Olivia seorang penyanyi, karirnya semakin bersinar setelah mendapat warisan bros dari sang nenek yang dulunya juga seorang sinden terkenal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
korban ke 2
"mas lihat orang itu" Olivia melirik seseorang yang duduk tak jauh darinya
"kenapa?"
"dari tadi dia ngelihatin aku terus"
"kamu kan memang cantik, wajar kalau banyak yang melihat kamu"
"pulang yuk" aja Olivia
"aku antar sampai kosan ya sayang"
"disini aja" Olivia hendak membuka pintu mobil namun ditahan dimas
dimas memegang tangan Olivia
"vi... "
"hmm apa mas?"
dimas membelai wajah Olivia dengan lembut
"jangan pernah jauh dari aku ya"
Olivia mengangguk
"janji"
"janji mas"
Entah mendapatkan keberanian dari mana, dimas mencium lembut bibir Olivia. membuat Olivia memejamkan matanya
"i love u sayang" bisik dimas
Wajah Olivia kian memanas seperti udang rebus, AC di dalam mobil itu tiba-tiba tidak berfungsi, biar hidup tapi terasa panas
"nanti aku jemput" dimas kembali mencium bibir Olivia, kini Olivia tidak mau pasrah begitu saja, Olivia berusaha mengimbangi serangan dari dimas
"hey... nakal juga kamu ya"
"ciuman pertama ku mas" ucap Olivia
"oh ya? sama dunk"
Olivia keluar dari mobil dimas dan kembali ke tempat kosnya
"aku ndak mimpi kan?" setiba di kamarnya Olivia menepuk pipinya, siapa tau tadi hanya mimpi
"aku jadian sama mas dimas?" ucap Olivia girang
****
setibanya dimas dirumahnya
"dimas, kamu tadi ndak ke kantor" tegur pak haikal
"besok aja pa.. capek" ucap dimas merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang TV
"mau sampai kapan urusan kantor kamu serahkan ke asisten mu terus? cafe terus yang kamu urusi"
"iya lah om... kan ada yang di incar sama dimas" celetuk Siska dari dalam kamar dimas
"hey.. siapa suruh kamu masuk kamar ku?"
"suka suka aku.. mau masuk kemana aja"
"aku ngantuk" dimas masuk kedalam kamarnya
"benar sis? ada yang dimas incar?"
"kayaknya gitu om, aku belum tau pasti"
"sudah 3 bulan dimas ndek fokus dengan pekerjaannya, buka cafe kan hanya sampingan, tp sekarang dia malah fokus di cafe"
"namanya juga sedang mengejar cintanya om"
pak haikal hanya menggelengkan kepala.
****
Keesokan harinya
Pagi itu badan Olivia terasa sangat lelah, mau mandi pun dia memaksa untuk bangun.
"kenapa capek seperti ini?"
Olivia melirik kotak perhiasannya, mengeluarkan bros dari tempatnya.
"aku coba sekali lagi, apa hanya kebetulan?" ucap Olivia dalam hati dan bergegas membersihkan tubuhnya.
Olivia tidak tau harus kemana mencari orang yang mau dengan brosnya itu
Pagi itu Olivia akan memesan ojek online yang tujuannya dia tidak tau harus kemana.
"vi.. " sapa bety
"hay bet"
"mau kemana?"
"ndak tau bet... bingung. suntuk"
"jalan yuk. ngopi"
"oke"
Olivia dan bety pergi mencari tempat nongkrong
"kamu kelihatannya capek banget vi?"
"iya bet... setiap hari pulang pagi"
"hay bet... " sapa cewek yang berjalan kearah mereka
"hay lin, sama siapa?"
"sama bagas. tuh"
"via, ini kenalkan teman kerja ku. namanya Linda"
Linda dan Olivia berkenalan
tak seberapa lama bagas pacar Linda menyusul mereka duduk bersama
"ndak ganggu ni kita gabung disini?" tanya bagas
"ndak gas... santai aja. malah seru ada kalian" ucap bety
mereka berbincang sampai hampir sore
"lin... kamu dari tadi lihatin Olivia terus" tegur bety
"aku naksir sama Brosnya itu lho bet"
Olivia melihat bros yang dia kenakan. enggan rasanya memberikan bros ini kepada teman bety.
"oh ini... kamu suka?" ujar Olivia
"beli dimana vi?"
