NovelToon NovelToon
SHADOW OF DEATH

SHADOW OF DEATH

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Bad Boy
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Kenzo Huang, pria keturunan Jepang&Cina yang terjebak dalam kasus palsu perdagangan barang ilegal, memasuki penjara dengan hati hampa dan sering diintimidasi oleh geng dalam tahanan. Sampai suatu hari, dia diselamatkan oleh Lin Dong – seorang tahanan yang ditangkap karena membela adik perempuannya, Lin Xian Mei. Meski berbeda latar belakang, mereka menjalin persahabatan yang seperti saudara kandung, berbagi cerita tentang keluarga dan harapan masa depan.
Demi membalas kebaikan Lin Dong, Kenzo Huang berjanji untuk mencari jejak dan menjaga adik serta ibu nya.
Dalam perjalanan mencari jejak sang adik Lin Dong, Kenzo Terlibat organisasi dunia bawah Shehua dan menjadikannya pembunuh bayaran yg di kenal dengan sebutan Shadow Of Death

(update setiap hari)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 — PERANG DINGIN

Hong Feng duduk. Di kursi besarnya. Di ruang kerjanya.

Ponsel di tangan. Bergetar. Pesan dari mata-mata.

("Cao Xiu mati. Wangguan kuasai utara. 900 anggota. Shadow of Death.")

Hong Feng membaca. Dua kali.

Tangannya bergetar. Bukan takut. Tapi cemas.

Dia pikir Cao Xiu cukup kuat. Tapi tidak.

Kenzo hancurkan dia. Dalam satu malam.

Hong Feng berdiri. Ke jendela. Melihat kota.

"(Kau terlalu berbahaya,)" bisiknya.

"(Terlalu berbahaya.)"

Dia ingat. Pertemuan di hotel. Mata Kenzo. Dingin. Kosong.

Bukan manusia. Bukan monster. Sesuatu di tengah.

Hong Feng takut. Untuk pertama kali.

Hong Feng ambil ponsel. Mengetik.

("Rapat. Sekarang. Tempat biasa.")

Kirim ke dua orang.

Bhu Tao. Barat. Orang besar dengan Otot kekar nya.

Wang Lee. Selatan. Orang tua, dengan sifat Licik.

Zhou Ming sudah mati. Utara milik Kenzo.

Tinggal dua. Plus dia.

Tempat rahasia. Di bawah tanah.

Hong Feng datang pertama. Duduk.

Bhu Tao datang. Terlambat. Sengaja.

"Kau panggil kita kenapa?" tanya Bhu Tao. Kasar.

Hong Feng tidak marah.

"Cao Xiu mati," kata Hong Feng.

Bhu Tao terkejut. Lalu tertawa.

"Bagus. Kurang satu kita bagi kuota."

"Tidak bagus," kata Hong Feng.

"Kenzo yang bunuh dia. Sekarang utara miliknya."

Bhu Tao berhenti tertawa.

Wang Lee datang. Diam. Duduk. Dengar.

"Kenzo punya 900 orang," kata Hong Feng.

"Dia hancurkan Cao Xiu dalam satu malam."

"Dia tidak panggil kita. Tidak minta izin."

"Dia main sendiri."

Bhu Tao menggeram. "Kau takut?"

"Bukan takut. Realistis."

"Kalau tidak bersatu, kita mati satu per satu."

Wang Lee bicara. Suaranya pelan.

"Kenzo tidak butuh kita."

"Dia bisa hancurkan kita kapan saja."

Hong Feng mengangguk.

"Kita tunggu. Kita amati. Kita cari celah."

"Kenzo punya kelemahan. Semua orang punya."

Bhu Tao tidak setuju. Tapi tidak menolak.

Rapat selesai. Tanpa keputusan. Tapi dengan kesepakatan diam.

Tunggu. Amati. Hancurkan.

Wangguan. Kamar Kenzo. Malam.

Kenzo duduk. Sendirian.

Dia lihat ponsel. Pesan dari Zhao Bowen.

("Hong Feng rapat dengan Bhu Tao dan Wang Lee. Tanpa kita.")

Kenzo membaca. Tidak terkejut.

Dia tahu ini akan terjadi.

Dia pikir. Tentang pilihannya.

Bisa biarkan mereka takut. Biarkan mereka rencanakan.

Atau bisa datang. Jelaskan.

Tapi tidak. Itu bukan dia.

Cao Xiu musuh. Cao Xiu mati. Itu fakta.

Kalau Hong Feng mau jadi musuh. Silahkan.

Tapi... ada sesuatu. Mengganjal.

Xian Mei. Yue Yan. Nenek. Orang-orang yang dia jaga.

Kalau semua jadi musuh. Siapa yang jaga mereka?

Kenzo merasa lelah. Bukan fisik.

Dia bangun. Ke jendela. Melihat malam.

