Anastasya atau biasa dipanggil Ana, seorang wanita berusia 24 tahun yang tengah mengejar gelar S1.
Pertemuan pertamanya dengan seorang laki laki membuat hidup Ana berubah. Nathaniel Francisco, seorang dosen berusia 30 tahun yang terobsesi dengan dirinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21
Ana sudah bersiap-siap untuk segera berangkat ke kampus, pagi ini ia akan berangkat bersama Nathan.
Ana mendengar suara mobil yang berhenti tepat didepan rumahnya, segera Ana keluar dari dalam untuk menemui Nathan.
" Pagi Ana " sapa Nathan
" Pagi Nat "
" Berangkat sekarang Na ? "
" Iyah, ayo "
Ana masuk kedalam mobil Nathan lebih dulu dan disusul oleh Nathan, segera mereka berangkat bersama pagi ini.
" Nat kayaknya hari ini aku harus ketemu dosen pembimbing aku deh, aku mau kasih judul skripsi" ucap Ana
" Emang siapa sih Na pembimbing kamu ? "
" Pak Rudi, kamu kenal kan "
" Loh ko Pak Rudi ? Kenapa kamu ga milih aku aja Na ? "
" Hmm dulu kan belum ada kamu Nat, jadi yaudah aku pilih Pak Rudi. Tapi ada bagusnya sih, jadi kamu kan bisa bantu aku Nat. "
" Bantu gimana ? "
" Ya kalau misalnya kamu yang jadi pembimbing aku ya aku ga bisa minta bantuan kamu, tapi karena bukan kamu jadi ya aku bisa dong minta bantuan kamu "
" Jadi kamu mau memanfaatkan pacar kamu yang dosen ini buat ngerjain skripsi kamu gitu ? "
" Ya bisa dibilang sih gitu Nat "
" Waahh pinter ya ide kamu Na "
" Iyah dong, kita itu harus memanfaatkan pasangan kita maksimal mungkin "
" Ya iya deh Iyah, buat kamu apasih Na yang engga "
Ana tersenyum mendengar ucapan Nathan, begitu juga dengan Nathan yang ikut senang melihat Ana yang nampak senang.
Begitu sampai dihalam kampus, Ana melihat sekeliling sebelum turun.
" Yaudah aku duluan yah Nat " ucap Ana sebelum turun
" Keruanganku kalau sudah selesai ya "
" Iyah Pak Nathan, daahh "
Ana pun turun dengan segera, ia berjalan dengan cepat menjauh dari mobil Nathan.
" Anaaa " panggil Fitri
Ana menoleh dan melihat Fitri yang tengah berlari kearahnya.
" Gue mau cerita sesuatu Fit " ucap Ana dengan wajah gembira
" Apa apa ? "
" Gue jadian sama Pak Nathan " bisik Ana
Fitri menutup kedua mulutnya, ia ikut bahagia dengan kabar gembira ini.
" Wihhh akhirnya Na "
" Kayaknya emang gue suka sama dia Fit, gue gamau kehilangan dia "
" Iyalah Na, lo tuh beruntung tau dapetin dia Na. Disini tuh banyak yang naksir dia tau "
Ana tertawa bersama dengan Fitri, Fitri ikut seneng dengan kabar baik itu.
Saat keduanya tengah menunggu lift, Nathan yang mereka tengah bicarakan ikut menunggu lift bersama.
" Pagi Pak Nathan " ucap seorang mahasiswi dengan nada centil
" Pagi " jawab Nathan singkat
" Pak, bapa ganteng banget pak " ucap salah satunya
Nathan tak menjawab apapun, bahkan ia tak menoleh sedikitpun.
Begitu pintu lift terbuka, Ana dan lainnya segera masuk kedalam
Nathan berdiri tepat disamping Ana, ia menggenggam tangan Ana.
" Fit, kita ke bagian administrasi dulu ya " ucap Ana dan Fitri mengangguk
Lantai yang dituju Ana dan Nathan bersamaan, merekapun keluar bersama begitu pintu terbuka.
Nathan berjalan menuju ruangannya, sedangkan Ana ia pergi berjalan menuju ruang administrasi.
Ana menuliskan Nim miliknya, setelah memberikan kepada petugas ia pun menunggunya.
" Atas nama Anastasya " panggil seorang wanita
" Iyah Bu "
" Ini biaya kuliah kamu sudah lunas semuanya, jadi kamu tidak ada tunggakan apapun lagi "
" Siapa yang bayar Bu ? "
" Saya kurang tau soal itu, tapi disini sudah terbayar lunas "
" Oohh gitu, yaudah Bu makasih"
Ana nampak terkejut soal ini, Ana menebak jika Nathan yang membayarnya
" Pak Nathan kali Nat " kata Fitri
" Engga tau, tapi nanti coba gue tanya deh "
" Yaudah ayo "
...
