NovelToon NovelToon
Jangan Ambil Anakku

Jangan Ambil Anakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengganti / Cerai / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Penyesalan Suami
Popularitas:263
Nilai: 5
Nama Author: VISEL

Hana dan Aldo mempunyai seorang anak laki-laki bernama Kenzo. Mereka adalah sepasang suami istri yang telah menikah selama 6 tahun, Kenzo berusia 5 tahun lebih dan sangat pandai berbicara. Kehidupan Hana dan Aldo sangat terjamin secara materi, Aldo mempunyai perusahaan batu bara di kota kalimantan...kehidupan rumah tangga mereka sangat rukun dan harmonis, hingga suatu hari musibah itu menimpa dalam rumah tangga mereka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VISEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Wanita Misterius Aldo

Seminggu berlalu, pencarian yang dilakukan oleh om Heri terhadap keberadaan Aldo membuahkan hasil yang cukup membuat om Heri geram terhadap Aldo. Entah apa yang akan dikatakan om Heri kepada putrinya, yaitu Hana.

  Pak Komar: "Bagaimana, tuan? Apakah kita kembali ke penginapan saja?" tanyanya sambil menatap wajah om Heri dalam-dalam.

  Om Heri: "Hari ini juga kita kembali ke Jakarta." ucapnya dengan tegas.

  Pak Komar: "Bagaimana dengan tuan Aldo, tuan? Apakah tuan tidak ingin mengajaknya pulang?" tanyanya lagi. Om Heri terdiam sesaat, ia tampak merenung.

  Om Heri: "Biarkan Aldo di sini dulu. Lagipula, semua bukti foto-fotonya ada padaku." ucapnya dengan penuh keyakinan.

  Pak Komar: "Baiklah, tuan. Kita akan pulang ke Jakarta sekarang." ucapnya dengan wajah tenang. Setelah mengetahui keberadaan Aldo di kota Bandung, om Heri dan pak Komar akhirnya pulang ke Jakarta. Hana sudah kembali ke rumahnya beberapa hari yang lalu, namun Hana selalu ke rumah kedua orang tuanya saat selesai mengantar Kenzo ke sekolah. Hari itu Hana sedang berada di rumah ibunya, Hana menanti dengan gelisah kepulangan om Heri, harapannya sangat besar terhadap ayahnya. Hana berharap jika om Heri akan pulang bersama dengan Aldo. Tante Laras dan Hana sedang berada di ruang keluarga, Hana duduk dengan raut wajah yang gelisah karena memikirkan Aldo.

  Hana: "Apakah papa sudah menghubungi mama?" tanyanya kepada tante Laras. Tante Laras menghela nafas ringan, ia menatap wajah Hana yang terlihat gelisah.

  Tante Laras: "Semalam papa menelpon mama. Papa telah mendapatkan petunjuk tentang Aldo." ucapnya dengan yakin. Raut wajah Hana berubah ceria, ia menatap tante Laras dengan penuh harap.

  Hana: "Benarkah, ma? Apakah Aldo akan pulang bersama papa?" tanyanya dengan rasa ingin tahu.

  Tante Laras: "Mama tidak tahu, Hana. Kita tunggu kedatangan papa saja, ya." ucapnya. Tante Laras lebih dulu mengetahui semuanya tentang Aldo, om Heri telah mengatakan semuanya pada tante Laras saat om Heri menelpon tante Laras.

  Hana: "Semoga saja papa pulang bersama Aldo, ma." ucapnya dengan penuh harapan. Tante Laras hanya terdiam, hatinya ikut pilu saat om Heri menceritakan tentang Aldo padanya.

  Hana: "Kenapa mama diam saja?" tanyanya dengan heran.

  Tante Laras: "Kita doakan saja agar papa lancar dalam perjalanan pulang, ya." ucapnya pelan.

  Hana: "Aku menjemput Kenzo dulu di sekolah, ya, ma." ucapnya.

  Tante Laras: "Apakah kamu akan makan siang di sini, nak?" tanyanya dengan lembut.

  Hana: "Tidak usah, ma. Mbok Titi juga masak di rumah, kok." ucapnya. "Aku pergi, ya, ma." ucapnya lagi.

  Tante Laras: "Hati-hati, Hana." ucapnya.

  Hana: "Iya, ma." sahutnya. Hana berjalan pelan keluar dari dalam rumah tante Laras, Hana masuk ke dalam mobilnya dan mulai melaju dengan mobilnya di jalan raya menuju ke sekolah Kenzo. Tante Laras menghela nafas berat, tampak sadar ia meneteskan airmata saat mengingat perkataan om Heri.

  Tante Laras: "Kasihan Hana." ucapnya lirih dengan mata yang berkaca-kaca. "Dia tidak tahu jika suaminya telah menghianatinya. Hana pasti sangat sedih." gumannya dengan ekspresi wajah yang sedih. Waktu berjalan dengan cepat, malam itu om Heri baru tiba di rumahnya.

