Mencintai dan dicintai, memang menjadi harapan bagi setiap orang. Namun, bagi seorang Alexander Matthew harus selalu bisa dengan bijak untuk menyikapinya.
Hal yang paling sulit bagi Alex dalam mencintai yaitu memulainya. Terutama untuk membuka kembali hatinya setelah membereskan yang lama.
Pada akhirnya, hanya tiga hal yang berarti dalam hidup Alex yaitu seberapa banyak dia mencintai, seberapa lembut dia menjalani hidup, dan seberapa ikhlas dia melepaskan sesuatu yang tidak dimaksudkan untuknya.
Kini hati Alex pun berakhir pada satu wanita yang mampu membuat dia hanya ingin hidup bersamanya untuk selamanya.
"Meski banyak wanita di luar sana yang lebih baik, lebih cantik mungkin, atau lebih sexy, aku tidak peduli! Bagiku, hanya kamu wanita satu-satunya yang terbaik dari semua wanita di luar sana, dan hanya denganmu, aku ingin menghabiskan sisa hidupku!"
"Dasar gombal! Sejak kapan Tuan Muda sepertimu bisa berkata semanis ini?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intanpermata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MBW #27
"Alex, tentang gosip yang beredar belakangan ini, apa kamu sudah tau?" Tanya Veronica dengan serius menatap Alex.
"Hmm." Jawab Alex sambil mengangguk.
"Kamu tidak marah dengan gosip tentang kita?" Tanya Veronica kembali dengan menatap Alex karena ia melihat Alex terlihat biasa-biasa saja saat ia menanyai gosip yang beredar tentang kedekatan mereka. Oleh sebab itu, Veronica datang menemui Alex hanya ingin memastikan perasaan Alex terhadapnya. Kalau Alex marah dengan gosip itu berarti Alex memang sudah benar-benar tidak peduli dengannya. Tapi ia melihat Alex yang seperti tidak terjadi apa-apa. Lalu aa artinya ini? Apa Alex masih memiliki perasaan terhadapnya dan masih menginginkannya untuk kembali menjalin ikatan cinta seperti dulu?Veronica terus memikirkan dan berharap hal itu akan terjadi.
Alex kembali menghela nafasnya. "Aku tidak marah karena aku memang sudah tidak peduli lagi dengan gosip-gosip murahan seperti itu!" Jawab Alex seketika membuat wajah Veronica yang ingin tersenyum berubah menjadi sangat kecewa.
"Alex! Gosip murahan kamu bilang?" Tanya Veronica dengan menatap Alex.
"Lex, aku pikir..kita bisa kembali lagi seperti dulu!" Lanjut Veronica dengan penuh harap.
Alex tersenyum sinis menatap Veronica. "Kamu terlalu percaya diri, Vero!" Ucap Alex dengan acuh.
"Ya, karena aku yakin kamu masih menyimpan perasaan kepadaku, Alex!" Ucap Veronica kemudian mendorong Alex hingga melangkah mundur dan punggung Alex membentur dinding lalu Veronica langsung mencium Alex.
Alex yang merasa mendapat serangan tak terduga, ia tidak bisa menghindar juga menolak ciuman dari Veronica. Beberapa detik kemudian tiba-tiba bayangan Amanda muncul dalam pikirannya. Seketika Alex mendorong Veronica hingga Veronica terjungkal.
"Aaahk!" Pekik Veronica saat tubuhnya terjungkal membentur lantai.
Saat itu juga Dion datang dan langkahnya semakin cepat menghampiri Alex. "Bos, apa yang terjadi?" Tanya Dion dengan melihat kebawah kearah Veronica yang masih terduduk dilantai lalu menatap Alex.
"Bawa dia keluar dari perusahaan ini dan pastikan dia tidak akan pernah lagi muncul dihadapanku!" Titah Alex dengan mengeraskan rahangnya.
"Baik Bos!" Jawab Dion kemudian membungkuk dan menarik lengan Veronica.
"Lepaskan aku!!" Pekik Veronica sambil menepis tangan Dion.
"Jangan berani-berani menyentuhku!!" Lanjutnya dengan keras menatap tajam Dion kemudian Veronica bangkit berdiri.
"Kalau begitu silahkan pergi dari sini Nona!" Ucap Dion dengan sopan.
"Alex! Kamu keterlaluan!" Ucap Veronica dengan keras dan mata berkaca-kaca kemudian berbalik lalu pergi.
Dion mengikuti Veronica untuk memastikan wanita itu pergi meninggalkan perusahaan Matthew.
Alex segera masuk kedalam ruangannya dan menutup pintunya dengan membantingnya hingga mengeluarkan bunyi yang keras. Ia menuju toilet yang ada didalam ruangannya lalu segera membasuh wajah dan bibirnya seolah merasa jijik setelah dicium Veronica.
Bayangan Amanda kembali muncul saat Alex membasuh wajahnya. Alex menatap menyandarkan kedua tangannya diwastafel lalu menatap dirinya pada cermin besar didepannya. Ia memejamkan matanya dan bayangan Amanda muncul kembali. Bayangan saat Amanda menciumnya dan memohon kepadanya.
