NovelToon NovelToon
Chasing Her, Holding Him

Chasing Her, Holding Him

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kisah cinta masa kecil / One Night Stand / Tamat
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Aku adalah saksi dari setiap cintamu yang patah, tanpa pernah bisa memberitahumu bahwa akulah satu-satunya cinta yang tak pernah beranjak."

Pricillia Carolyna Hutapea sudah hafal setiap detail hidup Danesha Vallois Telford
Mulai dari cara laki-laki itu tertawa hingga daftar wanita yang pernah singgah di hatinya.
Sebagai sahabat sejak kecil, tidak ada rahasia di antara mereka. Mereka berbagi ruang, mimpi, hingga meja kuliah yang sama. Namun, ada satu rahasia yang terkunci rapat di balik senyum tenang Pricillia, dia telah lama jatuh cinta pada sahabatnya sendiri.

Dunia Pricillia diuji ketika Danesha menemukan ambisi baru pada sosok Evangeline Geraldine Mantiri, primadona kampus yang sempurna. Pricillia kini harus berdiri di baris terdepan untuk membantu Danesha memenangkan hati wanita lain.

Di tengah tumpukan buku hukum dan rutinitas tidur bersama yang terasa semakin menyakitkan, Pricillia harus memilih, terus menjadi rumah tempat Danesha pulang dan bercerita tentang wanita lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Lima tahun telah berlalu, namun waktu ternyata tidak menyembuhkan luka; ia justru mengeraskannya menjadi kebencian yang dingin.

Amelie Roosevelt Marius kembali ke tanah air bukan sebagai gadis lembut yang bisa didikte oleh hormon seorang Lambert. Dia pulang dengan gelar dari Ivy League dan jabatan sebagai Direktur Operasional di firma hukum milik keluarganya.

Sementara itu, Alexander Lambert Telford telah bertransformasi sepenuhnya. Di bawah bimbingan ayahnya, Danesha, ia menjadi CEO muda yang paling ditakuti. Tatapannya kini lebih dingin, dan rahangnya yang tegas selalu tertutup rapat, seolah menahan ledakan amarah yang telah terkubur selama lima tahun sejak Amelie meninggalkannya tanpa kabar di malam kelulusan SMA.

Konflik pecah di sebuah gala dinner perayaan kerja sama antara Lambert Group dan Marius Corp. Amelie berdiri di balkon gedung pencakar langit, menjauh dari kebisingan, ketika aroma parfum maskulin yang sangat familiar menusuk indranya.

"Kabur lagi, Amelie? Sepertinya itu memang spesialisasi kamu," suara berat itu menggema, lebih rendah dan lebih berbahaya dari lima tahun lalu.

Amelie tidak menoleh. Ia menyesap champagne-nya dengan tenang. "Aku tidak kabur, Alex. Aku hanya sedang menikmati udara yang tidak terkontaminasi oleh ego laki-laki sepertimu."

Alex melangkah maju, berdiri tepat di belakang Amelie hingga wanita itu bisa merasakan radiasi panas tubuhnya. "Lima tahun aku menunggu penjelasan. Kamu memblokir semua akses, menghilang ke luar negeri, dan sekarang kembali seolah-olah kita tidak pernah punya janji?"

Amelie berbalik, menatap Alex dengan mata yang kini penuh kilat kebencian. "Janji? Janji yang mana? Janji di mana kamu mencoba mengontrol setiap tarikan napasku? Atau janji di mana kamu memperlakukan aku seperti properti milikmu?"

"Aku menjagamu, Amelie!" bentak Alex, satu tangannya mencengkeram besi balkon di sisi tubuh Amelie, mengurungnya.

"Kamu mencekik ku, Alex!" balas Amelie tanpa rasa takut. "Kamu tahu kenapa aku membencimu? Karena setiap kali aku melihat wajahmu, aku teringat betapa aku hampir kehilangan jati diriku hanya untuk memuaskan obsesimu. Aku bukan ibumu yang bisa hidup di bawah bayang-bayang ayahmu selama puluhan tahun. Aku adalah Amelie Marius."

Alex tertawa sinis, sebuah tawa yang terdengar sangat mirip dengan ayahnya saat sedang terdesak. "Kamu pikir kesuksesanmu di luar negeri bisa membuatmu lepas dariku? Aku sudah mengakuisisi tiga anak perusahaan yang menjadi klien utama firma hukum mu pagi ini. Jika kamu ingin kariermu tetap sukses, kamu harus berhadapan denganku di meja rapat setiap hari Senin, jam sembilan pagi."

Mata Amelie melebar. "Kamu gila, Alex! Kamu menggunakan kekuasaan perusahaan hanya untuk memaksaku bicara padamu?"

"Aku akan melakukan apa saja, Amelie. Persis seperti yang ayahku lakukan untuk mendapatkan ibuku," Alex mendekatkan wajahnya, napasnya terasa di bibir Amelie. "Bedanya, aku tidak akan membiarkanmu merasa menang sedikit pun sampai kamu memohon padaku untuk kembali."

Amelie menyiramkan sisa champagne di gelasnya tepat ke dada kemeja mahal Alex. Ia tersenyum dingin saat melihat noda itu menyebar di dada sang CEO.

"Senin jam sembilan pagi, Alex? Pastikan kamu siap kehilangan uangmu. Karena aku tidak akan bekerja untukmu. Aku akan menghancurkan kontrak-kontrak itu satu per satu dari dalam," bisik Amelie dengan nada yang sangat mirip dengan ketenangan ibunya, Pricillia, saat sedang merencanakan skakmat.

Amelie melangkah pergi, tumit sepatunya berbunyi tegas di atas lantai marmer, meninggalkan Alex yang berdiri mematung di balkon dengan gairah dan kemarahan yang kembali membara, lebih besar dari lima tahun yang lalu.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Retno Isusiloningtyas
mdh2an happy ending
Retno Isusiloningtyas
mmm....
masih nyimak 🤣
Paon Nini
sinting
falea sezi
ngapain ngintil mulu g ada krjaan mending prgi sejauh nya lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!