NovelToon NovelToon
Air Panas Untuk Selingkuhanmu

Air Panas Untuk Selingkuhanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam / Single Mom
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: NinLugas

Ranti merasa hidupnya sempurna. Suaminya, Sony, adalah pria idaman—penyayang, sukses, dan setia. Bahkan, Ranti begitu percaya pada Sony hingga tak pernah sekalipun menaruh curiga.

Namun, kebahagiaan itu hancur dalam sekejap. Kejadian tak terduga mengungkap kenyataan pahit. Ternyata menyimpan makna lain yang menyakitkan. Nama Raya, guru TK anak mereka.

Kekecewaan dan pengkhianatan mengguncang dunia Ranti. Kebohongan Sony selama ini tak hanya menghancurkan biduk rumah tangga mereka, tapi juga persahabatan Ranti dengan Raya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NinLugas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19: PERUSAHAAN YANG HAMPIR DIREBUT

Gedung PT Anindita Gemilang Utama menjulang megah di kawasan bisnis Sudirman. Pagi itu, sinar matahari menembus dinding kaca lantai teratas, menerangi ruang kerja pimpinan yang luas dan elegan.

Ranti melangkah masuk dengan setelan blazer berwarna biru navy yang terpotong rapi, dipadukan dengan celana kulot berwarna senada. Potongan rambut bob barunya membingkai tegas wajah anggunnya. Di belakangnya, Pak Hendra berjalan seraya membawa dua buah briefcase kulit berisikan sisa-sisa dokumen peralihan aset pasca-putusan pengadilan.

Semua orang di lantai itu menunduk hormat saat Ranti melintas. Status hukumnya yang kini sah sebagai pemilik tunggal dan Direktur Utama menggantikan posisi Sony mengembalikan kendali penuh keluarga Anindita atas perusahaan tekstil dan manufaktur yang dirintis mendiang ibunya.

Awalnya, Ranti mengira segalanya telah usai. Berdasarkan klausul Perjanjian Pra-Nikah yang sangat mengikat, kepemilikan 90 persen saham mayoritas secara otomatis terkunci atas namanya setelah dugaan perzinahan dan perusakan rumah tangga terbukti di meja hijau. Sony telah tersingkir secara mutlak dari jajaran direksi.

Namun, ketenangan itu tak bertahan lama.

Sekitar pukul sebelas siang, pintu ruang kerja Ranti diketuk tergesa-gesa. Hendry, kepala tim audit internal senior kepercayaan Mendiang Ibu Kirana, melangkah masuk dengan raut wajah pucat dan tegang. Di tangannya, terpangku sebundel map tebal berlabel merah dengan stempel bertuliskan RAHASIA.

"Bu Ranti... maaf mengganggu," tutur Hendry dengan suara agak bergetar seraya meletakkan map tebal itu di atas meja kayu mahogany milik Ranti. "Ada temuan penting yang harus Ibu lihat segera. Tim audit forensik kami baru saja menyelesaikan penyisiran arus kas tiga tahun terakhir."

Ranti menghentikan ketikannya di laptop, menatap Hendry dengan kening berkerut. "Temuan apa, Pak Hendry? Bukankah seluruh laporan keuangan periode lalu sudah disahkan sebelum sidang perceraian?"

Hendry menghela napas panjang, menggeser selembar bagan alur transaksi yang penuh dengan garis panah merah.

"Secara kasat mata memang terlihat rapi, Bu," jelas Hendry seraya membetulkan kacamata mulusnya. "Sony sangat cerdik. Selama dua tahun terakhir, ketika Ibu berfokus mengurus Bima dan mempercayagiliran operasional padanya, Sony melakukan serangkaian pengalihan dana bertahap."

Pak Hendra yang sedang menyesap kopinya di sofa langsung berdiri dan mendekat ke meja kerja Ranti. "Pengalihan dana? Maksud Anda penggelapan anggaran operasional?"

