aryan adiwilaga adalah anak semata wayang penerus perusahaan keluarganya,aryan mempunyai istri yang cantik tapi tidak bisa memberikan keturunan untuk keluarga tersebut
kakek meminta arya untuk berpoligami,
dan menikahi seorang gadis cantik bernama anya,tapi saat melahirkan anya meninggal dunia karena pendarahan
setelah beberapa tahun naura istri pertama aryan pergi meninggalkan rumah,mereka kembali bersama karena kegigihan aryan mengejar cintanya kembali
tapi naura tidak mau tinggal bersama keluarga aryan,naura lebih memilih hidup sederhana di sebuah kontrakan yang jauh dari rumah keluarga aryan
maura memberikan syarat,jika aeyan kembali padanya mereka tidak akan kembali ke rumah keluarga aryan,naura mau membuktikan uang bukan lah segalanya
apakah mereka bisa melalui kehidupan yang serba kekurangan?
apakah aryan akan setia kepada naura setelah sebelumnya melakukan poligami?
apakah kisah cinta naura dan aryan akan kembali di usik orang ketiga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sapu ijuak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
wanita berkebangsaan india 2
aku mengajak mereka tinggal di rumah yang ku beli bersama anya waktu itu,rumah ini sudah sangat tidak terurus,di halaman dan samping rumah sudah tumbuh rumput liar bahkan ada pohon yang sudah sebesar pergelangan tanganku,padahal rumah ini dulunya sangat rapi dan bersih,mungkin sudah sangat lama tidak di tinggali
aku memarkirkan mobil di depan gerbang karena tidak bisa masuk kedalam,aku membuka pagar besi yang sudah berkarat,aku mencoba sekuat tenaga untuk membuka karena sudah susah untuk di buka
aku berjalan menuju pintu masuk ke ruang tamu,aku menjulurkan tangan mengambil kunci di atas ventilasi,dulu aku pernah meletakkan kunci serep di sana,ternyata kunci itu masih ada
ku coba membuka pintu dengan kunci tapi sudah tidak bisa mungkin karena sudah berkarat juga,terpaksa pintu harus di dobrak
butuh waktu beberapa menit agar pintu kayu itu terbuka,suasana dalam rumah masih sama saat aku tinggalkan dulu,aku membuka kain putih yang menutup sofa di ruang tamu,kaki kursi sudah di makan rayap tapi masih bisa untuk di pakai
aku melihat lihat isi dalam rumah,masih sama saat aku dan anya tinggal di sini dulu,walaupun sudah banya debu,hanya tinggal di bersihkan sedikit saja
"kalian tinggal di sini saja untuk sementara"ucapku sambil mengibaskan tangan karena debu berterbangan
"terimakasih banyak pak atas bantuannya"kata wanita ini menitikkan air mata
"mulai besok kamu kerja di warung bakso saya,dan ini alamatnya"kataku sambil menyerahkan sebuah kertas berisi alamat warung bakso yang saya miliki
"sekali lagi terimasih banyak atas bantuan bapak,saya janji akan merawat rumah ini,kalau ada rezeki atan saya bayar uang sewanya"jawab nya yang berdiri di belakang anaknya sambil memegang pundak anaknya
"kalau boleh tau nama kamu dan anak ini siapa"kataku datar padanya
"oh iya pak kenalkan saya anjani dan ini anak saya arman" jawabnya senyum
"oh saya aryan ,kalu begitu saya pergi dulu " kataku sambil melangkah pergi dari rumah ini
berdiam lama lama di rumah ini membuatku mengingat kenangan bersama anya kembali,walau tidak banyak yang spesial dari hubunganku dan dia ,yang pasti dia pernah menjadi bagian dari hidupku,dia juga meninggalkan seorang putri untukku
aku pulang selalu larut malam,karena habis dari kantor aku langsung pergi ke warung bakso,untuk mengambil hasil jual beli dan menggaji karyawan ku,gaji di warung bakso aku berikan per hari untuk mereka
waktu sudah menunjukan jam 12 malam aku mengetuk pintu rumah memanggil naura,tidak selang berapa lama pintu di buka oleh naura
"mandi dulu mas,aku akan siapkan makan malam untuk mu"kata naura menutup pintu dan berlalu ke dapur
saat mandi di aku membayang kan wajah anjani wanita india yang ku tolong pagi tadi,sebelumnya aku tidak pernah seperti ini,padalah banyak gadis cantik yang ku temui di luar sana,aku tidak pernah memikirkan mereka,berbeda dengan anjani,dia wanita india berkulit seditkit hitam dan juga tidak cantik,tapi dia bisa menggoyahkan konsentrasiku
