NovelToon NovelToon
Istri Arjuna (Sebatas Pelampiasan)

Istri Arjuna (Sebatas Pelampiasan)

Status: tamat
Genre:Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:44.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Senjahari_ID24

Blurb

Arjuna Syailendra dan Anggita Jelita, menerima perjodohan demi kepentingan masing-masing. Bersama bukan karena cinta, tetapi hanya sebatas azas manfaat.

Akankah rasa berdebar tak terencana tumbuh di hati mereka? Sementara Arjuna hanya menganggap Anggita sebagai pelampiasan dari cinta tak berbalas di masa lalu.

Ikuti kisah mereka yang akan menguras emosi. Selamat membaca🤗.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjahari_ID24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9a

Halo pembacaku tersayang. Jangan lupa tinggalkan jejak cinta kalian untuk Juna-Anggi setelah membaca melalui rate bintang lima, vote hadiah dan kupon, like juga komentar sebanyak-banyaknya.

Follow juga instagramku @Senjahari2412 untuk mengetahui seputar cerita-cerita yang kutulis. Sayang kalian banyak-banyak. Terima kasih dan selamat membaca 🤗❤.

🍀🍀🍀🍀🍀

BAB 9a

"Mas, tanganku sakit!" pekik Anggi yang kini diseret Juna masuk ke dalam rumah.

Bunyi dentam pintu didorong kencang menggetarkan kaca-kaca jendela. Bik Tiyas salah satu ART yang paling dituakan hampir saja menjatuhkan asbak kristal yang sedang dilap olehnya di ruang tamu. Hanya bisa menundukkan pandangan ketika tuannya datang menyeret sang nyonya dengan kasar, tak berani membantu maupun angkat bicara walaupun ingin.

Rintihan kesakitan Anggi seolah hanya angin lalu. Pendengaran Juna tuli terbakar api cemburu terpendam. Menjelma bak monster mengerikan ketika muncul ke permukaan. Tiba di dalam kamar, Anggi ditarik dan didorong kasar hingga tersungkur ke atas ranjang.

"Mas, ampun. Aku tak pernah memiliki niat seperti kamu tuduhkan sedikit pun!" jerit Anggi sembari memegangi pergelangan tangannya yang berdenyut. Menahan diri untuk tidak menangis, Anggi benci menjadi lemah. Dirinya sudah dilemahkan dalam segala hal, setidaknya ia masih ingin memiliki kekuatan dalam upaya meluruskan semua tuduhan Juna padanya.

Juna mencondongkan tubuh, mencengkeram rahang Anggi kencang hingga si empunya meringis. "Yang kulihat sama sekali tidak begitu! Kamu malah asyik bercengkerama dengannya bahkan membiarkan dia menyentuh tanganmu!"

"Enggak, Mas! Yang dilihat mata belum tentu seperti asumsi yang disim_"

Kalimat Anggi terputus. Juna memagut kasar bibirnya penuh kemarahan. Mendorong paksa hingga terlentang. Mencekal kedua tangannya ke atas dan dengan cepat memerangkap tubuhnya dalam kungkungan.

Anggi ingin menjerit, tetapi tak bisa karena mulutnya dibungkam beringas. Sebanyak apapun usahanya melepaskan diri, semuanya sia-sia belaka. Tubuh kekar Juna yang dilanda amarah, berkali-kali lipat lebih kuat dibanding biasanya, sulit untuk mengelak.

Hanya buliran bening yang masih leluasa keluar dari sudut mata. Cerminan betapa sakitnya hati juga raganya. Apalagi ketika Juna menyentak kasar pembungkus bagian bawahnya hingga robek. Menghujam tanpa aba-aba, mengusak tanpa ampun sepanjang malam.

******

Anggi masih meringkuk dalam gulungan selimut sesiangan ini. Sebetulnya ia sudah terbangun sejak beberapa saat lalu, hanya saja tubuhnya terasa lemah sulit digerakkan. Tenaganya terkuras habis digagahi berjam-jam dan entah berapa kali Juna menyembur ke dalam rahimnya tanpa kelembutan tadi malam.

Sekujur tubuhnya sakit terlebih lagi bagian di antara kedua tungkainya, ngilu luar biasa. Kepalanya berat. Pandangannya berkunang-kunang. Kelopak mata serta bibirnya juga terasa bengkak. Saat beralih melihat pergelangan tangannya, warna biru gelap mendekati keunguan tercetak di sana, pantas saja berdenyut nyeri luar biasa.

Anggi terisak. Ingin pergi dari jeruji beracun ini namun tak kuasa. Kesembuhan ibunya adalah segalanya baginya. Masihkah ia bisa berbahagia jika kabur dari Juna sementara harapan kehidupan ibunya dipertaruhkan laksana di ujung tanduk? Tentu saja tidak. Jika terjadi sesuatu yang buruk pada Ningrum, hanya akan menambah nestapa merundung jiwanya.

