Nova lisma, gadis desa yang tiba-tiba mendapat sistem keberuntungan, tentu saja terkejut. namun, dia langsung memanfaatkan semuanya. dan dia yang mengupayakan untuk kuliah, benar-benar memanfaatkan sistem tersebut.
dia mengumpulkan modal dari hadiah sistem, dan kemudian perlahan membuka usahanya sendiri.
sementara, setelah dirinya mendapatkan sistem, dia pun jadi melupakan kebiasaannya yang selalu menempel pada seorang laki-laki yang merupakan seniornya. Julian.
lalu bagaimanakah selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tirta_Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. menjemput mobil
Nova pun langsung membuka pintu kontrakan, yang membuat mereka bertiga langsung masuk ke dalam kontrakan tersebut.
Rani dan Leli yang melihat kontrakan itu langsung menjadi takjub. karena ternyata, rumah dari kontrakan ini benar-benar sangat nyaman. tak hanya nyaman, lingkungannya juga terlihat bersih. dan beberapa sekat itu, tanah-tanah kosong yang sudah disediakan di sana, bisa digunakan untuk bercocok tanam.
"benar-benar bagus ya nov.!! pantas aja. tapi tapi, kamu belum jawab ? kamu nggak mengerjakan hal yang macam-macam kan ?" ujar Rani dan Leli penuh dengan selidik. Nova pun tersenyum.
"Ya enggaklah!! aku juga takut dilabrak sama istri orang kali!! sudah sana. letakkan saja sayur-sayuran itu di sana dulu. aku ganti baju dulu, Kalian juga istirahat dulu. oh ya, Dira raksana ada roti dan juga minuman. nanti kalau kalian mau bikin saja sendiri. kalau mau yang di kulkas juga ada. aku ganti baju dulu ya guys.." ucapnya dengan tampang tanpa merasa bersalah.
sementara Rani dan Leli hanya dibuat melongo dan terdiam saja. namun ketika melihat Nova masuk ke dalam kamar, tanpa menutup pintu kamar tersebut membuat mereka Langsung bereaksi.
"gila banget si Nova!! pindah kosan, langsung dapat kontrakan yang nyaman begini.!! tapi harganya juga sangat fantastik.!! dia juga beli kulkas, dan sangat rapi." tutur Rani.
"Jangan bengong aja!! buruan ambil makanan dan juga minumannya.! Nanti keburu jam kuliah tiba.!" seru Nova lagi.
"eh kita langsung masak aja nggak sih!! perut aku sudah keroncongan dari tadi.!" seru Leli. Nova yang baru selesai mengganti pakaiannya pun keluar dari dalam kamar.
"kalau begitu tunggu apalagi!! ayo kita masak." Nova pun langsung membuka kulkasnya dan mengeluarkan beberapa potong ayam yang masih bersisa. di sana dia langsung memasukkannya ke dalam air untuk melelehkan ayam tersebut.
di samping itu, dia dan teman-temannya juga langsung mengupas sayur-sayuran untuk dimasak. yang lain pun ada yang mengupas bawang dan menyiapkan bumbu-bumbu lainnya.
"Kamu benar-benar tinggal dengan nyaman di sini Nov.. pokoknya, kalau kamu sudah diberi tanda rezeki seperti ini, kamu harus menjaganya dengan baik." tutur Rani. Nova yang mendengar itu pun menganggukkan kepalanya.
"pasti pasti!!" mereka terus mengobrol sambil bekerja. sampai 30 menit kemudian, masakan sambal mereka yang sederhana pun selesai. tapi walaupun sederhana, rasanya cukup enak dan aromanya juga wangi.
******
tak terasa, 3 hari pun sudah berlalu semenjak mereka pergi ke showroom mobil. dan hari ini, siang ini Nova mendapatkan panggilan telepon dari pihak dealernya. dan mereka mengatakan kepada Sahara untuk langsung menjemput mobil yang telah selesai diurus oleh mereka.
karena teman-temannya lagi pada ikut kuliah, dan sebenarnya dia juga kuliah, akhirnya dia memilih untuk meminta izin dulu kepada dosennya, karena ada hal yang harus ia urus. dan Untung saja, dosennya ini cukup memahami mahasiswanya. apalagi Nova berasal dari perantauan yang cukup jauh, dan tentunya pasti ada hal-hal penting yang perlu diurusnya.
akhirnya Nova berangkat sendiri ke showroom. sampainya di sana, kedatangannya langsung disambut oleh pihak dealernya.
"selamat siang Kak.."
"yang juga Kak!!"
