Hi ☺️
BELUM DI REVISI DAN MASIH BANYAK TYPO
Seorang gadis yatim piatu yang mencintai kakak angkatnya yang bernama Ismail Marzuki.
Cinta mereka di uji ketika Pak Pandu mengancam Ismail Marzuki untuk menikahi anaknya yang bernama Zilla untuk menutupi aib anaknya yang hamil di luar nikah. Di sebabkan Pak Pandu tidak merestui Zilla menikah dengan Asril. Laki-laki yang kanan kiri otak perempuan dan jauh dari agama.
Ikuti kisah kelanjutannya Bagaimana cinta mereka apakah Ismail akan bersama dengan Uswa ataukah Ismail akan bersama dengan Zilla?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isna Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
Uswa berlari ke kamarnya untuk mengambil ponsel miliknya yang berada di atas meja dekat tempat tidurnya. Uswa segera mengambilnya dan menelepon ke nomor ponsel Ismail. Uswa sudah menelepon Ismail berulangkali namun tidak tersambungkan juga. Uswa semakin resah dengan keadaan Bu Sukma dan Ismail yang susah untuk di hubunginya.
Uswa kembali turun ke ruang tamu yang berada di bawah dilihat Bu Sukma masih tergeletak di lantai. Seketika hati Uswa teriris melihat Bu Sukma sudah tidak bernyawa lagi Uswa kembali menangis. Uswa mencoba menghubungi nomer ponsel milik Hadi. Setelah mendapati nomornya langsung menekannya.
"Kak Hadi" Ucap Uswa terbata-bata tak bisa menahan tangisanya
"Uswa ada apa dengan mu? Kenapa kamu menangis?Tanya Hadi di buat panik oleh suara Uswa dan tangisannya
"Uswa tidak bisa berkata apa-apa"
"Uswa tolong jawab pertanyaanku kamu kenapa menangis, ada apa dengan mu? Kamu di mana sekarang? Apa yang sudah terjadi dengan mu Uswa? Tanya Hadi panik
"Kak Hadi. Bu Sukma meninggal dunia. Tolong Kakak ke sini aku takut Kak. Abang Ismail tidak berada di rumah" Jawab Uswa sesenggukan
"Inalilahi wainalilaihi rojiun. Kenapa Bu Sukma bisa meninggal? Kemarin masih baik-baik saja aku melihatnya? Tanya Hadi balik
"Aku tidak tau Kak. Aku melihat Bu Sukma sudah tergeletak di ruang tamu" Jawab Uswa
"Kamu jangan panik Uswa. Aku akan segera ke situ bersama Ibuku. Apa kamu sudah menelepon Ismail dan memberi tahu kalau Bu Sukma sudah tiada? Tanya Hadi
"Aku sudah meneleponnya berulang kali, namun Abang tak mengangkat juga telepon dariku, Kak" Jawab Uswa
"Telepon Ismail kembali sekarang juga dan nanti kalau aku bertemu Ismail akan ku kabarinya kalau Ibunya sudah meninggal dunia" Ucap Hadi memutuskan teleponnya
Bu Zaroh yang berada di samping Hadi, hanya bisa menguping pembicaraan antara Hadi dan Uswa di telepon.
"Apa itu telepon dari Uswa? Tanya Bu Zaroh
"Iya Bu. Uswa yang sudah meneleponku" Jawab Hadi
"Ada apa dengan Uswa? Apa yang sudah kalian bicarakan? Apa yang sudah terjadi dengan Bu Sukma? Tanya Bu Zaroh serius
"Bu Sukma sudah meninggalkan Bu" Jawab Hadi
"Bagaimana mungkin bisa meninggal! Jangan berbica sembarangan Hadi. Bu Sukma kemarin aku melihatnya baik-baik saja orangnya dan masih segar bugar. Ibu tidak percaya dengan ucapanmu Hadi" Ucap Bu Zaroh
"Tapi Allah sudah berkehendak lain Bu. Siapa yang tau rencananya" Jawab Hadi
"Ibu seperti tidak mempercayainya, Nak" Ucap Bu Zaroh meneteskan air matanya
"Aku juga tidak percaya, Bu. Mendengar kabar ini dari Uswa. Uswa meneleponku dengan menangis-nangis itu yang membuat hatiku sedih apa yang di sampaikan Uswa itulah kebenarannya. Bu sebaiknya kita ke rumahnya Ismail sekarang juga. Uswa mengatakan kepada ku bahwa Ismail tidak berada di rumah dan Uswa sendirian" Ajak Hadi
"Bukan tadi Ismail pamit untuk pulang. Tapi kenapa malah tidak sampai ke rumah. Dimana perginya Ismail sekarang ini kan sudah larut malam. Ismail kamu di mana, Nak? Hadi cepatlah ambil kunci mobilmu dan kunci rumah, Ibu akan menunggumu di depan. Ibu akan mencoba menelepon Ismail! Perintah Bu Zaroh
"Iya Bu" Ucap Hadi langsung mengambil kunci mobil dan kunci rumahnya sedang Bu Zaroh menelepon Ismail
Bu Zaroh menelepon Ismail berulangkali namun Ismail tak kunjung mengangkat telepon darinya.
"Bagaimana Bu? Apa Ismail menjawab telepon dari Ibu? Tanya Hadi dengan fokus menyetir sedangkan Bu Zaroh fokus melihat keadaan di luar siapa tau melihat Ismail
"Tidak Nak" Jawab Bu Zaroh
"Ismail. Kamu sebenarnya berada di mana sih" Ucap Hadi
Perjalanan dari rumah Hadi menuju ke rumah Ismail tidaklah jauh hanya memerlukan waktu beberapa menit saja.
