Novel kali ini,menceritakan tentang gadis tomboy yang mencintai lelaki separuh perempuan.Lelaki yang membuatnya jatuh cinta karna tingah kemayunya.
"Omte... kalo kita habis ini ketemu lagi,Fixs kita Jodoh..Aku bakal lamar Omte ya,gak boleh nolak"ucap gadis itu dengan menatap netra coklat yang tengah memoles dirinya.
Lelaki separuh perempuan itu tampak tersipu "iisshhh,lucu banget sih kamu say.. andai aja aku masih doyan ciwiw udah aku embat kamu say"sahutnya mendayu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amma Nada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hukuman
Hari ini hari pertama Raina menjadi mahasiswa baru di Universitas Nusantara,jam sudah menunjukkan pukul enam pagi.Dering ponsel beberapa kali berbunyi tak membuat empunya tubuh bangun.Ia masih menikmati tidur tenang nya di balik mukena.
Kebiasaan tidur lagi habis sholat.
Sedangkan seseorang yang tengah menelfon gadis itu menggerutu kesal.
"Kita tinggal aja Nik.. kita tunggu di kampus"
"Lu bener Mel,,,bisa gila gue bangunin tu manusia kebo.."ucap Niko lalu menghidupkan mobilnya.Ia berangkat bersama dengan Amel.Sudah sebulan berlalu saat pertemuannya dengan Edo,ia harus menekan perasaannya sendiri.Edo lelaki yang ia cintai memiliki pasangan.
Ia hanya bisa mencintai dalam diam.
Beberapa kali ia menghembuskan nafas kasar,pandangannya lurus menatap keluar jendela.
"Hey.. Lu kenapa sih? Mbak Retno ngomong sama gue,saat lu pemotretan lu sering ngelamun"ucap Niko melirik sahabatnya yang tengah diam membisu.
"Masih mikirin bang Edo?"tebaknya
Amel menoleh pada Niko sekilas lalu kembali menatap luar jendela.
"Hhhmmmm....Hilangin perasaan itu ke bang Edo susah Nik.. gue udah lama suka sama dia dan lu tau semua itu"
"Terus mau lu sekarang apa?"
Amel menggeleng pelan "Gue gak tau… "ucapnya lemah,lalu meraih telapak tangan Niko untuk ia genggam "Bantu gue lupain bang Edo"pintanya pada Niko dengan mata berkaca-kaca.
"Mel… Gue harus bantu gimana?"tanya Niko balik.Ia tak tau apa yang harus dilakukan.
"Jadi pacar gue"ucapnya serius.
"Lu gila...Gak ada...gue gak mau"tolak Niko. "Gue bakal bantu lu apapun,tapi gak buat jadi pacar lu.Persahabatan kita lebih dari apapun inget…"lanjutnya
Akhirnya mobil Jeep warna putih itu masuk di parkiran Kampus.Niko turun diikuti oleh Amel.
"Itu anggota BEM ya.. Keren keren"cletuk Amel yang mencoba membuat obrolan dengan sahabatnya.
Ia melihat beberapa orang berkumpul disana,bisa dilihat dari kemeja yang mereka gunakan bahwa mereka anggota BEM.Tapi sahabatnya ini tak membalas ucapannya.
Plak
"Diajak ngomong malah diem aja lu"Amel menabok lengan Niko membuat empunya tubuh tersadar dari lamunannya.
"Apa yang lu liat sih?"tanya Amel mencari-cari sesuatu yang mungkin menjadi perhatian sahabatnya ini.
"Em.. gak ada.."sahut cepat Niko "Eh,telfon si Rain.. bentar lagi masuk,kalo telat diawal bisa tamat tu bocah"lanjutnya menyuruh Amel menelfon sahabatnya yang suka sekali tidur.
🌸
🌸
🌸
Selepas subuh emak dan bapak memang berpamitan untuk berkunjung di rumah mbak Ines.Kedua orang tua Raina sudah berpamitan dengan Raina saat sang putri akan melaksanakan sholat subuh.
Dan emak juga sudah memperingatkan pada sang putri agar tak tidur lagi,karna hari ini hari pertama masuk kuliah.
Tapi Raina tetaplah Raina,walau sudah diperingatkan berkali-kali gadis itu akan tetap tidur lagi jika selesai menunaikan sholat subuh.Setan selalu sukses menggodanya.
