NovelToon NovelToon
Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Rock Lee Kebangkitan Cheat Di Konoha

Status: sedang berlangsung
Genre:Naruto / Sistem
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Billy Author

Raymond yang dulunya penduduk bumi, mendapati dirinya bereinkarnasi menjadi Rock Lee di anime Naruto. Dalam kepanikannya menerima kenyataan, tiba-tiba dia membalikkan cheat yang dulu dia buat saat main game mobil sewaktu di bumi. Regenerasi tak terbatas dan kebal terhadap ilusi genjutsu. Uchiha Madara: Sialan apakah dia masih manusia. Penulis : hallo semua, saya ingin bersenang-senang membuat novel fanfic ini, selamat membaca..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Billy Author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14: Lembar Kertas dan Ujian Mental di Bawah Tekanan

Suasana di dalam Ruang 301 seketika berubah drastis setelah Ibiki Morino dan belasan chunin pengawas mengambil posisi di sepanjang dinding. Meja-meja kayu yang tadinya menjadi tempat berkumpul kini terasa seperti sekat-sekat isolasi. Setiap peserta dipaksa duduk terpisah jauh dari rekan satu tim mereka, menciptakan dinding kecurigaan yang tebal di antara kawan maupun lawan.

Lee duduk di barisan tengah, tepat di sebelah seorang ninja dari Amegakure yang terus-menerus mengetukkan jemarinya di atas meja dengan ritme yang gelisah. Di depannya, selembar kertas ujian putih polos tergeletak dengan posisi terbalik. Lee menatap permukaan kayu meja yang penuh dengan guratan-guratan bekas goresan kuno, ekspresi wajahnya begitu tenang seolah dia sedang bersiap untuk menikmati secangkir teh sore, bukan menghadapi salah satu ujian tertulis paling intimidatif di dunia ninja.

"Dengar baik-baik," suara bariton Ibiki menggema, memotong keheningan yang mencekam. Dia mengetukkan papan tulis dengan sebatang kapur, menciptakan suara ketukan yang tajam. "Ada beberapa aturan mutlak dalam ujian tertulis ini. Kalian memulai ujian dengan sepuluh poin penuh. Ujian ini terdiri dari sepuluh soal. Setiap kesalahan akan mengurangi satu poin. Dan yang paling penting... jika salah satu anggota tim mendapat nilai nol, maka seluruh tim akan dinyatakan gugur!"

Gumaman panik langsung terdengar dari beberapa sudut ruangan. Keringat dingin mulai membasahi dahi Naruto di barisan depan, sementara Neji di sudut lain hanya mendengus pelan, matanya yang berwarna putih keperakan sudah mulai mengamati pergerakan para pengawas yang memegang papan nilai dengan tatapan elang.

"Dan satu lagi," Ibiki tersenyum, sebuah pemandangan yang justru terlihat mengerikan karena guratan luka di wajahnya berkerut. "Jika kalian ketahuan melakukan kecurangan dengan cara yang memuakkan oleh para pengawas di sekitar kalian, dua poin akan dikurangi untuk setiap pelanggaran. Lima kali ketahuan... dan kalian akan langsung ditendang keluar dari ruangan ini sebelum ujian selesai."

"Ujian... dimulai!"

Sret!

Seratus lebih lembar kertas dibalik secara bersamaan. Lee membalik kertasnya dengan gerakan yang santai. Matanya menyapu deretan soal yang tertulis di sana. Soal pertama membahas tentang perhitungan lintasan shuriken berdasarkan kecepatan angin dan sudut elevasi tebing. Soal kedua mengenai analisis kode enkripsi sandi rahasia dari negara musuh. Soal ketiga adalah tentang formulasi energi chakra untuk teknik pelacakan medis.

Hoo... menarik sekali, batin Reymond sambil menopang dagunya dengan tangan kiri. Soal-soal ini jelas bukan dirancang untuk level Genin. Bahkan untuk ukuran anak SMA di duniaku dulu, ini seperti kombinasi kalkulus tingkat lanjut dan kriptografi militer. Pantas saja Rock Lee yang asli langsung pusing tujuh keliling saat melihat ini.

Namun, berbeda dengan Rock Lee yang asli, Reymond memiliki memori dari dunia modern yang terstruktur dengan baik. Ditambah lagi, fungsi kognitifnya saat ini berjalan dengan sangat jernih. Dia tidak perlu menggunakan jutsu pengintai seperti Byakugan milik Neji atau serangga milik Shino untuk menyontek.

Di sekelilingnya, keputusasaan mulai memakan korban. Seseorang di barisan belakang tiba-tiba berdiri dengan kasar, kursinya berderit nyaring di atas lantai kayu.

