NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Alana 2

Takdir Cinta Alana 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Dikelilingi wanita cantik / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anisah Cute

******
Mencintai seseorang tanpa bertemu dengan nya, adalah bukti bahwa cinta itu bukan di depan mata, tapi di dalam hati. Itu yang terjadi dengan Alana, putri dari Aditya dan Davina.
Pertemuan tak sengaja Alana dengan sosok di media sosial membuat nya nyaman walau perbedaan usia mereka cukup jauh. Status tak menghalangi hubungan kedua nya.
Apa yang membuat Alana memilih pria yang tak pernah dia lihat? Konflik pun terjadi di antara Alana dan pria yang ada di sosial media tersebut. Hingga membuat Alana sering kali memblokir aplikasi hijau nya terkadang aplikasi hitam pun kena sasaran blokir Alana tapi selalu saja di buka kembali karena kedua saling Cinta.
Akan kah mereka bertemu dan bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisah Cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3. TCA 2

"Dasar kak Alana, pinter banget ambil hati orang agar gak ada yang bisa marah sama dia." Batin Helen sambil dia menggeleng kepala.

Walau dia tau dia bukan anak dari kedua orang tua nya Alana tapi Helen begitu menyayangi Alana sebagai kakak nya. Helen berjalan sambil dia menunduk dan duduk di dekat ayunan.

Keyla nenek dari Alana yang melihat ada kesedihan di mata Helen mendekat dan merangkul gadis kecil itu yang baru berusia 7 tahun.

"Kenapa duduk di sini sendiri Len? Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Keyla.

"Nenek Helen rindu ayah, kapan ayah datang jemput Helen?" Tanya Helen.

"Dengar sayang ayah kamu masih ada pekerjaan di luar negri maka nya belum bisa pulang kamu yang sabar ya, nanti jika pekerjaan ayah mu sudah selesai dia pasti akan kembali menemui mu dan membawa mu tinggal bersama dengan diri nya." Jawab Keyla.

Helen diam dan Keyla memeluk Helen dengan erat saat tau Helen merindukan ayah nya. Sambil dia menatap kearah langit.

"Kembali lah Mahendra putri mu sangat merindukan. Sampai kapan kamu mau berduka atas kepergian Nita." Batin Keyla nenek dari Alana.

Semua orang yang ada di halaman menatap kearah Helen yang di peluk oleh nenek dari Alana. Adit yang melihat Helen bersama dengan mertua perempuan tau jika dia sedang merindukan sosok ayah, saat dia akan mendekat suara azan magrib berkumandang membuat dia mengajak semua orang untuk masuk kedalam rumah.

"Ayo masuk semua nya kita sholat magrib dulu." Ajak Adit.

Chan dan Ken saudara dari Vina memilih pulang kerumah mereka masing-masing untuk sholat bersama anak dan istri mereka.

"Aku sholat di rumah saja Dit, bersama anak istri, kalau gitu kita pamit ya." Ucap Chandra yang memang ingin sholat bersama anak dan istrinya.

"Iya aku juga pulang, ayo Ken kita pulang sudah magrib." Ajak Vino kearah putra nya.

Adit hanya mengangguk saja saat mendengar perkataan saudara istrinya. Setelah semua orang pulang semua keluarga Vina masuk kedalam rumah, hari - hari mereka lalui dengan suka cita tanpa ada rasa saling iri dan benci. Mereka semua tetap kompak dalam ikatan persaudaraan yang begitu erat.

Tak terasa waktu terus berjalan hingga saat usia Alana 13 tahun dan dia duduk di bangku SMP sekolah nya mengadakan perlombaan balap sepeda, Alana selalu mendaftar kan diri nya jika ada perlombaan balap sepeda karena itu hobi nya dan dia selalu memang saat ikut perlombaan balap sepeda.

Ken dan Saga selalu ada untuk mendukung Alana saat dia ikut perlombaan balap sepeda. Semua orang bersorak bahagia saat melihat alana memenangkan balap sepeda dan membawa kebanggaan untuk sekolah nya.

"Keren adek abang selalu menang saat ada perlombaan balap sepeda." Ucap Ken dengan memeluk adik nya yang tv-bvh nya penuh dengan keringat.

"Siapa dulu dong Alan gitu." Ucap Alana dengan bangga sambil dia tersenyum walau keringat membasahi dahi dan wajah nya dia tak perduli.

