"Di tengah kesibukan kehidupan SMA di Jakarta, Yuki dan kelompok teman terbaiknya menjalani petualangan yang mengubah hidup mereka dari merawat kakaknya yang sakit, menemukan cinta pertama, hingga membentuk tim untuk lomba bahasa asing nasional.
Dengan persahabatan sebagai dasar kuatnya, mereka menghadapi segala rintangan: perbedaan cara pandang, tantangan kompetisi, dan bahkan menemukan makna baru dalam persahabatan antar budaya. Awalnya hanya sekelompok teman biasa, kini mereka membuktikan bahwa kerja sama dan cinta bisa membawa mereka meraih kemenangan yang tak terduga termasuk kesempatan untuk menjelajahi dunia luar!"
"Siapakah mereka? Dan apa yang akan terjadi saat mereka melangkah keluar dari zona nyaman Jakarta untuk menjelajahi dunia yang lebih luas?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Kolim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27 (S2)
Setelah pulang dari Jerman, mereka naik kelas jadi Siswa Kelas 3 SMA Negeri 1 Jakarta akhirnya jadi yang paling tua di sekolah! Tapi bukan berarti mereka jadi serius aja, malah makin asik dan penuh dengan kejutan lucu dan romantis.
Hari pertama masuk kelas 3, mereka bergegas ke kelas dengan semangat tinggi. Tapi ternyata... tempat duduk mereka sudah diambil sama beberapa siswa kelas 2 yang salah ngira ini kelas baru!
"Eh maaf ya mas/mbak, ini kelas kita lho!" ucap salah satu siswa kelas 2 dengan polosnya. Hana langsung berdiri dengan pose gagah. "HEY HEY HEY! KITA YANG SUDAH DULUAN NGINAP DI KELAS INI DARI KELAS 1 LHO! KALIAN KELAS 2 BELUM LAHIRIN KITA!"
Semua orang ketawa terbahak-bahak, bahkan siswa kelas 2 nya juga ketawa dan langsung pamit pindah tempat. "Maaf ya mbak Hana, kita salah aja!" ucap mereka sambil tertawa.
Proses mendirikan Klub Bahasa & Budaya Internasional juga penuh dengan komedi! Saat mereka presentasi ke kepala sekolah, Rio yang biasanya cuek malah jadi gegabah karena terlalu banyak minum kopi.
"Bu Kepala... saya... kita ingin membuat klub... klub yang bisa bawa dunia ke Jakarta... atau Jakarta ke dunia... atau dunia sama Jakarta jalan bareng!" ucap Rio dengan lidah keseleo. Kinta coba menutupi dengan cepat, "Maaf Bu, dia baru aja dari rapat organisasi lain, sedikit capek."
Tapi kepala sekolah malah tertawa. "Itu oke anak-anak, yang penting semangatnya ada! Saya setuju saja, tapi jangan sampai klubnya jadi klub ngobrol santuy aja ya!"
Saat pendaftaran anggota, Hana malah salah tulis nama klub jadi "Klub Bahasa & BUDAYA INTERNASIONAL" tapi dia tambahin kata "BUDAYA" dengan huruf besar dan gambar makanan di sekitarnya.
"Kalau tidak ada makanan, mana ada semangat belajar budaya!" ucap Hana dengan alasan yang bikin semua orang ketawa. Hasilnya, banyak siswa yang mendaftar cuma karena penasaran sama makanan yang akan disajikan!
Hubungan Yuki dan Kinta makin mesra di kelas 3 ini. Mereka sering belajar bareng di perpustakaan, tapi bukan cuma belajar aja...
Suatu sore, mereka belajar matematika di sudut perpustakaan yang sepi. Kinta sedang menjelaskan rumus yang sulit, tapi Yuki malah fokus ke wajah Kinta yang sedang serius.
"Yuki, kamu denger nggak sih? Rumusnya begini..." ucap Kinta sambil menunjuk buku. Tiba-tiba Yuki menarik tangan Kinta dan berkata, "Kamu lebih menarik dari rumusnya, Kinta."