"duduk dulu kak! ini, berkas-berkas dari mobilnya sudah selesai kami urus. dan begitu pula dengan plat mobilnya. silakan tanda tangani di sini dulu untuk penyerahan mobil, dan sekaligus penerimaan. dan di sini juga, boleh langsung diselesaikan transaksi yang masih belum lunas." mendengar itu, Nova pun langsung menganggukkan kepalanya.
dia menyelesaikan transaksi terlebih dahulu. yaitu kembali membayarkan uang sebanyak 400 juta. dan sebelum dirinya bereaksi, suara sistem kembali mengejutkan dirinya.
"tuan rumah kembali terdeteksi melakukan transaksi sebanyak 400 juta. uang cashback, senilai 20 miliar sudah masuk ke dalam rekening " mata Nova kembali berbinar-binar. mungkin saat ini, di dalam rekeningnya sudah mencapai 50 miliar lebih.
beberapa kali, pihak bank juga selalu menghubunginya. rencananya, setelah hari ini dia akan langsung mengurus buku rekeningnya untuk mengupgrade ke kelas yang lebih tinggi.
"baik! semoga Kakak puas dengan pelayanan kami ya Kak. ini kuncinya, selamat menggunakan mobil baru." Nova pun langsung tersenyum senang. akhirnya, dia punya mobil.
"terima kasih banyak ya Kak! kalau begitu saya lanjut untuk pulang, dan saya izin membawa mobilnya." dealer itu pun menganggukkan kepalanya lagi.
"silakan Kak. mau ada apa-apa silakan kabari dealer atau showroom mobil kami." akhirnya Nova pun langsung beranjak pergi dari sana. dengan kemampuan mengemudi yang ia dapatkan dari sistem, akhirnya dia bisa mengemudikan mobilnya tanpa harus belajar terlebih dahulu.
hari-hari sebelumnya juga, dia dan teman-temannya sudah mengurus kartu sim-nya. agar ketika dapat mobil, dia sudah memiliki surat izin mengemudi.
Nova pun menaiki mobil barunya. dengan jantung yang berdebar-debar, dia mencoba untuk menenangkan diri. debaran jantungnya itu bukan karena takut, tetapi karena merasa haru dan bercampur bahagia.
"bismillahirrahmanirrahim.." Akhirnya dia pun langsung menghidupkan mesin mobil tersebut. kemudian, perlahan-lahan menginjak gas mobil itu, sehingga perlahan-lahan, mobil itu pun juga ikut bergerak.
dengan kemampuan yang ia miliki, dia tentu tidak perlu cemas lagi. dengan cepat, dia pun langsung menguasai jalan dan pergi menuju Bank terdekat untuk mengupgrade kartu bank miliknya.
sesampainya dirinya di bank, kedatangannya pun langsung disambut hangat oleh satpam di sana.
"selamat siang Kak! ada yang bisa kami bantu ?" tanya satpamnya.
"oh begini Pak! saya mau mengupgrade buku rekening saya. soalnya pihak bank, berkali-kali menghubungi saya untuk melakukan peng-upgrade-an agar kartunya bisa naik kelas. Saya takut tinggal kelas soalnya.." ucap Nova dengan serius. sementara satpam yang mendengar penuturan Nova langsung membuatnya tersenyum. satpam itu tentu tahu maksudnya.
"baiklah kalau begitu kak. tunggu di sini dulu, biar kami beritahukan kepada atasan dulu. tapi sebelum itu, nama Kakak siapa ya ? agar bisa dikonfirmasi ke atasan ?" akhirnya Nova menyebutkan nama lengkapnya.
satpam itu pun langsung menemui atasannya, dan menyampaikan hal. satpam itu bukan tidak tahu, tetapi semua pihak bank juga sudah mengetahui akan hal ini.
tak lama, nama Nova pun dipanggil. dan tentu saja Nova diantar di ruangan yang berbeda. ketika sampai, Nova pun langsung dipersilakan duduk.
"selamat siang bu.. kami dari pihak bank mendeteksi, kalau kau masukkan ibu berlangsung setiap hari. semua kami terima murni dari pekerjaan ibu ya. dan kami mengabari ibu, untuk datang melakukan pembaharuan buku rekening. nanti, buku rekeningnya akan kami upgrade ke kartu hitam. di mana, di dalam buku rekening Itu bisa muatan paling batas." tuturnya. mendengar itu, Nova yang berpikir kalau memang hal ini sangat penting membuatnya langsung setuju.
dia pun langsung segera meng-upgrade buku rekeningnya, begitu pula dengan m-banking miliknya. agar semua transaksi di dalam m-banking nya bisa terdeteksi dengan jelas.
selama 30 menit dia mengurus semuanya, Akhirnya selesai juga. setelah selesai, Nova pun langsung bergegas kembali.