Sagara sebagai kakak Alan mendekat saat tau Alana sudah selesai dengan balap sepeda nya untuk mengucapkan selamat, begitu juga dengan Helen dan Riski di ikut melihat pertandingan Alana.

Riski sebagai sahabat selalu ada untuk Alana entah saat Alana senang atau pun Alana sedih, Bagas selalu menemani Alana.

"Selamat ya Al, gue bangga banget jadi temen luh, gak sia - sia bandel lu selama ini bisa menang juga balap sepeda." Ucap Riski setelah Saga mengucapkan selamat.

"Oh jelas Alan gitu loh. Makasih ya kamu sudah mau datang." Ucap Alan kearah Riski.

Helen pun sama dia ikut memeluk sang kakak setelah semua orang mengucapkan selamat atas kemenangan Alan.

"Selamat ya kak, Helen ikut senang saat kakak senang." Ucap Helen dengan memeluk Alana tapi badan nya tak menempel dengan Alana.

Alana tau Helen itu tak suka dengan bau keringat, Helen tipe gadis remaja yang pembersih, Alan tersenyum dan membalas pelukan Helen dengan erat hingga Helen menyadari dan langsung ingin melepas pelukan nya karena tubuh nya yang menempel dengan Alana.

"Ihhh kak Alan lepas kakak bau banget Helen gak suka mual mau muntah kak." Ucap Helen sambil dia berusaha melepas pelukan Alan.

"Hahah.....! Kamu yang peluk kakak giliran kakak balas peluk kamu malah gitu." Ucap Alan dengan wajah pura - pura sedih.

"Gak usah pasang muka sedih kak, Helen tau kakak sengaja kan peluk Helen. Iya Helen memang peluk kakak tapi kakak gak perlu balas pelukan Helen ihhh.. Mana kenceng lagi." Kesal Helen saat dia di peluk erat oleh Alan sambil dia menutup hidung.

Helen mencium tubuh nya sendiri yang terasa bau keringat Alan begidik geli, Riski dan yang lain hanya bisa tersenyum saat mendengar perkataan Helen yang tau bagaimana Helen dan Alan.

"Gitu aja ngambek." Ucap Alan sambil dia menyentuh pundak Helen dengan bahu nya.

"Ayo pulang, perlombaan sudah selesai ayah dan bunda kamu pasti bahagia dan bangga sama kamu Lan." Ucap Saga.

Mereka semua pulang bersama dengan Saga yang membawa mobil nya sendiri. Alana yang melihat Riski membawa motor melihat kearah Riski karena dia ingin ikut pulang bersama dengan teman nya.

"Alan boleh pulang bareng Riski gak?" Tanya Alan kearah Saga dan juga Ken.

"Gak...!" Jawab kedua abang Alan serempak.

"Kenapa?" Tanya Alan dengan menatap heran kearah Saga dan juga Ken yang mencegah nya untuk ikut bersama Riski sahabat nya.

"Kedua abang mu ini sudah jemput kamu, malah kamu milih ikut Riski enak saja gak bisa." Kesal Ken kearah Alan.

Alan memasang wajah cemberut saat dia tak dapat izin pulang bersama dengan Riski. Riski yang melihat perubahan wajah Alana langsung saja berkata.

"Maaf Lan, gue datang nya sama Helen tadi jadi pulang nya sama Helen besok ya pergi sekolah gue jemput." Jawab Riski.

Alan yang mendengar jawaban dari Riski hanya tersenyum kecil dan masuk kedalam mobil bersama dengan Ken dan juga Saga.

"Kak Alan, Helen pulang dulu ya." Pamit Helen saat dia sudah duduk di atas motor bersama dengan Riski.

Alan hanya mengangguk dan tersenyum saat melihat Helen bersama dengan Riski. Tak ada yang tau jika Alana diam - diam menaruh hati dengan teman nya sejak dia masih kecil karena Alana selalu bersikap biasa saja.

Sedangkan di atas motor Riski melaju dengan kecepatan sedang dan Helen yang melihat tatapan Alan tadi langsung bertanya.

"Kak Riski, kak Alan sedih ya saat tau aku ikut kakak?" tanya Helen.

"Alan emang suka kayak gitu, kalau gue ajak orang lain naik motor, tapi dia temen yang baik kok." Jawab Riski.

