanda tangan juga, tetapi ruangannya masih kosong. Kamu titip sama selly atau ga vina sekretarisnya. Banyak berkas yang belum ditandatangani pak rendi dititip disana dulu" ucap mbak susi.
"Ok deh mbak !" jawab nisa.
Drrrtt..drtt.. Tiba - tiba handphone nisa berdering.
Dia membuka handphonenya dan membaca pesan whatsapp yang masuk.
Sore ini aku jemput ya, aku mau mengajak makan malam. Jangan bilang tidak bisa, kamu sudah janji waktu itu !
Nisa tersenyum membaca pesan dari riko.
Makan dimana ?
Sebuah pesan balasan masuk kembali.
Di Neon resto dan cafe
Oh.. itukan cafe mahal punya selebriti terkenal. Banyak sosialita makan disana bahkan selebriti. Kenapa juga ngajak makan disana.. hmm riko.. riko
Nisa kembali membalas pesan
OK ! tapi aku nggak perlu dijemput ya rik. Lokasiku lumayan dekat kok dari sini.
Riko yang membaca pesan dari nisa tersenyum tipis.
Selalu punya alasan kalau mau aku antar atau aku jemput. Sulit sekali untuk didekati !
*******
Sore hari di samudra group fani berkemas - kemas untuk bersiap pulang. Dia merapikan meja kerjanya yang dia pakai sehabis bekerja. Menyusun rapi semua dokumen - dokumen salinan yang telah dirangkap dan ditanda tangani oleh presdir vino.
"Mbak zia semuanya sudah aku susun ulang tadi. Dokumen juga sudah aku urutkan sesuai tanggal" ucap fani.
"Oke fani makasih. Sekarang sudah sore. Kalau kamu mau pulang sudah bisa pulang kok. Mbak juga bentar lagi pulang. Lagi nunggu jemputan " ucap mbak zia.
"Ok kalau begitu aku duluan ya mbak" ucap fani.
Fani berjalan menuju lift yang sedang mau menutup.
"Tunggu !"teriaknya.
Lift tertahan.
Ternyata vino yang berada didalam lift. Fani masuk dan menekan tombol lantai bawah.
Karena merasa canggung hanya berdua dengan vino didalam lift, fani berinisiatif memulai obrolan.
"Kenapa sepi sekali ya pak presdir didalam lift ini, padahal kan ini jam pulang kantor ?" tanya fani.
"Jelas saja sepi karena ini lift khusus presdir dan para direksi" ucap vino sambil tertawa.
"Ooh... Apa ????" lift khusus direksi dan presdir ?? Maaf pak aku tidak tahu kalau ini lift khusus !" ucap Fani.
Vino tersenyum.
"Tidak apa - apa kamu kan baru disini. Jadi wajar kalau kamu tidak mengetahuinya" ucap vino santai.
"Maaf juga untuk yang kemarin. Aku tidak tahu kalau ternyata aku meminjam sepatu dari seorang presdir di perusahaan ini !" ucap fani.
"Itu bukan masalah bagiku. Bagaimana dengan pekerjaan barumu apakah sulit?" tanya Vino.
"Alhamdulillah tidak begitu sulit. Mbak zia banyak membantu dan mengajariku" ucap fani.
"Baguslah kalau kau mulai bisa beradaptasi. Buat dirimu senyaman mungkin ya" ucap vino.
Wah ternyata dia pribadi yang ramah.
Batin Fani.
"Terima kasih pak !" ucap Fani.
Vino dan fani keluar dari lift. Mereka melangkah keluar lobby dengan arah yang berbeda. Vino ke arah parkiran mobil dan Fani berjalan keluar menuju gerbang.
Sewaktu hendak menyebrang jalan, Fani melihat seorang bapak-bapak yang sedang menjual Ketoprak. Yang merupakan makanan favoritnya.
"Pak, beli 2 bungkus ya pak ketopraknya. Jangan terlalu pedas" ucap Fani.
"Iya, neng" ucap bapak itu.
"Bapak, sering dagang deket sini" Tanya Fani.
"Saya enggak tentu, neng. Saya kan bawa dagangannya keliling" Ucap penjual ketoprak.
"Oh" Jawab Fani.
Akhirnya terus terjadi percakapan antara keduanya.
Fani yang sedari tadi gatel ingin memegang mangkok dan sendok sebagai tanda si bapak menjual ketoprak, akhirnya meminta izin untuk membunyikannnya.
Ting.. ting..ting..
Fani mengetukkan sendok ke mangkok dengan nyaring.
"Ketoprak-ketoprak ! Ayo, beli !" Ucap Fani dengan semangat 45.
Sementara dari dalam mobil, ada sepasang mata yang melihat dari kejauhan. Vino yang tidak sengaja melihat, karena melewati rute pulang yang sama tersenyum dari dalam mobil.
Gadis yang unik
Batin Vino.
#please untuk dukungannya ya gaes.. berikan jempolmu dan votemu untuk episode ini.. Author mau tanya.. mana yang kangen sama si jutek rendi ? 😁 Ntar di episode selanjutnya si rendi ada kok.. ada nisa dan riko juga yah ntar yang mau makan malam berdua. Pokoknya makasih buat pembaca setia yang selalu menunggu up-nya untuk cerita ini.. kalau kata boril itu "kalian luar biasaaa!!" 👌*
ITU MMG SENGAJA KEYLA LKUKAN BIAR LO GK RAYAIIN ULTAH FANI
PERLU MANDI KEMBANG 7 RUPA, 7 WARNA & 7 TAMAN NI FANI BUAT ILANGIN APESNYA..😂😂😂😂😂😊