"Sialan! Soal macam apa ini?! Ini tidak masuk akal untuk kami!" teriak ninja itu, wajahnya memerah karena frustrasi.

Seorang pengawas bertubuh tegap langsung muncul di sampingnya seperti hantu, menepuk pundaknya dengan tekanan chakra yang berat. "Nomor 43, keluar. Kamu dan timmu dinyatakan gugur karena membuat kegaduhan dan tidak bisa menjaga emosi."

"T-tapi—"

"Keluar!" bentakan pengawas itu membuat dua rekan satu tim ninja nomor 43 ikut berdiri dengan wajah pucat, tertunduk lesu saat mereka dipaksa melangkah keluar dari ruangan dengan pandangan penuh penyesalan.

Lee memperhatikan kejadian itu tanpa mengalihkan posisinya. Dia mulai menggerakkan pensil kayunya di atas kertas. Suara goresan pensilnya terdengar berirama, kontras dengan keheningan ruangan yang mencekam. Soal demi soal dia selesaikan dengan analisis logis yang tajam. Untuk soal lintasan shuriken, dia menggunakan prinsip fisika kinematika. Untuk sandi rahasia, dia memetakan pola substitusi frekuensi huruf yang sering dia pelajari di artikel-artikel intelijen dunia lamanya.

"Hei, Alis Tebal," sebuah bisikan super pelan terdengar dari arah kanannya. Itu adalah ninja dari Amegakure yang duduk di sebelahnya. Pria itu sedikit menggeser duduknya, matanya melirik tajam ke arah kertas Lee melalui celah masker gasnya. "Geser sedikit kertasmu ke kanan. Atau aku akan memastikan kamu tidak akan pernah bisa berjalan lagi setelah keluar dari gedung ini."

Lee tidak menoleh. Dia tetap fokus menulis jawaban soal nomor tujuh. Namun, bibirnya bergerak sedikit, mengeluarkan suara yang hampir tidak terdengar oleh orang lain kecuali ninja di sampingnya. "Jika kamu memiliki energi untuk mengancamku, sebaiknya gunakan energinya untuk memperhatikan pengawas di sudut jam dua yang sudah mencatat nomor bangkumu sebanyak tiga kali."

Ninja Amegakure itu tersentak. Dia melirik ke arah yang disebutkan Lee dan benar saja, seorang pengawas sedang menatapnya dengan pensil yang siap mencoret papan nilai. Wajah di balik masker itu langsung memucat, dan dia segera membetulkan posisi duduknya dengan kaku, tidak berani lagi melirik ke arah meja Lee.

Waktu terus bergulir dengan lambat, menyiksa mental setiap peserta yang belum menyadari esensi sejati dari ujian ini. Di barisan lain, Neji sudah mulai menggerakkan jemarinya, menggunakan Byakugan secara samar untuk melihat gerakan pensil dari ninja penguji tersembunyi yang sengaja ditempatkan di antara mereka untuk memberikan jawaban yang benar. Tenten menggunakan benang chakra tipis yang diikatkan pada cermin kecil di langit-langit untuk memantulkan lembar jawaban orang lain.

Semua orang bertarung dengan cara mereka masing-masing. Ini bukan lagi tentang pengetahuan, melainkan tentang kemampuan mengumpulkan informasi secara rahasia di bawah tekanan ekstrem—sebuah simulasi nyata dari misi infiltrasi shinobi.

Lee menyelesaikan soal kesembilan tepat saat jam dinding menunjukkan waktu tersisa lima belas menit sebelum soal kesepuluh diumumkan. Dia meletakkan pensilnya, meregangkan jemarinya yang terbalut perban dengan santai.

Sekarang, tinggal menunggu kejutan terakhir dari Ibiki, pikir Lee sambil menatap punggung besar penguji itu yang berdiri membelakangi kelas, menatap keluar jendela ke arah langit Konoha yang mulai berawan. Ujian mental yang sesungguhnya baru akan dimulai setelah ini.

1
aldo
lanjut author 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
The Music
lanjut lagi 🔥🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍
Andi Akhasay: Mampir kak ke ceritaku.
total 1 replies
Aisyah Suyuti
goof👍
waktunya comeback
menarik
Hadi Hadi
good 👍
The Music
semangat thor👍🔥🔥
Hadi Hadi
mantap 👍👍
Hadi Hadi
up up up 😍😍
Hadi Hadi
is good 👍👍
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
semangat 💪
Hadi Hadi
semangat
Hadi Hadi
good 👍👍
Hadi Hadi
lanjut 💪
Hadi Hadi
up up up 👍👍
Hadi Hadi
sikat 💪
Hadi Hadi
mantap 💪
Hadi Hadi
up up up 💪
Hadi Hadi
good 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!