"(Kau buat pilihan,)" bisiknya.

"(Kau hancurkan Cao Xiu.)"

"(Sekarang. Hadapi konsekuensinya.)"

Xiu Zhu terbaring. Melihat langit-langit. Mata terbuka. Tapi pikirannya jauh.

Dia ingat. Semuanya.

Bai Ma. Truk itu. Gadis-gadis. Cao Xiu.

Dia mengintai. Sendirian. Tanpa backup. Tanpa izin Kenzo.

"(Stupid,)" bisiknya pada dirinya sendiri.

Dia Komandan The Eagle. Pasukan elit. Tapi dia bertindak seperti amatir.

Karena dia ingin bukti. Bukti untuk hancurkan Hong Feng. Bukti untuk balas dendam.

Tapi Cao Xiu lebih pintar. Atau lebih licik.

Pukulan dari belakang. Tidak ada peringatan. Tidak ada kesempatan melawan.

Bangun. Diikat. Di ruangan gelap.

Cao Xiu. Senyumnya. Seperti ular.

"Komandan The Eagle. Harga spesial."

Xiu Zhu menggigil. Bukan karena dingin. Karena ingat.

Dia hampir dijual. Seperti barang. Seperti gadis-gadis yang dia coba selamatkan.

Ironi. Pahit.

Pintu terbuka. Pelan.

Xiu Zhu kaget. Tubuhnya kaku. Refleks. Siap melawan. Tapi tidak bisa. Lemas.

Tapi yang masuk. Bukan musuh.

Kenzo.

Dia lihat Kenzo. Berdiri di pintu. Diam. Menatap.

"Kau," kata Xiu Zhu. Suaranya serak. Lemah.

Kenzo tidak menjawab. Dia masuk. Pelan. Duduk di samping tempat tidur.

Xiu Zhu berusaha mundur. Tidak bisa. Dia malu. Trauma. Takut.

"Jangan takut," kata Kenzo. Suaranya datar. Tapi tidak dingin.

"Aku tidak akan sakiti kau."

Xiu Zhu tertawa. Pendek. Pahit.

"Takut? Bukan."

"Malu."

Kenzo diam. Tunggu.

"Aku Komandan The Eagle," kata Xiu Zhu. Memperkenalkan diri. Lagi. Seperti pertama kali.

"Atau dulu. Sebelum jadi barang lelang."

Dia berhenti. Menatap Kenzo.

"Aku selamatkan gadis-gadis. Dari monster. Dari pria seperti..." Dia berhenti. "Seperti Cao Xiu."

Kenzo diam.

"Kau bunuh Cao Xiu. Untuk aku?" tanya Xiu Zhu.

"Untuk Daniel. Untuk banyak orang."

"Termasuk aku."

Xiu Zhu menangis. Pelan. Air mata turun. Dia tidak bisa menahannya.

"Aku pergi ke Black Dragon. Sendirian," cerita Xiu Zhu.

"Lihat truk. Gadis-gadis. Dijual."

"Aku rekam. Bukti."

"Tapi Cao Xiu lihat aku."

"Dia pukul aku. Dari belakang."

"Aku bangun. Diikat. Di ruangan gelap."

"Dia bilang... aku akan dijual. Mahal."

"Komandan The Eagle. Harga spesial."

Xiu Zhu menangis. Histeris. Tubuhnya menggigil.

Kenzo bergerak. Cepat. Pegang tangan Xiu Zhu. Kuat. Tapi lembut.

"Sudah," kata Kenzo.

"Cao Xiu mati."

"Aku yang bunuh dia."

Xiu Zhu berhenti. Melihat Kenzo.

"Kenapa?" tanya Xiu Zhu.

Kenzo diam. Lama.

"Kau ditangkap karena mengintai," kata Kenzo.

"Kau mengintai karena mau bukti."

"Kau mau bukti karena kau... baik."

"Lebih baik dari aku."

Xiu Zhu melihat Kenzo. Tidak percaya.

"Terima kasih," kata Xiu Zhu.

"Bukan karena kau bunuh Cao Xiu."

"Tapi karena kau datang. Untuk aku."

Kenzo diam. Lama.

"Istirahat," kata Kenzo.

"Aku di luar."

Dia pergi. Ke pintu.

"Kenzo," panggil Xiu Zhu.

Kenzo berhenti. Tidak berbalik.

"Xian Mei. Dia beruntung."

Kenzo tidak menjawab. Dia pergi.

Xiu Zhu terbaring. Melihat langit-langit.

Dia tidak tahu siapa Xian Mei. Tapi dia tahu satu hal.

Dia hidup. Karena pria itu.

Dan dia berhutang. Nyawa.

Malam. Wangguan. Balkon lantai tiga.

Kenzo berdiri. Sendirian. Rokok di tangan. Asap ke udara.

