NovelToon NovelToon
After Yesterday

After Yesterday

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa / Tamat
Popularitas:94.5k
Nilai: 5
Nama Author: Xiie Lu

"Tidak semua wanita tidak perawan pandai bermain di atas ranjang, Sialan!"

"But, you still a b*tch," ucap sang lelaki dengan nada sinis, bibirnya menyeringai, mencengkram kuat dagu wanita yang berada di bawah tubuhnya.

Dia bukanlah wanita luar biasa. Tapi mampu menjerat seorang iblis tampan, dia masuk dalam jeratan dan habis dilahap si iblis yang berkedok sebagai bosnya di kelab malam.

Tidak ada senyum, hanya darah dan air mata yang menjadi saksi bagaimana dirinya menjadi santapan harian si iblis.

Karena masa lalunya yang kelam, benarkah si iblis akan melepaskannya atau malah mengikatnya dengan ikatan yang sulit dilepaskan?

---

- Disarankan membaca The Athlete terlebih dahulu.

- Slow update.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xiie Lu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

After Yesterday 26

Happy reading!

.

***

William.

Ada yang salah. Ada yang tidak beres. Aku secepat kilat membuka pintu waktu menyadari lampu di apartemen ini tidak menyala. Tidak biasanya Lea membiarkan tempat ini gelap.

"Lea!" Aku berteriak, harap-harap cemas, semoga apa yang aku pikirkan tidak benar. Aku takut. "Apa yang kau lakukan? Kenapa gelap?"

Aku menyalakan lampu dan menjejalahi seluruh ruangan. Mencari wanita yang selalu memberiku kesempatan berada di apartemen ini. Lea yang selalu dingin tetapi aku jatuh cinta padanya. Ah, sebut saja, dia wanitaku. Meski hanya aku yang mencintainya. Mungkin.

Aku melepaskan dasi dan jasku, melemparnya asal karena rasa cemas berlebihan. Berlari ke kamar memastikan keberadaan wanitaku.

"Lea?" Aku memanggilnya dengan lembut. Ya, kurasa. Karena aku merasakan perubahanku sejak beberapa hari ini. Malam ini, aku berniat mengajaknya makan malam romantis. Ah, membayangkannya saja jantungnya berdebar kuat.

Sayangnya, debaran jantungku ini pertanda buruk. Aku tidak menemukan dia dimana pun. Lemari pakaiannya kosong dan kopernya tidak ada di tempat.

Detik itu juga, kakiku lemas. Sendiku merosot dan aku jatuh tak berdaya. Aku tahu situasi seperti ini. Aku mengerti. Cintaku telah pergi. Wanitaku telah pergi, membawa seluruh harapan. Makan malam yang aku rencanakan sudah gagal. Haruskah aku mengatakan selamat jalan cintaku?

Retak.

Hancur.

Tak berdaya.

Aku memukul dadaku yang terasa sangat sesak. Menyesal. Tentu saja. Aku memperlakukan dia seperti binatang, memukulnya, menyiksanya. Aku bejat, aku menyadarinya.

Awalnya, aku ingin mengikat dia sebagai peliharaan. Itu awalnya. Lalu rencana berubah. Aku jatuh cinta lagi. Lebih dalam dari sebelumnya. Meski hanya seringai kecil, bibir seksi itu membuatku jatuh. Aku ingin melihat senyum tulus di bibirnya ketika aku membuatnya jatuh cinta juga padaku.

Tidak.

Tidak ada lagi rencana seperti itu.

Dia pergi.

Seperti ada tenaga yang kuat mendorongku, aku menguatkan sendi kaki yang semula lemas. Menuruni lift dan memohon pada petugas keamanan di gedung itu memutar kembali kamera pengawas di depan pintuku.

Tubuhku bergetar hebat, wajahku sudah memucat. Meski berulang kali aku melihatnya, tetap saja kenyataannya seperti itu. Ibuku mengusirnya. Dia melempar koper wanitaku dan menyeretnya keluar dari apartemen itu.

Sungguh. Aku meneteskan air mata. Walau Lea tetap berekspresi seperti biasa, aku bisa merasakan kepedihan di hatinya. Lihat saja, tangannya gemetar saat dia memungut kembali benda-benda miliknya yang berpencar keluar dari koper.

Aku kembali melemparkan ponsel yang berisi rekaman cctv itu sampai hancur berantakan. Rasanya aku dicampakkan sebelum benar-benar mengatakan bahwa aku mencintainya dengan seluruh nyawaku.

Aku kembali mengingat. Dulu Mommy juga memperlakukan Kelly seperti ini. Hanya saja waktu itu aku tidak marah karena paginya aku melihat Kelly bersama kekasihnya, yang sekarang menjadi suaminya.