"Aarrrrrggg….."teriak Raina sambil meregangkan badannya,lalu badannya menggeliat dan mulai mengerjap-ngerjapkan matanya.
Kring…. Kring….
Raina meraba ponsel yang ada disebelahnya.
"Hallo"ucap Rain dengan suara khas orang baru bangun.
"Raina…..Astaga Raina ini udah jam berapa lu baru bangun"teriak Amel dari seberang sana membuat Raina menjauhkan telinganya,ia belum sadar sepenuhnya.Lalu sejenak terdiam tanpa peduli suara Amel yang berkicau disana.
"Mampus gue telat"ucapnya gusar lalu langsung bangun dari ranjangnya.
"Aaaa…."teriaknya
Bruk
Saking tergesa membuat mukenanya terbelit dikaki membuat dirinya terjatuh dengan tengkurap.Dengan cepat ia berdiri lalu bersiap-siap meskipun kakinya nyeri sekarang.
Ia melihat jam dipergelangannya,ini sudah telat sekali pikir Rain.Ia berlari dari lantai dua dengan tergesa,bahkan suara bibi yang menyuruhnya untuk sarapan tak Raina hiraukan.
Bbrrruuummmm
Bbbrrruuuuuummmm
Dengan cepat motor trail warna orange melesat jauh membelah jalanan yang tengah padat.
🌸
🌸
🌸
Bruk
Sial sekali ia hari ini pikir Raina.Sudah dirumah jatuh gara-gara kesiangan dan sekarang apa,ia tengah tengkurap karna menabrak tubuh seseorang.
Dengan cepat ia berdiri,lalu membersihkan lututnya yang kotor.
"Maaf… maaf,gue buta bentar tadi sampai gak liat lu… Maaf banget,kalo minta tanggung jawab ntar aja.Gue telat ini"cerocosnya tanpa melihat seseorang yang ia ajak bicara dan langsung ngibrit.
Sedangkan yang ditabrak hanya diam menatap tubuh Raina yang berlari bak kancil.
Raina melihat teman-temannya tengah berkumpul dilapangan.Batang hidung sahabatnya tak terlihat dari pandangan mata Raina.Ia berjalan pelan agar para senior tak melihat dirinya jika telat.
"Eh kamu… yang pakai sepatu boot item,yang baru dateng dan lutut kotor sini maju"ucap seseorang dengan suara berat memakai mikrofon.Membuat semua mahasiswa baru saling pandang.
Saat gadis yang berdiri disebelah Raina menatap Raina dari atas sampai bawah,baru ia sadar jika yang dimaksut adalah gadis disebelahnya ini.
"Eh.. kamu disuruh kedepan tuh"ucapnya pada Raina.
"Eh.. apa.. gue kenapa"tanya balik seakan tak ada apa-apa.
"Kamu tuh yang dipanggil sama Kak Dewa.. maju gih"ucapnya lagi.
Ia memejamkan mata sejenak "Mampus gue ketahuan"batinnya.
Dengan cepat ia maju kedepan,bukannya takut.. Tapi ia lebih malas jika dapat hukuman diawal seperti ini,ia akan dikenal banyak orang dengan pembuat onar meskipun itu memang fakta.
Sedangkan kedua sahabatnya tengah mengulum tawa melihat Raina yang akan mendapat hukuman.
Tak mungkin seorang Raina menunduk,ia hanya menatap datar dengan jalan angkuhnya.
"Kamu tau berapa jam kamu telat?"tanya lelaki yang ada dihadapannya dengan berwibawa.
"Setengah jam kak"sahutnya santai.
"Kenapa jadi telat? Ini awal masuk kamu di universitas Nusantara,seharusnya kamu disiplin seperti teman-teman kamu yang lain"tutur lelaki dihadapannya yang juga tak kalah berwibawa.
"Ya maaf… namanya juga manusia,bisa khilaf kali.Anggap hari ini saya khilaf,besok gak janji tapi khilaf apa gak"sahutnya enteng membuat para peserta mahasiswa baru tak bisa untuk tak tertawa.Bahkan para senior panitia juga banyak yang tertawa karna sahutan Raina yang nyleneh dan berani.
