NovelToon NovelToon
Aku Anak Yang Kau Jual

Aku Anak Yang Kau Jual

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Crazy Rich/Konglomerat / Aliansi Pernikahan / Balas Dendam
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Rmauli

Bagaimana rasa nya tak mendapatkan kasih sayang dari orangtua sedari kecil, selalu di bedakan dengan saudari kembar nya yang gemilang namun pada akhir nya ia di paksa menikah sebagai penebusan hutang keluarga nya. Hal menyakitkan itulah yang di rasakan oleh Aira.

×××××××

"Jaminan? Ayah menjualku? Ayah menjual anak kandung Ayah sendiri hanya untuk menutupi hutang-hutang konyol itu?"

"Jangan sebut itu menjual!" teriak Ratna, berdiri dari kursinya.

"Ini adalah pengorbanan! Kau seharusnya bersyukur. Aristhide itu kaya raya, tampan, dan berkuasa. Banyak wanita di luar sana yang rela merangkak hanya untuk mendapatkan perhatiannya. Kau hanya perlu tinggal di sana, melayaninya, dan memastikan dia puas dengan kesepakatan ini."

Penasaran bagaimana perjalanan Aira, baca di sini!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rmauli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Napas di Ujung Badai

Ruangan laboratorium itu mendadak terasa hampa suara, meski alarm monitor medis menjerit melengking dalam satu nada panjang yang mengerikan: beeeeeeeeeeeeeep. Aristhide tidak mendengar teriakan Adipati atau rintihan Marcus Vane yang terjatuh di sudut ruangan. Dunianya kini menyempit hanya pada wajah pucat Aira dan garis datar di layar monitor.

"Satu... dua... tiga... Shock!" Aristhide menekan tombol alat pacu jantung.

Tubuh Aira tersentak di atas ranjang, namun garis di layar tetap tak bergerak. Aristhide tidak menyerah. Keringat dingin mengucur dari pelipisnya, bercampur dengan darah kering akibat pecahan kaca tadi. Ia melakukan kompresi dada manual dengan ritme yang stabil, namun penuh keputusasaan.

"Bangun, Aira... Jangan biarkan aku membesarkannya sendirian," bisik Aristhide, suaranya pecah. "Kau berjanji akan melukis lagi. Kau berjanji akan menunjukkan padanya warna laut!"

Di sudut lain, Marcus Vane mencoba meraih cakram keras (hard drive) yang berisi data biometrik itu dengan tangannya yang bersimbah darah. Namun, sebuah sepatu bot berat menginjak pergelangan tangannya. Adipati Narendra berdiri di atasnya, menodongkan moncong senapan tepat ke dahi saudara tirinya.

"Pilih, Marcus," desis Adipati dengan suara yang bergetar karena amarah. "Kau ingin mati di sini bersama ambisimu, atau kau berikan kode dekripsi untuk menetralkan racun protein dalam darah Aira?"

Marcus tertawa parau, darah membasahi giginya. "Racun itu... adalah pengaman terakhir. Jika ekstraksi dipaksa berhenti karena henti jantung, protein itu akan membeku di otak. Dia akan mati sebagai mayat yang indah, Adipati. Sama seperti Elena."

Mendengar nama Elena, mata Adipati berkilat. Ia menarik pelatuk senjatanya, namun hanya sebagai gertakan di samping telinga Marcus. "Katakan kodenya! SEKARANG!"

"Aristhide, menyingkir! Biarkan aku menyuntikkan epinefrin langsung ke jantungnya!" teriak Dokter Volkov.

Aristhide memberi ruang sejenak. Jarum besar itu menghujam dada Aira. Di saat yang sama, Aira merasa dirinya berada di sebuah tempat yang sangat berbeda. Ia tidak lagi di Siberia yang dingin. Ia berada di sebuah taman bunga matahari yang luas, tempat yang pernah diceritakan ibunya dalam salah satu surat lama. Di sana, seorang wanita dengan wajah lembut—Sofia Malik—berdiri menunggunya.

"Belum waktunya, Aira," suara Sofia terdengar seperti semilir angin. "Ada seseorang yang memanggilmu dengan sangat keras. Dia tidak bisa berjalan di kegelapan itu tanpamu."

Aira menoleh dan melihat bayangan Aristhide yang bersimpuh di samping tubuhnya, menangis tanpa suara. Lalu, ia merasakan sebuah dorongan kecil di rahimnya. Sebuah tendangan. Kehidupan kecil di dalamnya sedang berjuang untuk tetap tinggal.

Gasp!

Napas Aira tersentak masuk ke paru-parunya dengan kasar. Monitor medis tiba-tiba melonjak, menampilkan irama detak jantung yang lemah namun teratur.

"Dia kembali! Detaknya kembali!" seru Dokter Volkov.