Tapi sekarang, aku tidak bisa diam saja. Aku memghabiskan malam pertamaku dengan Lea. Yah, itu benar. Mungkin banyak yang berpikir aku sedikit berlebihan, tetapi aku masih menganut aliran no sex before married. Sebut saja, itu dulu. Tapi bersama Lea, aku dirasuki iblis. Dan sekarang iblis itu kembali berkuasa atas diriku.

Aku menancap gas ke tempat yang haram aku injaki. Ya, semua orang tahu aku membenci tempat ini. Karena terlalu emosi, aku langsung menabrak pagar rumah mewah yang ada di depanku ini. Aku tidak peduli dengan bagian depan mobilku yang rusak. Itu tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang aku rasakan.

"Harapanku terwujud. Kau akhirnya menjengukku, Son!"

Pria tua yang paling aku benci sejagat raya mendekat, namun aku buru-buru menepis tangannya dan menerobos masuk di mana aku melihat punggung Mommy dari jauh.

"Eh, William sejak----" Dia tersenyum lebar ketika melihatku berjalan ke arahnya tetapi aku langsung mencengkeram rahangnya sehingga dia menutup mulutnya.

"Kenapa kau mencampuri urusanku?!! Dia tidak mengganggumu, bukan?!" Aku menahan tanganku agar tidak mencekik lehernya. "Kau melakukannya lagi dan lagi!"

"William, apa yang terjadi? Lepaskan tanganmu dari ibumu!" Scott berusaha melepaskan cengkeramanku.

"Diam kau, Brengsekk! Orang mati tidak berhak berbicara!"

"Oh, kau menjadi seperti ini karena wanita itu? Aku menduganya. Dia tidak baik untukmu, William. Lihat saja sekarang, kau menjadi anak durhaka yang ingin membunuh ibunya sendiri!"

Mommy tertawa sinis saat aku melepaskan tanganku.

"Kau alasannya! Kau yang membuatku seperti ini! Waktu kau mengusir Kelly, aku sangat bodoh memercayaimu. Tapi sekarang tidak lagi. Silahkan mencegah sesukamu, karena aku bukan bocah yang bisa kau kendalikan!"

Aku sudah enggan memanggilnya Mommy seperti biasa. Aku membenci situasi seperti ini. Aku dibodohi oleh ibu kandungku sendiri. Tanpa perlu bertanya, aku sudah tahu motifnya mengusir Kelly. Tidak akan kubiarkan Lea menerima hal yang sama.

Begitu yang aku pikirkan. Kemarin. Saat aku jungkir balik mencarinya. Tetapi apa yang aku lihat sekarang? Orang-orangku memberikan puluhan lembar foto yang menunjukkan dia bersama seorang pria.

.

***

1
Eviidolarr Eddo
welcome back author
akhirnya up juga
FeVey
huntet aja ya😍
Siti Ramlah
hamidun
Siti Ramlah
mara hunter😍
FeVey
emang ada ya kehidupan seperti ini... kalau pun ada, semoga penderitaannya segera di ganti dengan krbahagiaan...
semangat author...
Dewi Sariyanti
Apa lea hamil???
Rohma Wati Umam
Luar biasa
yhoenietha_njus🌴
thoor jangan lama2 up nya...makin penasaran apa Lea hamil...klo bisa crazy up ya ...hehehe
Dewi Sariyanti
Udah lupa ceritanya ini sampe mana, terakhir inget lea kabur dr william, trus gimana selanjutnya udah lupa, udah hampir 2 thn baru up lagi.
yhoenietha_njus🌴
Luar biasa
Jelita S
lanjutin dong kk
Minanu Suada
ini beneran udah end???
Parwati amiin Parwati
critanya serem
abu😻acii
kadang kesal karakter lea.. ngk tau diri ada yg baik bertahan dgn yg jahat
abu😻acii
lea kok aneh, di siksa masih bertahan
Lilis Ferdinan
apa tujuan lea sebenarnya,,,,, mau bals dendam, atw mau minta dibunuh, atw minta dilecehkan, atw minta disiksa,,,, haduhhhh,, kok ngakak smart yah,caranya lea, mngpa hrs mnyiksa diri dl,,,,,
Lilis Ferdinan
yang sebenarnya sakit jiwa tu wiliam kan,,,,
Veny Tria Kusumanita
klo aq suka lea william...soalnya dari awal pemeran utamanya kan mereka....
unt hunter diberi jodoh yg lebih baik aja kak....tp jodoh berada di tangan kak author😀😀😀😀😀
Imot Thea
sampai sini msh blm ngerti jln ceritanya 🤔😞
Ratna Galeh
ceritamu nggantung thor,aku pikir lea akan hamil trs akhirnya nikah sama willyam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!