Dia pikir. Tentang Xiu Zhu. Tentang kata-katanya.

"Xian Mei. Dia beruntung."

Kenzo tidak menjawab. Tapi dia paham.

Xiu Zhu tahu. Tentang Xian Mei. Tentang cintanya.

Dan Xiu Zhu terima. Dengan pahit. Dengan lapar. Dengan... pengertian.

Kenzo menghisap rokok. Dalam. Buang asap. Pelan.

Dia punya terlalu banyak wanita. Yang mencintainya. Yang dia cintai. Yang dia tidak bisa cintai.

Xian Mei. Cinta sejati. Janji. Kalung Yin-Yang.

Liu Xiang. Bisnis. Fisik. Tapi hati kosong.

Xiu Zhu. Misi. Fisik. Tapi hati penuh.

Yue Yan. Adik. Obsesi. Yang harus dilindungi. Bukan dicintai.

Terlalu banyak.

Kenzo buang rokok. Injak. Padamkan.

Dia dengar langkah. Di belakang.

"Kak Kenzo."

Zhao Bowen. Anak buah. Setia.

"Ada apa?"

"Daniel sudah bisa bicara."

Kenzo berbalik.

"Kapan?"

"Barusan. Dokter bilang... dia akan hidup."

Kenzo mengangguk. Lambat.

"Siapkan mobil. Aku ke rumah sakit."

"Baik."

Zhao Bowen pergi.

Kenzo sendiri lagi. Di balkon. Di malam.

Dia pikir. Tentang Daniel. Tentang Xiu Zhu. Tentang semua orang yang terluka karena dia.

Bukan salahnya. Tapi tanggung jawabnya.

Dia hancurkan Cao Xiu. Tapi Cao Xiu hanya satu. Dari banyak.

Serigala Hitam masih ada.

Hong Feng. Bhu Tao. Wang Lee. Masih ada.

Semua menunggu. Semua mengintai.

Kenzo tidak takut. Tapi dia lelah.

Bukan fisik. Hati.

Rumah sakit Wangguan. Kamar Daniel.

Daniel terbaring. Pucat. Tapi mata terbuka.

Kenzo masuk. Pelan.

"Kak Ken."

Suaranya lemah. Tapi jelas.

Kenzo duduk. Di samping.

"Jangan bicara banyak."

"Kak... aku dengar. Cao Xiu mati."

Kenzo mengangguk.

"Kau yang bunuh?"

"Ya."

Daniel tertawa. Pendek. Sakit.

"Terima kasih."

"Untuk apa?"

"Untuk selamatkan aku. Lagi."

Kenzo diam.

Kenzo berdiri. Cepat.

"Jaga dirimu," kata Kenzo.

"Aku punya urusan."

Daniel mengangguk. Kenzo pergi.

Kamar Xiu Zhu. Malam yg sama.

Xiu Zhu tidak tidur. Dia pikir. Tentang Kenzo. Tentang Xian Mei.

...$ BERSAMBUNG $...

1
Aisyah Suyuti
seru
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
tak kira saya xinmei gak ketolong
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Cry/ "aku nggak bisa bayangin gimana perasaan nya yang campur aduk begitu"
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Whimper/ "kok tiba-tiba jadi genre horor begini Thor"
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Hammer/ "khodam nya keluar ya Thor"
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Determined/ "wahhh! laki-laki sejati, aku salut padamu sobat!"
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Applaud/ "bisa di spill alasannya, kok bisa keluar tanpa bersyarat?"
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Proud/ "santai bener ya, hidupnya Kenzo"
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Scare/ "hah? napi? beneran nih!"
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Panic/ "ehh? siapa ya?"
se ʕ⁠´⁠•⁠ᴥ⁠•⁠`⁠ʔ an
/Sneer/ "jualan nasi kucing aja kak, pasti laris"
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Lin dong yang mengawali, Kenzo yg mengakhiri.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
semoga Kenzo hanya kehilangan empati bukan kehilangan cinta.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
sumpah terganggu sama tanda titik di setiap katanya.
🔵🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦≛⃝⃕|ℙ$ Avi🦐ˢ⍣⃟ₛ
baguss weh😍😍😍 saya suka saya suka
Capt Blacksheep TUAN PERAMAL🐑
👍
Capt Blacksheep TUAN PERAMAL🐑: awkk awok
total 4 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
nama perempuan nya Kenzo juga belum hapal sekarang tambah lagi nama anak buahnya Kenzo yg namanya susah diingat.
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
nah loh sapa tuh Kenz, kira-kira mau dibeli baik-baik Xiu nya atau diambil cara paksa?
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
Kenzo partner Kamu diculik tuh
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
bergabung dengan visi dan misi masing masing, yg pasti gak ada ketulusan. tapi semoga aja Kenzo gak dapat cewek lagi.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!