  Om Heri: "Kamu makan dulu di dalam pak Komar." ucapnya dengan pelan.

  Pak Komar: "Iya, tuan." sahutnya dengan rasa hormat.

  Om Heri: "Setelah makan, kamu istirahat, ya." ucapnya lagi dengan rasa peduli.

  Pak Komar: "Baik, tuan. Saya permisi." ucapnya sambil melangkah pelan meninggalkan ruang tengah. Om Heri menatap wajah istrinya, ia melihat kedua mata tante Laras sembab karena habis menangis. Kejadian pada putri mereka telah membuat luka yang mendalam baginya maupun istrinya, untung saja rahasia om Heri masih tersimpan rapi sampai sekarang. Seandainya tante Laras tahu jika om Heri juga dulu pernah menikah siri, maka pasti saat ini om Heri sudah menjadi seorang duda. Peristiwa masa lalu om Heri kini telah terulang pada putrinya sendiri. Betapa hancur hati om Heri saat kedua matanya menyaksikan sendiri Aldo berjalan di depan sebuah toko pakaian bersama dengan seorang wanita yang seusia dengan putrinya, yaitu Hana. Wanita yang menemani Aldo itu masih menjadi misteri bagi om Heri maupun tante Laras. Om Heri menatap wajah tante Laras dalam-dalam, terpancar kesedihan dari raut wajahnya.

  Om Heri: "Jangan menceritakan apapun pada Hana, bu." ucapnya dengan suara yang berat.

  Tante Laras: "Hana berhak untuk tahu, pa. Hana sangat berharap Aldo pulang ke rumah secepatnya." ucapnya dengan wajah sedih.

  Om Heri: "Aku tahu, bu. Sebentar lagi Aldo akan pulang ke rumahnya." ucapnya dengan penuh keyakinan.

  Tante Laras: "Bagaimana kamu bisa tahu, pa?" tanyanya dengan penuh keraguan.

  Om Heri: "Biarkan Aldo menikmati perjalanannya dulu bersama wanita itu." ucapnya lagi.

  Tante Laras: "Seharusnya, kamu langsung saja membawa Aldo pulang. Kasihan Hana, pa." ucapnya dengan pelan.

  Om Heri: "Setelah Aldo tiba di jakarta, aku akan bicara padanya." ucapnya dengan yakin.

  Tante Laras: "Apa maksud kamu, pa?" tanyanya dengan ekspresi wajah bingung. "Mengapa harus menunggu Aldo kembali ke Jakarta?" tanyanya lagi.

Om Heri: "Aku akan memastikan hubungan mereka, bu." ucapnya dengan wajah tenang.

Tante Laras: "Apakah kamu tahu wanita yang bersamanya itu?" tanyanya dengan rasa penasaran.

Om Heri: "Aku pernah melihatnya beberapa kali. Aku lupa namanya." ucapnya dengan ragu-ragu.

Tante Laras: "Kasihan Hana. Dia pasti sangat terpukul dengan penghianatan Aldo." ucapnya dengan wajah sedih. Om Heri menghela nafas berat, hati om Heri juga ikut sedih, kecewa, sekaligus marah pada Aldo karena telah menghianati pernikahannya bersama Hana. Saat melihat Aldo menggandeng wanita lain di depan toko pakaian di Bandung, om Heri ingin sekali memukul Aldo saat itu. Om Heri sadar, walaupun dia memukul Aldo, tidak akan mengubah keadaan pernikahan Hana maupun Aldo. Jalan terbaik adalah membicarakan semuanya dengan Hana maupun Aldo. Om Heri berniat memisahkan mereka jika Aldo tidak meninggalkan wanita itu.

Om Heri: "Ini foto wanita yang bersama Aldo, bu." ucapnya sambil memperlihatkan foto-foto Aldo dan wanita di dalam galeri ponselnya. Tante Laras terkejut saat melihat foto-foto Aldo dan wanita itu, tante Laras mengenal wanita itu dengan baik.

Tante Laras: "Ya Allah!" serunya sambil menutup mulutnya karena kaget.

Om Heri: "Apakah kamu mengenal wanita itu, bu?" tanyanya dengan rasa penasaran.

Tante Laras: "Iya, pa. Wanita itu adalah sahabat Hana." ucapnya dengan suara agak keras. "Namanya Sari. Hana dan Sari berteman sejak duduk di bangku kuliah." ucapnya. Om Heri tertegun, dia mencoba mengingat wajah Sari saat Hana membawanya ke rumah.

***********************************

1
tia
dunia nyata dunia novel sama istri pertama pasti ada ruang khusus 😁😁
tia
tambah lg updatenya thor
tia
karma di bayar lunas ,, kehilangan bayi kakiny lumpuh ,,, syukurin
tia
kasihan hana 😭😭,,moga kenzo cepat sembuh.
tia
lanjut Thor,,buktikan hana bahwa qmu hebat
tia
lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!