"Briar" adalah seorang wanita muda berusia 20-an yang tengah berjuang menata kembali hidupnya. Terluka oleh trauma masa kecil dan kehilangan berbagai hal berharga, ia harus bertahan di dunia seorang diri.
Kesederhanaan, kepolosan, dan paras cantiknya tanpa sengaja mempertemukannya dengan Adrian, tetangga baru yang juga seorang CEO muda penuh kesempurnaan.
Tanpa ragu, Adrian masuk ke dalam hidup Briar, dan dalam waktu singkat, hubungan mereka berlabuh dalam ikatan pernikahan. Untuk pertama kalinya, Briar merasakan kebahagiaan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Namun, di balik hangatnya sikap sang suami, pertanyaan-pertanyaan kelam mulai menghantui:
Mengapa pria sesempurna Adrian begitu terburu-buru menikahinya?
Rahasia gelap apa yang disimpan Adrian rapat-rapat?
Ketika takdir mulai mempermainkan segalanya, sanggupkah cinta mereka bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ar's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kerja
Hari pertama tanpanya..
Aku berusaha bertahan sekuat tenaga, menahan kesedihanku karena telah meninggalkan kehidupan bahagiaku bersama mas Adrian. Jujur hatiku rasanya sakit sekali, aku sangat merindukannya.. Wajahnya yang tampan, tubuhnya , aroma tubuhnya dan sifatnya yang sangat manja padaku.
Dimana aku bisa menemukan sosok pria seperti mas Adrian. Aku tidak akan pernah bertemu dengan sosok sepertinya di dalam hidupku. Namun, ini bukan tentangnya. Ini tentangku, tentang harga diriku..
Baiklah.. sebaiknya sekarang aku mulai mencari pekerjaan, aku akan keluar dan berkeliling di daerah ini. Sekalian jalan-jalan menghilangkan semua kepenatan dan rasa depresiku.
Aku berkeliling menikmati panorama kota kecil ini dan mencari-cari lowongan pekerjaan. Aku harap sesegera mungkin aku menemukan pekerjaan dan secepatnya menyibukan diriku dalam pekerjaan.
Saat aku pulang ke kosanku, aku melihat Ervina sudah ada di teras menungguku.
"Kamu udah lama disini?". Tanyaku pada Ervina.
"Belum kok, aku kesini cuma mau ngasih kamu kabar..". Ucap Ervina membuatku antusias untuk mendengarnya.
"Ada apa Er?".
"Begini, kamu rencananya mau kerja apa selama disini..?". Tanya Ervina secara tiba-tiba.
"Mm.. aku masih cari-cari sih..". Jawabku sambil menundukan wajah.
"Nah kebetulan, suamiku bilang kantornya sedang membutuhkan asisten gudang.. Jadi pekerjaannya itu bagian rapihin-rapihin gudang dan mencatat keluar masuk barang. Pokoknya nanti kamu di ajarin kalau sudah kerja disana..". Ervina memberi tauku lowongan pekerjaan dari suaminya.
"Benarkah?? Aku mau Er..". Jawabku dengan cepat.
"Yaudah besok kamu ikut suamiku ke kantornya ya..?". Ucap Ervina
"Ya ampun Er.. kalau bukan karena kamu aku sekarang gimana..". Ucapku merasa sangat berterimakasih pada Ervina.
"Nggak apa-apa dulu juga kamu sering bantuin aku..". Balas Ervina.
"Yaudah aku pulang dulu ya..?". Ervina berpamitan padaku.
"Iya.. makasih banyak ya Er..". Dengan sangat bersemangat aku mulai masuk kerumah dan menyiapkan pakaianku untuk hari esok.
-
"Nah Briar ini suamiku Doni..". Ervina mengenalkanku pada suaminya.
Kami mulai berkenalan, akan tetapi entah mengapa aku merasa tidak nyaman berada di dekat suami Ervina. Rasanya seperti ia memancarkan Aura jahat, entahlah.
Dan bersiap berangkat dengan menggunakan mobil suami Ervina. Saat di perjalanan aku merasa sangat tidak nyaman. Entah hanya perasaanku saja, sepertinya suami Ervina terus-terusan memandangiku dari bawah sampai ke atas.
"Jadi.. kamu baru saja bercerai?". Tanya suami Ervina sambil mengemudikan mobilnya.
"Iya.. masih dalam proses..". Jawabku singkat
"Lah kenapa..? Dia KDRT? selingkuh? atau main judi?". Tanya suami Ervina membuatku merasa kesal.
"Tidak semuanya..".
"Atau kamu yang melakukan kesalahan..". Celetuknya lagi.
"Tidak ada apa-apa. Maaf tapi ini masalah pribadiku.. tolong jangan mempertanyakannya". Balasku dengan rasa kesal.
"Yasudah.. mari bicara yang lain..". Ucapnya lagi.
Setelah 10 menit di perjalanan akhirnya kami tiba di kantor suami Ervina. Lalu suami Ervina membawaku ke ruangan bosnya dan memperkenalkan aku pada bosnya.
"Jadi kamu mau melamar kerja disini..". Ucap bos suami Ervina.
"Iya pak..". Jawabku lagi
"Tapi kamu kelihatan masih sangat muda. Apa kamu yakin mau bekerja di gudang? Kerjaannya berat lho.. Dan sepertinya kamu sangat terawat seperti anak gadis kaya". Bos suami Ervina bahkan lebih menyebalkan.
"Saya yakin pak. Mohon beri saya waktu dan kesempatannya. Saya akan buktikan bahwa saya mampu..". Ucapku tegas.
"Hmm.. begini saja, saya beri kamu waktu percobaan selama 3 bulan. Setelah itu saya akan tentukan apakah kamu bisa lanjut atau harus berhenti..". Ucap calon bosku.
"Baik pak.. jadi saya di terimakan..?". Tanyaku memastikan.
"Iya kamu di terima, mulai besok sudah boleh datang ke gudang. Nanti Doni yang akan mengajakmu ke gudang". Ucap calon bos yang sekarang akhirnya menjadi benar-benar bosku.
Dengan riang hati aku pulang kerumah menggunakan Taxi. Besok aku harus ke bagian gudang dan di antar oleh suami Ervina yang sangat menyebalkan.