"Lebih parah dari itu, Pak Hendra," tegas Hendry. "Ini bukan sekadar mengutip uang jajan atau bonus direksi. Ini adalah skema penyedotan modal secara terstruktur. Sony mendirikan tiga perusahaan cangkang (shell company) yang terdaftar di luar negeri—satu berlokasi di wilayah offshore British Virgin Islands, dan dua lainnya terdaftar atas nama entitas lokal di Singapura."

Jemari Ranti terhenti di atas sampul map merah tersebut. "Perusahaan cangkang? Atas nama siapa?"

"Secara hukum, nama direkturnya menggunakan nama-nama nominee, termasuk kerabat jauh dari pihak ibunya Sony," sahut Hendry. "Tetapi setelah tim forensik menelusuri alur otorisasi digital signature dan rekening penampung utamanya... seluruh beneficial owner atau penikmat akhir dari modal itu mengarah langsung pada satu nama: Sony Kurniawan."

Ranti membuka lembaran demi lembaran laporan audit tersebut. Matanya meneliti deretan angka bernilai fantastis yang tercetak tebal di lembaran kertas putih itu.

Modusnya sangat rapi dan sistematis. Sony memanfaatkan posisinya sebagai Direktur Operasional kala itu untuk membuat kontrak pengerjaan pengadaan bahan baku tekstil dan sewa armada logistik fiktif dengan harga yang dimark-up hingga 300 persen. Pembayaran atas pengadaan barang itu disalurkan setiap bulan ke rekening tiga perusahaan cangkang tersebut. Uang itu kemudian diputar kembali untuk membeli aset-aset properti pribadi, instrumen saham asing, dan investasi obligasi yang seluruhnya diatasnamakan Sony secara pribadi.

"Berapa total dana yang sudah dialihkan, Pak Hendry?" tanya Ranti, suaranya mendadak berubah menjadi sangat dingin dan menusuk.

Hendry menelan ludah dengan susah payah sebelum menjawab. "Total kumulatif selama dua puluh empat bulan terakhir... mencapai tujuh puluh lima miliar rupiah, Bu Ranti."

DEG!

Pak Hendra terperanjat hebat hingga melangkah mundur sejenak. "Tujuh puluh lima miliar?! Astaga! Itu hampir menyedot empat puluh persen dari cadangan modal likuid perusahaan!"

Ranti mengepalkan tangannya di bawah meja hingga buku-buku jarinya memutih. Napasnya berhembus teratur, namun pendar matanya memancarkan amarah yang teramat pekat.

Tujuh puluh lima miliar rupiah. Angka yang cukup untuk membuat PT Anindita Gemilang Utama mengalami pembekuan arus kas (cash flow collapse) dalam waktu enam bulan ke depan jika tidak segera ditangani.

Ranti mendadak menyadari satu kenyataan pahit yang jauh lebih mengerikan dari perselingkuhan Sony.

Perceraian itu... perselingkuhan Sony dengan Raya... segala drama rumah tangga dan sikap pura-pura miskin serta polos yang dipamerkan Sony selama ini... ternyata hanyalah gunung es dari sebuah skenario kejahatan yang jauh lebih masif.

Sony tidak sekadar menginginkan kepuasan hawa nafsu bersama Raya. Sony sedang berusaha menguras habis seluruh kekayaan warisan Mendiang Ibu Kirana dari dalam, melumpuhkan perusahaan hingga bangkrut, lalu merebut kembali aset-aset tersebut melalui perusahaan cangkangnya sendiri begitu Ranti lengah!

"Dia... dia bukan cuma pengkhianat rumah tangga," bisik Ranti, suaranya bergetar menahan amarah yang membakar dadanya. "Dia mencoba membunuh perusahaan ibuku secara perlahan."

Pak Hendra mengepalkan tangannya, melangkah maju mendekati meja Ranti. "Ini sudah masuk ke dalam ranah tindak pidana pencucian uang (TPPU), penggelapan dalam jabatan, dan kejahatan korporasi, Bu Ranti! Ini bukan lagi urusan Pengadilan Agama. Ini masalah pidana murni!"

