NovelToon NovelToon
Sistem Penguasa Sekolah

Sistem Penguasa Sekolah

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

"Woy sampah rendahan."

"Sampah? Sampah? Sampah seperti ku masih bisa di daur ulang, tapi sampah seperti mu pantasnya dihancurkan."

Juna Adiwiyata hanya siswa beasiswa yang datang dengan tangan kosong ke Akademi Arcapolis—sekolah elite tempat nama keluarga menentukan siapa yang berhak menunduk dan siapa yang berhak menginjak.

Di sana, tidak ada yang peduli seberapa keras kau belajar. Yang ada hanya empat faksi, empat Raja, dan satu aturan tak tertulis: yang lemah akan diinjak sampai lupa cara berdiri.

Juna pernah jadi bagian dari yang lemah itu. Dihina, dipukuli, diseret ke gudang gelap sampai tubuhnya nyaris tak bernyawa—sampai malam itu, sebuah sistem bangkit dari titik matinya sendiri dan mengubah segalanya.

Bukan sistem yang memberi kekuatan cuma-cuma. Sistem yang mengukur kekuasaan.

"Aku bangkit bersama orang-orang terbuang, dan akan menghancurkan mereka yang membuang"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Juna mendorong tubuhnya duduk bersandar ke dinding gudang, masih tidak percaya bahwa ia bisa bergerak semudah ini. Ia mengangkat kedua tangannya, membuka dan mengepalkannya bergantian di depan wajah, memastikan semuanya benar-benar nyata dan bukan sekadar ilusi menjelang ajal.

Cahaya biru transparan itu masih melayang tenang di udara, menampilkan deretan huruf dan angka yang perlahan tersusun rapi di hadapannya.

[SISTEM PENGUASA]

[Nama Juna Adiwiyata]

[Level 1]

[Status Fisik INT: 10 STR: 3 SPD: 4]

[Pengikut: 0]

[Popularitas: 0]

[Pengaruh: 0]

[Wilayah: 0]

[Kepercayaan]

Olahraga: 0 | Akademik: 0 | Konglomerat: 0 | Bully: 0

[Gelar] Tidak Ada

'Ini bukan mimpi.' Juna menatap panel itu lekat-lekat, membaca ulang setiap baris seolah takut ada huruf yang berubah begitu ia berkedip. 'Sistem yang... mengukur kekuasaan?'

Ia menggerakkan jarinya perlahan mendekati salah satu angka, dan panel itu bergeser, memunculkan deretan baru.

[Misi Baru Tersedia]

[Push Up 100x | Sit Up 100x | Pull Up 100x | Lari 10 KM]

[Hadiah: Rp1.000.000 + Peningkatan Status]

Sudut bibir Juna terangkat tipis. Rasa sakit yang tadinya membekap seluruh tubuhnya kini nyaris tak terasa, kalah oleh gelora asing yang mulai menjalar di dadanya—sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelum malam ini.

'Baiklah. Kalau ini caramu membuatku berguna, aku akan buktikan aku pantas memakainya.'

Ia memaksa tubuhnya bangkit dari lantai gudang, melangkah keluar menembus rintik hujan yang mulai mereda menjadi gerimis. Lapangan belakang sekolah lengang, hanya diterangi lampu taman yang berpendar kekuningan di atas rumput basah. Di sanalah Juna mulai bergerak—kedua tangannya menapak tanah lembap, tubuhnya turun naik dalam hitungan yang terus bertambah, push up demi push up hingga lengannya gemetar namun tetap ia paksakan. Ia berbaring, bangun, berbaring, bangun, mengulang gerakan sit up sampai perutnya terasa terbakar. Ia menggantung di batang besi tiang gawang, menarik tubuhnya naik turun berkali-kali sampai telapak tangannya memerah. Dan ketika semua itu selesai, ia berlari—mengelilingi lintasan basah berkali-kali, sepatunya mencipratkan genangan air, napasnya memburu, keringat bercampur sisa air hujan mengalir deras di sekujur tubuhnya, hingga akhirnya cahaya biru itu berkedip kembali.

[Misi Selesai]

[Hadiah Diterima: Rp1.000.000]

[STR: 3 → 8] [SPD: 4 → 9]

Juna berhenti di tengah lintasan, kedua tangan bertumpu di lutut, dadanya naik turun cepat. Namun di balik napasnya yang tersengal, ada sesuatu yang terasa berbeda mengalir di dalam ototnya—lebih ringan, lebih kencang, seolah setiap serat di tubuhnya baru saja ditata ulang dari awal.

'Ini gila,' batinnya, menatap kedua telapak tangannya sendiri di bawah cahaya lampu taman. 'Baru satu misi kecil saja sudah seperti ini. Kalau begitu...'

Seringai tipis perlahan terukir di sudut bibirnya, sebuah ekspresi yang belum pernah tampak di wajahnya sebelum malam ini.

'...aku akan kumpulkan semuanya. Pengikut. Popularitas. Pengaruh. Wilayah. Semua yang mereka banggakan di sekolah ini, akan aku rebut satu per satu—dan mereka yang menghina aku hari ini, akan menyesal telah melakukannya.'

Ia baru saja membalikkan badan hendak kembali ke asrama ketika suara ribut dari arah lorong dekat lapangan menahan langkahnya. Ia mendekat perlahan, bersembunyi di balik tembok pembatas, mengintip dari sudutnya.

Di sana, di bawah temaram satu-satunya lampu lorong yang masih menyala, Gery berdiri terpojok di antara dua orang berjaket hitam yang wajahnya tampak familiar—dua dari beberapa orang yang menghajarnya semalam di gudang.

"Woy lu tau kan kalau lu itu tanpa faksi, jadi jangan bertindak sok baik," ejek salah satu dari mereka, mendorong bahu Gery hingga punggungnya membentur dinding. "Sampah kayak lu itu harusnya diem dan patuh aja, tolol."

Gery hanya menunduk, tidak melawan, kedua tangannya terkepal erat di samping tubuhnya yang sedikit gemetar menahan dorongan demi dorongan yang terus berdatangan.

Juna mengamati dari kejauhan, rahangnya mengeras perlahan, jemarinya ikut terkepal tanpa ia sadari.

'Mereka lagi.'

1
NayiRiyyy
"Alur yang mungkin Anda kenal"🤭
Notdrick: iya kak🤣
total 1 replies
Riyyyyyyy
ada lolinya gak thor?
Riyyyyyyy: asiiik😍 ingat pepatah, banyak loli banyak rezeki🤭
total 2 replies
Notdrick
Bukan novel BL yahh /Hey/
Feri
novel baru lagi,bisa tamat gak ini/Sly/
Feri: ku tunggu ya/Sly//Sly/
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!