"Bu jangan tinggalkan Uswa Bu. Uswa takut sendiri Bu" Ucap Uswa di hadapan jasad Bu Sukma
Ismail sampai di rumahnya dalam keadaan yang tak karuan. Ismail sempat mampir sebentar ke rumah Hadi untuk menceritakan keluh kesahnya kepada Hadi. Setelah itu Ismail berpamitan kepada Hadi untuk pulang nyatanya Ismail tidak pulang melainkan ke tempat lain.
Ismail mendengarkan suara tangisan Uswa. Ismail langsung berlari menuju ke dalam rumah. Saat pintu rumahnya terbuka Ismail melihat Uswa sedang menangis dan memangku Bu Sukma yang tergeletak lemas tak bernyawa lagi.
"Abang" Panggil Uswa dengan menangis
"Apa yang sudah terjadi? Tanya Ismail
"Ibu Bang... I bu" Jawab Uswa terbata-bata
"Apa yang sudah terjadi dengan Ibuku, Uswa? Tanya Ismail
"Ibu sudah meninggalkan Bang" Jawab Uswa
"Tidak mungkin Ibu meninggal. Kamu jadi mengada-ngada Uswa" Ucap Uswa
"Abang. Aku tidak sedang bercanda dan ingin mengada_ngada tapi ini kenyataan yang harus kita terima" Jawab Uswa menjelaskan kepada Ismail yang tidak percaya kalau Ibunya sudah meninggal dunia
Ismail melangkah kakinya mendekati Bu Sukma dan Uswa di lihatnya Bu Sukma sudah tidak bernyawa lagi dengan memeriksa denyut nadinya.
"Ibu" Teriak Ismail
"Ibu jangan tinggalkan Ismail Bu. Ismail minta maaf sudah membuat Ibu kecewa. Maafkan Ismail Bu" Ucap Ismail menanggisi apa yang sudah terjadi dengan Ibunya. Ismail mengingat kembali kejadian tadi dirinya sudah berkata kasar kepada Ibunya sebuah meninggal
"Maafkan aku. Sudah menjadi anak yang durhaka. Maafkan aku" Ucap Ismail memeluk Ibunya
"Abang tenanglah. Semua yang sudah terjadi bukanlah salah Abang, melainkan sudah kehendak Allah" Ucap Uswa menenangkan Ismail
"Tidak Uswa. Ini semua salahku, mohon hukum aku Bu. Jangan berikan hukuman seperti ini, hukum yang membuatku menyesalinya seumur hidupku" Ucap Ismail menyalakan dirinya sendiri sampai-sampai Ismail memukul kepalanya sendiri
"Abang jangan merasa bersalah dengan kematian Ibu" Jawab Uswa
"I Bu" Ucap Ismail tak bisa membendung air matanya aksi Ismail tak hanya memukul kepalanya sendiri dengan tangannya melainkan ia membenturkan kepalanya ke tembok rumahnya berulangkali hingga berdarah
Saat Bu Zaroh dan Hadi sampai di rumah Ismail. Hadi segera menghentikan aksi Ismail sedangkan Bu Zaroh menuju ke arah Uswa.
"Apa yang kamu lakukan Ismail. Kamu bisa melukai dirimu sendiri" Ucap Hadi menghentikan aksi gila Ismail dan memeluk Ismail
"Hadi jangan hentikan aku. Ibuku meninggal ini terjadi semua karena ku. Aku yang pantas untuk meninggal mengantikan Ibuku" Ucap Ismail memberontak dari pelukan Hadi
"Bukan salahmu. Lihat aku ini terjadi bukan karena mu, tapi kehendak Allah" Teriak Hadi kepada Ismail untuk menyadarkan Ismail. Ismail akhirnya berhenti memukul kepalanya dan membalas pelukan Hadi
"Jangan seperti ini lagi. Kasihan dengan Ibumu dan coba kamu lihat Uswa dia akan lebih menderita lagi kalau kamu seperti ini" Ucap Hadi
"Benar Ismail apa yang sudah Hadi ucapkan kepadamu. Kita yang masih hidup harus bisa menerima kenyataan bahwa Ibumu sudah tiada. Awalnya Ibu juga tidak percaya sama sepertimu, Nak" Sambung Bu Zaroh
"Abang ku mohon jangan ulangi hal itu lagi" Ucap Uswa
"Maafkan aku Uswa. Aku tidak percaya Ibu akan meninggalkanku secepat ini" Ucap Ismail
"Kita semua tidak ada yang tau rencana Allah, Nak" Sambung Bu Zaroh
"Iya benar itu, Bu" Jawab Hadi
Bersambung... ✍️
My Little prince dan VCPD 🤩
"vampir yg sangat lembut" ditunggu kakak
7in1
🌷🌷🌷🌷💕💕💕💕💜💜💜💜
7in1
💗💗💗💗💗💗💗
7kn1
🌷🌷🌷🌷💕💕💕💕💕♥️♥️♥️
7kn1
🌷🌷🌷🌷💕💕💕💕💕
7kn1
🌷🌷🌷🌷💕💕💕💕💕
7in1
Salam Sayang Paling disayang 😱😱
💜💜💜💜💜💜💜💜
7in1
Salam Sayang Paling disayang 😱😱
💜💜💜💜💜💜💜💜💜
7in2
Rate ⭐⭐⭐⭐
kembali
💜💜💜💜💜
kembali
🖤🖤🖤🖤🖤