saat aku melamun aku di kejutkan dengan ketukan pintu kamar mandi
"mas makanan sudah siap,kok lama amat sih mandinya"kata naura di luar kamar mandi
posisi kamar mandiku bukan di dalam kamar seperti di rumah orang tua ku,kamar mandiku ada di samping mushola pribadi di dekat dapur
"iya bentar sayang"jawabku bergegas memakai handuk dan keluar dari kamar mandi,naura masih mematung di menungguku dengan tangan di lipat di dada
"maaf sudah menunggu sayang"jawab ku sambil mencium pipinya,aku berlalu ke kamar tidur untuk berganti pakaian
aku memakai baju yang sudah di siapkan naura dan di letakkan di atas kasur,aku bergegas berpakaian menyisir rambut dan pergi ke dapur untuk makan ,ruang makan kami menyatu dengan dapur,
"buruan mas aku sudah lapar nungguin kamu"kata naura menyendokkan nasi ke dalam piringku
"iya...bagaimana sekolah rindu tadi? kataku sambil mengambil ikan goreng yang sudah tersaji
"aduh mas dia sangat aktif saat bertemu dengan teman temannya,mungkin karena di rumah dia tidak punya teman mungkin,dia berlarian kesana kemari,sampai sampai hari ini dia tidur cepat mungkin karena kecapean kali"kata naura tertawa kecil
kami menghabiskan makanan tanpa ada pembicaraan,hanya dentingan sendok saat beradu dengan piring yang terdengar,setelah selesai makan aku kembali kekamar untuk merebahkan tubuh yang lelah ini
aku masih memainkan gedget ku di kamar sambil menelungkup,tidak lama pintu kamar terbuka,ku lihat naura berjalan menuju jendela dan menutupnya,angin berhembus masuk ke kamar menyibakkan rok warna coklat ,terpampang jelas paha naura yang putih mulus,seketika siotong juga memberontak di dalam minta keluar
aku berjalan pelan ke tempat naura berdiri dan memeluknya dari belakang,aku mulai mencumbui nya,mencium tengkuknya
"aku capek mas ,aku mau tidur besok rindu juga sekolah aku harus menyiapkan segala keperluannya "kata naura melepaskan pelukanku dan pergi berlalu dari hadapanku menuju ranjang,dia langsung duduk dan menarik selimut bersiap untuk tidur
aku sangat kesal aku melayangkan tangan yang ku gepal ke udara kosong di depanku dan menghembuskan nafas dengan kasar,lagi lagi hari ini aku melepaskan hasrat ku di kamar mandi
oh malang nya nasibku punya istri tapi tetap setia menemani kamar mandi di tengah malam,naura memang selalu malas melayaniku di atas ranjang,alasan nya selalu sama kalau bukan capek pasti rindu yang akan menjadi alasan untuk menghindar dariku,kadang aku hanya bisa menyentuh nya satu kali dalam sebulan,bahkan pernah juga sampai tiga bulan tidak ku dapatkan
mungkin hal ini juga yang membuat aku memikirkan wanita lain,karena nafkah batin ku tidak tersalurkan ke naura,jadi setiap aku melihat wanta **** di hadapanku pikiran ku pun langsung mesum,walaupun mereka memakai pakaian yang tertutup,mataku seakan tahu bagaimana lekuk tubuh seorang wanita
padahal dulu waktu sebelum aku menikah dengan anya,naura selalu bermanja padaku,tidak bisa tidur tanpa memelukku,dan nafkah batin selalu ku dapatkan,setidaknya tiga kali dalam seminggu
semua ini sangat berbeda yang ku rasakan saat aku kembali pada naura yang sempat meninggalkanku,dia jauh lebih mandiri dari segi mana pun
setelah selesai melapaskan hasrat ku di kamar mandi aku keluar masih dengan rasa kesal pada naura,jika dia tidak mau melayaniku kenapa harus memakai baju **** yang mengundang hasratku,apakah ini caranya untuk menghukumku?
membiarkan aku berkelana setiap tengah malam di kamar mandi sementara dia asik dengan mimpi indahnya
aku tidur di sebelah naura,melihat setiap lekuk tubuhnya dan dada sedikit terbuka membuat aku menelan ludah dalam dalam
segera ku tepiskan pikiranku karena naura pasti akan tetap menolak jika aku meminta saat dia sudah terlelap
mohon maaf thor kalau memang gak di lanjut saya agak menyesal bacanya karena saya masih terngiang ngiang dengan kisahnya naura.setiap hari saya cek sudah beberapa bulan tapi up terbarunya gak pernah muncul
Dimohon thor untuk kelanjutan novelnya pliss🙏