Setelah selesai kelas, Ana dan Fitri pergi untuk menemui pembimbingnya.
Ana dan Fitri nampak takut jika judul mereka kembali di tolak, namun ternyata akhirnya judul mereka pun diterima dan mereka bisa mulai merangkai.
" Alhamdulillah " ucap Ana dengan gembira
" Gilaaa ga nyangka gue Na " kata Fitri
" Lo mau balik Na ? Atau mau di kampus dulu ? "
" Gue sih mau keruangan Pak Nathan dulu Fit "
" Yaudah gue pulang ya, cape banget nih habis tempur semalem "
" Anjir gila lo"
" Yaudah byee, selamat pacaran"
Ana tersenyum mendengar ucapan Fitri, segera Ana pergi untuk menemui Nathan.
Sebelum masuk keruangan Nathan, Ana merapikan sedikit penampilannya.
Perlahan Ana membuka pintu tersebut, begitu Ana masuk kedalam Ana melihat Nathan yang tengah tertidur disofa. Ana juga melihat meja kerjanya yang nampak berantakan dengan berkas.
Ana mengambil jaket yang Nathan letakkan di kursinya, ia mencoba menyelimuti Nathan.
Ana melihat Nathan yang nampak kelelahan, Ana mengusap lembut wajah Nathan yang tengah tertidur.
Nathan terbangun dan melihat Ana yang tengah berada didekatnya, ia pun langsung duduk.
" Kamu daritadi sayang ? " tanya Nathan sambil memijat kepalanya
" Engga ko baru aja Nat "
" Maaf ya aku ketiduran Na "
" Yaudah tidur lagi aja Nat, aku ganggu ya "
" Engga ga ganggu ko "
Ana memijat punggung Nathan, ia tau jika Nathan mungkin merasa kelelahan.
" Jangan Na, nanti tangan kamu cape "
" Engga Nat, ga apa apa sini aku pijit "
" Makasih ya Na, aku beruntung punya kamu "
" Kamu mau aku beliin kopi dibawah Nat ? "
" Engga usah sayang, nanti biar aku pesan online saja "
" Oiya Nat, aku mau nanya sesuatu sama kamu "
" Nanya apa ? "
" Hmm kamu yang bayarin semua biaya kuliah aku ? Kamu yang lunasin semuanya Nat ? "
Nathan tersenyum, ia menganggukkan kepalanya.
" Aku mau kamu fokus sama kuliah kamu Na "
" Tapi Nat harusnya itu bukan tanggungjawab kamu "
" Kamu itu tanggungjawab aku Na, aku juga ga masalah menanggung semua biaya adik adik kamu Na. "
" Nathan... "
Nathan menarik tangan Ana yang tengah berada dipundaknya, ia menggenggamnya dengan erat.
" Kamu itu tanggungjawab aku Na sekarang, jadi apapun yang menurut kamu berat kamu bisa berbagi sama aku "
" Nat, aku terlalu beruntung Nat punya kamu "
" Udah ga usah mikir apa apa lagi yah, kamu tunggu disini ya aku selesaikan pekerjaan aku sebentar lagi "
Nathan kembali ke kursi miliknya, ia mulai membuka satu persatu berkas diatas mejanya.
Ana menghampiri Nathan, ia merangkul pundak Nathan.
" Na.. "
" Iya, kenapa Nat ? "
Nathan menarik pelan tangan Ana, ia meminta Ana untuk duduk dipangkuan Nathan.
" Kayaknya aku butuh kamu Na, pusing banget "
" Kamu mau apa ? "
Nathan mengusap bibir Ana, Ana tersenyum saat tau apa yang Nathan mau.
" Nanti ada yang masuk gimana ? "
" Aman Na "
Ana pun mengangguk setuju, mendapati Ana yang sudah setuju Nathan langsung mencium bibir Ana.
Ana bangun dari pangkuan Nathan, ia menarik tangan Nathan untuk duduk disofa.
Ana dan Nathan kembali berciuman, dengan Nathan yang berada diatas Ana.
Begitu sisa oksigen keduanya habis, mereka pun mengakhiri ciuman hangat mereka.
" Nikah yu Na " ucap Nathan
" Kamu kalau ngomong enteng banget ya Nat "
" Aku pengen cepet-cepet nikah Na sama kamu"
" Ga bisa secepat itu Nat, kamu dan aku itu berbeda itu yang harus kamu ingat"
Nathan mengangguk, ia paham apa yang Ana maksudkan