NovelToon NovelToon
One Night With Mr. Mafia

One Night With Mr. Mafia

Status: tamat
Genre:Obsesi / Beda Usia / One Night Stand / Percintaan Konglomerat / Mafia / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:103.4k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​"Tugasku adalah menjagamu, Leana. Bukan mencintaimu."

​Leana Frederick tahu, ia seharusnya berhenti. Mengejar Jimmy sama saja dengan menabrak tembok es yang tak akan pernah cair.

Bagi Jimmy, Leana adalah titipan berharga dari seorang sahabat, bukan wanita yang boleh disentuh.

Hingga satu malam yang menghancurkan batasan itu. Satu malam yang mengubah perlindungan menjadi sebuah obsesi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 9

Di dalam mobil, Leana duduk dengan bibir mengerucut, sementara lehernya dililit syal sutra setebal perban mumi.

"Jim, aku tidak bisa bernapas. Kau ingin menjagaku atau mencekik ku?" gerutu Leana sembari menarik-narik ujung syal itu.

Jimmy tetap fokus pada kemudi dengan wajah datar, seperti papan cucian.

"Bernapaslah lewat pori-pori kulitmu jika perlu. Syal itu tetap di sana sampai kau masuk ke dalam liang kubur, atau setidaknya sampai tanda merah itu hilang," ketus Jimmy.

"Ini berlebihan. Orang-orang di kampus akan mengira aku sedang menderita gondongan parah," protes Leana lagi.

Jimmy melirik sekilas, lalu mendengus kecil. "Lebih baik dikira gondongan daripada dikira habis bergulat dengan macan tutul di lift. Lagipula, itu salahmu sendiri. Siapa yang menyuruhmu mendesah seperti itu saat aku menggagahi lehermu semalam?"

"Tapi kau yang menggigitku, Jimmy! Kau melakukannya diam-diam!"

"Aku hanya melakukan sterilisasi area," jawab Jimmy asal. "Dan tutup mulutmu. Kita sudah sampai."

Kampus sedang ramai-ramainya. Jimmy berjalan tiga langkah di belakang Leana dengan kacamata hitam, setelan jas rapi, dan aura yang membuat mahasiswa baru mengira dia adalah agen FBI yang sedang mencari buronan teroris.

Leana yang masih kesal melihat Rian, si model tampan, sedang duduk di tangga perpustakaan. Ide nakal kembali muncul. Ia sengaja mendekati pria itu, membuat syalnya sedikit longgar ditiup angin.

"Rian! Hai!" Leana melambai dengan penuh semangat.

Rian mendongak, matanya berbinar melihat pujaan hatinya, tapi kemudian meredup saat melihat sosok raksasa berbaju hitam di belakang Leana.

"Oh... hai, Lea. Kau... kau pakai syal? Cuaca Milan sedang 35 derajat, kau tahu?"

"Ah, ini? Leherku sedang sensitif. Katanya ada serigala tua yang suka menggigit di apartemenku," ucap Leana sembari menyentuh syalnya.

Jimmy yang berdiri tak jauh dari sana berdehem cukup keras hingga Rian tersentak kaget. "Nona, kelas statistikmu mulai lima menit lagi. Berhenti bergosip tentang satwa liar."

"Sebentar, Jim! Rian ingin meminjamkan catatannya padaku," dusta Leana. Ia sengaja mencondongkan tubuh ke arah Rian. "Rian, tanganmu kenapa? Kok gemetar begitu?"

Rian melirik Jimmy yang sedang membetulkan letak jam tangannya dengan gerakan yang seolah-olah sedang bersiap mematahkan tulang rusuk seseorang.

"Aku... aku kurang tidur, Lea. Em aku duluan ya? Ada urusan di kantin! Iya, kantin!"

Rian kabur secepat kilat.

"Kau tidak asyik, Jim. Kau menakutinya," kesal gadis itu.

"Aku tidak melakukan apa-apa. Mungkin dia hanya menyadari bahwa wajahnya tidak cukup asuransi untuk berada dekat-dekat denganku," celetuk Jimmy dingin.

Jimmy kemudian menarik kerah belakang baju Leana, menyeretnya menjauh dari keramaian menuju lorong sepi di bawah tangga darurat gedung rektorat.

"Lepaskan! Kau memperlakukanku seperti anak kucing!" protes Leana.

Jimmy menyudutkan Leana ke dinding. Ia melepas kacamata hitamnya, memperlihatkan mata yang kini berkilat marah.

"Kau sangat ingin pamer tanda itu, hm? Kau ingin Rian melihatnya lalu melapor pada ayahmu agar kepalaku dipenggal sore ini juga?"