Aristhide ambruk di samping ranjang, membenamkan wajahnya di tangan Aira yang kini mulai terasa hangat. Ia menangis tersedu-sedu, melepaskan seluruh beban yang selama ini ia pikul sebagai pria "tanpa emosi".

Adipati yang mendengar suara monitor itu, menghela napas lega yang sangat panjang. Ia kembali menatap Marcus. "Kau dengar itu? Dia selamat. Dan sekarang, kau tidak punya daya tawar lagi."

Adipati memberi isyarat pada Yasha yang baru saja masuk dengan tim taktis. "Bawa Marcus Vane ke sel bawah tanah terdalam. Dia akan diadili oleh hukum Narendra, bukan hukum publik. Dan ambil cakram keras itu."

"Tunggu," suara Aira terdengar sangat lemah, hampir seperti bisikan.

Aristhide segera mengangkat kepalanya. "Aira? Jangan bicara dulu, istirahatlah."

Aira menatap cakram keras di tangan Yasha. "Aris... Ayah... hancurkan benda itu. Sekarang juga."

"Tapi Aira, itu bernilai ratusan miliar dolar," ujar Adipati ragu. "Itu bisa membuat Narendra Group menjadi entitas paling berkuasa di bumi."

Aira menggeleng perlahan, matanya menatap tajam ke arah ayahnya. "Benda itu... adalah kutukan bagi Ibu. Benda itu yang membuat kita hampir mati. Aku tidak ingin anakku mewarisi harta yang dibangun dari kode-kode yang mengundang peluru. Hancurkan... jika Ayah ingin aku tetap menjadi putri Ayah."

Adipati terdiam. Ia menatap cakram kecil itu, lalu menatap putrinya yang nyaris kehilangan nyawa. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, sang penguasa Narendra menyadari bahwa ada sesuatu yang jauh lebih berharga daripada supremasi finansial.

Adipati meletakkan cakram itu di lantai beton. Ia mengambil popor senjatanya dan menghantam benda itu hingga hancur berkeping-keping. Belum puas, ia menyiram sisa-sisanya dengan cairan pembersih laboratorium dan membakarnya dengan pemantik gas.

Marcus Vane berteriak histeris saat melihat "mahkota" impiannya hangus menjadi abu. "KAU GILA, ADIPATI! KAU MENGHANCURKAN SEJARAH!"

"Tidak, Marcus," sahut Adipati tenang. "Aku baru saja menulis sejarah yang baru."

Dua minggu kemudian, sebuah pesawat medis pribadi terbang meninggalkan Rusia menuju wilayah selatan yang lebih hangat. Di dalam kabin yang mewah, Aira berbaring di sofa bed, sementara Aristhide membacakan buku tentang seni klasik untuknya.

Kesehatan Aira pulih dengan cepat, dan bayi di dalam kandungannya dinyatakan sehat secara ajaib. Efek dari protein digital itu hilang sepenuhnya setelah cakram itu dihancurkan—sebuah mekanisme fail-safe yang ternyata dirancang kakeknya: jika kunci pusat dihancurkan, data di dalam darah akan meluruh secara alami.

"Kita akan ke mana sekarang?" tanya Aira.

"Ke mana pun yang kau mau," jawab Aristhide. "Aku sudah menjual seluruh sahamku di Malik Group kepada yayasan pendidikan. Aku hanya ingin menjadi pria biasa yang punya banyak waktu untuk mengajari anaknya melukis."

Aira tersenyum, lalu menatap ayahnya yang duduk di kursi seberang, sedang sibuk dengan tabletnya. "Ayah, apa Ayah juga akan pensiun?"

Adipati mendongak, ada kilatan jenaka di matanya. "Pensiun? Tidak. Seseorang harus tetap menjaga agar serigala-serigala di luar sana tidak berani mendekati kalian lagi. Aku akan tetap menjadi 'The Great Narendra', tapi kali ini, aku akan melakukannya dari jauh."

Aira meraih tangan Aristhide dan meletakkannya di atas perutnya. "Dia menendang lagi."

"Kali ini, aku merasakannya," bisik Aristhide dengan binar mata yang penuh harapan.

Namun, di balik kebahagiaan itu, sebuah bayangan kecil muncul di layar tablet Adipati. Sebuah laporan intelijen dari Zurich: “Dokumen fisik di brankas 77 hilang. Seseorang telah mengambilnya beberapa jam sebelum pembakaran cakram keras. Seseorang yang memiliki sidik jari Sofia Malik.”

Adipati mematikan layarnya dengan cepat agar Aira tidak melihat. Ia tahu, perang mungkin sudah berakhir bagi Aira, tapi baginya, ada satu misteri lagi yang harus ia pecahkan: Benarkah Sofia sudah meninggal? Ataukah ibunya sedang merencanakan sesuatu yang lebih besar dari balik kegelapan?

"(Apakah Sofia Malik sebenarnya masih hidup? Dan apa yang akan terjadi jika ia kembali untuk mengambil apa yang tersisa?)"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!