NovelToon NovelToon
CIREMAI: THE LAST SURVIVAL

CIREMAI: THE LAST SURVIVAL

Status: sedang berlangsung
Genre:Zombie / Hari Kiamat / Epik Petualangan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Heynura9

Lima sahabat mendaki Gunung Ciremai untuk merayakan kelulusan, namun terjebak di tengah wabah mayat hidup yang muncul dari balik kabut. Di jalur Linggarjati yang ekstrem, perjalanan perpisahan ini berubah menjadi ujian survival yang brutal. Mereka harus memeras logika, naluri, dan kesetiaan demi bertahan hidup dari kepungan monster sekaligus tipisnya oksigen di puncak tertinggi Jawa Barat.
Mereka bergabung bersama Satria seorang tentara, dan Shakira seorang dokter untuk Bertahan Hidup dari serangan Mayat Hidup.

Jika kalian diposisi mereka apa yang akan kalian lakukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heynura9, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33

Kamis, 23 Mei 03.17 WIB

Masjid Al-Ikhlas, Kuningan

Suara pertama yang mereka dengar dari dalam masjid adalah klakson.

Panjang, tidak berhenti, seperti seseorang yang tangannya jatuh di atas kemudi dan tidak punya tenaga atau tidak punya kesadaran untuk mengangkatnya lagi.

Lalu suara kedua. Teriakan dari arah yang berbeda. Lalu pecahan kaca. Lalu hening yang lebih buruk dari semua suara itu digabung.

Rafi yang duduk paling dekat dengan jendela mengintip dari celah korden.

"Jangan," kata Sakira tanpa menoleh.

Rafi menarik tangannya kembali.

Mereka duduk di ruang utama masjid dalam diam yang tidak nyaman. Delapan orang yang dua jam lalu tidak saling kenal, sekarang duduk berdekatan karena tidak ada pilihan lain.

Bapak angkringan namanya Pak Tarjo, Sakira baru tahu sekarang duduk di pojok dengan lutut ditarik ke dada. Matanya kosong menatap sajadah di depannya. Tangannya masih gemetar.

Ibu paruh baya Bu Lies, pasien hipertensi yang harusnya rawat inap dua hari lagi duduk di sebelah Pak Samsul, sesekali mengusap matanya dengan ujung mukena yang dia temukan tergantung di dinding masjid.

Rafi duduk menyandar di tiang, kaki gipsnya lurus ke depan. Mukanya pucat tapi matanya masih kerja lirik sana, lirik sini, otak yang masih muda dan masih mencoba menyusun penjelasan yang masuk akal dari apa yang dia lihat malam ini.

3 pasien lain seorang pria paruh baya bernama Pak Hasan, Pak Tebo dan seorang perempuan muda bernama Wulan yang tangannya masih dibalut kasa bekas infus duduk berdampingan tanpa bicara.

Afuz duduk di dekat pintu. Matanya tidak kemana-mana kecuali ke pintu itu.

Pak Samsul yang paling pertama bicara. "Dok," suaranya pelan tapi semua orang dengar. "Itu tadi... apa?"

Sakira sedang memeriksa kondisi satu per satu orang di ruangan itu nadi, pupil, luka sekecil apapun. Tangannya tidak berhenti bergerak tapi telinganya mendengar.

"Infeksi," kata Sakira singkat.

"Infeksi," Pak Samsul ulang kata itu seperti mencoba ukur beratnya. "Infeksi yang bikin orang jalan kayak gitu? Gigit orang lain? Mata hitam?"

"Ya."

"Itu bukan infeksi biasa, Dok."

"Tidak," Sakira akui. "Bukan."

Ruangan hening lagi. Tapi bukan hening yang tenang hening yang penuh dengan pertanyaan yang semua orang tahan karena takut jawabannya.

Rafi yang akhirnya tidak tahan. "Itu zombie."

Bu Lies mendesis pelan. "Jangan ngomong sembarangan."

"Tapi itu yang keliatan, Bu," kata Rafi. Suaranya bukan panik justru terlalu tenang untuk anak seusianya, seperti otak yang sudah bypass emosi dan langsung masuk ke mode analisis. "Orang mati jalan. Gigit orang lain. Yang digigit ikut jadi kayak gitu. Itu definisi zombie."

"Pak Rudi nggak mati," kata Afuz pelan dari dekat pintu. "Dia masih gerak. Masih napas."

"Terus apa dong namanya?"

Tidak ada yang jawab.

Dari luar, suara langkah kaki lewat di depan pagar masjid. Berat, tidak teratur. Semua orang di ruangan itu terdiam dan tidak bergerak sampai suara itu menjauh.

Dr. Wahyu duduk di sudut ruangan dengan buku catatan kecil di atas lututnya. Tangannya menulis tapi matanya sesekali naik ke arah Sakira.

Pak Hasan yang dari tadi diam akhirnya angkat suara. "Pak Dokter." Dia tujukan ke Wahyu. "Bapak tau soal ini kan? Keliatan dari cara Bapak nggak kaget sama sekali."

Wahyu tutup buku catatannya. Tatap Pak Hasan.

"Saya pernah lihat sesuatu yang mirip," kata Wahyu. "Dua belas tahun lalu. Di area yang sama."

"Ciremai?"

"Ya."

"Terus kenapa baru sekarang?"

"Karena dua belas tahun lalu kasusnya berhenti sebelum menyebar." Wahyu berhenti sebentar. "Atau dihentikan."

Cara dia bilang kata terakhir itu membuat Afuz noleh dari pintu. Membuat Rafi berhenti ngotak-atik gips kakinya. Membuat semua orang di ruangan itu diam dengan kualitas yang berbeda dari sebelumnya.

