Warring!!! 21+++
Ajeng Maisya adalah seorang gadis yatim piatu yang diusir oleh ibu tirinya dari rumahnya sendiri.
Dia harus berjuang keras untuk menyambung hidup. Hingga kejadian naas itu pun terjadi. kesuciannya harus direnggut secara paksa oleh CEO di perusahaan tempatnya bekerja. Dia pun pergi menjauh untuk melupakan kejadian naas itu. tanpa disadarinya dirinya telah mengandung anak dari CEO tersebut.
Ajeng sangat menyayangi putranya, dan dia tidak ingin CEO itu tahu. Putranya sangat tampan sejak lahir. Dan dia memiliki kecerdasan diatas rata-rata untuk usianya yang 3 tahun.
Namanya Mr.Zero, Dia adalah hacker handal dan pencipta alat-alat canggih yang sering digunakan oleh agen rahasia. Alat ciptaannya sudah mendunia.Sehingga pundi-pundi uang terus mengalir. Siapakah Dia?
Ikuti terus ceritanya gengks...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rima Andriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PAMZ 28
Vino sedang berseluncur mencari informasi tentang Alex. Tangannya begitu lincah mengetik dengan jari-jarinya.
"Kenapa tidak ada data tentangnya!," ucap Vino frustasi. Vino begitu curiga Alex tahu tentang siapa Mr Zero. Diam-diam Vino pun merasa aneh dengan Ars.
Dia waktu itu melihat Ars berteriak kepada Alex untuk memberikan perintah.Dan orang-orang itu, siapa mereka?. Vino benar-benar bingung dengan semuanya.
Sedangkan di sisi lain, Ajeng sudah dapat pulang hari ini. Jonathan pun menelpon Vino untuk menjemput mereka.
Tidak berapa lama kemudian Vino datang,Ajeng sangat senang bisa cepat keluar dari rumah sakit. Dia tidak tahan bila harus terlalu lama mencium bau obat-obatan.
Ars menggandeng tangan Maminya, sedangkan Jonathan memapah Ajeng dari samping.
Tatapan Vino sedari menginjakkan kakinya dirumah sakit terus saja tertuju pada Ars. "Firasatku tidak mungkin salah, aku merasa ada suatu rahasia yang disembunyikan oleh Tuan muda kecil," batin Vino.
Ars menyadari bahwa sedari tadi Vino terus memperhatikan dirinya. Dia juga tahu bahwa Vino berusaha untuk mencari informasi tentang Alex. Dan Ars lah yang menutup akses informasi tentang Alex.
Dalam perjalanan pulang, Vino tidak fokus menyetir karena terlalu memikirkan siapa sebenarnya Ars.Hingga ia tidak melihat ada seseorang yang sedang menyebrang jalan di depan.
"Vino awas...!," pekik Jonathan.
ciiit...Vino mengerem mobil itu mendadak. Membuat mereka terkejut dan hampir membentur kursi. Tapi semua itu tidak terjadi karena mereka menggunakan sabuk pengaman.
"Maafkan saya Tuan, saya akan memeriksa keluar." Vino segera keluar dan melihat apakah orang yang hampir ia tabrak terluka.
Vino melihat seorang perempuan sedang jongkok menutup telinganya. Dia terlihat sangat ketakutan. "Nona, maafkan saya. Apakah Anda baik-baik saja?," tanya Vino cemas. Dia begitu ceroboh karena terlalu memikirkan siapa Ars sebenarnya.
Perempuan itu mendongak, dia begitu terkejut menatap Vino, begitu juga dengan Vino."Kamu...?,"ucap Vino terkejut.
Karena terlalu lama, Jonathan pun turun untuk melihat keadaan diluar. "Vino bagaimana bisa kau sampai tidak fokus seperti ini!, bagaimana keadaannya?!," ucap Jonathan membuka pintu mobilnya dan menghampiri Vino.
Perempuan itu merasa sangat familiar dengan suara Jonathan. Lalu dia berdiri untuk memastikan siapa pemilik suara yang menghardik Vino.
Seketika pandangannya terpaku saat melihat perempuan yang hampir ditabrak Vino berdiri dan menatapnya.
"Kamu?..., "Jonathan pun terpaku seperti halnya dengan Vino.
Tidak berapa lama kemudian perempuan itu berlari dan memeluk Jonathan.
Dari dalam mobil, Ajeng dan Ars menyaksikan secara langsung adegan didepannya itu. Hatinya sesak saat melihat perempuan lain memeluk Jonathan.
Sedangkan diluar Jonathan masih terperanjat, otaknya tak mampu lagi berfikir, sehingga menjadikannya terdiam." Nathan, aku sangat merindukanmu, "ucap perempuan itu terisak.
Wanita itu adalah Shela, seseorang yang mengobrak-abrik hati Jonathan sehingga menjadikannya seseorang yang dingin.
Jonathan merasa bahagia sekaligus benci melihat perempuan dari masalalunya. Sepersekian detik kemudian Jonathan tersadar dan menjauhkan wanita itu dari dirinya."Jangan menyentuhku!, menjauhlah dariku!," ucap Jonathan dingin.
