Menikah karena kemauan sendiri dan dengan pilihan sendiri tidak selamanya berbuah kebahagiaan.
Benazir adalah buktinya.
Menikah selama beberapa tahun dengan pria yang berusaha diperjuangkannya, malah menimbulkan luka dan kecewa berkepanjangan. Suaminya bahkan menganggapnya istri yang memalukan dan tak pantas dihargai.
Haruskah Benazir bertahan atau pergi.
Kisah ini akan sedikit menguras air mata.
Berminat ?
ikuti kisahnya yuk...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27 ( Kegaduhan )
Rupanya Maher serius dengan niatnya mendekati Benazir kembali. Terbukti dengan seringnya Maher menelephon atau mengirim pesan melalui ponselnya kepada Benazir.
Saat pertama kali menerima pesan di ponselnya Benazir terkejut. Karena seingatnya dia tak pernah memberikan nomor ponselnya kepada Maher. Tapi Benazir bisa menebak siapa yang telah memberikan akses untuk Maher agar bisa menghubunginya.
" Pasti ulah empat cewek rempong itu...," gumam Benazir lalu membuka pesan yang dikirim Maher.
Saat membaca pesan itu Benazir terlihat tak semangat. Ia hanya membaca chat yang masuk tanpa membalasnya. Lalu ia kembali sibuk dengan pekerjaannya. Di seberang sana Maher menunggu balasan dari Benazir dengan sabar. Tapi setelah seharian menunggu dan tak juga mendapat respon dari Benazir, Maher pun tak lagi menunggu.
" Gapapa Naz. Aku bakal kejar Kamu lagi, kali ini bakal lebih gigih. Aku ga mau kesempatan emas ini hilang percuma...," gumam Maher sambil tersenyum.
\=\=\=\=\=
Arjuna masih terus membayangi kehidupan Benazir. Penyesalan telah membawanya menjadi sosok yang aneh dan terobsesi dengan mantan istrinya itu. Walau mereka telah resmi bercerai sejak sepuluh bulan lalu, tapi Arjuna tak henti mengawasi Benazir. Apalagi kesempatan Arjuna untuk melihat Benazir setiap hari terbuka lebar sejak ia mengantar jemput Sapto, karyawan senior di kantor yang sama dengan Benazir.
Hari demi hari semangat Arjuna kian tumbuh saat bisa melihat Benazir. Ia merasa peluangnya untuk kembali mendapatkan Benazir makin besar. Apalagi diketahuinya Benazir belum memiliki pendamping lagi setelah bercerai dengannya.
Seperti hari ini, Arjuna nampak berdandan rapi sebelum pergi menjemput Sapto. Ia berharap bisa bertemu dan berbincang sejenak dengan Benazir. Setelah mengunci pintu rumahnya, Arjuna melajukan motornya menuju kantor yang dimaksud.
Seperti biasa, setelah melewati pos security Arjuna melajukan motornya menuju parkiran dan menunggu di sana. Arjuna turun dari motor dan melangkah menuju loby kantor. Saat itu bersamaan dengan jam pulang kerja sehingga banyak karyawan yang berjalan keluar. Arjuna nampak mengembangkan senyumnya saat melihat Benazir sedang melangkah keluar dari loby bersama dengan Atik dan Silvi.
" Benaz...," sapa Arjuna ramah sambil tersenyum.
" Kamu, ngapain di sini...?" tanya Benazir dengan wajah tegang.
" Aku lagi jemput langganan. Kamu mau pulang...?" tanya Arjuna balik.
" Iya...," sahut Benazir sambil berlalu.
" Apa Kita bisa ngobrol sebentar Naz...?" tanya Arjuna penuh harap.
Benazir membalikkan tubuhnya diikuti Atik dan Silvi yang masih setia menemani.
" Maaf Mas. Ga ada lagi yang perlu diomongin kan. Buat apa basa basi kaya gini. Lebih baik Kamu fokus aja sama pekerjaan dan hidupmu, biar Aku urus hidupku sendiri...," sahut Benazir datar.
" Kenapa Naz. Apa karena Kamu malu sama kerjaanku yang cuma jadi driver ojol, jadi Kamu ga mau ngobrol sama Aku...?!" tanya Arjuna dengan nada suara tinggi hingga membuat karyawan lain menoleh kearah mereka.
" Ga usah buat ribut di sini Mas. Ga ngaruh buat Aku...," sahut Benazir santai sambil siap melangkah.
" Dasar Kamu ya. Wajah cantikmu itu hanya polesan. Karena ternyata hatimu ga secantik wajahmu. Cuma karena malu dengan pekerjaanku dan Aku ga bisa memenuhi keinginanmu Kamu menggugat cerai. Apa kaya gini mutu karyawan di kantor ini...?!" kata Arjuna marah.
" Cukup Mas. Jangan membolak balikkan fakta. Kejadiannya ga kaya gitu ya...!" sahut Benazir gusar.
