NovelToon NovelToon
Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Istri Bisu Tuan Penguasa Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Mafia / Pengantin Pengganti
Popularitas:25.4k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Sejak kecil, Kirana Lin dibuang ke desa karena terlahir bisu. Meski tak mampu berbicara, ia memiliki kecerdasan luar biasa dan segudang prestasi.

Dua puluh tahun kemudian, Kirana kembali ke keluarga Lin untuk menggantikan putri angkat mereka menikah dengan Kendra Wu, penguasa keluarga Wu yang lumpuh akibat kecelakaan.

Semua orang mengira Kirana akan menderita di tangan Kendra. Namun, gadis bisu itu justru berhasil membuat sang penguasa jatuh cinta dan membantunya merebut kembali semua yang telah dirampas darinya.

Yuk simak kisahnya! Yang tidak suka langsung skip!👊👊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidur Seranjang

Kirana kembali ke meja dengan langkah tenang, seolah tidak terjadi apa-apa di lorong menuju toilet tadi. Ia langsung duduk di samping Olivia dan mengambil gelas minumnya, bahkan wajahnya terlihat sama sekali tidak berubah.

Olivia menatapnya sebentar. "Kakak ipar lama sekali. Makanannya hampir dingin."

Kirana hanya mengangkat bahu santai, kemudian mengambil ponselnya. 'Maaf,' kata Kirana.

Olivia tidak terlalu memikirkannya dan kembali sibuk dengan makanan yang baru saja disajikan.

Di meja seberang, Shania justru mulai mengerutkan kening. Sejak tadi ia memperhatikan pintu restoran karena Julian belum juga kembali dari toilet.

"Julian lama sekali," gumam Shania sambil melirik jam tangannya.

Ia mencoba bersikap tenang, tetapi beberapa menit berlalu dan pria itu tetap tidak muncul. Sementara itu, Kirana dan Olivia sudah selesai makan dan berdiri dari tempat duduk mereka.

"Ayo, Kakak ipar. Kita pulang sebelum jalanan semakin ramai," ajak Olivia.

Kirana mengangguk, lalu mengikuti Olivia meninggalkan restoran. Shania hanya bisa memandangi keduanya dengan perasaan gelisah yang semakin besar.

"Kenapa Julian belum kembali juga?" gumamnya.

Setelah memastikan Kirana dan Olivia sudah pergi, Shania akhirnya berdiri. Ia berjalan menuju toilet dengan langkah cepat, tetapi begitu sampai di depan toilet pria, ia hanya berdiri di sana sambil melihat ke kanan dan kiri.

"Julian?" panggilnya pelan.

Tidak ada jawaban.

Shania semakin cemas. Namun, ia tentu saja tidak mungkin masuk ke toilet pria karena takut menjadi pusat perhatian.

"Aduh, ke mana sebenarnya dia?"

Belum sempat Shania mengambil keputusan, tiba-tiba terdengar suara seorang wanita berteriak dari dalam toilet wanita.

"Astaga! Ada orang pingsan!"

Shania langsung menoleh dengan wajah terkejut.

"Pria! Ada seorang pria di sini!" teriak wanita itu lagi. "Tolong panggil petugas!"

Mata Shania langsung membesar. "Pria?"

Tanpa berpikir panjang, Shania berlari menuju toilet wanita. Ia bahkan tidak sempat memikirkan apakah tindakannya akan terlihat aneh.

Begitu masuk, beberapa wanita tampak berdiri menjauh dari salah satu sudut toilet. Di sana terlihat seorang pria tergeletak dalam keadaan tidak sadarkan diri.

Shania langsung mengenali pakaian pria itu. "Julian!"

Ia segera berjongkok di sampingnya. "Julian! Bangun! Julian!"

Beberapa kali Shania menepuk pelan pipinya hingga akhirnya Julian mengerang dan perlahan membuka mata.

"Aduh ...."

"Julian!" Shania langsung merasa lega. "Kamu kenapa? Kenapa bisa sampai pingsan di sini?"

Julian mencoba bangkit sambil meringis. Tubuhnya terasa tidak nyaman, tetapi yang paling membuatnya panik bukan rasa sakit itu melainkan kenyataan bahwa ia ditemukan di toilet wanita.

Shania membantu menopang tubuhnya. Namun, setelah melihat sekeliling, keningnya kembali berkerut.

"Tunggu dulu," katanya curiga. "Apa yang kau lakukan di toilet wanita?"