"dikasih nenekku.. bros jadul"
"tapi bagus vi"
"bagus ta? biasa aja kok lin"
"seandainya ada yang jual aku mau vi"
dengan berbagai pertimbangan Olivia melepaskan bros itu
"ambil kalau kamu suka" ucap Olivia sambil menyodorkan Brosnya kepada Linda
Dengan senang hati Linda memakai bros itu
"bagus ndak yang?" Linda menunjukkan bosnya kepada bagas
"kamu yakin ngasih bros nenek kamu ke Linda vi?" tanya bety
"iya bet. masih ada satu di kosan. sama persis"
"itu bukannya emas ya?"
"mana ada emas bet. itu kuningan biasa. kalau emas sudah aku jual dari dulu bet" kilah Olivia. Olivia tau jika bros itu terbuat dari emas.
"pulang yuk bet. nanti aku kerja" ajak Olivia
Bety dan Olivia berpamitan kepada linda dan bagas
"makasih brosnya vi" ucap Linda
"Sama-sama lin.. di pake ya"
"pasti aku pake"
*****
sepulang dari nongkrong bersama bety dan Linda, Olivia tertidur sampai malam. ponselnya berdering berkali-kali tidak membangunkan dari tidurnya
berkali-kali dimas menelpon Olivia, hanya berdering tapi tidak ada jawaban
Olivia terbangun dengan ketukan di pintu kamarnya
"siapa?" tanya Olivia, yang merasa capek di sekujur tubuhnya
"ini aku sayang" ucap dimas yang malam itu sengaja mampir ke tempat Olivia
Olivia bergegas bangun dan membuka pintu
"masuk mas"
"jam berapa ini baru bangun?"
"emangnya jam berapa mas?"
"tuh lihat jam 8.." dimas membalikkan badan Olivia untuk melihat jam di dindingnya
"ya ampun.... " Olivia panik
"panik panik... "
"sepertinya aku baru aja tidur lho mas, kok sudah malam" ujar Olivia sambil berlari masuk kedalam kamar mandi
dimas menunggu Olivia sambil rebahan di tempat tidur Olivia
"jangan tidur mas"
"siapa yang tidur sayang... aku senang lihat kamu panik gitu"
"jangan manggil sayang terus.. nanti di depan teman-teman manggil aku sayang"
"kenapa? takut kalau ujang cemburu?"
"kok jadi ke mas ujang sih"
dimas menghampiri Olivia yang sedang menyisir rambutnya. memeluk Olivia dari belakang
"kamu ndak suka sama ujang kan sayang?" bisik dimas sambil memandang Olivia dari cermin
"jangan mulai deh mas. siapa juga yang suka sama dia. aku suka cuma sama kamu" Olivia menoleh kearah dimas, di sambut ciuman mesra dari dimas.
ciuman itu semakin panas.
"berangkat yuk mas"
"masih kangen"
"nanti kan ketemu"
"tapi ndak bisa seperti ini" ujar dimas memeluk pinggang Olivia merapatkan ke tubuhnya
"jangan gini terus... imam ku setipis tisu mas" bisik Olivia
"iman ku juga setipis tisu sayang" dimas kembali menyesap bibir ranum Olivia
"yuk mas.. sudah" Olivia mendorong tubuh dimas
"dicafe jangan seperti ini ya. profesional mas"
"oke sayang... siap" ucap dimas mencium pipi Olivia.
*****
setibanya di cafe
"vi... haduhhh telat kamu" tegur kakok
"sori mas.. ketiduran"
"Mely libur, kamu lembur lho"
"siap mas..." ujar Olivia sambil merapikan bajunya
"vi" ujang memanggil Olivia dari belakang kakok
"iya mas?"
"besok ada acara?"
"besok? ndak. kenapa?"
"ikut aku yuk, lebih tepatnya temani aku"
"kemana?"
"ke pesta pernikahan temanku"
"kenapa harus aku?"
"ya aku maunya kamu vi, ndak mau dengan yang lain"
"lihat aja besok ya mas. karena badanku dari tadi sakit semua, kecapean"
"aku harap kamu ndak mengecewakan aku vi" ucap ujang
Olivia duduk, sambil merapikan penampilannya
"vi... ini ada request dari tamu. nanti dia minta kamu bacakan ini sama minta lagu ini" ucap kakok memberikan kertas permintaan pengunjung
"wah... mau nembak lagi kayaknya?"
"kamu memang top vi... banyak permintaan dari pengunjung. dan cafe semakin rame"
"alhamdulillah ya mas"