NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kaisar Abadi

Kebangkitan Kaisar Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Misteri
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bagus Dwi

Tahun 2042.
Manusia hidup seperti biasa dengan teknologi modern. Tidak ada yang tahu bahwa energi spiritual di Bumi mulai bangkit kembali setelah menghilang selama ribuan tahun.
Arkana Wijaya, mahasiswa berusia 20 tahun, menjalani hidup biasa hingga menemukan cincin kuno peninggalan kakeknya. Saat darahnya menyentuh cincin itu, jiwa seorang kultivator legendaris dari ribuan tahun lalu terbangun.
Namun, alih-alih mengambil alih tubuh Arkana, jiwa itu justru menghilang setelah mewariskan seluruh ingatan dan teknik kultivasinya.
Arkana menjadi satu-satunya orang yang mengetahui cara kultivasi sejati.
Sementara dunia mulai berubah, organisasi rahasia, keluarga kuno, dan makhluk yang selama ini bersembunyi juga mulai bergerak.
Bumi ternyata hanyalah dunia tingkat terendah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagus Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Menyusup ke Ruang Makam Purba

Di luar Gerbang Emas Sentul, pertempuran telah berubah menjadi simfoni kehancuran yang mengerikan. Udara malam yang semula dingin kini membara oleh bentrokan dua peradaban yang berbeda zaman.

*Persenjataan Militer:* Senapan senapan plasma rel (*railgun*) milik pasukan infanteri mekanis memuntahkan kilatan cahaya biru berkecepatan tinggi, merobek barisan pepohonan dan menciptakan kawah-kawah hangus di tanah.

*Sihir dan Energi Kuno:* Di kubu lawan, para praktisi Klan Gagak Hitam mengayunkan belati dan pedang mereka, melepaskan tebasan energi berbentuk kepakan sayap burung gagak berwarna hitam kemerahan yang mampu membelah baja zirah *Exo-Skeleton* militer menjadi dua bagian.

*Gangguan Udara:* *Drone* penyerang *Scourge-V5* berputar-putar di langit, menembakkan rudal-rudal mikro yang meledak beruntun, beradu dengan mantra pertahanan batin dari para tetua klan yang menolak mundur semut pun.

Arkana Wijaya mengamati semua itu dari balik bayangan sebuah bongkahan batu besar yang runtuh di dekat pilar gerbang makam. Menggunakan *Teknik Kamuflase Napas Kaisar*, keberadaannya sepenuhnya terhapus dari radar sensor termal militer maupun indra persepsi para tetua klan. Bagi semua orang di medan laga, ia hanyalah bagian dari udara kosong.

*"Biarkan mereka saling menghabisi,"* batin Arkana, matanya berkilat dingin di balik tudung hitamnya. *"Ini adalah kesempatan terbaikku."*

Dengan satu sentakan kaki yang diperkuat oleh *Qi Primordial*, tubuh Arkana melesat maju seperti sekelebat bayangan tak kasat mata. Ia melewati celah sempit di antara dua regu tentara yang sedang sibuk menembaki kepungan praktisi jubah hitam, lalu menyelinap masuk menembus tirai cahaya emas redup yang menyelimuti mulut Gerbang Makam Purba.

### Dunia di Balik Gerbang Emas

Begitu tubuh Arkana melewati ambang gerbang batu setinggi tiga puluh meter tersebut, seluruh suara ledakan relgun, raungan mesin *drone*, dan jeritan pertempuran di luar seketika lenyap total. Isolasi suara dan energi di dalam tempat ini bekerja dengan efisiensi mutlak yang menakjubkan.

Arkana mendarat dengan mulus di atas jalan setapak yang terbuat dari susunan batu pualam putih kuno. Di depannya, bentangan pemandangan di dalam makam tidak tampak seperti sebuah kuburan bawah tanah yang gelap dan menyeramkan. Sebaliknya, tempat ini adalah sebuah lembah rahasia yang sangat luas di dalam dimensi kantong terisolasi.

*Langit Ilusi:* Di atas kepala, tidak ada atap gua batu, melainkan sebuah langit ilusi berwarna ungu tua yang dihiasi oleh pusaran nebula perak yang berputar lambat, memancarkan cahaya lembut yang menenangkan.

*Kepadatan Energi:* Udara di dalam lembah ini begitu padat oleh kabut *Qi* murni elemental hingga rasanya agak berat untuk dihirup oleh paru-paru manusia biasa. Setiap embusan napas Arkana membawa sensasi dingin yang langsung menyegarkan jalur meridiannya.

*Flora Spiritual:* Di kanan dan kiri jalan setapak, terhampar hamparan kebun luas yang ditumbuhi oleh berbagai jenis tanaman obat kuno yang belum pernah tercatat dalam buku botani modern.

*Ting.*

*Cincin Kaisar Abadi* di jari tengah tangan kanan Arkana mendadak bergetar hebat. Sebuah gelombang hangat mengalir masuk ke dalam benaknya, memicu resonansi dengan *Jade Slip* memori yang ia dapatkan dari markas Kota Tua. Sebuah peta batin mengenai struktur makam ini perlahan-lahan terbentuk di dalam kepalanya.