Derit pintu disusul derap kaki terdengar mendekat ke arahnya. Aroma bergamot berpadu musk memenuhi indera penciuman. Dari wangi yang menguar saja Anggi sudah tahu Juna yang masuk ke dalam kamar.

Ia memilih memejamkan mata rapat-rapat, meredam amarah yang memang takkan pernah bisa diungkapkan secara gamblang, tak memiliki daya upaya untuk menentang kuasa Juna atas dirinya. Tahu diri di mana harus menempatkan diri.

Juna sudah segar. Memakai setelan casual berupa kaos hitam dan celana chino warna khaki. Ia tidak ke kantor hari ini. Mengurusi pekerjaan dari rumah selagi menunggu Pandu pulang dari Pekalongan untuk melaporkan hasil ramah tamah temu warga.

Dia duduk mengenyakkan diri di sisi ranjang di mana Anggi meringkuk. Tak biasanya istrinya itu masih berbaring di peraduan ketika matahari sudah naik lebih dari satu tombak.

"Anggita. Bangun, ini sudah jam sembilan. Kamu harus sarapan."

Juna menggoyangkan bahu Anggi pelan. Meskipun sering kali bersikap kasar, tetapi dia selalu peduli jika itu menyangkut urusan mengisi perut. Dengan dalih jika Anggi sakit maka itu akan merepotkannya.

Anggi tak membuka mata maupun merespons. Sekali lagi Juna membangunkan dengan menepuk-nepuk pipi istrinya.

"Anggita, sebaiknya cepat bangun dan sarapan. Aku tidak mau kamu sakit. Itu merepotkan."

Juna mengernyit. Telapaknya yang asalnya di pipi Anggi, merambat naik meraba kening. Dia juga meraba bagian tengkuk serta leher. Termometer alami di tubuhnya mendeteksi, Anggi demam panas tinggi.

Juna terkesiap, ditambah wajah cantik Anggi pucat pasi. Mungkinkah ini akibat sebab semalam dirinya lepas kendali?

"Anggita!" ujarnya panik sembari meraup Anggi bersandar padanya.

TBC

1
Suherni 123
bawang lagi... bawang lagi 😭😭😭
Suherni 123
ikut terharu,,, selamat datang baby boy, selamat buat Juna dan Anggita
Suherni 123
bawang lagi 😭
Suherni 123
bawang... bawang 😭😭😭😭
Suherni 123
uji nyali ya Jun 😄😄😄
Suherni 123
mewek lagi 😭😭😭😭😭
Suherni 123
mulai 🥹🥹🥹🥹
Suherni 123
baca terakhir tuh nyeseknya kerasa banget,, ikut sedih 🥹
Jong Nyuk Tjen
terimakasih thor , ceritanya bagus sekali dgn kata2 yg bagus jg . salam sehat sejahtera , bahagia n sukses selalu
Jong Nyuk Tjen
rasain deh s ayu , anak ga tau diri. Ud hamil ga tau siapa bapaknya eh gilany msh aj berjudi hasil jual jam tangan adikny. Mending s ayu masuk sel aj deh biar tau rasa
Jong Nyuk Tjen
ternyata s ayu itu jd PSK ya , kasian. Muka cantik tp ga d manfaatkan dgn cara yg bener
Jong Nyuk Tjen
dr pertama baca , bnyk sekali kata2 yg bagus n bermakna dalam utk kita renungkan. Terimakasih thor
Jong Nyuk Tjen
enak ya Jun skrng posisi ny terbalik. kamu skrng yg hrs mengalah ke anggi
😂
Jong Nyuk Tjen
😂😂😂
Jong Nyuk Tjen
good jobs anggi , buang semua yg ad kaitannya dgn vn , viona
Jong Nyuk Tjen
ternyata s ajun itu bodoh ny setinggi gunung , tampan n tajir tp cinta ny ke viona bertepuk sebelah tangan , aku kira dia sebut2 namany viona itu ternyata cuma dia ny aj yg gila ke viona . Kasian deh kamu jun
Nur Inayah
aku baca lagi entah yg sudah keberapa puluh kali, habisnya cerita ARNGGI ini bikin candu, gak ada kata bosan🤭🤭
valent
baca ulang lg , kangen juna - anggi , lg bosen jg di NT ngga nemu2 cerita yg bagus .


kak ,kapan nulis lg ?
Qothrun Nada
gk nyangka kan Anggi,calon anakmu membantu mu menuntaskan dendam mu, Arjuna gk berkutik kan kalau menyangkut anak😀
Qothrun Nada
si Arjuna itu yg harusnya mengalami mual dan muntah, ngidam pengen makan ini dan itu, biar tau rasa 😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!