"Habisnya kau menyebalkan! Kau mengabaikan ku setelah apa yang terjadi semalam!"

"Mengabaikan mu? Kita bahkan belum sempat melakukan apapun! Aku menghabiskan seluruh malam dengan mandi air es agar tidak mendobrak pintumu, Leana. Dan sekarang kau malah menggoda bocah yang bahkan tidak bisa membedakan mana rem dan gas itu?"

"Setidaknya dia tidak memanggilku nona setiap lima detik!"

"Baiklah." Jimmy menunduk, wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari wajah Leana. Aroma maskulinnya mengunci indra penciuman Leana.

"Kau ingin bukti kalau aku tidak mengabaikan mu, bukan?" Tangan Jimmy bergerak cepat. Ia menarik syal itu hingga terlepas, lalu menarik sedikit kerah kemeja Leana hingga bagian tulang selangkanya terekspos.

"Jim, apa yang kau—"

"Ah!" Leana memekik kecil, tangannya refleks mencengkeram bahu Jimmy.

Jimmy tidak sekadar mengecup, ia meng-hisap kulit sensitif di atas tulang selangka Leana dengan sangat bertenaga, lalu memberikan gigitan kecil di akhir yang membuat Leana gemetar.

Puas dengan itu, Jimmy menjauhkan wajahnya, menatap mahakarya barunya yang berwarna ungu gelap di tempat yang tersembunyi.

"Itu untuk memperingatkanmu. Tanda yang ini tidak akan terlihat di kamera pengintai ayahmu, kecuali kau telanjang di depan kamera," ucap Jimmy.

Leana terengah-engah dengan wajahnya merah padam. "Kau gila! Bagaimana kalau ada dosen yang lewat?"

"Bilang saja kau habis ditabrak traktor," celetuk Jimmy santai sembari memakaikan kembali syal Leana, seolah baru saja tak melakukan apapun melakukan pada gadis itu.

"Kau pria tua mesum yang licik," bisik Leana dengan tangan masih mencengkram dada Jimmy.

"Dan kau nona muda yang terlalu banyak bicara," balas Jimmy lalu menepuk puncak kepala Leana. "Sekarang masuk kelas. Belajar yang benar. Jika aku melihatmu bicara dengan pria lain lagi, tanda berikutnya akan kubuat di tempat yang membuatmu tidak bisa memakai rok pendek lagi selama sebulan. Mengerti?"

Leana menelan ludah, menatap punggung Jimmy yang berjalan kembali menuju area parkir dengan langkah santai.

"Dasar binatang kelaparan posesif!" teriak Leana seraya menyentuh tulang selangkanya yang berdenyut panas di balik kain syal.

1
Nice1808
lah ketinggalan ada bonchap nya😃😃😃
Nice1808: dah habis bonchap nya kak🤣
total 2 replies
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru😃
@vanilla_jazminxxy.
hai thor, cerita sangatlah bagus, singkat dan tdak membosankan saat membaca, klimatnya tdak terbelit2 dan tdak jenuh ketika di BCA, sya Bru membaca dan mnyukai nya, krna sangat sesuai yg sya mau, crita mu sangat bisa.. mkasi ya Thor
o ya, sy pndtang Bru di karya mu 🙏🙏🙏
Senja: Terima kasih banyak kak sudah mampir🙏🥰
total 1 replies
Ruk Mini
sagat epik thor, akhir yg indah😍, smua Bahagia, tpi oenasaran sm nasib bp dn mak tiri y babank jim, ok tq y thor d tgg karya" mu lgi🙏👍👍👍
Al Fatih
Bagus ceritanya,, alurnya menarik.
love sick
hhu
Nanaty
/Rose//Rose//Good/
Sri Rahayu
😘😘😘😘😘
Sri Rahayu
cocok tu Vania dgn Aaron 😍😍😍
Marya Dina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 aduh aduh perutku
🤣🤣🤣smpe mules 🤣
Sri Rahayu
ada2 aja sih Diego dan Jimmy....bikin ngekek aja 😆😆😆😍😍😍
Dea Fitri
luar biasa
+39 🔕
❤️❤️❤️ al menanti karya selanjutnya 🌚
Lisa Halik
😍😍makasih thor
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
𝕙𝕚𝕜
lanjutan thorrrr💪💪💪💪
Kinara Widya
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Kinara Widya
banyak2 terima kasih kak...🥰🥰🥰
Lilik24
laagiiii
Ipehmom Rianrafa
lnjuut 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!