"Dihentikan oleh siapa?" tanya Rafi.

Wahyu tidak jawab langsung. Dia lirik Sakira.

Sakira yang baru selesai periksa Wulan berdiri, usap tangannya ke celana, dan duduk di depan kelompok kecil itu. Mukanya tidak menutupi apapun tidak menenangkan palsu, tidak dramatisasi yang tidak perlu.

"Saya jelaskan apa yang saya tahu," kata Sakira. "Tapi saya minta kalian dengar sampai selesai dulu sebelum nanya."

Semua angguk.

"Ini jamur. Parasit yang menginfeksi inang dan mengambil alih sistem sarafnya. Di alam, ini terjadi pada serangga terutama semut. Yang berbeda sekarang adalah inangnya manusia, dan penyebarannya jauh lebih cepat dari yang seharusnya mungkin terjadi."

"Jamur," ulang Bu Lies dengan nada yang tidak bisa diputuskan antara tidak percaya atau tidak mau percaya.

"Ya."

"Jamur yang bikin orang jalan dan gigit orang lain."

"Ya."

Bu Lies mengusap mukanya. "Ya Allah."

"Cara penyebarannya ada dua," lanjut Sakira. "Gigitan langsung ini yang paling cepat, perubahan terjadi dalam hitungan detik. Dan spora partikel jamur yang menyebar lewat udara, bisa masuk lewat kulit, mata, atau saluran napas. Ini lebih lambat, gejalanya bisa muncul dalam beberapa jam."

Hening.

Lalu Pak Tarjo angkat kepala dari sajadahnya untuk pertama kali sejak dia duduk. "Kita di sini aman nggak, Dok?"

"Untuk sekarang ya. Pintu pagar terkunci, ruangan tertutup, tidak ada yang terluka." Sakira pilih kata-katanya dengan hati-hati. "Tapi kita tidak bisa di sini selamanya."

"Terus?" Pak Samsul.

"Ada obatnya nggak?" Rafi potong.

Sakira dan Wahyu bertukar pandang sebentar cepat, tapi Afuz yang duduk paling dekat menangkap itu.

"Ada kemungkinan," kata Wahyu. "Tapi belum terbukti. Dan untuk membuktikannya" dia berhenti.

"Perlu apa?" desak Rafi.

"Perlu kembali ke sumber," kata Wahyu pelan. "Ke Ciremai."

Kata itu jatuh di ruangan seperti batu di air tenang. Riak-riaknya menyentuh semua orang.

Dari luar pagar masjid, suara mulai ramai lagi. Bukan satu dua langkah kaki tapi banyak. Bergerak ke berbagai arah. Diselingi suara yang tidak punya nama, bukan teriakan manusia tapi bukan sunyi juga.

Dan kemudian suara yang lebih dekat dari semua itu seseorang di luar pagar masjid, suaranya masih jelas manusia, masih jelas ketakutan.

"Tolong! Ada orang di dalam nggak? Tolong buka!"

Semua orang di ruangan itu lirik ke Sakira.

Sakira sudah berdiri.

"Afuz, sama saya. Yang lain tidak bergerak."

1
Kustri
lanjutkan!!!
Kustri
oalah zidan... zidan orang terbirit" kamu malah nyantai😂
Kustri
semangat buat lanjutin karyamu ini
sabar, yakin pasti byk yg mampir
💪💪💪
Kustri
hlaa py to, saya jg sdh siap melanjutkan, koq malah mentok😩
Kustri
kamu salah 1 dr mrk, tubuhmu ada zat yg sama dgn mrk zidaaaan... 😁bener gk sih thor🤭
ambil yg bisa kau bawa, ingat temen"mu😂lari butuh tenaga💪
Kustri
mayan di swalayan stok makanan & minuman aman👌🤭
Kustri
☕tak sogok biar crazy up🤭😁
Kustri
weh zidan 🎷🎼ada apa dgnmu...
Kustri
ngeyel BGT👊👊👊wae
Kustri
qu msh capek, dok masa iya baru nyampe bawah, istirahat jg blm masak suruh naik lagi😫😫😫
Kustri
ky'a satria gk nyebut zidan, koq sakira tau yg terpapar itu zidan🤔ampe qu ulang baca'a🤭
NR: wkwk, terimakasih kak.
total 1 replies
Kustri
diminumin air kelapa ijo x yaa🤭
Kustri
memukul jgn hanya pukul
melirik, melihat dll, klu hrs ditambah awalan/akhiran tambahkan thor, spy bahasa'a enak dibaca
lanjuuuut👉👉👉
Kustri
wah zidan ky'a terpapar dr serbuk nih, melihat kondisi'a
Kustri
eumm... dr jamur yg fajar makan waktu kelaparan itu yaa
Kustri
kira" apa obat penyembuh'a ya🤔
wlu cm baca, tp deg"an jg 💪
t-rex
suka banget upnya langsung banyak gini. btw Thor, perkiraan end dibab berapa? wkwk. mau nabung bab😭😭🤭
NR: Up banyak kalo lagi ada ide aja kak wkwk, kalo up nya cuman 1 bab itu lagi stuck alur ceritanya mao dibawa kemana yak ini wkwk,
total 1 replies
Kustri
qu koq deg"an klu zidan terpapar😫
lanjut lagii
Kustri
lanjuuut 👉👉👉
Kustri
bisa gk thor kalimat"nya diperhalus, perasaan dipart" awal kalimat'a enak dibaca
mrk blm saling kenal mosok manggil'a lu gue, yg pasti satria jg lbh tua✌
saran ajaa spy karyamu lbh sempurna💪
NR: oke kak, terimakasih saran nya, 😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!