Shela tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh seseorang yang sangat dia cintai itu.Dia menggelengkan kepalanya dan kembali terisak. "Nathan, aku bisa menjelaskan kejadian delapan tahun yang lalu. Kau tahu disaat hari pernikahan kita, waktu itu aku pingsan dikamar. Dan saat aku bangun aku sudah berada di rumah sakit. Dokter mengatakan bahwa aku menderita kanker darah. Kau tahu kan penyakit apa itu. Makanya aku tidak menghadiri pernikahan kita. Karena ayahku segera membawaku ke Singapura untuk menjalani pengobatan. Selama tiga tahun aku merasakan seolah-olah kematian selalu menghantui ku. Aku melalui banyak sekali rasa sakit. Dan itu semua kulakukan hanya untukmu Nathan." tutur Shela menjelaskan yang terjadi padanya dulu
Jonathan tidak menyangka ternyata Shela menyembunyikan penyakitnya. Jonathan tahu Shela tidak mau mengatakan penyakitnya karena tidak ingin Jonathan mengasihaninya. Jonathan tahu sifat perempuan di masa lalunya itu.
"Tapi semua sudah terlambat Shela, karena aku saat ini sudah menikah," ucap Jonathan. Dia mengatakan itu karena tiba-tiba bayangan Ajeng dan putranya berkelebat di fikirkannya.
Walaupun tidak dipungkiri dirinya masih begitu mencintai perempuan didepannya itu.
"Apa..., tidak Nat, kau pasti berbohong kan?!.. katakan kau hanya berbohong...!. Nathan, aku sangat mencintaimu, aku ke London hanya untuk mencarimu. Aku sempat mencarimu ke rumahmu. Dan mereka bilang kau berada disini. Makanya aku mencarimu sampai disini. Aku ingin kembali bersamamu Nat, mengulang semua kisah indah kita... hu...hu..hu..," Shela semakin terisak.
Jonathan tidak tega melihat perempuan yang dicintainya itu menangis tergugu. Dia pun mendekati Shela dan memeluknya. "Maafkan aku Shela, aku mencintaimu," ucap Jonathan seraya memeluk erat tubuh Shela.
Ajeng begitu sesak melihat semua itu, sedangkan Ars marah karena Papinya memeluk wanita lain. Itulah kenapa Ajeng selalu membentengi hatinya dari Jonathan. Karena dia takut hal seperti ini akan terjadi.
Ajeng melengos kesamping, dia tidak ingin melihat pemandangan yang membuat hatinya sakit.
Sedangkan diluar sana Jonathan masih berpelukan dengan Shela,mengeluarkan seluruh perasaannya yang tertinggal di masa lalu.
Vino yang menyadari bahwa saat ini Ajeng masih berada di mobil. Kemudian dia berusaha menyadarkan Tuannya."Tuan kendalikan diri Anda,nona Ajeng masih di mobil," ucap Vino menyadarkan Jonathan.
Jonathan segera melepaskan pelukannya, dia menetralkan kembali pikirannya. "Shela, aku akan menemuimu nanti, berikan nomor telepon mu," pinta Jonathan.
"Tapi aku ingin bersamamu Nat," rengek Shela.
"Mengertilah, aku sudah menikah, istri dan anakku berada di mobil saat ini," ucap Jonathan menjelaskan.
"Tapi..."
"Shel.."
"Baiklah, tapi nanti kamu harus menelpon ku Nathan," pinta Shela sambil memberikan nomor telepon nya kepada Jonathan.
"Baiklah aku akan menghubungimu nanti.Sampai ketemu nanti," ucap Jonathan, kemudian dia berbalik dan masuk kembali kedalam mobil diikuti Vino.
Shela menatap mobil Jonathan yang perlahan mulai menghilang.
Didalam mobil suasana menjadi hening. Jonathan ada di sana, namun pikirannya entah kemana. Pertemuannya barusan dengan masalalunya membuatnya tidak bisa berfikir jernih.
Sedangkan Ajeng sedari tadi hanya menatap ke arah jendela mobil dengan menahan sakit hatinya.
Sesampainya di mansion, Jonathan masih melamun di dalam mobil.Sehingga Ajeng keluar sendiri dari sana dengan dibantu oleh Ars.
Vino yang melihat semua itu berusaha menyadarkan Tuannya itu dengan memanggilnya beberapa kali.
"Tuan... Tuan..!," panggil Vino.
Dalam panggilan terakhir, Jonathan pun tersadar. Dia menoleh kesamping dan tidak mendapati Ajeng dan Ars disana. "Kemana Ajeng dan Putraku Vin?," tanya Jonathan.
"Nona Ajeng dan Tuan muda Ars sudah masuk ke dalam Tuan," jelas Vino.
"Apa?..,kenapa kau tidak memberitahuku," ucap Jonathan.
"Tapi saya sudah beberapa kali memanggil Anda tadi Tuan."
"Ah sudahlah!," Jonathan segera keluar dari mobil dan berusaha mengejar Ajeng. Dia merasa bersalah karena telah mengabaikan Ajeng dan Ars setelah dirinya bertemu dengan Shela tadi.
*********
bersambung.....