Baru pertama ini ada mahasiswa yang berani membalas ucapan Dewa sang ketua BEM.Dewantara Wardhana lelaki bertubuh tinggi dengan ketampanan diatas rata-rata yang ramah sekaligus tegas menjadi target utama gadis-gadis di Kampus karna kepintarannya sekaligus keramahan dirinya.
Dewa menyeringai "Begitukah… Terus hukuman apa yang harus saya berikan untuk manusia yang telat karna khilaf ini"
Teman lelaki itu tengah membisikkan sesuatu pada Dewa,lalu lelaki itu mengangguk.
"Wah ternyata didepan saya ini musisi..temen-temen saya sampai pada kenal sama kamu"ucapnya "Kalo gitu,sebagai hukumannya kamu nyanyi sekarang.Ya.. buat hibur kami semua yang ada disini lah"lanjutnya.Memberi hukuman dengan menebar senyumannya,seakan racun yang ditebar.
Raina dengan pasrah hanya mengikuti hukumannya,toh hukumannya tak berat ini.Ia meraih mikrofon yang Dewa sodorkan padanya.
"Eehheemm…"Raina berdehem lalu tersenyum.Ya.. senyum hangatnya.Anggaplah hari ini manggung dadakan.
...Jika engkau minta intan permata...
...Tak mungkin ku mampu...
...Tapi sayangkan ku capai bintang...
...Dari langit untukmu...
...Jika engkau minta satu dunia...
...Akan aku coba...
...Ku hanya mampu jadi milikmu...
...Pastikan kau bahagia...
...Hati ini bukan milik ku lagi...
...Seribu tahun pun akan ku nanti...
...Kan kamu...
...Sayangku jangan kau persoalkan...
...Siapa dihatiku...
...Terukir di bintang...
...Tak mungkin hilang cintaku padamu...
...Hati ini bukan milik ku lagi...
...Seribu tahun pun akan ku nanti...
...Kan kamu...
...Sayangku jangan kau persoalkan...
...Siapa dihatiku...
...Terukir di bintang...
...Tak mungkin hilang cintaku padamu...
...Sayangku jangan kau persoalkan...
...Siapa dihatiku...
...Terukir di bintang...
...Tak mungkin hilang cintaku padamu...
...Terukir di bintang...
...Tak mungkin hilang cintaku padamu...
Dengan segenap jiwa ia menghayati lagu yang tengah ia nyanyikan,sampai terakhir lagunya selesai para teman-temannya yang sama mahasiswa baru banyak yang bertepuk tangan karna suara merdu milik Raina menghibur mereka.Senyum lega pun terukir di bibir gadis cantik itu.
Ia kira dengan bernyanyi hukumannya akan selesai,tapi tidak.Sekarang ia dihukum berlari 5 putaran di lapangan ini.
"What yang benar aja...bahkan gue belum sarapan tadi"batinnya menggerutu.
Melihat seringaian dari seniornya membuat Raina mengumpat kesal dan memberi sumpah serapah pada lelaki yang terus menebar senyum itu.Dengan terpaksa ia pun melaksanakan hukumannya.
🌸
🌸
🌸
Sekarang Raina dan kedua sahabatnya tengah berada di Kantin,ia sungguh lelah menjalani hari pertamanya ini.Ia menyandarkan kepalanya pada meja kantin.
"Rasain tuh… Makanya kalo tidur lu tu jangan kayak orang mati,susah banget dibangunin.Gini kan jadinya bangun kesiangan,gak sarapan,dikasih hukuman lagi."Amel kembali menyemprotkan kekesalannya.Sudah sedari mereka berkumpul tadi Amel terus mengomeli Raina.
"Elah… udah kek,gue capek dengernya..Lu kayak emak dah perasaan Mel"sahut Raina lemah.Membuat Niko tertawa.
"Gue aduin lu sama pacar gue lu ngomelin gue mulu"
"Iya,terus cowok lu nambahin tuh kasih ceramah ke lu"timpal Niko.
"Eh.. iya juga ya"sahut Raina membuat tawa mereka pecah.Memang sekarang Cecek juga sama cerewetnya dengan emak,sebelas duabelas lah mereka.Apalagi setelah Bapak memberi kepercayaan penuh pada Cecek untuk menjaga Raina,tingkat kecerewetannya semakin bertambah.Tapi sekesal apapun Raina karna kecerewetan Cecek,Raina tak pernah marah.Ia malah semakin menjadi-jadi supaya mulut Cecek kembali mengomel.