Alex segera membuka matanya ia mengerang frustasi. "Apa yang terjadi denganku?" Tanya Alex pada dirinya sendiri.
"Apa benar kalau aku jatuh cinta kepadanya?" Lanjutnya sambil menatap dirinya kembali pada cermin besar didepannya.
***
Hari semakin sore dan Amanda baru saja sampai Villa sepulang dari kuliahnya. Ia terlihat sangat lelah. Ia dijemput oleh salah satu penjaga Villa karena Dion sedang ada urusan bersama Alex.
Amanda masuk kedalam Villa dan berjalan menuju kamarnya. "Nona Amanda!" Seru Bi Salma yang melihat Amanda pulang.
"Bibi! Ada apa Bi?" Tanya Amanda sambil menghampiri Bi Salma.
"Tidak ada apa-apa. Malam ini biar Bibi yang masak ya? Kamu sepertinya kecapekan." Ucap Bi Salma yang begitu pengertian membuat Amanda langsung memeluknya.
"Bibi!" Rengek Amanda seperti pada ibunya sendiri.
"Sudah sana mandi dan istirahat dulu, biar Bibi yang menyiapkan makan malamnya ya!" Ucap Bibi sambil melepas pelukan Amanda dengan lembut.
"Baiklah Bibi sayang!" Jawab Amanda dengan tersenyum manis kemudian berbalik dan segera masuk kedalam kamarnya.
Amanda merasa sangat lelah dan ia ingin mandi supaya fresh kembali. Selesai mandi dan berganti pakaian, Amanda merasa sangat mengantuk. Ia pun membaringkan tubuh mungil nya diatas ranjang queen size nya dan memejamkan mata. Amanda sangat mengantuk dan ia pun langsung tertidur.
Hari mulai gelap dan Alex baru saja pulang. Ia langsung naik menuju kamarnya untuk mandi kemudian makan malam bersama Amanda. Bi Salma yang sekilas melihat Taun Muda pulang, ia tersenyum senang.
Jarang sekali bahkan hampir tidak pernah Alex pulang cepat seperti hari ini. Semenjak Amanda tinggal di Villa ini, Alex sering pulang dan tidur di Villa meski pulang larut malam yang pasti ia selalu pulang. Biasanya Alex lebih memilih tidur di apartemen miliknya yang letaknya sangat dekat dengan perusahaannya untuk menyingkat waktu. Kini Alex selalu pulang ke Villanya karena ingin selalu melihat Amanda.
Setelah mandi dan berganti pakaian, Alex segera turun menuju ruang makan. "Tuan Muda sudah pulang?" tanya Bi Salma dengan tersenyum.
"Iya Bi." Jawab Alex singkat sambil matanya memperhatikan sekeliling membuat Bi Salma kembali tersenyum melihat Tuan Mudanya.
Tuan Muda pasti mencari Nona Amanda! Ucap Bi Salma dalam hati.
"Nona Amanda sepulang dari kuliah tadi belum juga keluar kamar Tuan." Ucap Bi Salma memberitahu Alex sambil mengambilkan makanan untuk Alex.
"Memangnya, dia pulang jam berapa tadi Bi?" Tanya Alex sambil meraih gelas yang berisi air putih lalu menegakkan.
"Nona Amanda pulang sore tadi sekitar jam limaan Tuan." Jawab Bi Salma.
"Oh!" Ucap Alex sambil mengangguk terlihat acuh namun dalam hati ia berharap Amanda segera keluar dari kamarnya dan makan malam bersama dengannya.
"Tuan Muda." Panggil Bi Salma.
"Ya Bi? Ada apa?" Tanya Alex sambil menatap Bi Salma.
"Sebenarnya Nona Amanda sedang merasa kecewa." Jawab Bi Salma yang sengaja ingin tau bagiamana sebenarnya perasaan Alex kepada Amanda.
Alex mengernyit menatap Bi Salma. "Kecewa?" Alex merasa tidak mengerti.
"Tadi pagi, Nona Amanda membuatkan sarapan untukmu Tuan." Ucap Bi Salma membuat Alex semakin mengernyit dan ia teringat saat tadi pagi Amanda mengejarnya menyuruhnya untuk sarapan, rupanya Amanda sudah menyiapkan sarapan untuknya.
Setelah diam sejenak dan mengingat kejadian tadi pagi, Alex langsung bangkit dari tempat duduknya dan beranjak meninggalkan ruang makan lalu menuju kamar Amanda tanpa menanggapi ucapan Bi Salma.
"Bibi yakin, pasti Tuan Muda Alex sangat menyesal karena melewatkan sarapan buatan Nona Amanda dan sudah membuatnya kecewa." Gumam Bi Salma dengan tersenyum lebar.
Alex menuju kamar Amanda dan mengetuk pintunya. Tapi Amanda tidak membukakan pintu untuknya. Alex berbalik dan berhenti lalu kembali berbalik lagi ke pintu kamar Amanda. Ia memutar knop pintunya. Heh, tidak dikunci?
Alex mendorong pelan pintunya dan melihat kedalam kamar. Rupanya dia tidur!
...*****...