I Love You Tante..! 2 adalah sekuel dari Novel yang berjudul sama, I Love You Tante..!.
Di Novel ini akan diceritakan tentang perjalanan rumah tangga yang berbeda usia, Antara Nia dan Bobby.
Perbedaan usia yang cukup jauh -+14 tahun pasti banyak sekali perbedaan sudut pandang.
Apakah Nia dan Bobby mampu bertahan seperti kedua orang tua Nia yang mempunyai kehidupan yang bahagia walaupun menjalani pernikahan beda usia juga?
Disini juga akan diceritakan tentang restu dari orang tua Bobby dan juga kehidupan rumah tangga para sahabat-sahabat Nia.
Bila ingin membaca novel ini, author sarankan untuk membaca Novel yang berjudul I Love You Tante..! yang pertama dulu. Biar nyambung ya reader.🙏🏼😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon de'rini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27# Kenangan Bobby
Taksi yang Bobby tumpangi berhenti di depan sebuah rumah mewah di perumahan elite di Surabaya. Setelah membayar ongkos taksi, Bobby pun turun. Kedatangan Bobby disambut antusias oleh satpam yang sedang menjaga rumah orangtuanya itu.
"Mas Bobby pulang!" Seru satpam tersebut.
"Pak Mus, apa kabar?" Sapa Bobby sambil berjalan menuju pagar rumah tersebut.
"Baik Alhamdulillah Mas Bobby. Wah saya kangen sekali dengan Mas Bobby." Ucap satpam itu sambil membukakan gerbang itu untuk Bobby.
Setelah gerbang di buka, Bobby pun melangkah masuk dan menyalami satpam yang sudah mengabdi dengan keluarga nya selama 10 tahun itu.
"Saya masuk dulu ya Pak." Ucap Bobby.
"Monggo Mas, silahkan." Ucap Satpam itu.
Bobby melangkah menuju pintu depan rumah nya. Setelah sampai di depan pintu rumah nya, Bobby membuka pintu rumah yang sudah lama tidak pernah ia datangi lagi. Ada rasa rindu dan muncul kenangan-kenangan masa remaja Bobby saat Bobby memasuki rumah itu.
"Den Bobby." Sapa Bik Innah kepala Asisten rumah tangga yang sudah bekerja dengan keluarga Bobby sejak Bobby baru berusia lima tahun.
"Bik, Bobby kangen." Ucap Bobby yang langsung memeluk dan mencium Bik Innah.
Bik Innah menangis tersedu-sedu saat Bobby memeluk nya dengan erat.
"Ya Allah Den. Bik Innah sangat-sangat merindukan Aden." Ucap Bik Innah sambil memegangi kedua pipi Bobby.
"Sama Bik." Ucap Bobby.
"Alhamdulillah Aden pulang. Aden mau makan apa? biar Bibik masakin." Ucap Bik Innah.
"Hmmm, Bobby kangen sama nasi goreng buatan Bik Innah. Buatin ya Bik." Ucap Bobby dengan bersemangat.
"Siap Aden kesayangan Bibik. Sekarang Aden istirahat dulu ya. Kamar Aden setiap hari Bibik bersihkan. Bibik selalu berharap setiap hari, kalau-kalau Aden datang. Jadi Bibik selalu membersihkan kamar Aden." Ucap wanita berusia 65 tahun itu.
Bobby tersenyum haru menatap Bik Innah.
"Iya Bik, Bobby ke atas dulu ya." Ucap Bobby.
"Monggo Den, Bibik mau masak dulu." Ucap Bik Innah dengan bersemangat. Lalu, ia pun pergi menuju dapur untuk memasak nasi goreng pesanan Bobby.
Sedangkan Bobby menuju lantai dua untuk beristirahat di kamarnya.
Bobby membuka pintu kamarnya dan menatap kesekeliling kamar yang dulu ia tempati itu. Bobby tersenyum dan melangkah masuk kedalam kamar itu.
Terlihat buku-buku waktu Bobby sekolah dulu masih tertata rapi di meja belajar Bobby. Seprai Favorit Bobby terbentang di atas spring bed milik Bobby.
Bobby melangkah mendekati sebuah bufet kecil di samping jendela kamarnya. Lalu, ia membuka bufet tersebut. Terlihat sebuah pigura yang berisikan foto Bobby dan keluarganya.
Bobby meraih foto itu dan menatap nya dengan seksama. Lalu, ia tersenyum dan kembali menaruhnya di dalam bufet itu. Lalu, Bobby meraih foto dirinya bersama teman-teman SMP nya dulu. Terlihat di jejeran paling depan, Bobby sedang tersenyum menatap kamera. Sedangkan di sebelah Bobby ada Roseline yang merangkul pundak Bobby.
Roseline, gadis yang dicemburui Nia, yang juga teman SMP Bobby, pernah menyukai Bobby. Tetapi, Bobby hanya menganggap Roseline hanya teman biasa. Justru Bobby menyukai dan memiliki hubungan dengan sahabat Roseline yang bernama Aurora.
Aurora, gadis berkaca mata. Yang kini telah damai di sisi NYA. Aurora terlibat kecelakaan saat dirinya sedang berlibur dengan kedua orangtuanya. Saat itu mobil Aurora terbalik di jalan Tol.
Kematian Aurora membuat Bobby sempat frustasi. Aurora gadis yang baik, ceria dan ceplas-ceplos persis seperti Nia. Hal itulah yang membuat Bobby begitu menyukai Nia saat pertemuan pertama nya dengan Nia.
