NovelToon NovelToon
Aku Jadi Miliarder Dalam Satu Malam

Aku Jadi Miliarder Dalam Satu Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: BRAXX

Miles Sterling hanyalah seorang menantu miskin yang dihina dan direndahkan oleh istri dan keluarganya. Saat ibunya sakit parah dan butuh biaya operasi $250.000, istrinya justru menghabiskan $300.000 untuk pesta mantan kekasihnya.

Namun takdir berkata lain. Miles ternyata adalah satu-satunya pemilik 50 koin NexaChain—mata uang kripto yang nilainya kini melonjak menjadi $40 miliar. Dalam semalam, ia berubah dari pengemis menjadi miliarder sekaligus CEO NexaChain Global. , perusahaan raksasa di balik koin tersebut.

Kini, dengan kekayaan dan kekuasaan yang tak terbayangkan, Miles siap membalas semua penghinaan. Tapi akankah ia mampu mempertahankan segalanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRAXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Taruhan!!

Miles menatap tepat ke mata Kelvin, dan sangat jelas terlihat bahwa ia sama sekali tidak terguncang oleh senyum mengejek yang menghiasi wajah Kelvin maupun Lily.

Miles menarik napas panjang untuk menenangkan dirinya sebelum mengucapkan kata-kata berikutnya. "Bukankah aku sudah memberitahumu di kantor polisi bahwa aku akan menghadiri pesta ini? Dan bukan hanya menghadiri... aku juga sudah mengatakan kepadamu apa tujuan kedatanganku ke sini. Akulah orang yang akan menerima Golden Award malam ini."

Total ada tiga penghargaan, yaitu Bronze Award, Silver Award, dan Golden Award. Ketiganya diberikan kepada kategori individu yang berbeda, berdasarkan kontribusi mereka, baik berupa uang maupun bentuk kontribusi lain yang memberikan dampak besar pada acara tersebut.

"Jadi, ya... itulah alasan aku berada di sini," ulang Miles sementara mereka masih berdiri di hadapannya. Ia hendak melewati mereka dan berjalan menuju gerbang, tetapi Kelvin menghalangi jalannya seolah tidak ingin membiarkannya lewat.

Kelvin tertawa keras dengan nada mengejek hingga menarik perhatian para tamu yang berada di sekitar mereka. "Satu-satunya penghargaan yang akan kau terima malam ini adalah tamparan dari petugas keamanan saat mereka mengusirmu dari pintu masuk."

Alis Miles berkerut bingung.

"Maksudmu apa?" tanyanya kepada Kelvin, dan Kelvin kembali tertawa.

"Dasar bodoh!" kata Kelvin sambil menyeringai.

Ia melangkah mendekati Miles dengan santai, lalu menunjuk dengan angkuh ke arah pos pemeriksaan keamanan di dekat pintu masuk utama. Tempat itu tampak sangat canggih dan modern. Di sana berdiri sebuah alat pemindai identitas.

"Kau tahu alat itu? Tentu saja tidak! Aku tahu kau tidak tahu apa itu, karena kau belum pernah datang ke acara kalangan elite seperti ini," kata Lily dengan dingin.

"Jelas kau tidak mengerti bagaimana sistem ini bekerja. Di pos pemeriksaan ada pemindai sidik jari. Sistem itu diprogram untuk mengenali tokoh-tokoh kelas atas saja. Selebritis,, eksekutif tingkat tinggi... bukan orang rendahan sepertimu. Kau akan langsung ditolak pada pemindaian pertama. Sistem itu akan langsung tahu kalau kau berasal dari daerah kumuh dan memang tidak pantas berada di sini."

Miles terkekeh sinis. "Lalu apa yang membuatmu berpikir sidik jarimu akan dikenali, sementara sidik jariku tidak? Apa yang membuatmu merasa kedudukanmu lebih tinggi dariku, Kelvin?"

Kelvin mengangkat sebelah alis sebelum menjawab. "Tentu saja kedudukanku lebih tinggi darimu, dan sistem itu juga tahu. Aku sudah menghadiri acara ini sejak usia dua puluh satu tahun. Selama bertahun-tahun aku menyumbangkan jutaan dolar. Aku bahkan duduk di salah satu dewan penasihat. Sedangkan kau, Miles? Mantan kurir yang kehilangan pekerjaan. Sekarang apa? Meminjam pakaian hanya untuk mengesankan orang lain, seperti anak taman kanak-kanak yang sedang bermain kostum. Jangan samakan dirimu denganku."