"Pak Hendra benar," timpal Hendry penuh penekanan. "Jika transaksi terakhir senilai lima belas miliar yang dijadwalkan cair akhir bulan ini tidak kita bekukan hari ini juga, uang itu akan ditransfer keluar negeri dan tidak akan pernah bisa kita tarik kembali."

Ranti menyandarkan punggungnya di kursi kepemimpinan yang dulu diduduki oleh ibunya. Ia memejamkan mata sejenak, menghimpun seluruh ketenangan jiwa dan kekuatan otaknya.

Memori tentang almarhum ayahnya yang dulu menguras uang usaha ibunya demi wanita selingkuhan kembali melintas. Namun bedanya, ayahnya dulu melakukan kejahatan itu secara kasar dan amatir. Sementara Sony—pria yang dulu Ranti sangka polos, lugu, dan tidak berdaya—melakukannya dengan tingkat kelicikan yang luar biasa dingin.

Kamu pikir aku ini wanita lemah yang bisa kamu bodohi dua kali, Sony? batin Ranti membaja.

Ranti membuka matanya kembali. Pendar ragu dan kepedihan akibat masa lalu seketika sirna, berganti menjadi ketajaman tatapan seorang pimpinan tertinggi yang siap membumihanguskan musuhnya.

"Pak Hendry," panggil Ranti dengan nada tegas dan berwibawa.

"Saya, Bu Ranti?"

"Instruksikan tim IT dan bagian keuangan untuk memblokir seluruh akses otorisasi rekening perusahaan yang masih terhubung dengan token atas nama Sony Kurniawan detik ini juga. Batalkan seluruh perintah transfer ke tiga perusahaan cangkang itu tanpa terkecuali!" perintah Ranti.

"Baik, Bu Ranti! Segera saya laksanakan!" jawab Hendry mantap.

Ranti kemudian berpaling menatap Pak Hendra. "Pak Hendra."

"Siap, Bu Ranti."

"Kumpulkan seluruh berkas audit forensik ini. Susun laporan polisi resmi atas dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang dan Penggelapan dalam Jabatan atas nama Sony Kurniawan. Kita serahkan bukti-bukti ini langsung ke Polda Metro Jaya sore ini!"

Pak Hendra tersenyum puas, menyadari betapa kuat dan tidak komprominya Ranti yang sekarang. "Sangat siap, Bu Ranti. Saya akan pastikan tidak ada satu pun celah hukum yang bisa menyelamatkan Sony dari jeratan pasal pidana ini."

Sore Hari – Rumah Kediaman Ibu Hendrawan

Di sebuah rumah pinggiran kota yang sempit dan agak kusam, Sony duduk di tepi ranjang besi kamarnya. Balutan perban di leher dan dadanya masih terasa nyeri menyengat. Di atas pangkuannya, sebuah laptop murah terbuka, menampilkan layar situs perbankan internasional.

Sony mencoba memasukkan kode verifikasi token keuangan untuk mengeksekusi transfer sisa dana senilai lima belas miliar rupiah ke rekening perusahaannya di Singapura.

Namun, layar laptop itu mendadak berkedip merah dan menampilkan pesan kesalahan:

[ACCESS DENIED: REKENING DIINJEKSI PEMBLOKIRAN HUKUM / OTORISASI DIBATALKAN OLEH SISTEM PUSAT]

Jantung Sony seketika berdegup kencang bak dihantam godam. Keringat dingin mengucur deras dari pelipisnya.

"Kenapa tidak bisa?!" seru Sony panik. Ia kembali mengetikkan password-nya bertubi-tubi dengan jemari gemetar. "Gagal?! Kenapa bisa gagal?! Token-ku dicabut?!"

Pintu kamar mendadak didobrak kasar dari luar. Ibu Hendrawan berlari masuk dengan raut wajah pucat pasi dan nafas tersengal-sengal.

"Mas! Mas Sony!" jerit ibunya histeris seraya memegangi dada.

"Ada apa lagi, Bu?! Aku lagi sibuk ini!" bentak Sony dengan emosi yang membumbung tinggi.

