NovelToon NovelToon
Menjadi Triliuner Dalam Semalam

Menjadi Triliuner Dalam Semalam

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Sistem / CEO / Tamat
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ginian

​"Hanya karena arloji murah ini, kau membuang tiga tahun hubungan kita?"
​Vandiko Elhaz hanyalah pemuda miskin yang bekerja keras demi masa depan kekasihnya, Clarissa. Namun, di hari ulang tahun Clarissa, Vandiko justru dipermalukan di depan kaum elit dan dicampakkan demi seorang pewaris kaya.
​Di titik terendah hidupnya, di bawah guyuran hujan dan hinaan yang membakar dada, sebuah suara mekanis menggema di kepalanya

​Sejak malam itu, hidup Vandiko berubah total.
Orang-orang yang dulu meludahi kakinya, kini mengemis di depan kantornya.
Wanita yang dulu mencampakkannya, kini menangis memohon kesempatan kedua.
​Dengan kekayaan tak terbatas dan sistem yang terus memberinya misi rahasia, Vandiko akan menunjukkan pada dunia: Siapa yang sebenarnya berkuasa?
​"Dulu kau bilang aku sampah? Sekarang, bahkan seluruh hartamu tidak cukup untuk membeli satu jam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ginian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Rahasia Terakhir Legacy

Hujan di London tidak lagi terasa seperti air, melainkan seperti jarum es yang menusuk kulit. Di tengah kegelapan total kota yang baru saja ia lumpuhkan, Vandiko berdiri tegak sementara Isabella jatuh terduduk di atas aspal yang basah. Drone-drone tempur yang melayang di atas mereka memancarkan sinar laser merah, semuanya terkunci tepat di dahi Isabella.

​"Vandiko... tolong," bisik Isabella, suaranya gemetar, hilang sudah keangkuhan putri konglomerat itu. "Kita bisa berbagi. Kau punya kekuatannya, aku punya struktur organisasinya. Kita bisa memerintah dunia bersama!"

​Vandiko menatapnya dengan mata yang tidak lagi memancarkan amarah, melainkan kehampaan yang mengerikan. "Kau masih tidak mengerti, ya? Aku tidak ingin memerintah dunia. Aku ingin menghancurkan dunia yang kalian ciptakan agar dunia yang jujur bisa lahir."

​Vandiko menjentikkan jarinya. Drone-drone itu tidak menembak, namun mereka melepaskan gelombang frekuensi tinggi yang menghancurkan seluruh perangkat elektronik di sekitar Isabella, termasuk ponsel dan alat komunikasi rahasianya. Isabella kini benar-benar terputus dari dunianya.

​"Pergilah, Isabella. Hiduplah sebagai orang biasa tanpa identitas digital. Itu adalah hukuman yang lebih berat daripada kematian bagimu."

Vandiko kembali ke Manor Windsor saat fajar mulai menyingsing. Gedung megah itu kini dijaga ketat oleh sisa-sisa Black Sentinel yang setia. Di dalam kamar medis yang canggih, Adipati Elhaz sudah sadar. Wajahnya masih pucat, namun matanya memancarkan kecerdasan yang selama ini ditekan oleh obat-obatan di rumah sakit jiwa.

"Vandiko..." Adipati memanggil saat putranya masuk.

"Ayah, istirahatlah. Kita sudah aman sekarang," ucap Vandiko sambil duduk di samping tempat tidur.

Adipati menggeleng lemah. "Tidak ada yang aman, Nak. Kau baru saja mengaktifkan 'Dominasi Infrastruktur'. Kau baru saja menunjukkan kepada dunia bahwa kau adalah ancaman yang lebih besar daripada The Black Ledger."

Vandiko terdiam. Ia tahu ayahnya benar. Saat ini, setiap badan intelijen di dunia pasti sedang melacak keberadaannya.

"Ada sesuatu yang tidak pernah kuberitahukan padamu tentang Sistem Legacy," lanjut Adipati, suaranya berubah menjadi bisikan serius. "Sistem itu bukan sekadar algoritma distribusi kekayaan. Legacy adalah sebuah organisme digital yang belajar dari penggunanya. Jika kau menggunakannya untuk kebencian, dia akan memakan nuranimu."

[Ting! Peringatan Sistem: Terdeteksi Akses Root yang Tidak Sah.]

[Data Tersembunyi Terbuka: Protokol 'Final Reset'.]

"Apa itu 'Final Reset', Ayah?" tanya Vandiko, jantungnya berdegup kencang.

Adipati menatap mata emas putranya dengan sedih. "Itu adalah saklar kematian. Jika sistem merasa penggunanya sudah terlalu berbahaya bagi keberlangsungan hidup manusia, sistem itu akan menghancurkan dirinya sendiri... beserta otak penggunanya."

Vandiko tertegun. Ia menyadari bahwa kekuatannya selama ini adalah bom waktu.

"Isabella hanyalah pion kecil, Vandiko," Adipati terbatuk darah. "Musuh sesungguhnya adalah The Prime, pemimpin tertinggi The Black Ledger yang berada di markas pusat di bawah Pegunungan Himalaya. Dialah yang memegang kunci untuk melepaskanmu dari kutukan sistem ini sebelum 'Final Reset' mencapai 100%."

[Ting! Sinkronisasi Legacy: 92% Menuju Reset Otomatis.]

[Estimasi Waktu Tersisa: 48 Jam.]

Vandiko berdiri, merapikan zirah taktisnya yang kini terasa lebih berat. Rasa sakit mulai menyerang kepalanya, tanda bahwa sistem sudah mulai membebani saraf otaknya.

"Gia!" panggil Vandiko.

Gia muncul di pintu dengan wajah siap siaga. "Siapkan jet hypersonic. Kita berangkat ke Tibet sekarang."

"Tuan, Anda sedang tidak dalam kondisi fit," Gia memperingatkan, melihat tangan Vandiko yang sedikit bergetar.

"Aku punya waktu 48 jam sebelum sistem ini membunuhku," jawab Vandiko dengan tenang yang menakutkan. "Aku akan pergi ke jantung kegelapan mereka. Jika aku harus mati, aku akan memastikan The Black Ledger ikut terkubur bersamaku di bawah es Himalaya."

Adipati memegang tangan Vandiko untuk terakhir kalinya. "Vandiko... ingatlah. Legacy diciptakan untuk memberi, bukan untuk mengambil. Gunakan hatimu, bukan hanya kodenya."

Vandiko mengangguk, lalu melangkah keluar. Di luar, jet tempur hitam sudah menderu, siap membawanya menuju pertarungan terakhir yang akan menentukan masa depan umat manusia. Ia bukan lagi sekadar pemuda yang ingin kaya; ia adalah martir yang sedang berpacu dengan maut

1
Ali
Thor knapa si isabela dibiarin hidup...bego lu thor.skip ah.cerita muter muter kayak gasing.
Ginian
iya terimakasih
Ginian
terimakasih 🙏
D'ken Nicko
ga seru kalau ada sistem lain. jadi hambar
D'ken Nicko
tetap semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!