"Kayak nya kak Alan suka sama kakak." Ucap Helen.

"Hahaha... Kamu ngomong apa sih Len kita ini masih SMP mana mungkin cinta - cintaan, sudah Alan sama aku itu murni temenan mana mungkin kita jatuh cinta, lagi pula Alan bukan tipe aku." Jawab Riski sambil dia tertawa saat mendengar perkataan Helen.

Helen hanya tersenyum saja mendengar perkataan Riski. Saat sampai dia langsung masuk kedalam rumah setelah dia terimakasih dengan Riski.

"Makasih ya kak sudah ajak Helen nonton pertandingan kak Alan dan antar Helen pulang lagi." Ucap Helen dengan lembut.

"Iya sama - sama kalau begitu aku pulang dulu." Jawab Riski.

Setelah mengucapkan terima kasih Helen masuk dan Riski melaju menuju kearah rumah nya yang tak jauh dari rumah Alana. Saat masuk kedalam rumah Helen terdiam di depan pintu setelah dia mengucapkan salam yang di sambut dengan senyuman oleh orang yang selama ini dia rindukan kehadiran nya.

━━━━━━♡♥♡━━━━━━

1
kalea rizuky
cepetan pergi kan moga dpet yg lebih tajir. lebih kaya dr Riski itu dan buat si Helen sepupu durjana makan itu Riski cwok kere
Anan Sah
Pintar banget Alan menyimpan semua rasa sakit nya sampai ga ada yang tau apa yang di rasakan sama Alan sehingga Alan memutuskan untuk pergi jauh dari keluarga...Semangat ya Alan...😍😍😍
Ani Rohayani
Alana terlalu pintar menyimpan rahasia alasan sebenarnya tentang kepergiannya ke Malaysia
Ani Rohayani
ya ampun Mahar kamu terlalu membesar besarkan masalah sampai akhirnya kamu sendiri terluka
Ani Rohayani
cinta pada pandangan pertama tuh saga😄
Ani Rohayani
ya ampun saga apa yang terjadi,kamu nabrak orang ya
Sahidah Sari
wih mantap nih Alana menang balapan sepeda,emng keren Alana!.
Riski kek nya suka sama Helen deh klu Alana tau orang yg dia suka justru ga suka sama dia gmn ya ,moga sikap Alana ga berubah ya klu tau
Sahidah Sari
Ken dan saga selalu menjadi pelindung bagi Alana dr siapa pun termasuk dr ayah nya sendiri,, mereka ga mau Alana knp2 padahal Adit hanya ingin Alana belajar bertanggung jawab atas apa yg dia perbuat.
Sahidah Sari
ya ampun Alana kelakuan nya bikin orang ngakak juga geleng geleng kepala tau, ada aja kelakuan nya buat pusing om nya ..
kalea rizuky
ambil aja Riski cwok miskin aja dihh Alana bisa dpet yg lebih
kalea rizuky
pergilah Alana yg jauh cari bahagia mu
Anan Sah
😍😍😍
SusiVikers
Ken kamu gak perlu khawatir ya, aku yakin Alana pasti baik² aja kok dia bisa jaga diri
doakan saja agar semuanya lancar ya
SusiVikers
sakit bgt ya pasti jadi Alana
apalagi Bagas emg langsung menjauh setelah pacaran sama Helen, lagian Helen juga apa-apaan sih kok kamu sampe segitunya sama Alana
toh Alana gak akan pernah rebut Bagas dari kamu ishhh ngeselin 😤😤
SusiVikers: lah iya haha
Bagas siapa coba ampun dah🤣🤣
total 2 replies
SusiVikers
aduh untung aja ya langsung banting stir kalo enggak bisa nabrak org tuh
tapi sayangnya kepala Alana malah jadi memar gitu ya
SusiVikers
alana kamu bner² pandai menutupi semua rasa sakit yg kamu rasakan
tapi mungkin ini pilihan kamu ya lan, semoga di Malaysia nanti kamu bisa jauh lebih bahagia ya Alana
Ratih Tyas
Alan pasti bisa jaga diri
Ratih Tyas
Mungkin Humaira jodoh Saga🤭
Ratih Tyas
Kok Helen jadi ngeselin ya
gak bisa jaga perasaan Alan malah pamer🙄
Estri Gunyani
Ken jangan kwatirkan Alan dia gadis yg pintar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!