Tetapi, setelah Bobby mengenal Nia, ternyata Nia mampu membuat dirinya benar-benar serius dan mencintai Nia. Nia adalah segalanya bagi Bobby dan hanya Nia yang ada di hati Bobby saat ini dan ia harapkan untuk selamanya.
Bobby merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Lalu, ia menatap langit-langit kamar nya yang bermotif awan dan langit biru.
Bobby meraih ponselnya dari dalam saku celananya dan mencoba untuk menghubungi Mama nya.
"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif. Silahkan hubungi beberapa saat lagi."
Terdengar suara operator provider yang mengatakan bila ponsel Mama nya Bobby sedang tidak aktif. Bobby menghela napasnya.
"Mama kemana sih?" Gumam Bobby.
Lalu, Bobby mencoba menghubungi Nia, untuk mengabarkan bila dirinya sudah sampai di Surabaya.
Tetapi, ponsel Nia pun tidak aktif.
"Pada demen banget sih matiin ponsel." Gumam Bobby.
Karena ia kelelahan, setelah perjalanan panjang dari Jakarta ke Bandung. Lalu, Dari Bandung memutar ke Puncak dan kembali ke Jakarta. Dan kini di hari yang sama, ia sudah berada di Surabaya. Bobby benar-benar lelah dan ingin beristirahat walaupun hanya sejenak.
Bobby mengetik pesan untuk Nia untuk mememberikan Nia kabarnya, sebelum ia memejamkan matanya dan tertidur.
..
Nia terpaku saat mendengar semua cerita Farah. Nia tidak menyangka bila semua itu terjadi dengan Farah. Selama ini ternyata Farah merasakan kesedihan yang tidak pernah diperlihatkan sama sekali dengan teman-teman nya, termasuk Nia.
"Far, elu kok baru cerita?" Ucap Nia sambil menggenggam tangan Farah untuk menunjukkan simpati nya.
Farah hanya tersenyum getir dan menatap Nia dengan matanya yang memerah.
"Lu jahat Far sama diri lu sendiri!" Ucap Nia.
"Bukan begitu Nia." ucap Farah.
"Far, terkadang kita butuh teman bicara dan berbagi. Biar otak kita tetap sehat. Selama lu cerita sama orang yang bisa di percaya, kan sah-sah saja." Ucap Nia lagi.
Farah menghela napasnya dan kembali tersenyum.
"Lu mah senyum-senyum mulu, apa sekarang lu sudah gila?" Tanya Nia sambil menempelkan punggung tangan nya di dahi Farah.
"Sembarangan amat lu!" Ucap Farah sambil menepis tangan Nia.
"Alhamdulillah lu sehat, lu jangan senyum-senyum terus dong Far, gue ngeri otak lu diam-diam sudah konslet." Ucap Nia.
"Cangkem tolong kondisikan ya Nia!" Ucap Farah sambil melotot dan beranjak dari duduk nya sambil menggendong Athar yang sudah mulai rewel meminta susu.
Tiba-tiba saja Nia kembali teringat dengan cerita Bobby yang mengatakan bila Bobby melihat Fajar sedang bersama dengan Melati di Bandung.
"Eh Far!" Panggil Nia.
"Ya?" Tanya Farah sambil menoleh kepada Nia.
"Hmmmm.. nanti deh, lu buatin dulu susu untuk Athar. Gue tunggu di sini deh. Ada yang mau gue ceritain." Ucap Nia.
"Tunggu di ruang keluarga saja, ada kursi malas disana. Lu lagi hamil, gak pegal lu duduk lama-lama?" Tanya Farah sambil berjalan menuju dapur.
"Oh iya. Ok deh." Nia beranjak dari duduk nya dan berjalan menuju ruang keluarga. Nia langsung mendaratkan tubuh nya yang kini "Sangat" berisi, di atas kursi malas.
Lalu, Nia meraih remote televisi, dan menyalakan televisi tersebut. Nia terbelalak saat melihat berita yang muncul di stasiun televisi swasta tersebut.
"What! Farah!" Seru Nia.
Farah yang baru saja selesai membuat susu untuk Athar, langsung bergegas menghampiri Nia.
"Apaan sih Nia! lu heboh banget!" Ucap Farah sambil melotot menatap Nia.
"Far elu masuk acara gosip!" Seru Nia lagi.
Farah mengeryitkan dahinya dan menatap berita yang sedang di tayangkan di televisi itu.
"Di duga orang ketiga yang menyebabkan keretakan rumah tangga Gunawan Aditya adalah Farah, mantan sekretaris pribadi Gunawan Aditya. Di duga mereka sudah memiliki dua orang anak dari hasil perselingkuhan tersebut. Mantan istri Gunawan menolak untuk memberikan keterangan kepada awak media." Ucap pembawa acara di dalam acara tersebut.
Terlihat foto dan video rekaman Farah yang sedang masuk kedalam rumah Gunawan, sambil menggendong Athar. Serta terlihat juga Video rekaman Gunawan yang sedang bermain dengan Queen di salah satu arena bermain di Mall.
Botol susu yang di pegang oleh Farah terjatuh. Dadanya pun terasa sesak. Farah terduduk di atas sofa. Farah menatap Nia dengan wajah yang cemas.
"Apa yang harus gue lakukan?" Tanya Farah.
bnyak bnget pelajara hidup dari cerita ini
terimakasih ototr tersayang ❤❤❤❤
kasian farah sm queen