Tubuh Julian seketika menegang. "Aku ..."

Ia terdiam cukup lama karena tidak mungkin menceritakan kejadian sebenarnya. Harga dirinya sebagai seorang pria akan hancur jika ia mengatakan bahwa dirinya berbuat tidak pantas kepada Kirana dan kemudian mendapatkan balasan.

"Aku salah masuk," jawab Julian akhirnya.

Shania menatapnya tidak percaya. "Salah masuk?"

Julian mengangguk cepat. "Aku tadi sedang melamun dan tidak memperhatikan tanda toilet. Begitu sadar sudah berada di sini, aku panik dan malah terpeleset."

"Terpeleset?"

"Iya." Julian mengangguk lagi, berusaha mempertahankan wajah serius. "Aku jatuh, lalu kepalaku terasa pusing sampai akhirnya tidak ingat apa-apa."

Shania masih menatapnya penuh curiga. "Jadi kau masuk toilet wanita karena salah lihat?"

"Benar."

"Dan kau sampai pingsan hanya karena jatuh?"

Julian mengangguk tanpa ragu. "Mungkin tubuhku sedang kelelahan."

Shania menghela napas panjang. Meskipun alasan Julian terdengar aneh, ia akhirnya memilih untuk mempercayainya karena tidak menemukan alasan lain.

"Ya sudah. Yang penting kau tidak apa-apa."

Julian mengangguk sambil menahan rasa tidak nyaman. "Aku baik-baik saja. Ayo kita pergi dari sini."

Shania membantu Julian berdiri. Sebelum keluar, ia sempat melirik sekali lagi ke arah toilet dengan wajah bingung.

"Besok-besok lebih hati-hati," katanya. "Jangan sampai salah masuk lagi."

Julian hanya tersenyum kaku. "Iya."

Mereka akhirnya meninggalkan toilet dan berjalan keluar dari restoran.

**

Malam itu, suasana kamar utama kediaman Wu terasa jauh lebih tenang dibandingkan biasanya. Kirana duduk di atas kasur sambil merapikan selimut, sementara di sampingnya Kendra sudah berada di tempat tidur dengan beberapa berkas masih tersimpan di atas meja kecil.

Mereka memang sengaja tidur seranjang setiap malam. Bukan karena hubungan mereka sudah sedekat itu, melainkan untuk menghindari kecurigaan Cassia yang tentu akan segera menyadari jika mereka tidur di kamar terpisah.

Kendra melirik Kirana yang sedang bersiap tidur. "Bagaimana penyelidikanmu mengenai orang yang meracunimu?"

Kirana menghentikan gerakannya, lalu mengambil tablet yang berada di samping bantal. Jemarinya bergerak cepat mengetik sebelum ia menunjukkan layarnya kepada Kendra.

'Aku sudah menyelidiki dari rumah sakit tempat aku dirawat, tetapi sejauh ini tidak ada sesuatu yang mencurigakan.'

Kendra membaca tulisan itu dengan saksama. "Tidak ada saksi?"

Kirana menggeleng.

Kendra menyandarkan tubuhnya pada kepala ranjang. "Kalau begitu, bagaimana kalau kau melihat kembali dokumen kelahiranmu?"

Kirana menoleh.

"Siapa tahu ada sesuatu yang selama ini terlewat," lanjut Kendra. "Misalnya riwayat kesehatan saat kau lahir dulu. Mungkin ada sesuatu di sana."

Mata Kirana langsung berubah serius. Ia mengangguk, kemudian kembali mengetik.

'Aku akan menyusup ke rumah sakit itu dan mencari arsipnya sendiri.'

Kendra langsung menggeleng. "Tidak perlu."

Kirana menatapnya.

"Aku akan menyuruh orangku mengambil data itu dari arsip rumah sakit itu," kata Kendra tegas. "Kau tidak perlu mengambil risiko hanya demi sebuah dokumen."

Kirana terdiam beberapa saat, lalu akhirnya mengangguk. Jemarinya kembali bergerak di atas layar.

'Baik. Lalu bagaimana dengan kasusmu?'

Kendra terdiam sejenak sebelum menjawab. "Aku sudah menyelidiki dokter yang menangani kondisiku beberapa tahun lalu."

Kirana menunggu.

"Dokter itu ditemukan meninggal dan kesimpulannya adalah bunuh diri," lanjut Kendra. "Tapi aku tidak percaya."

Kirana mengerutkan kening.