🌸
🌸
🌸
Dimeja lain tampak Dewa dan teman-temannya juga asik nongkrong di Kantin.
"Eh,lu tau mahasiswa yang ku hukum tadi anaknya Adriano Syahreza bro"ucap salah satu teman Dewa yang bernama Leo.
Dewa langsung menoleh untuk memastikan.
"Lu serius??"tanya Dewa memastikan.Siapa yang tak kenal Adriano Syahreza pembisnis sukses yang terkenal dengan keluarga harmonisnya yang orang sebut sebagai keluarga cemara.
"Iya gue serius.. gue juga tau dari anak baru tadi banyak yang ngomongin dia"ucap temannya itu lagi.
"Dan mereka juga pada bilang kalo tu anak susah banget di ajak temenan.. Kemana-mana pasti sama kedua sahabatnya itu.."tuturnya sambil menatap Raina dan kedua sahabatnya yang duduk tak jauh dari meja mereka.
"Tapi gue kesel banget kalo liat tu bocah songong banget… Dewa ngomong aja nyaut terus dia kaya bajaj"sahut salah satu anggota BEM perempuan.
"Biar songong kalo cantik mah kaga ada masalah kali Yen"ucap Leo lagi.
"Lu mah kaga bisa liat cewek bening sedikit mata lu langsung ijo"sahut Yeyen lagi.Dan terus berlanjut adu argumen kedua teman Dewa itu.
"Gadis menarik"gumam Dewa dengan senyum mengembang.
Kegiatan menjadi mahasiswa baru pun selesai dan Raina memutuskan untuk pulang.Bukan pulang kerumah yang pasti.
Bruk
Ia langsung membanting dirinya ke Sofa lalu memejamkan mata.Mumpung sang kekasih tak ada,baiklah sebaiknya dia tidur.
🌸
🌸
🌸
Cecek turun dari mobilnya dengan menenteng cluth hitam ditangannya,ia melihat di parkiran terdapat motor trail yang tengah terparkir.Ia tau siapa yang datang kalau bukan kekasihnya.
"Miya,kamu bawa masuk semua ya..Jangan sampai ada yang ketinggalan"ucap Cecek.
"Siap kak"sahut Miya dengan mengacungkan jempolnya.
Saat masuk ke dalam pun para karyawannya menyapa lalu memberitahu kedatangan kekasih dari atasannya itu.
Cklek
Ia tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.Apa ini,gadisnya tidur lagi.
Ia mendekati tubuh sang kekasih,lalu berjongkok di sebelah tubuh kekasihnya yang tengah terlelap itu.
"Maaf ya.. beberapa hari ini aku gak ada buat kamu"gumamnya lalu membelai lembut pipi kekasihnya.Tiga hari berturut-turut job Cecek untuk merias pengantin sedang padat,terpaksa ia harus menahan rindu karna tak bisa bertemu dengan sang kekasih.
Kalau Cecek rindu,ia akan selalu menuliskan pesannya pada sang kekasih.Tapi beda dengan kekasihnya itu,yang tak tau tentang seperti apa jika menjalin hubungan percintaan.Bahkan jika bukan Cecek yang menghubungi Raina lebih dulu,gadis itu takkan menghubunginya.
Mata itu tampak mengerjap,artinya gadisnya ini akan segera bangun.Cecek tetap stay disebelahnya untuk menjadi orang pertama yang menyapanya.
"Udah bangun.."sapa Cecek dengan senyumnya.
Gadis itu nyengir "udah"sahut singkat lalu bangkit dari tidurnya dan menyandarkan badannya di Sofa,diikuti oleh Cecek yang ikut duduk di sebelah Raina.
"Capek banget ya"tanya Cecek melihat wajah kusam sang kekasih.
"Bukan lagi capek.. serasa mau pingsan aku tuh sweetheart.Mana laper lagi"sahutnya sambil memegang perutnya dan memasang wajah melas.Gegar otak atau gimana si Rain ini,padahal di Kantin tadi sudah makan dua mangkuk bakso dan sepiring gado-gado.