"Di... di luar, Mas! Ada tiga mobil polisi!" tangis ibunya pecah, tubuh wanita tua itu berguncang hebat. "Ada petugas polisi berpakaian dinas dan beberapa orang bersetelan jas! Mereka bawa surat penangkapan atas nama kamu, Mas!"

BLAM!

Laptop di pangkuan Sony terlepas dan jatuh menghantam lantai, layarnya retak menayangkan pesan pemblokiran rekening.

Sony berdiri mematung, seluruh persendiannya mendadak lemas bagaikan terputus. Wajahnya yang tirus berubah sepucat kertas.

Belum sempat Sony melangkah atau bersembunyi, langkah kaki tegap memecah keheningan ruang tamu rumahnya. Dua orang penyidik kepolisian berpakaian dinas lengkap didampingi Pak Hendra melangkah masuk ke dalam kamar sempit itu.

Seorang perwira polisi berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) menyodorkan selembar kertas berstempel kepolisian tepat di depan wajah Sony.

"Saudara Sony Kurniawan?" tanya perwira polisi itu dengan suara dingin dan tidak terbantahkan.

Sony menelan ludah, suaranya tercekat di kerongkongan. "I... iya, Pak... Ada apa ini?"

"Kami dari Tim Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya," tegas perwira tersebut seraya mengeluarkan sepasang borgol besi dari pinggangnya. "Berdasarkan laporan resmi dari PT Anindita Gemilang Utama dan bukti forensik keuangan yang sah, Anda kami tangkap atas dugaan Tindak Pidana Penggelapan dalam Jabatan serta Pencucian Uang senilai tujuh puluh lima miliar rupiah."

"Tidak! Ini fitnah! Ini pasti jebakan Ranti!" jerit Sony histeris, mencoba mundur hingga punggungnya membentur dinding kamar. "Ranti sengaja mau menghancurkan aku, Pak! Aku ini mantan suaminya!"

Pak Hendra melangkah maju satu langkah, menatap Sony dengan pandangan dingin yang penuh rasa jijik.

"Sengaja menghancurkanmu, Sony?" bisik Pak Hendra seraya menyunggingkan senyum sinis. "Ibu Ranti hanya mengambil kembali apa yang memang menjadi hak penuh keluarga Anindita. Kamu yang rakus, berusaha mencuri harta warisan yang dibangun oleh almarhum ibunya."

KLIK!

Suara besi borgol terkunci rapat melingkari kedua pergelangan tangan Sony. Nyeri di bahunya akibat luka bakar terasa makin menyengat saat petugas menarik lengannya ke belakang.

"Aww! Sakit, Pak! Lepaskan aku!" jerit Sony kesakitan.

"Mas Sony! Jangan bawa anak saya, Pak! Kasihan anak saya masih sakit!" tangis Ibu Hendrawan meledak seraya berlutut memegangi kaki petugas, namun seorang polwan dengan sigap menahan dan menenangkan wanita tua itu.

Sony diseret keluar dari rumah sempit itu. Di pelataran jalan yang disaksikan oleh puluhan tetangga yang berkumpul dan saling berbisik, Sony dipaksa masuk ke dalam bagian belakang mobil tahanan polisi.

Saat pintu mobil tahanan hendak ditutup, mata Sony menangkap sosok mobil sedan mewah berwarna hitam yang terparkir tenang di ujung gang.

Di dalam mobil sedan itu, kaca jendela belakang perlahan turun beberapa sentimeter. Ranti duduk di dalam sana dengan tenang. Dari balik kaca film, Ranti menatap Sony yang terborgol dengan pandangan mata yang dingin, tegas, dan penuh wibawa—sebuah pandangan dari seorang penguasa yang telah tuntas menumpas pengkhianat hingga ke akar-akarnya.

Pintu mobil tahanan ditutup dengan dentuman keras. BAM!

Mobil polisi menyalakan sirine dan melaju kencang membakar aspal menuju markas kepolisian.

Di dalam mobil sedannya, Ranti menatap lurus ke depan. Angin AC membelai rambut bob barunya. Rasa sesak yang dulu sempat mengimpit dadanya kini telah berganti sepenuhnya menjadi kedamaian dan kekuatan yang hakiki.