Lily melipat kedua tangannya di depan dada sambil memutar bola matanya. Suaranya dipenuhi nada merendahkan. "Masih ada lagi... Karena kami adalah orang-orang yang bernilai, Miles. Orang-orang yang memberi. Orang-orang yang berdonasi. Kami membangun kota ini, apa kau tidak mengerti? Kami berkontribusi bagi perkembangannya, sedangkan kau? Kau hanyalah beban, noda dalam kemajuan kota ini. Kau hanya menjadi parasit, selama ini yang kau lakukan hanyalah menumpang hidup."

Ia memandang Miles dari atas ke bawah dengan jijik. "Seharusnya kau malu bahkan hanya untuk menunjukkan wajahmu di sini. Kau tetap saja pengganggu, tetap tidak berarti seperti biasanya. Sejujurnya, kau hanya mempermalukan dirimu sendiri."

Miles tersenyum tipis. "Aku tidak datang ke sini untuk menjadi pengganggu, Lily. Aku datang untuk mengambil penghargaan milikku... Golden Award. Penghargaan yang bahkan hanya bisa kau impikan. Dan kalau kau lupa, akulah yang mengubah jadwal pesta ini dari pukul 18.00 menjadi pukul 20.00."

Kelvin mendengus. "Sudahlah, tutup mulutmu. Itu hanya kebetulan. Tidak mungkin kau ada hubungannya dengan keputusan itu. Jangan lupa siapa dirimu, Miles... bukan siapa-siapa. Kau? Mengubah jadwal acara elite? Sadarlah, orang miskin. Kau tidak punya kekuasaan ataupun wewenang sebesar itu, bahkan di daerah kumuh tempat asalmu."

Lily melangkah maju, terlihat semakin kesal. "Apa kau bahkan tahu arti Golden Award? Penghargaan itu diberikan kepada orang yang memberikan kontribusi terbesar dan paling berarti dalam acara ini. Bahkan aku maupun kedua orang tuaku tidak menerimanya. Itu karena penyelenggara hanya memilih seseorang yang telah melakukan sesuatu yang benar-benar luar biasa."

Ia mencibir. "Sedangkan kau, Miles, tidak punya sesuatu yang luar biasa untuk ditawarkan."

Ia kembali melipat tangan dan menatap Miles tepat di matanya. "Tapi kalau kau begitu percaya diri, bagaimana kalau kita bertaruh? Karena kau begitu yakin akan pulang membawa penghargaan itu malam ini, mari kita jadikan ini sebuah taruhan. Kalau kau kalah, kau harus langsung kembali ke kantor polisi dan meminta mereka berhenti mencurigai kami—bersihkan nama kami sepenuhnya."

Miles mengangkat sebelah alis, berusaha memahami apa keuntungan yang akan ia dapatkan. "Kalau aku menang?"

Kelvin mengangkat satu jari, memotong Lily sebelum sempat menjawab. "Tunggu dulu, Sayang. Kita sedang berbicara tentang Miles Sterling. Orang yang mungkin bahkan memakai celana dalam pinjaman. Dia tidak punya apa pun untuk dipertaruhkan... sama sekali tidak punya."

Ia mendekat, menurunkan suaranya sedikit, tetapi tetap penuh percaya diri.

"Jadi mari kita naikkan taruhannya. Kita buat dua taruhan. Pertama—kalau dia bahkan bisa melewati pemeriksaan keamanan dan masuk ke dalam gedung seperti kami semua, aku akan memberinya lima ratus juta dolar. Tunai. Tapi kalau dia gagal, dia harus membersihkan nama kita di depan polisi dan mengakui bahwa kita sama sekali tidak terlibat dalam semua ini."

Lily terkekeh di sampingnya, jelas menikmati drama itu. Beberapa tamu di sekitar mereka mulai diam-diam menguping.

Kelvin melanjutkan, "Kedua—kalau, entah karena mukjizat apa, dia bukan hanya berhasil masuk tetapi juga memenangkan Golden Award malam ini... aku akan memberikan dua mobil sport termahalku kepadanya. Setelah itu aku tidak akan memiliki mobil lagi dan hanya akan memiliki empat ratus juta dolar di rekeningku."

Lily menambahkan sambil menyeringai, "Dan kami akan menjabat tanganmu sebagai bukti bahwa keajaiban benar-benar ada."