" Kenapa, Kamu malu ya kalo sampe orang di kantor ini tau siapa Kamu sebenarnya. Wanita cantik tapi matre. Ga akan ada yang bakal tahan menikah sama cewek matre kaya Kamu. Asal Kalian tau, Saya ini mantan Suami Ibu Benazir yang hebat ini. Dia menggugat cerai setelah Saya jadi pengangguran karena terkena PHK massal di kantor Saya dulu. Dia ga sabar, ga tahan hidup menderita dan susah sama Saya. Padahal Saya udah membuktikan tanggung jawab Saya sebagai Suami dengan bekerja sebagai driver ojol seperti sekarang. Tapi apa, dia meninggalkan Saya bahkan menggugat cerai di saat Saya sedang terpuruk...!" kata Arjuna berapi-api.
Ucapan lantang Arjuna membuat kegaduhan di loby perusahaan itu. Sapto yang juga baru keluar dari lift terkejut mendengar pengakuan Arjuna. Ia tak menyangka jika Arjuna adalah mantan suami Benazir. Security pun datang dan berusaha melerai dengan menarik tangan Arjuna agar keluar dari kantor itu. Tapi Arjuna tetap bertahan sambil matanya menatap tajam kearah Benazir yang terlihat santai.
" Udah puas belum ngomongnya...?" tanya Atik sambil berkacak pinggang.
" Kenapa, Kamu mau membela temanmu yang jelas bersalah itu...?" tanya Arjuna sinis.
" Ga, siapa bilang. Asal Kamu tau. Dengan Kamu ngomong kaya gini, udah ngebuktiin betapa liciknya Kamu...," sahut Atik santai.
" Apa maksud Kamu...?" tanya Arjuna tak mengerti.
" Hampir semua karyawan di kantor ini tau seperti apa ceritanya sampe Benazir sekarang berstatus janda. Dia diabaikan dan diselingkuhi. Padahal dia sudah banyak berkorban untuk rumah tangganya. Bahkan ketika pria yang menjadi suaminya itu terpuruk pun dia tetap mendampingi dan tersenyum. Tapi mana ada wanita yang tahan setelah diabaikan masih harus menyaksikan Suaminya selingkuh di depan matanya. Bahkan kabarnya suaminya membawa wanita selingkuhannya itu pulang ke rumah saat palu hakim yang mensahkan perceraian mereka belum lagi diketuk. Gimana, Bapak Arjuna yang terhormat...?!" tanya Atik dengan tatapan tajam.
" Itu bohong...!" jerit Arjuna.
" Mana ada bohong. Kasus Kamu dan selingkuhanmu diarak ke seluruh kampung juga viral kok di medsos. Dan saat Kami tau siapa pria dalam video itu, yang Kami kenali sebagai Suami Bu Benazir, Kami langsung bisa menebak apa masalah yang menyebabkan dia menggugat cerai. Jadi di sini siapa yang bohong...?!" tanya Silvi kesal.
" Itu bohong. Aku cuma menolong wanita itu, ga lebih...!" kata Arjuna panik berusaha membela diri.
" Dasar ga tau diri. Punya Istri cantik dan hebat aja masih selingkuh. Berarti situ yang sakit Mas...," kata seorang karyawan dengan mimik mengejek.
" Kalo nolong juga ga harus ditampung dan dipake juga dong Bung...," sindir karyawan lain sambil tertawa mengejek.
Semua karyawan dan karyawati yang ada di loby pun tertawa mendengar ejekan yang ditujukan kepada Arjuna itu, dan itu membuat Arjuna tersinggung.
" Puas Kamu mendengar mereka menghina Aku Naz...?!" kata Arjuna marah dan bersiap menghampiri Benazir.
Tapi langkah Arjuna terhenti saat security dan para karyawan menghadang langkahnya dan berusaha melindungi Benazir dari jangkauan Arjuna. Nyali Arjuna nampak ciut saat menyadari bahwa Benazir dilindungi oleh rekan prianya yang saat itu berjumlah belasan.
Tiba-tiba Sapto maju dan memecah kerumunan para pria yang tengah bersiap memukuli Arjuna itu.
" Sebaiknya Anda pergi Arjuna. Saya tak mau Kamu datang dan mengganggu rekan Saya lagi. Dan mulai hari ini Saya tak akan lagi memakai jasamu...," kata Sapto tegas sambil menatap sinis kearah Arjuna.
" Pak Sapto, ga bisa gitu dong Pak. Ini kan urusan pribadi Saya sama dia. Jadi ga bisa dicampur aduk sama urusan kerjaan...," kata Arjuna mencoba bernegosiasi.
" Oh ya. Bukankah tadi Anda sendiri yang mengaitkan masalah pribadi Anda dengan kantor ini. Anda bilang karyawan kantor ini ga bermutu kan, ya udah Saya yang karyawan kantor ini merasa ga level dengan Anda. Jadi mulai sekarang Anda ga perlu datang ke sini lagi. Security...!" panggil Sapto.
" Siap Pak...," sahut dua orang security bersamaan. Dengan sigap mereka membawa Arjuna lalu mendorongnya keluar pintu gerbang kantor. Sedangkan motor Arjuna terlihat sudah terparkir di luar gerbang.
\=\=\=\=\=