Kinta langsung jadi merah sampai telinga, malah salah bilang rumus, "Jadi rumusnya adalah... cinta kamu sama aku... AH BUKAN!"
Tepat saat itu, perawat sekolah yang sedang berkeliling malah lewat dan berkata, "Waduh, belajar matematika juga bisa bahagia ya? Bagus sekali anak-anak!"
Mereka berdua langsung jadi merah padam dan segera balik fokus ke buku, tapi hati mereka tetap berdebar kencang.
Suatu hari lagi, Kinta mau kasih kejutan ke Yuki di taman kota Jakarta. Dia menyembunyikan bunga mawar merah di belakang punggungnya, tapi saat hendak memberikan, malah jatuh tersandung batu kecil.
"Yuki, aku punya sesuatu untuk mu..." ucap Kinta sambil mau berdiri, tapi bunganya malah terbalik dan daunnya menyambar wajahnya. Yuki langsung tertawa terbahak-bahak tapi juga membantu dia berdiri.
"Malah jadi lebih lucu aja kamu," ucap Yuki sambil mengelus pipi Kinta yang penuh dengan dedaunan. "Tapi aku suka banget sama kamu yang kayak gini." Kinta cuma bisa tersenyum malu dan akhirnya berhasil memberikan bunganya.
Acara Pesta Budaya Internasional yang mereka adakan juga penuh dengan kejadian lucu yang bikin suasana makin meriah!
Saat menyajikan makanan Jepang, Mei malah salah bikin sushi jadi bentuk bola bulat besar. "Ini namanya SUSHI BOLA! Khusus dari restoran Mei!" ucap dia dengan senyum cuek, bikin semua orang ketawa.
Rio yang sedang menunjukkan teknologi baru malah salah setting proyektor, jadi gambar yang keluar bukan materi pendidikan tapi video kucing lucu yang dia tonton pagi itu. "MAAF YA! KUCING INI SENGAJA DATANGIN SEMANGAT!" ucap Rio dengan nada bercanda, bikin semua orang ketawa terbahak-bahak.
Hana dan Dina yang mengelola booth makanan dunia malah salah bikin makanan Italia jadi kayak makanan Indonesia. "Ini namanya PIZZA RENYAH! Bumbunya pakai bawang merah goreng!" ucap Hana sambil menyodorkannya ke tamu undangan. Yang uniknya, rasanya malah enak dan banyak yang meminta resepnya!
Saat pertunjukan tari, Rina yang biasanya jago menggambar malah ikutan menari dan jadi salah langkah terus. Tapi dia tetap menari dengan senyum lebar, bikin penonton ikutan senang dan ikut menari juga.
Duta Besar Jerman yang datang malah ikutan ketawa dan berkata, "Ini adalah acara budaya paling menyenangkan yang pernah saya hadiri! Di Jerman kita jarang ada acara yang begitu riang dan penuh candaan!"
Ulang tahun mereka yang ke-18 jadi acara yang sangat spesial. Kinta merencanakan kejutan di atas gedung pencakar langit dengan pandangan kota Jakarta yang indah.
Saat Yuki datang, dia disambut dengan lilin yang menyala dan dekorasi bentuk dunia. Tapi saat Kinta mau memberikan kalung hadiah, dia malah salah pasang dan kalungnya masuk ke rambut Yuki.
"Aduh, maaf ya Yuki, aku terlalu gegabah!" ucap Kinta dengan panik sambil mencoba membuka rambut Yuki yang terjepit. Akhirnya mereka berdua jadi saling bantu membuka rambut, sambil tertawa dan bercanda.
Setelah kalungnya terpasang dengan benar, Yuki memberikan hadiah balasan buku catatan yang diisi foto dan surat cinta. Tapi saat dibuka, ternyata salah buku! Buku yang diberikan adalah buku catatan kuliah Rina yang salah dibawa.
"HAHAHA! Aku salah bawa aja!" ucap Yuki dengan malu. Tapi Kinta malah berkata, "Tidak apa-apa, buku apapun yang kamu berikan aku akan simpan dengan baik!"