Bukan hanya pernikahan toxic yang berhasil ia akhiri di Pengadilan Agama, tetapi kejahatan korporasi yang dirakit Sony untuk merampas warisan ibunya pun berhasil ia hancurkan tanpa tersisa.

Ranti merogoh tas tangannya, mengeluarkan ponsel pribadinya. Ia membuka menu foto dan memandangi gambar almarhum ibunya, Mendiang Kirana.

"Ibu..." bisik Ranti lembut dengan pendar mata yang berkaca-kaca oleh rasa haru. "Aku sudah menjaga warisanmu. Perusahaanmu aman, dan tidak ada satu pria pun yang bisa menindasku lagi."

Ranti mematikan ponselnya, menyandarkan punggungnya dengan nyaman. Hari ini, ia tidak hanya menyelamatkan dirinya dan Bima, tetapi juga berhasil menegakkan kehormatan keluarga Anindita setinggi-tingginya. Kehidupan baru yang bersih, sukses, dan merdeka sepenuhnya telah siap ia jalani.

1
Lee Mba Young
pengacara Sony keren banget, walau Sony napi ttp bisa memenangkan sidang🤣.
pengacara ranti abal abal cm butuh duit Tok mkne keder mengjadapi pengacara Sony. mkne ranti kalah sidang.

pdhl Sony jelas selingkuh Dan korupsi tp masih bisa dpt hak asuh. 👍
NinLugas: ka baca karya baru aku kak, perlu pembaca kritis kyk KK
total 1 replies
Lee Mba Young
pling enak pelakor Raya gk dpt karma.
Lee Mba Young
Cerita pling aneh. pdhl Sony napi dpt hak asuh.
farhan Dan pengacara ranti memang memgalah agar farhan bebas mndekati ranti tanpa bima. 🤣.
pdhl jelas jelas Sony napi kan 🤣
Lee Mba Young
pengacara Sony best banget pdhl Sony selingkuh, zina korupsi tp dpt bebas Dan dpt hak asuh🤣 .
ranty pengacara ne goblok 🤣
farhan kayak nya gk mau bima, cm mau ranti mkne suruh ranti nyerah.
NinLugas: kalau g gila authornya ya ceritanya yg gila kak🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Lee Mba Young
Ini hukum pling aneh, pdhl korupsi kok bisa bebas bersyarat.
pengacara ranti yg kurang keren
sunaryati jarum
Fitnah jika diselidiki dan ada bukti akurat,maka fitnah akan kalah
sunaryati jarum
Sony Seharus kamu akui dan terima kenyataan,ini semua karena kesalahan kamu.
Lee Mba Young
di sini pengadilan yg gk banget bpk nya napi tp dpt hak asuh itu dah aneh.
trus sekarang bpk nya nikah dng selingkuh annya apa gk di Banting tu anak.

ranti punya kerjaan hidup mapan knp gk dpt hak asuh. pdhl anak di bawah umur itu dng ibunya 🤣.
NinLugas: nnti d jelaskan d episode berikutnya nya y kk 🤣
total 1 replies
Lee Mba Young
Kenapa Sony bisa dpt hak asuh anak kn dia narapidana. kok aneh.
hrse dng status napi Dan gk punya penghasilan gk dpt hak asuh kan.
bukan kah kemarin hak asuh resmi ke ibunya. kok mulek.
sunaryati jarum
Kacang lupa akan kulitnya ,itu kamu Soni dan keluargamu
sunaryati jarum
Kamu malah.tambah cari masalah
NinLugas: terimakasih y kk atas dukungannya, 😍
total 1 replies
sunaryati jarum
Ada temen semasa kecil yang memberi dukungan
sunaryati jarum
Semoga kedepannya tidak ada lagi pengkhianat Ranti
sunaryati jarum
Orang tua Raya , bagus.Tidak membela tapi menyalahkan
sunaryati jarum
Tujuan kamu memang ingin merebut posisi Ranti, sudah pas kamu langsung dapat karma instan
sunaryati jarum
Bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!