"Aduh kacian banget sih…kamu mau makan apa?"tanya Cecek"Hadap sana dear,aku benerin ikuatan rambut kamu"lanjutnya.Raina menurut,ia membelakangi tubuh Cecek.
"Mau masakan yang kamu bikin aja... Apa aja aku mau"sahut riang Raina.
Cecek melepas ikatan yang hancur itu lalu menyisir kembali menggunakan jari-jarinya.Sesekali ia tertawa mendengar cerita dari kekasihnya karna dihukum tadi saat dikampus.
Ia meikat rambut kekasihnya ala kuncir kuda,karna memang Raina lebih menyukai ikatan rambut seperti itu.Itu yang Cecek tau.
"Done… Yuk makan"ucap Cecek merangkul tubuh Raina dari belakang dan menyandarkan kepalanya pada bahu gadis itu.
Tak bisa Raina pungkiri setiap kontak fisik mulai intim dengan kekasihnya,gelenyar aneh selalu Raina rasakan dan ketakutannya bersamaan hadir.Tanpa sadar ia selalu mencengkram tangannya sendiri,ia memejamkan matanya sejenak untuk mensugestikan jika tak apa.Kekasihnya takkan berbuat jahat padanya.
Ia mengelus punggung tangan Cecek lalu tersenyum.
"Let's go…."sahut riang Raina.
"Naik mobil aja ya dear"pinta Cecek,karna dia lupa memasukkan helm di mobilnya.
"Gak ah.. motoran aja sih"
"Tapi aku gak bawa helm dear"
"Hilih… masalah helm aja repot..Ntar kita lewat jalan pintas aja biar gak kena pak Pol"sahut Raina enteng.
"Kamu ini,helm itu bukan cuma takut kena tilang tapi juga buat keselamatan dear"
"Wah… bentar lagi khotbah ini"batin Raina mulak waspada.
"Oke...Oke… kita mampir beli helm ya"
"Beli lagi??? Yang diApartemen aja udah ada dua dear..jangan boros"
"Ya Allah… beneran ceramah abis ini udah"batin Raina lagi.
"Kamu itu harus ta….."baru memulai ceramahnya ucapan Cecek langsung dipotong oleh kekasihnya.
"Sweetheart aku udah laper banget… ngomelnya dipending ya"ucap Raina dengan wajah memelas.
Mana tahan Cecek melihat wajah melas gadisnya ini,ia pasti akan luluh.
"Yaudah ayo… Aku bawa mobil aja,kamu naik motor kalo gitu"
"Siap"sahut Raina riang lalu mereka berjalan tanpa melepas gandengan tangan mereka berdua.
Berjalan dengan bergandengan tangan selalu menjadi momen yang menurut Cecek sangat romantis,ia selalu senang jika gadisnya itu menautkan jari-jari mereka.Cecek selalu dibuat bahagia dengan kehadiran Raina.
🌸
🌸
🌸
"Tanggung jawab"ucap lelaki itu "Karna lu waktu itu udah nabrak gue dan lu sendiri kan yang bilang kalo ntar aja gue bisa minta tanggung jawab dari lu.. Sekarang gue tagih"lanjutnya dengan senyum mengembang menagap Raina yang tengah terdiam.
...💜💜💜💜💜...
...💜💜💜💜💜💜...
...💜💜💜💜💜...
...Para sahabat Raina dan Kak Cecek,terus dukung kisah cinta jumpalitan mereka ya.... Tinggalin jejak kalian,kasih komen,love,like and vote kalian untuk mereka. Komen kalian berarti banget buat aku 🥰🥰...
...Dukung terus otor amatir ini ya sahabat....
...😍🤗Salam sayang dari Rain and Kak Cecek🤗😍...
Kamu berhasil memasak dengan baik
Rain mengisi sendok
bukan meletusnya
Mengapa selalu, setelah tanda baca, tidak spasi dulu. Jadi tulisan nya kumpul begitu 🙏🙏
Atau beku mungkin.
Atau....... hidungnya, matanya, bibir nya..... kuping nya, ada yang hilang ga 🤔🤔
Ini tidak boleh terjadi
Sembuh lah kau Yuan
enak tahu ga
Nyosor kayax bebek 🦆🦆🦆
mengayun-ayunkan