Tiba-tiba semua teman mereka muncul dari belakang dengan kue berbentuk dunia yang malah sedikit cacat karena tersetrum di jalan. "Maaf ya, kue nya sedikit jadi kayak peta dunia yang bergeser!" ucap Hana dengan senyum malu. Tapi Yuki langsung berkata, "Ini yang paling indah kue ulang tahun yang pernah aku dapat!"
Saat persiapan ujian nasional dan masuk perguruan tinggi, mereka belajar bersama setiap hari di rumah Yuki. Tapi belajar mereka tidak pernah membosankan!
Hana selalu bawa makanan lezat setiap hari, jadi suasana belajar jadi seperti acara makan bersama. "Kalau perut kenyang, otak juga bisa kerja maksimal!" ucap dia dengan alasan yang tidak bisa ditolak.
Rio membuat aplikasi pembelajaran yang lucu, dengan karakter kartun teman-teman mereka masing-masing. Karakter Hana dalam aplikasi selalu sedang makan, karakter Rina selalu sedang menggambar, dan karakter Kinta selalu sedang memberikan bunga ke karakter Yuki!
"Sangat lucu sekali aplikasi ini! Aku jadi makin suka belajar!" ucap Mei sambil bermain aplikasi tersebut.
Suatu malam, saat mereka belajar sampai larut malam, listrik rumah Yuki tiba-tiba padam. Kinta langsung mengambil lilin yang sudah disiapkan dan menyala kan satu per satu.
"Kelihatannya romantis ya seperti ini," ucap Kinta sambil melihat ke mata Yuki. Semua teman mereka langsung mengerti dan berpura-pura sibuk dengan buku mereka.
"Yuki, meskipun nanti kita mungkin kuliah di tempat yang berbeda," ucap Kinta dengan suara lembut. "Aku akan selalu mencari cara untuk tetap bersama kamu. Cinta kita tidak akan pernah terpisahkan oleh jarak."
Yuki menyandarkan kepalanya di bahu Kinta dan berkata, "Aku tahu. Kita akan selalu bersama, tidak peduli di mana kita berada. Jakarta akan selalu jadi tempat dimana cinta kita dimulai."
Mereka saling melihat dengan mata penuh cinta, sementara teman-teman mereka berpura-pura tidak melihat tapi sebenarnya sangat bahagia melihat mereka berdua.
Untuk merayakan kenaikan kelas jadi kelas 3, mereka mengadakan piknik di Taman Mini Indonesia Indah. Acara ini penuh dengan candaan dan foto-foto lucu.
Mereka berpose dengan pakaian adat dari berbagai daerah Indonesia, tapi kombinasinya lucu banget Hana pakai baju Jawa tapi topinya pakai ikat kepala Bali, Rina pakai baju Batak tapi roknya pakai kain ikat Sumatera.
Saat naik kereta kecil di taman, Hana terlalu senang dan berteriak keras, sampai suara nya bergema dan bikin semua orang yang ada di sekitarnya melihat dan tertawa. "INI ASIK BANGET! KALIAN HARUS COBA!" teriak dia dengan penuh semangat.
Di akhir piknik, mereka duduk bersama di atas bukit yang bisa melihat seluruh taman dan sebagian kota Jakarta.
"Kelas 3 nih ya," ucap Yuki dengan sedikit emosi. "Rasanya seperti kemarin aja kita baru masuk SMA."
Kinta menggenggam tangannya dan berkata, "Ya, tapi kita sudah melalui banyak hal bersama. Dari merayakan ulang tahun bersama, pergi ke Jerman, sampai mendirikan klub yang luar biasa. Dan ini baru permulaan dari banyak hal yang akan kita lakukan bersama."
Semua orang mengangguk dan saling berpelukan. Mereka berjanji bahwa meskipun tahun terakhir SMA akan penuh dengan tantangan, mereka akan selalu bersama dan membuat tahun ini jadi yang paling berkesan dalam hidup mereka.
"KELAS 3 NIH BOSKU! SERU AJA NIH!" teriak mereka bersama-sama sambil tertawa dan melihat ke arah langit Jakarta yang cerah.