Kelvin membungkuk sedikit hingga wajahnya hampir sejajar dengan Miles, lalu berbisik pelan. "Tapi kalau aku yang menang—dan memang aku akan menang—kau harus berlutut di hadapanku, mencium sepatuku di depan semua orang yang hadir di pesta ini, lalu meninggalkan kota ini. Selamanya. Kau akan menghilang, Miles. Seperti yang seharusnya sudah kau lakukan sejak dulu."

Akhirnya Miles berbicara. Suaranya tenang dan begitu penuh keyakinan hingga membuat mereka berdua terkejut. "Setuju."

Kelvin mengangkat sebelah alis. "Tunggu, begitu saja? Kau menerima kedua taruhan itu tanpa ragu sedikitpun?"

Miles mengangguk. "Kenapa tidak? Kedengarannya cukup menghibur."

Lily kembali tertawa. "Menghibur? Kau sebentar lagi akan mempermalukan dirimu sendiri di depan setengah isi kota ini."

Kelvin menyeringai sambil menggosok kedua telapak tangannya. "Kalau begitu, kita tunggu apa lagi? Ayo kita selesaikan semuanya sekarang.”

1
Wega Luna
entahlah jujur jadi agak bosan karena malam pesta butuh berepisode episode,nasib ibunya gimana,,,,
MELBOURNE: sabar guyss tunggu besok lagi
total 1 replies
Was pray
drama muter2nya kesuuuwen... masalah duduk di kursi berlapis emas mbulet gak kelar2
Was pray
bab nya kebalik ya Thor?
MELBOURNE: udah di perbaiki kokk
total 2 replies
Was pray
trik othor untuk mempermalukan miles dua kejadian yg sama, dulu waktu pertama kali memperkenalkan diri sebagai CEO di nexachain dipemalukan Alvaro Krn terpisah dari Laura Krn miles dapat tlpn sehingga mereka masuk ke gedung tidak bmvareng ma laura, sekarang gantian Laura yg dpt tlpn sehg gak bareng Laura lagi doan dipermalukan ma Lily dan Kelvin , kejadian yg super langka selain di novel ini... 🤣🤣🤣
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 dibuang kerikil dipungut berlian si miles ini🤣🤣🤣🤣🤣,
Was pray
kenapa gak dilihat dan disita ponselnya Kelvin dan Lily Theo? itu kan bisa jadi bahan penyelidikan... ntar diberikan lagi tapi disadap jadi tau apabila ada aktivitas yg mengarah ke kasus penculikan ibunya miles, polisi amatir nih. .
Was pray
interogasi malah berubah jadi mbahas pesta . salah tempat nih. gak konsekwen
Was pray
katanya miles mau merahasiakan identitasnya sebagai CEO di nexachain KPD lily dan keluarganya...? ini malah ngasih tau Lily secara tidak langsung ... jadi orang kok pkin plan les miles
Was pray
kesuuuweeen....
Rahmawati
berlagak sok
MRYSS
harus nya di BKIN beda kek Ama novel orng" punya bnyk duit kok g mau beli jas trus di pake mlh pura" miskin naiff bngtt
Was pray
miles berikan no tlpn yg digunakan untuk mengancam kepada polisi agar ditelusuri jejak digital oleh pihak kepolisian
Was pray
baru aja miles jadi horanv hebat udah down lagi, diperdaya dengan begitu mudahnya, keluarga CEO dari perusahaan super besar gak ada prioritas pemberian perlindungan keamanan buat keluarganya. seorang CEO pontang panting sendirian menjaga keamanan keluarganya
express
menarik
ghani pro
ide dan alur ceritanya menarik
Was pray
lega kok lemas? seharusnya perasaan lega bikin kuat bukan bikin lemas!
MELBOURNE: sorry² authornya ngantokk🙏🙏🙏
total 1 replies
Was pray
mulai muncul ketegasannya miles, udah bosan baca ketololan dan ketidak berdayanya miles yg jadi bahan cemoohan tapi gak bisa apa2, cuma bengong kayak sapi ompung
Was pray
lagi dan lagi ketololan miles muncul , sehari aja gak dihina orang miles demam
Was pray: iya je... bisa bikin geretan tuh ma miles yg lama loading otaknya... 😄😄
total 2 replies
@Lion_001
bagus ceritanya,saran jangan samoe miles jadi org yg naif kedepannya manfaatkan kekayaannya sebaik mungkin,dn bersikap tegas pada irg yg menhinanya, jikabmiles naif jafi bosan ceritanya. semangat thorr
MELBOURNE: makasih kk🙏🙏
total 1 replies
@Lion_001
lanjut thorr👍
MELBOURNE: ditunggu besok lagi guyss
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!