NovelToon NovelToon
Ling Feng : Menyulam Tanya Dalam Bahasa Sunyi Dunia.

Ling Feng : Menyulam Tanya Dalam Bahasa Sunyi Dunia.

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: MagnumKapalApi

Karya Orisinal.

Genre: Fantasi Timur, Kultivasi, Xianxia.
Sub-Genre: Filosofi, Romance, Adventure, Action.

Desa kecil yang dipenuhi buai kenangan, Jinglan namanya. Di sebalik kabus fajar di ladang, hiduplah Aku—Ling Feng—berdiri ragu, mencoba merabit kata Pak Tua Chen, menyulamnya dengan tanya yang berbalut sunyi. Dalam pengembaraan, Aku menenun apa yang kubawa.

“Untuk Apa Kehidupan Dijalani?”

Jawab mungkin tak pernah kudapatkan. Namun, akankah Jawab sudi menyapaku kelak dan menanti?

Kupastikan langkahku setia pada arah, walau kelak degup jiwa tak lagi tegak menopang raga, kan kusulam tanya dalam bahasa sunyi dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MagnumKapalApi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21 : Taring di Tiga Kaki.

[POV Abu]

Lari.

Sakit.

Tapi lari.

Hutan bukan lagi hutan, ia seperti lorong sempit penuh jebakan. Akar mencuat seperti tombak, batu tajam tersembunyi di balik lumut basah. Kaki kiriku menghantam tanah sekali.

Api.

Nyeri menyambar sampai tengkuk. Pandanganku bergetar, tapi aku paksa tubuhku terus maju.

Di belakang, teriakan anak buah Xue Gou memecah kabut.

“Ke kiri! Potong jalur mereka!”

Mereka menyebar.

Mereka berburu.

Aku bisa mencium Qi mereka sekarang, padat, stabil, seperti dinding yang bergerak mendekat.

Di depan, Ling Feng hampir tersandung batu. Xiao Lu menariknya, lalu justru ia yang kehilangan keseimbangan. Mereka saling menopang, terhuyung, tapi tetap bergerak.

“Jangan berhenti!” desis Xiao Lu.

Anak panah melesat.

Whssst!

Batang pohon di sampingku bergetar, panah menancap dalam. Serpihan kayu menghantam wajahku. Darah mengalir dari pelipis. Aku tidak melambat.

Lari.

Sampai tidak bisa lagi.

Kaki kiriku menginjak akar licin.

Krek.

Dunia terbalik.

Aku jatuh keras. Debu dan daun kering memenuhi mulutku. Kakiku terlipat aneh. Saat aku mencoba berdiri.

Kosong.

Seperti bukan bagian tubuhku.

Ling Feng berbalik. Matanya melebar. “Abu!”

Ia berlari kembali.

Bodoh.

Xiao Lu mengumpat pelan tapi ikut berbalik.

Aku paksa bangkit.

Gagal.

Nyeri kali ini bukan seperti api. Ini seperti sesuatu di dalam tulangku retak dan bergeser.

Langkah kaki mendekat.

Cepat.

Ling Feng berlutut di depanku, tangannya memegang kepalaku. Hangat. Gemetar.

“Abu, bangun. Ayo.”

Aku menjilat jarinya.

Maaf.

Xiao Lu melihat kakiku sekali saja, dan wajahnya mengeras. Ia tahu.

“Kita tidak punya waktu,” katanya tajam.

“Aku tidak akan meninggalkannya.”

Tanah bergetar tipis.

Satu bayangan muncul di antara kabut, lalu dua, lalu tiga.

Terlalu dekat.

“Angkat!” bentak Xiao Lu.

Mereka tidak berdebat lagi.

Tubuhku diangkat. Kakiku yang mati rasa diletakkan di pundak Xiao Lu. Ling Feng menopang sisi lainnya. Napas mereka langsung berat.

Langkah pertama goyah.

Langkah kedua lebih buruk.

Lalu mereka berlari.

Aku terguncang di antara mereka. Setiap hentakan membuat dunia bergetar. Aku bisa mendengar napas Ling Feng seperti pisau menggesek tenggorokan. Xiao Lu menggertakkan gigi, menahan sakitnya sendiri.

Desir.

Sebuah bilah menebas dari samping.

Xiao Lu memutar tubuh, pedangnya menahan tebasan itu dengan satu tangan—sementara tangan lain masih menopangku.

Dentang!

Tenaganya membuatnya terdorong mundur setengah langkah.

“Turunkan dia!” teriak salah satu pengejar.

Ling Feng tidak menjawab.

Ia malah berteriak, suara parau tapi keras, dan tanah di depan kami tiba-tiba retak. Bukan besar—hanya cukup membuat si penyerang tersandung sepersekian detik.

Cukup untuk kabur lagi.

Kami menuruni lereng berbatu. Licin. Berbahaya.

Kaki Xiao Lu terpeleset.

Kami bertiga jatuh bersama.

Brak!

Tubuhku menghantam tanah lebih dulu. Ling Feng menindihku sebagian, melindungiku dari batu tajam. Ia mengerang pelan.

Langkah kaki sudah di atas lereng. Tidak ada waktu. Aku mencoba berdiri lagi. Tidak bisa.

Mereka akan mati kalau tetap membawaku.

Aku menggeram.

Bukan geraman lemah.

Aku memaksa Qi di dalam tubuhku bergerak. Ia liar. Tidak stabil. Seperti air bah di sungai retak.

Sakitnya membuat pandanganku memutih. Tapi aku dorong. Udara di sekitarku bergetar. Serpihan daun terangkat.

Satu pengejar yang hendak melompat turun mendadak kehilangan keseimbangan saat tekanan tak terlihat menghantam dadanya.

Ia terpental kembali ke atas lereng. Mereka terkejut. Aku terengah. Darah mengalir dari sudut mulutku.

Ling Feng menatapku, mata bergetar. “Abu … jangan paksa—”

Aku berdiri. Dengan tiga kaki.

Kaki kiriku menggantung, tak berguna. Aku melangkah maju. Satu langkah. Gemetar.

Jika mereka ingin lewat.

Lewati aku dulu.

Aku memperlihatkan taringku. Mereka ragu. Hanya sesaat.

Tapi sesaat itu cukup bagi Xiao Lu menarik Ling Feng berdiri lagi.

“Turun ke jurang kecil itu!” katanya cepat.

Kami meluncur menuruni celah sempit di sisi lereng. Batu-batu lepas ikut jatuh, menciptakan suara dan debu yang mengaburkan pandangan.

Di atas, salah satu dari mereka mengumpat. “Sial! Terlalu sempit!”

Mereka tidak bisa turun cepat tanpa risiko terpeleset.

Jarak tercipta.

Ling Feng jatuh terduduk di dasar lereng, napasnya kacau. Xiao Lu masih memegang pedang, tubuhnya gemetar.

Aku berdiri di depan mereka.

Tiga kaki.

Darah di tanah.

Telingaku masih menangkap suara mereka di atas. Mereka belum pergi. Hanya menunggu jalur lain.

Kami belum selamat.

Tapi mereka masih hidup. Dan selama aku bisa berdiri. Aku tidak akan jatuh lebih dulu.

Di hutan, yang lemah ditinggal. Tapi aku bukan yang ditinggal. Aku bagian dari mereka. Dan jika ini harus jadi akhir. Aku akan menggigit sampai gigiku patah.

1
anggita
like👍, bunga🌹
Life is Just an Illusion
semangat kak jadilah dewa fantim /Curse//Curse/
Gudang Garam Filter: dewa fantim mah Ucok kak /Curse//Curse/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!