*"Makam ini milik seorang Kultivator Ranah Core Formation* dari Era Primordial," Arkana membaca informasi kuno tersebut dengan jeli. *"Nama tempat ini adalah Istana Peristirahatan Hijau Giok. Pemiliknya adalah seorang ahli pengobatan spiritual. Pantas saja Lisa bisa merasakan resonansi yang begitu kuat dari jarak sepuluh kilometer; seluruh tempat ini dipenuhi oleh energi elemen kayu murni!"*

Arkana mempercepat langkahnya, bergerak menyusuri jalan pualam putih menuju area kebun herbal terdalam. Berdasarkan peta batinnya, sebelum mencapai ruang utama peti mati, terdapat sebuah *Kebun Inti Spiritual* yang menyimpan tanaman-tanaman obat berumur ratusan tahun yang sangat ia butuhkan untuk mempercepat proses kultivasinya menuju tingkat berikutnya.

Bentrokan di Kebun Inti

Setelah bergerak sejauh satu kilometer menembus kabut murni, Arkana akhirnya tiba di sebuah area kebun yang dipagari oleh barisan pilar giok hijau. Di tengah-tengah kebun tersebut, tumbuh sebuah pohon kecil setinggi satu meter yang tidak memiliki daun, melainkan hanya memiliki tiga buah buah berbentuk seperti hati manusia yang memancarkan pendaran cahaya merah menyala yang sangat kontras dengan lingkungan sekitarnya.

*Buah Jantung Api Spiritual.* Sebuah buah langka berenergi elemen api murni yang sangat efektif untuk memperpadat cairan *Qi* di dalam *Dantian* ranah *Spirit Gathering*.

Namun, Arkana bukan satu-satunya makhluk yang berhasil mencapai tempat ini.

Di depan pohon kecil tersebut, tiga sosok manusia sudah berdiri dengan senjata terhunus, saling berhadapan dengan aura permusuhan yang pekat. Dua di antaranya adalah prajurit elit militer dari unit komando khusus, mengenakan zirah *Exo-Skeleton* tipe berat berwarna hitam doff dengan lambang burung garuda emas di pundak mereka. Tangan mereka memegang senapan serbu energi gelombang pendek yang siap ditembakkan.

Satu orang lainnya adalah seorang pemuda dari Klan Gagak Hitam, mengenakan mantel jubah hitam dengan sulaman benang emas di sepanjang lengannya—menandakan posisinya sebagai murid inti klan. Wajahnya dipenuhi oleh urat-urat hitam yang menonjol, dan sepasang matanya memancarkan aura kegilaan tingkat tinggi.

"Fana sialan! Serahkan Buah Jantung Api itu kepada klan kami, atau aku akan memastikan jiwa kalian berdua dijadikan santapan bagi gagak leluhur!" teriak murid inti klan tersebut, tangannya yang memegang pedang tipis bergetar mengeluarkan uap hitam korosif.

"Target teridentifikasi sebagai material biologis ilegal kelas S," sahut salah satu prajurit militer melalui pengeras suara helm taktisnya, suaranya terdengar mekanis dan dingin tanpa emosi. "Sesuai dengan Perintah Darurat Militer Nomor Enam, seluruh aset spiritual di dalam zona anomali ini adalah milik mutlak negara. Menolak menyerah akan ditindak dengan pemusnahan total secara instan."

*BZZZZT!*

Prajurit militer itu tidak membuang waktu untuk bernegosiasi lagi. Jari zirahnya menarik pelatuk, memuntahkan seberis tembakan laser plasma frekuensi tinggi langsung menuju dada murid klan kuno tersebut.

*Sret!*

Murid Klan Gagak Hitam bergerak dengan kelenturan fisik yang tidak masuk akal. Tubuhnya meliuk ke samping seperti bayangan ular, menghindari lintasan laser yang langsung melelehkan pilar giok di belakangnya menjadi cairan cair. Di detik berikutnya, ia melompat maju sejauh lima meter, menebaskan pedang hitamnya dalam gerakan melingkar yang mengincar leher prajurit militer.

*TEBAAAK!*

Bentrokan antara kekuatan teknologi zirah berat dan ketajaman teknik *Qi* korosif pecah di depan pohon buah spiritual. Kedua belah pihak bertarung dengan sangat brutal, tidak menyadari bahwa di atas salah satu dahan pohon besar di dekat mereka, seorang pemuda bertudung hitam sedang duduk dengan santai sembari melipat kaki, mengamati setiap gerakan mereka dengan pandangan batin yang sangat tajam.

*"Dua prajurit militer itu mengandalkan daya tahan zirah besi mereka, sedangkan murid klan itu memiliki basis kultivasi di ranah Body Tempering Tingkat Sembilan Puncak*," Arkana menganalisis jalannya pertarungan dengan senyuman tipis di wajahnya. *"Mereka berdua sama-sama kuat, tapi mereka terlalu bodoh karena membuang energi di tempat yang dipenuhi jebakan alami seperti ini."*

Mata perak Arkana melirik ke arah tanah di bawah akar Pohon Buah Jantung Api. Menggunakan indra ranah *Spirit Gathering Tingkat Dua*, ia bisa melihat ada riak energi berwarna abu-abu yang sangat samar sedang merayap pelan di bawah permukaan tanah pualam, bergerak mendekati kaki ketiga orang yang sedang sibuk bertarung tersebut.

Ada sesosok makhluk penjaga makam yang sedang terbangun akibat fluktuasi pertarungan mereka yang kasar. Dan makhluk itu... bukan sesuatu yang bisa dihadapi oleh manusia fana berzirah besi maupun praktisi tingkat dasar.

1
Jujun Adnin
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!