"Menurutku, dia dibunuh untuk dibungkam," ujar Kendra dengan suara rendah. "Seseorang tidak ingin dokter itu mengatakan sesuatu mengenai apa yang sebenarnya terjadi padaku."

Kirana terdiam cukup lama. Ia menatap Kendra, kemudian mengambil tabletnya dan mulai mengetik.

'Kalau begitu, jangan hanya menyelidiki kematiannya. Cari tahu siapa yang pertama kali menemukan jasadnya, dan siapa yang paling diuntungkan jika dokter itu tidak bisa lagi berbicara.'

Kendra membaca tulisan tersebut perlahan.

Kirana kembali mengetik.

'Periksa juga catatan pasien dan laporan pemeriksaan pada saat itu. Kalau ada bagian yang diubah atau hilang, berarti seseorang mungkin sengaja menghapus jejak.'

Tatapan Kendra langsung berubah tajam. "Benar juga."

Ia mengambil ponselnya dan mencatat beberapa poin yang baru saja diberikan Kirana. "Aku akan meminta Marco menyelidiki dari sana."

Kirana mengangguk.

Kendra kemudian menatapnya. "Terima kasih."

Kirana menatap Kendra sebentar sebelum mengetik sebuah kalimat singkat.

'Kita ini partner.'

Kendra membaca tulisan itu, lalu tanpa sadar tersenyum tipis. "Partner, ya?"

Kirana mengangguk.

"Baiklah," ujar Kendra sambil meletakkan ponselnya. "Mulai sekarang, apa pun yang kita temukan, kita saling memberitahu."

Kirana tersenyum kecil dan mengangguk sekali lagi.

Kirana langsung menutup matanya, lalu tak lama tertidur pulas. Berbeda dengan Kendra yang menatap wajah cantik itu.

Tiba-tiba Kendra terkejut saat Kirana memeluknya seperti bantal guling. Bau khas Kirana langsung tercium membuat tubuh Kendra tiba-tiba bereaksi.

"Sial! Kenapa harus sekarang?" batin Kendra saat merasakan sesuatu yang bangun.

1
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
aq suka aku Suak gaya lor deh Kirana
sat set tnpa drama
keren pojok nya
wuih jous gandos
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
apa iya mama nya s diri yg membuatnya
aaahhh mboh lah mumet AQ sweeter
otornya lho bikin penasaran Mulu 🤣🤣🤣
MataPanda?_
semangat trus kak lanjut terus 💪😄😄
Patrish
waahh...sadis juga ya Kirana
Patrish
aku sudah menebak...jarum perak beraksi
Patrish
lhaaahhhh...dasar serigala busuk
Tiara Bella
aku suka cerita nya bangus bngt.....
Tiara Bella
wow thor 6 bab sehari ini aku pdmu pkknya..../Kiss//Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
Maria Lina
mksihhh bnyķk"thor ud up double"🙏🙏🙏😘😘
syh 03
seperti biasa selalu bagus novel authornya
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: Kak bantu Komen yang plagiat Guo Mei. Judul plagiat itu "Balas dendam sang Putri"
total 1 replies
Hary Nengsih
wah kirana 👍👍👍ternyata
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
wahhh, merindingnya nih pembalasan dari Kirana🤭, tapi tapi, kalian cocok banget, semoga nanti gak ada kata cerai di antara mereka /Determined/
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
Nah kan, fix ini, si Meylan bukan ibu kandungnya kan? eh atau... Meylan ini ibu kandungnya, namun sepertinya dia tidak menyukai keberadaan Kirana karena ia merasa akan menjadi penghalang bagi Shania🤔
mama_im
iblis wanita mulai beraksi 😈😈😈🤣🤣🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Kendra dan Kirana cocok karna mereka sama" kuat dan tegas jngn lupa cerdas 😏☺️
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kok saya curiga kl yg ngasih racun itu Meylan ibu nya Kirana sendiri 😏😏
teh tubruk
nah kan bener ternyata sudah tidak bisa di pakai lagi,sudah impoten kau julian😂😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
si minyak goreng emang stres dia sendiri yg cari masalah tp malah nyalahin Kirana ampun dah 🤦😏😡
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
ahh bilang saja mau mangku kirana kan wekkk gitu aja repot Kendra
🤭🤭🤭🤭
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
malukan kan kalian gara" si minyak goreng 😏😏 jd jngn trus nyalahin Kirana dan bilang pembawa sial karna faktanya si minyak goreng itu yg pembawa sial 😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!